Value Investing Untuk Menentukan Harga Wajar Suatu Saham

Value Investing

Sebelum memulai aktivitas sebagai investor saham, ada hal krusial yang perlu Anda kuasai. Hal ini adalah analisa saham atau value investing yang bertujuan untuk menentukan harga wajar suatu saham. Kemampuan analisa keuangan ini dapat dikatakan sebagai pengetahuan dasar khususnya bagi seorang pemula.

Hasil analisa nantinya bisa kita jadikan sebagai acuan dalam investasi. Metode analisa saham yang biasa digunakan adalah metode nilai intrinsik ala Benjamin Graham dengan berlandasakan kepada rasio keuangan suatu perusahaan. Bagaimana tahapan analisa saham? Berikut broker exness sajikan lengkap untuk Anda!

1.      Earning Per Share

Ada empat metode value investing untuk menentukan harga wajar suatu saham. Pertama, adalah earning per share atau EPS. EPS adalah pendapatan bersih suatu perusahaan dalam waktu satu tahun setelah pengurangan-pengurangan tertentu.

Sederhananya, EPS ini adalah keuntungan per lembar saham yang didapat oleh perusahaan dalam waktu satu tahun. Semakin besar nilai EPS suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula pendapatannya.

Untuk mengetahui kewajaran harga saham dengan analisa EPS, bisa menggunakan rumus sebagai berikut, EPS = (Laba Bersih – Dividen Preferen) / Jumlah Saham Beredar Pada Akhir Periode.

2.      Price Book Value

Cara kedua adalah dengan PBV atau price book value. PVB adalah tools untuk mengukur rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. Nilai buku ini adalah nilai aset yang masuk dalam pembukuan. Price book biasanya bisa kita tentukan dengan mengurangkan aktiva dengan kewajiban.

Nilai PBV akan membantu kita menentukan apakah harga saham sesuai dengan jumlah nilai aset milik perusahaan. Khusus pemula, kami sarankan untuk membandingkan nilai PBV suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis. Apabila tidak berbeda jauh, maka harga saham dalam kategori wajar.

3.      Price to Earnings Ratio

Value investing juga bisa dengan menghitung PER suatu perusahaan. PER sangat direkomendasikan kepada pemula dalam memilih emiten saham layak beli atau tidak.

PER bertugas untuk menghitung harga saham terhadap laba bersih. Apabila PER suatu perusahaan lebih besar dari perusahaan sejenis, tandanya harga saham perusahaan tersebut mahal. Begitu pula sebaliknya.

4.      Return On Equity

Terakhir, adalah dengan memanfaatkan ROE. ROE adalah alat ukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari investasi pemilik saham. Dapat kita artikan semakin tinggi nilai ROE, maka semakin baik pula kemampuan perusahaan dalam mengelola saham milik investor.

Itulah keempat faktor value investing untuk analisa saham. Salah satu dari faktor tadi sudah bisa membantu Anda sebagai investor pemula. Kuncinya adalah melakukan perbandingan hasil analisa terhadap perusahaan lain yang sejenis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.