6 Upacara Adat di Bali yang Wajib Diketahui

Upacara Adat di Bali

Bali tak hanya menarik dari sisi pantai, gunung, dan makanannya saja. Bali juga unik dari sisi adat serta budayanya. Itu sebabnya, banyak wisatawan yang datang ke Bali tak hanya untuk menikmati alamnya. Banyak juga dari mereka yang bahkan datang ke Bali, tujuan utamanya adalah untuk melihat budaya dan adat Bali.

Ya, adat dan budaya Bali memang sangat terasa. Di setiap sisi, di setiap waktu, ada saja hal-hal yang berbau adat dan budaya. Dan tentu, karena di Bali mayoritas penduduknya beragama Hindu, adat dan budaya Bali sangat dipengaruhi oleh agama Hindu ini.

Berikut ini beberapa upacara adat di Bali yang wajib diketahui.

1. Upacara Melasti

Upacara Melasti dilakukan setahun sekali. Upacara yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini mempunyai tujuan untuk menyucikan diri. Upacara Melasti ini dilakukan 3 hingga 4 hari sebelum Nyepi. Dalam hal ini, para pemeluk agama Hindu di Bali mendatangi beberapa sumber mata air yang dianggap sakral.

Misalnya saja danau, mata air, dan juga laut. Umat Hindu Bali percaya bahwa mata air tersebut menyimpan mata air kehidupan. Sehingga mereka menyucikan diri dengan mengambil tirta amertha (keabadian) yang ada pada mata air tersebut.

Pada Upacara Melasti, pemangku agama akan memercik air suci ke setiap kepala. Filosofinya, hal ini akan membersihkan semua kotoran dan hal buruk yang ada dalam tubuh, sehingga akhirnya, jiwa dan raga kembali suci.

2. Upacara Ngaben

Upacara Ngaben merupakan upacara penguburan jenazah yang dilakukan ketika seseorang meninggal dunia di daerah lain. Upacara ngaben ini mempunyai tujuan mengantarkan kepergian jenazah. Dalam upacara ngaben, jenazah orang yang meninggal ini dibakar dalam rangkaian ritual yang megah, lengkap dengan arak-arakan.

Upacara Ngaben sendiri itu dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu Sawa Wedana, Asti Wedana, dan Swasta. Upacara Ngaben Sawa Wedana adalah upacara Ngaben yang dilakukan setelah jenazah diawetkan terlebih dahulu sebelum jenazah dibakar.

Adapun Ngaben Asti Wedana merupakan upacara Ngaben yang dilakukan setelah jenazah dikubur terlebih dahulu. Kemudian upacara Ngaben Swasta itu dilakukan terhadap penduduk Bali yang meninggal di luar daerah atau penduduk Bali yang jasadnya tidak ditemukan.

Penduduk Bali menganggap upacara Ngaben ini sebagai ritual yang menggembirakan. Hal ini karena keluarga berhasil mengantar orang meninggal yang mereka sayangi pergi ke nirwana. Keluarga dan kerabat jenazah tidak boleh menangis.

3. Upacara Mekare-kare

Upacara Mekare-kare disebut juga sebagai “perang daun pandan”. Yaitu ritual adat Desa Tenganan yang hanya diperuntukan bagi pria sebagai ajang mempertontonkan kemampuan bertarung dengan menggunakan daun pandan yang berduri tajam. Dan setelah peperangan berakhir, para partisipan akan dirawat dan didoakan oleh tetuanya supaya tidak merasakan sakit. Ritual upacara Mekare-kare ini sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada Dewa Indra sebagai dewa perang di agama Hindu.

4. Upacara Saraswati

Upacara Saraswati merupakan bentuk perayaan ilmu pengetahuan. Dalam Upacara Saraswati, pemeluk agama Hindu melakukan ritual pemujaan kepada Dewi Saraswati. Seorang dewi dalam agama Hindu, yang membawa ilmu pengetahuan ke muka bumi, sehingga membuat manusia menjadi terpelajar.

Di upacara Saraswati ini, kita bisa melihat segala yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, misalnya buku dan kitab, akan didoakan. Kemudian dilakukan juga pentas tari dan pembacaan cerita yang lamanya bisa semalam suntuk.

5. Upacara Adat Ngerupuk

Upacara yang satu ini juga masih termasuk ke dalam rangkaian acara Hari Raya Nyepi. Upacara adat Ngerupuk memiliki tujuan mengusir Bhuta Kala supaya tidak menggangu kehidupan manusia ketika sedang melakukan brata penyepian di hari Nyepi. Upacaranya sendiri dilakukan tepat sehari sebelum hari Nyepi tiba.

Dan pada saat tersebut dilakukan persembahan kepada Bhuta Kala. Dimulai dari mengobori rumah, kemudian menyemburi rumah dan pekarangan menggunakan mesiu, dan lalu memukul benda hingga gaduh. Pawai arak-arakan ogoh-ogoh pun digelar setelah upacara adat Ngerupuk selesai dilakukan.

6. Upacara Galungan

Upacara adat berikutnya yang wajib diketahui adalah upacara Galungan. Upacara ini memiliki tujuan merayakan kemenangan melawan kejahatan, sekaligus juga upacara yang memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya. Upacara Galungan dilakukan tiap 6 bulan sekali menurut perhitungan kalender Bali. Dan perayaannya dilakukan selama 10 hari berturut-turut.

Itu dia 6 upacara adat di Bali yang wajib diketahui. Di sebagian besar dari upacara tersebut, ketika berlangsung kita bisa ikut melihat. Sehingga di waktu upacara-upacara itu berlangsung, banyak wisatawan yang datang ke Bali.

Tertarik untuk melihat langsung upacara-upacara tersebut? Agendakan segera dan cari tiket ke Bali murah di sini. Supaya bisa memperoleh tiket dengan waktu yang pas dan sesuai dengan kantong. Lebih mudah dan praktis tentunya.

Tak usah khawatir soal transportasi dari Bandara Ngurah Rai hingga ke tujuan atau sebaliknya. menggunakan Airport transfer Bali akan sangat membantu. Dan jangan lupa dengan protokol kesehatan. Supaya perjalanan tetap nyaman, liburan menyenangkan, dan badan selalu sehat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.