Apakah Anda Sering Merasa Lapar Sepanjang Waktu? Mungkin Ini Masalahnya

Apakah Anda Sering Merasa Lapar Sepanjang Waktu? Mungkin Ini Masalahnya

Apakah Anda Sering Merasa Lapar Sepanjang Waktu? (Gambar: Pixabay/JuanitaL57)

Saat ini semua umat Islam sedunia sedang menyambut bulan Ramadhan, dimana mereka harus menahan lapar, haus dan hawa nafsu diantaranya. Berhubungan dengan lapar, dalam kondisi normal hal tersebut masih terbilang wajar apalagi puasa. Namun jika anda atau mungkin orang terdekat anda sering merasa lapar sepanjang waktu, mungkin ada sesuatu yang salah dalam tubuhnya.

Baru-baru ini penelitian gabungan dari perguruan tinggi beken di Amerika Serikat, Swedia dan Inggris  mengadakan penelitian mengenai hal tersebut.

Mereka menemukan bahwa orang yang mengalami penurunan besar kadar gula dalam darah, beberapa jam setelah makan akan merasa lapar. Bahkan mereka akan memakan lebih banyak kalori lagi setelahnya. Hal ini menandakan adanya masalah dalam kadar gula dalam darah, seperti yang dikutip dari Science Daily (12 April 2021).

Penelitian ini tertuang dalam tulisan berjudul “Postprandial Glycaemic Dips Predic Appetite and Energy Intake in Healthy Individuals”. Riset ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Metabolism.

Kadar Gula dalam Darah Membuat Anda Sering Merasa Lapar

Penelitian ini melibatkan 1.070 orang yang berpartisipasi sebagai objek penelitian. Mereka dipantau selama dua minggu selama berturut turut. Jika dirata-rata dalam penelitian ini semua orang memakan sekitar 8.000 makan siang dan 70.000 makan.

Makan siang standar sudah termasuk kue yang terdapat berbagai jenis kalori. Selain itu juga bervariasi dalam komposisi makanannya seperti karbohidrat, protein, lemak dan serat.

Lalu selanjutnya peneliti mengambil data dari respon kadar gula darah dan tanda kesehatan dari semua partisipan tersebut. Data tersebut sudah termasuk data tes respon gula darah ketika mereka berpuasa untuk mengukur penyerapan gula darah.

Selain itu data lainnya meliputi, tingkat kelaparan, kewaspadaan dan makanan apa saja yang mereka makan. Pengukuran ini menggunakan alat pengukur tekanan gula darah (CGM) dan aplikasi telepon untuk mengukur tingkat kelaparan beserta turunan sub-penelitian tadi.

Studi sebelumnya menyebutkan bahwa seseorang mengalami kadar naik-turun gula darah dalam waktu dua jam. Namun dalam penelitian ini, ilmuwan menemukan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 2-4 jam untuk melihat turunnya kada gula darah sebelum kembali naik.

Hasilnya?

Peneliti menemukan bahwa seseorang yang penurunan kadar gula dalam darah 9% bertambah lapar dan menunggu sekitar setengah atau kurang dari satu jam untuk makan makanan kecil kembali. Menariknya tidak ada perbedaan menu diantara partisipan atau dengan kata lain makanan yang mereka makan adalah sama menunya.

Mereka juga menemukan bahwa orang yang penurunan kadar gula dalam darah memakan lebih dari 75 kalori dalam waktu 3-4 jam setelah makan siang.

Jika dikomparasikan dengan orang yang memiliki kadar gula normal, orang yang penurunan kadar gula dalam darah membutuhkan 312 kalori lebih besar. Artinya orang yang penurunan kadar gula dalam darah setelah makan membutuhkan kalori lebih besar ketimbang orang yang memiliki gula darah normal.

Profesor Ana Valdes dari Sekolah Kedokteran Universitas Nottingham menyatakan bahwa penurunan gula darah berpotensi menambah rasa lapar.

 

“Banyak orang berjuang untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya, dan (menyerap) hanya beberapa ratus kalori setiap hari yang (justru) dapat menambah berat badan meningkat dalam setahun. Penemuan kami bahwa penurunan kadar gula dalam darah setelah makan memiliki dampak besar pada rasa lapar dan nafsu makan untuk membantu orang memahami dan mengontrol berat badan serta kesehatan jangka panjang.” ujarnya dalam penelitian tersebut.

Memilih Makanan yang Sesuai dengan Tubuh

Penelitian ini juga tidak menemukan korelasi yang signifikan dengan umur, massa tubuh seseorang (BMI) atau kecenderungan lapar besar maupun kecil. Satu hal yang cukup menarik adalah laki-laki memiliki penurunan kadar gula dalam darah lebih besar ketimbang perempuan dalam penelitian ini.

Namun memilih makanan yang sesuai dengan keunikan tubuh anda dapat membantu untuk merasa kenyang lebih lama dan makan lebih sedikit.

“Makanan itu kompleks dan manusia itu rumit, tetapi penelitian kami membuka kotak hitam antara diet dan kesehatan.” ujar Tim Spencer dari King’s College London yang terlibat dalam penelitian ini.

“Kami bersemangat untuk mampu mengubah ilmu pengetahuan terbaru ini menjadi tes gizi dan mikrobioma sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan respon unik mereka terhadap makanan untuk mendukung metabolisme dan kesehatan usus mereka.” tambahnya.

 

Sumber:

Science Daily

http://www.kcl.ac.uk/ (King’s College London)

http://dx.doi.org/10.1038/s42255-021-00383-x

(Kings College London, Harvard Medical School, Harvard T.H. Chan School of Public Health, Massachusetts General Hospital, the University of Nottingham, Leeds University, dan Lund University)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *