13 Model-model Komunikasi Aristoteles Dkk.

13 Model-model Komunikasi Aristoteles Dkk.

Model-model Komunikasi

Pernahkah terpikir di benak anda bagaimana manusia dapat berkomunikasi dengan siapapun? Jawabannya mungkin adalah dengan bahasa manusia bisa berbicara. Namun jika pertanyaannya dilanjutkan menjadi “seperti apa komunikasinya?”, maka disinilah tulisan ini akan menjelaskan seperti apa model komunikasi yang dilakukan.

Model sejatinya bukan hanya sekedar gambaran, bentuk, ataupun ilustrasi semata, namun menunjukkan bagaimana kepada kita tentang sebuah pemahaman hubungan-hubungan antar elemen, dalam hal ini tentu saja elemen komunikasi. Hubungan tersebut juga memiliki perbedaannya satu sama lain dalam perkembangannya. Hal ini memungkinkan kita dapat mengidentifikasi hubungan komunikasi bukan saja berdasarkan elemen, namun juga latar belakang dan kekompleksitasan komunikasi itu sendiri.

Lalu, apa saja elemen komunikasi itu? Secara sederhana terdapat lima elemen dasar dalam komunikasi, yaitu komunikator (orang yang berbicara), komunikan (penerima pesan), pesan (muatan informasi dan hambatan), media (perantara antara komunikator, komunikan dan massa secara luas) dan efek (implikasi dari pesan).

Namun dalam mempelajari model komunikasi, harus dicamkan bahwa elemen-elemen tersebut bisa berubah fungsi sesuai dengan konteksnya. Komunikator bisa saja menjadi komunikan, maupun sebaliknya. Media memang perantara, namun juga dapat menghasilkan efek sebagaimana komunikator atau komunikan. Semua itu tergantung pemahaman kita akan fenomena komunikasi dimanapun baik secara langsung maupun jika kita meriset secara mendalam.

Model-model Komunikasi

Model komunikasi berikut ini adalah hasil dari bacaan penulis yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Model Komunikasi Awal

Membicarakan model komunikasi tidak enak sebetulnya jika tidak berbicara suatu model awal atau “tertua”. Sebetulnya ini adalah model yang paling klasik dari semua model komunikasi. Yap, gambaran mudahnya adalah komunikasi akan berjalan dengan pesan satu arah, dari pengirim ke penerima pesan. Pengirim pesan akan mentransmisikan pesan secara langsung kepada pengirim pesan tanpa tedeng aling-aling, alias tanpa media ataupun hambatan lainnya seperti pada model komunikasi modern.

Model Komunikasi Aristoteles Model-min

Gambar 1. Model Aristoteles (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini menurut jurnal seperti yang ditulis oleh Croft (2004) merupakan model yang pertama kali dideskripsikan oleh filosof kenamaan Yunani, yaitu Aristoteles. Bapak “Eureka” ini mendiskripsikan pesan yang nantinya diterima orang dalam skala yang banyak. Model ini saat ini bisa dikaji dalam bentuk tradisi retorika, salah satu tradisi tertua dalam ilmu komunikasi yang berpusat pada idea, bahasa, dan argumentatif-persuasif dalam memandang komunikasi itu sendiri.

2. Model Komunikasi Linear

Model ini merupakan model yang terbilang menjadi dasar perkembangan model komunikasi modern, sekaligus model dasar yang populer dipelajari dalam studi Komunikasi. Selain itu dikarenakan model ini sudah mengenai saluran dan efek, model ini masih dinilai relevan untuk menjelaskan secara mendasar bentuk-bentuk komunikasi.

Secara garis besar model awal ini memandang bahwa komunikasi terjadi dalam satu arah. Bisa komunikator ke komunikan, maupun dari komunikator ke massa. Model ini sangat dipengaruhi oleh situasi pasca Perang Dunia II, dimana perspektif mekanis dan teknis mulai berkembang dalam segala lini seiring pembangunan kembali negara-negara yang terdampak perang. Terdapat dua variasi yang lahir dalam model ini, yaitu:

a. Laswell Model

Model ini sebetulnya sudah memasukkan saluran sebagai perantara penyampaian pesan, tidak seperti model Aristoteles yang cenderung satu arah ke massa secara langsung. Dalam model ini prinsipnya adalah dengan siapa anda berbicara, dengan saluran apa dan apa efeknya.

Model Komunikasi Lasswell Model

Gambar 2. Model Lasswell (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model yang dimaksud dalam hal ini adalah model yang dibawa oleh Harold Lasswell (1948). Dengan prinsip yang ia sebutkan tersebut maka bisa ditebak bahwa ketika dua orang saling berkomunikasi baik secara lisan dan tulisan pasti memiliki efek dan timbal balik. Hal inilah mengapa model ini menjadi dasar pengembangan model komunikasi lainnya, yang lalu tergambar secara jelas dalam model Shannon dan Weaver (1949).

b. Shannon dan Weaver Model

Inilah model yang selalu diperbincangkan sebagai salah satu bentuk dasar komunikasi. Idenya diambil dari cara kerja telepon kabel waktu itu. Tidak heran apabila model ini berbicara sesuatu yang agak mekanistis. Ya itu, karena telepon kabel kan salah satu alat mekanis yang canggih waktu itu.

Model Komunikasi ShannonWeaver

Gambar 3. Model Shannon and Weaver (Sumber: Adaptasi Penulis)

Dalam model ini sederhananya terdapat empat elemen ketika komunikasi itu dilakukan atau terjadi. Ada sumber pesan, pesan, saluran dan penerima pesan. Elemen ini dalam beberapa hal juga menyertakan feedback walaupun hanya secara samar. Ini dikarenakan waktu itu ketika model ini diciptakan manusia hanya mengenal timbal balik dalam satu arah yang sama. Tidak seperti sekarang dimana feedback dipahami sebagai suatu proses yang rumit dalam komunikasi.

Pada hal yang rumit itulah, lalu muncul keberatan dari sejumlah ahli dikarenakan model-model linear ini hanya bergerak satu arah dengan efek yang setelah didalami ternyata terbatas. Hal ini dikarenakan model ini mengacu pada penggunaan media massa awal dan propaganda. Hal yang hari ini sebetulnya masih bisa ditemui saat ini, namun dalam cakupan kecil atau mikro.

Namun secara gamblang model ini dapat menjelaskan dari siapa, apa pesannya, salurannya apa dan apa efek dan respon dari penerimanya. Itulah mengapa selanjutnya berkembang model komunikasi lain yang sebetulnya tidak jauh dari elemen dari model yang ditulis oleh Shannon dan Weaver ini, namun dengan variasi kompleksitas baru sesuai dengan perkembangan masyarakat modern hingga kekinian.

3. Model Komunikasi Sirkuler

Setelah munculnya model-model komunikasi yang memasukkan saluran, lalu muncul perspektif lain yang berkembang dan mencoba mengimprovisasi model sebelumnya yang cenderung masih satu arah atau cenderung straight vertical/horizontal dalam komunikasi. Model inilah yang sekarang kita perbincangkan.

Pandangan dari model ini adalah ketidakmungkinan bahwa komunikasi tidaklah sekaku dalam model-model linear, namun juga beragam dan muncul hambatan-hambatan dalam komunikasi. Clue point dari pendekatan ini adalah mencoba mengilustrasikan sebuah model komunikasi yang terdiri atas banyak arah dan sirkular, kompleks namun juga dinamis.

a. Model Komunikasi Schramm

Model inilah yang lalu mengubah peta model komunikasi selanjutnya. Model ini disebut juga model konvergen, dikarenakan model ini menjelaskan komunikasi secara dinamis sebagai bentuk hubungan yang didasarkan pada latar belakang seseorang.

Secara garis besar, model ini menggambarkan komunikasi tidak dalam cakupan komunikator ataupun komunikan. Melainkan menekankan proses perbincangan yang terjadi ketika sejumlah kesamaan dan perbedaan komunikasi bertemu.

Model Komunikasi Schramm Model

Gambar 4. Model Schramm (Sumber: Adaptasi Penulis)

Gambaran utamanya begini, jika anda memiliki sejumlah perbedaan yang besar dengan teman anda besar, maka area persamaannya akan semakin kecil. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika anda memiliki sejumlah persamaan yang besar dengan teman anda maka semakin kecil juga perbedaannya. Proses ini dinamakan sebagai encoding (menyandikan) dan decoding (memecahkan kode).

Artinya walaupun terdapat kesamaan dan perbedaan, keduanya tidak saling meniadakan. Akan tetapi model ini mereduksi sejumlah pandangan ketika terdapat sejumlah perbedaan yang begitu besar serta menguatkan persamaan yang dimiliki dalam proses komunikasi.

b. Model Komunikasi A-B-X

Karena model interaktif sangat menekankan proses komunikasi terlepas dari apapun elemennya, maka terdapat banyak model untuk menjelaskan bagaimana pesan yang berada ditengah-tengah komunikator dan komunikan dapat diterima ataupun berhubungan. Model yang satu ini dapat memahamkan kita secara simpel.

Model Komunikasi Newcomb Model

Gambar 5. Model Newcomb (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini dikembangan oleh ahli komunikasi bernama Theodore M. Newcomb (1953). Ia berpendapat bahwa komunikasi dapat memperbaiki keseimbangan dalam sebuah sistem sosial (dalam Amudavalli, 2019:26). Model ini menggambarkan komunikator sebagai A dan komunikan sebagai B, yang ketika berkomunikasi mereka pada dasarnya sedang menciptakan topik (X).  Pada model ini, pesan bukanlah elemen satu atau dua arah. Tetapi pesan merupakan cara kerja dalam berkomunikasi itu sendiri.

Konsep ini mirip dengan ketika kita memahami sebuah wacana yang terlontar di media. Wacana akan bergerak menjadi topik perbincangan publik dari berbagai sudut pandang yang diangkat media tersebut. Walhasil terciptalah sebuah topik, dimana ia adalah kumpulan wacana dalam tema tertentu yang ditransmisikan oleh komunikator maupun media hingga diterima ke massa.

c. Model Komunikasi Helix

Model Komunikasi Helix Model

Model ini diperkenalkan oleh Frank Dance (1967). Pada dasarnya model ini merupakan model yang melengkapi model sebelumnya, bahwa interaksi yang terjadi dalam bentuk komunikasi menghasilkan sejumlah kesimpulan bersama atau konvergen. Perbedaannya dalam model Helix ini kesimpulan yang terjadi menuju arah yang lebih luas.

Dalam penggambarannya, sisi bawah dalam model ini merupakan titik awal komunikasi sebagai sebuah corong yang kecil. Ini menandakan bahwa awal dari komunikasi sebetulnya cenderung pelan, lalu menuju besar dan mencapai ke atas yang menandakan semakin besarnya sejumlah pemahaman dan kecepatan dalam menangkap pesan seiring berjalannya waktu.

Konsekuensinya model ini memasukkan unsur waktu sebagai titik pentingnya. Artinya setiap komunikasi yang terjadi pasti ditentukan oleh permulaan komunikasi tersebut. Semakin permulaan komunikasi dilakukan maka semakin cepat pemahaman yang dapat akan menentukan komunikasi selanjutnya.

d. Model Komunikasi Zig-Zag

Selain dua model sirkuler diatas, perlu diketahui sebetulnya terdapat satu model lagi untuk menjelaskan bagaimana sebuah komunikasi berjalan dinamis dan kompleks seperti yang penulis sebutkan diatas. Model yang satu ini dinamakan model Zig-Zag dikarenakan ilustrasi yang cenderung seperti berlompat dan menyentuh hampir dalam segala aspek. Model ini juga ditulis oleh Schramm (1967).

Model Komunikasi Zig-Zag

Gambar 6. Model Zig-Zag (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini merupakan salah satu model komunikasi yang tidak mementingkan elemen seperti Model Helix. Akan tetapi berfokus pada bagaimana jalannya sebuah komunikasi. Wajar apabila model ini memiliki sejumlah kesamaan dengan model sirkuler pada umumnya, yaitu sama-sama mementingkan faktor interaksi untuk mereduksi sejumlah perbedaan. Karena komunikasi sebetulnya dalam pandangan model ini bukan sebagai mentransmisikan sejumlah informasi, melainkan sebuah proses yang  membutuhkan waktu dan pemahaman individu secara berkelanjutan.

e. Model Komunikasi Berlo

Bentuk komunikasi yang ada pada model ini berorientasi pada bagaimana antara komunikan dan komunikator bukan hanya memahami, namun juga menafsirkan pesan dalam proses komunikasi. Model ini diperkenalkan oleh Berlo (1960).

Model Komunikasi Berlo Model

Gambar 7 Model Berlo ((Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini lebih menekankan pada isi pesan mulai dari pengodean, lalu diterjemahkan masing-masing baik oleh komunikator maupun komunikan melalui kanal. Proses ini dinamakan sebagai SMCR (Source, Message, Channel dan Receiver).

Proses dalam SMCR inilah yang lalu terbagi berdasarkan masing-masing elemen komunikasi, mulai dari komunikator, pesan, saluran, dan lalu ke penerima. Elemen memiliki sejumlah perbedaan cara penerimaan dan penafsiran dalam memahami pesan. Itulah mengapa setiap elemen memiliki konten dan pengaruh ke sistem sampai kultur. Implikasinya, komunikasi dapat berpengaruh kepada setiap elemen yang “dilewati” tergantung pesan yang disampaikan.

Itulah beberapa model komunikasi yang dikenal dalam dunia ilmu komunikasi. Semua model tersebut pernah ada di zamannya dan tidak semua model komunikasi tersebut relevan untuk saat ini. Jelasnya, model-model tersebut dapat memberi kita gambaran tentang bagaimana komunikasi itu bekerja dan bagaimana komunikasi dapat mengaitkan antar satu elemen dengan elemen lainnya.

Referensi/Daftar Pustaka

Amudavalli, A, (2019). Theories and Models of Communication. Chennai: University of Madras. https//:epgp.inflibnet.ac.in/epgpdata/uploads/epgp_content/library_and_information_science/knowledge_society/05._theories_and_models_of_communication/et/4305_et_et.pdf. Diakses 6 Desember 2019.

Ardianto, Elvinaro dan Q-Anees, Bambang, (2011). Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Berlo, David K, (1960). The Process of Communication: An Introduction to Theory and Practice. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Croft, Richard S, (2004). Communication Theory. Oregon: Eastern Oregon University.

Newcomb, Theodore M, (1953). An Approach To The Study of Communication Acts. Washington: Journal of Psychological Review Vol.60, No.6, 1953.

Schramm, W, (1954). The Process and Effects of Mass Communication. Urbana-Champaigne: University of Illinois Press.

Shannon, C. & Weaver, W. (1949). The Mathematical Theory of Communication. Urbana-Champaigne: University of Illinois Press.

10 Universitas Terbaik di Italia; Menggali Jejak Sejarah Universitas Tertua di Dunia

10 Universitas Terbaik di Italia; Menggali Jejak Sejarah Universitas Tertua di Dunia

Universitas Terbaik di Italia
Pixabay.com

UNIVERSITAS TERBAIK DI ITALIA — Siapa yang tidak kenal Italia? Pusat peradaban Eropa di abad pertengahan ini sangat menentukan perannya baik di bidang keagamaan, sosial, politik dan sebagainya. Tak kurang-kurang banyak ilmuwan maupun para “jenius” lahir di negeri ini.

Galileo Galilei, Leonardo da Vinci, Michelangelo sampai Guglielmo Marconi merupakan bukti nyata negeri ini punya kontribusi penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Dari zaman Renaissance sampai jaman Now masih banyak kontribusi para ilmuwan dari negeri Romawi ini.

Bicara soal pendidikannya, sebenarnya negara ini tetap dapat mempertahankan reputasinya sebagai salah satu negara dengan tingkat pendidikan terbaik di Eropa. Banyak universitas tua berdiri di negeri ini, bahkan konon negeri ini merupakan salah satu cikal bakal pendidikan tinggi akademis di masanya.

Cocok bagi Anda yang ingin berkuliah dengan nuansa era dahulu dengan perpaduan modern. Jika bicara beasiswanya, biasanya mahasiswa yang berkuliah di negara ini mengandalkan beasiswa Uni Eropa (Erasmus Mundus). Meskipun begitu, ada juga kok beasiswa yang ditawarkan dari pihak universitas.

Universitas Terbaik di Italia

liburan ke Italia
Pixabay.com

Pengen tahu universitas mana saja yang terbaik di Italia? Monggo, di bawah ini ada reviewnya versi Webometrics dan sejumlah situs lain.

1. Università di Bologna

Universitas Terbaik di Italia Università di Bologna
https://thedailybelter.com/2016/08/02/glasgow-university-receive-430000-business-course-applications-due-to-old-firm-reunion/

Inilah universitas yang disebut-sebut paling tua di dunia. Berdiri sejak era Kekaisaran Romawi dan sampai hari ini masih menjadi salah satu universitas berpengaruh di Eropa bagian selatan. Sekaligus berperan dalam setiap era pemerintahan di negeri Romawi ini.

Asal usul universitas ini sudah ada sejak tahun 1088. Bahkan inilah perguruan tinggi pertama di dunia yang menggunakan kata “universitas” sebagai nama institusinya. Lokasinya ada di kota Bologna, pusat pemerintahan alias ibukota regione Emilia-Romagna, Italia bagian tengah.

Meskipun secara formal universitas ini baru diresmikan tahun 1158 oleh Raja Frederick I Barbarossa, namun sejarawan lebih banyak merujuk pembangunan awal universitas ini pada tahun 1088.

Alasannya meski universitas ini dari segi de jure baru diresmikan tahun 1158, namun pengajarannya secara de facto sudah dimulai di tahun 1088. Sehingga menjadikan universitas ini sebagai universitas tertua di dunia dari segi operasionalnya hingga sekarang. Artinya secara umum universitas ini sudah 1000 tahun lebih berdiri!

Konon di universitas ini pula istilah macam “almamater”, “professor” dan sebagainya muncul. Begitupula dengan sistem perguruan tingginya yang sudah mengenal dimana mahasiswa membayar langsung kepada dosen atau professornya sebagai imbalan atas ilmu yang diberikan.

Saat ini ada sekitar 82.000 mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi ini. Terdapat 11 sekolah (di universitas ini istilah fakultas diganti dengan sekolah, Red) yang terdiri atas keilmuan hukum, ekonomi, politik, psikologi, sains, teknik, agrikultur dan lain sebagainya.

Universitas ini di tahun 2017 dinobatkan sebagai universitas paling prestisius di Eropa selatan oleh lembaga kolaborasi La Repubblica dan CENSIS. Sedangkan menurut QS World Academic Rankings menempatkan universitas ini di posisi 182 dunia di tahun 2017. Oke ya?

 Karena ini adalah universitas tertua di dunia, tidak heran banyak alumninya berkecimpung di berbagai bidang. Sejumlah alumninya yang terkenal adalah Paus Alexander VI, Innosentius IX, Gregorius XIII, Gregorius XV (Semuanya adalah Paus dari berbagai zaman), Nicolaus Copernicus (penemu teori Heliosentris), Guglielmo Marconi (penemu radio), Giorgio Armani (desainer busana terkemuka), Umberto Eco (sastrawan dan pakar semiotika) sampai pencipta mobil sport khas Italia, Enzo Ferrari. Widih!

2. Università degli Studi di Roma La Sapienza

Universitas Terbaik di Italia Università degli Studi di Roma La Sapienza
http://opinioni-master.it/master/master-diritto-dellambiente-roma-lasapienza/

Jika tadi kita berkenalan dengan universitas tertua di dunia, yang satu ini adalah universitas terbesar di Eropa dari segi jumlah mahasiswanya. Sekaligus salah satu yang tertua di Eropa. Penasaran?

Perguruan tinggi ini masih erat kaitannya dengan Kepausan umat Kristen Katholik yang berpusat di Vatikan. Didirikan oleh Paus Bonifasius VIII pada tahun 1303 melalui surat perintahnya dalam bahasa Latin “In Supremae praemenentia Dignitatis”. Berdiri di pusat ibukota Italia saat ini, Roma.

Pada saat itu penyebutan perguruan tinggi ini belum memakai kata “universitas”, melainkan “studium”. Jurusannya pun terbilang klasik macam perguruan tinggi lainnya di Eropa yang didirikan pada abad pertengahan. Meliputi hukum, kedokteran, filsafat, dan teologi.

Meskipun awalnya didirikan oleh Kepausan Vatikan, namun pada tahun 1870 universitas ini lepas dari persatuannya dengan Gereja Katholik Roma. Kepengurusannya lalu diserahkan pada pemerintah Italia hingga kini.

Saat ini universitas ini memiliki lebih dari 112.000 mahasiswa. Bayangkan! Sangat cocok bagi anda yang menginginkan kondisi kampus dengan mahasiswa yang heterogen. Punya delapan fakultas yang terdiri atas sains, kedokteran, teknik, ilmu alam, humaniora, ekonomi dan lain sebagainya.

Jurusan paling oke di universitas ini adalah teknik, sains, humaniora dan ilmu alam yang memiliki sejumlah penelitian yang terbilang top di Eropa. Sangat direkomendasikan bagi anda pecinta ilmu sains dan kemanusiaan.

Alumninya kebanyakan adalah pebisnis, ahli sains dan politisi. Beberapa gelar Nobel sudah diraih oleh alumninya dari berbagai bidang. Sejumlah nama alumni yang terkenal antara lain Maria Montessori (pakar pendidikan), Federica Mogherini (salah satu pejabat Uni Eropa yang cukup dikenal di Asia), dan Antonio Tajani (ketua parlemen Uni Eropa).

3. Università degli Studi di Milano

Universitas Terbaik di Italia Università degli Studi di Milano
http://paroleinpentola.blogspot.co.id/2015/06/universita-degli-studi-di-milano-ca.html

Sekarang kita ke pusat kota mode di Italia, yaitu kota Milan. Konon banyak juga pelajar Indonesia yang belajar di kota ini. Selain faktor dua klub sepakbola yang masyhur disana (AC Milan dan Inter Milan). Lumayan lho bisa kuliah sambil nonton bola. Hehehe…

Dibandingkan dengan dua universitas beken negeri Romawi di atas, universitas ini baru berdiri di abad modern. Berdiri pada tahun 1924 atau sehabis Perang Dunia I. Sejatinya universitas ini merupakan penggabungan dua institusi pendidikan tinggi yang terlebih dahulu berdiri.

Dua institusi itu bernama Accademia Scientifico-Letteraria atau akademi ilmu sastra yang berdiri tahun 1861 dan Instituti Clinci di Perfezionamento atau institut spesialisasi klinik yang berdiri pada tahun 1906.

Ada kabar baik bagi anda yang berminat melanjutkan pada keilmuan politik, sosiologi, hukum dan filsafat. Sebab universitas ini menonjol di bidang tersebut versi lembaga ANVUR. Selain itu universitas ini juga selalu masuk jajaran tertinggi pada jurusan ekonomi, statistika, ilmu bumi, sejarah dan ilmu arkeologi. Sepertinya universitas ini sangat cocok bagi anda dari lulusan SMA jurusan IPS.

Mahasiswa yang berkuliah disini ada sekitar 59.000 mahasiswa. Penulis sebenarnya cukup heran dengan universitas beken di negeri Romawi ini yang jumlah mahasiswanya ora umum alias banyak banget. Hehehe,.. Punya 9 sekolah setara fakultas yang menaungi keilmuan hukum, kedokteran, veteriner, agrikultur, olahraga, linguistik, farmasi, sains, dan humaniora.

Lembaga survei The Leiden Rankings menempatkan universitas ini sebagai yang terbaik di Italia. Alumninya kebanyakan adalah pebisnis dan politisi. Satu nama yang cukup terkenal yaitu Silvio Berlusconi, mantan Perdana Menteri Italia dan pemilik klub AC Milan. Siapa Milanisti yang tidak kenal nama ini? Hayoo…

4. Università degli Studi di Padova

Universitas Terbaik di Italia Università degli Studi di Padova
http://www.university1press.com/2017/09/universita-degli-studi-di-padova.html

Dari kota mode kita ke kota tertua di utara Italia, yaitu kota Padua atau bisa juga disebut Padova. Konon Galileo Galilei hidup dan tinggal di kota ini sampai meninggalnya. Bahkan ia juga pernah mengajar di perguruan tinggi ini. Masa sih?…

Berdiri di tahun 1222, universitas ini didirikan oleh para professor yang meninggalkan universitas Bologna. Loh, kenapa mereka meninggalkan universitas tertua di dunia itu? Mereka ternyata meninggalkan universitas Bologna dikarenakan untuk mencari model “kebebasan akademis”. Dari sinilah universitas ini berdiri dan menjelma menjadi salah satu universitas terbesar di Italia.

Universitas ini dihuni oleh sekitar 60.000 mahasiswa dengan berbagai jurusan yang terbagi atas tujuh sekolah. Mulai dari hukum, ekonomi, teknik, humaniora dan ilmu sosial, kedokteran, sains dan psikologi. Menjadikannya universitas ini sebagai salah satu yang terbesar di Italia sekaligus salah satu yang terbaik di Italia versi beberapa lembaga pemeringkat.

Universitas ini sebenarnya terkenal akan jurusan hukumnya dikarenakan ketika awal berdiri, universitas ini menaungi keilmuan baik hukum publik maupun hukum kanon gereja (Katholik). Keilmuan lain yang unik disini adalah anatomi tubuh, salah satu yang tertua di Eropa karena mereka membuka jurusan tersebut sejak tahun 1959.

Penemu teori heliosentris, Nicolaus Copernicus merupakan salah satu alumninya yang terkenal. Nah Galileo Galilei memang bukan alumni universitas ini, tetapi ia justru pernah mengajar di universitas ini. Kebanyakan alumninya berprofesi sebagai seni, politisi dan ilmuwan saintis.

5. Università di Pisa

Universitas Terbaik di Italia Università di Pisa
http://www.branditaliamagazine.com/item/event/618

Perguruan tinggi yang satu ini letaknya di Italia Tengah, tepatnya di Commune di Pisa atau kota Pisa. Kota yang ada menara miringnya yang terkenal itu? Betul, di kota ini kamu bukan hanya bisa kuliah, tapi juga berwisata di menara yang ikonik itu.

Universitas ini juga terbilang ikonik di negeri Romawi. Betapa tidak, universitas ini berdiri di tahun 1343. Tuh kan, universitas yang (lagi-lagi) tua, hehehe… Sudah berdiri sejak abad ke 11 dan awalnya memainkan peranan sebagai universitas yang membidangi ilmu hukum dan pengembangan ekonomi kala itu.

Seperti kebanyakan universitas tua lainnya di Italia, awalnya universitas ini didirikan oleh Gereja Katholik Roma yang saat itu dipimpin oleh Paus Klementius VI dan Pisa Republica yang waktu itu memerintah wilayah Pisa ini. Dikatakan ikonik selain karena tua, universitas ini juga memiliki taman bernama Orto Botanico yang sudah cukup lama berdiri sejak 1544. Salah satu “taman akademis” tertua di Eropa.

Jumlah mahasiswa di universitas ini juga tidak kalah banyak, yaitu sekitar 46.000 mahasiswa. Keilmuannya terbilang lengkap, namun sepertinya universitas ini memiliki spesialisasi di bidang kedokteran.

Ini dikarenakan universitas ini memiliki tiga departemen kedokteran yang berbeda, terdiri atas pengembangan teknologi kedokteran, molekular dan penanganan medis serta klinis dan eksperimental kedokteran. Itu belum termasuk kedokteran hewan a.k.a veteriner yang termasuk keilmuan langka di tanah air. Bisa jadi referensi bagi anda yang menyukai bidang medis dan kedokteran dengan keilmuan lebih spesifik.

Tercatat ada tiga gelar Nobel yang diraih alumninya. Kebanyakan alumninya adalah politisi dari negeri Romawi ini. Namun banyak alumninya yang sukses menjadi ilmuwan saintis maupun matematikawan.

6. Università degli Studi di Napoli Federico II

Universitas Terbaik di Italia Kampus
https://www.youtube.com/watch?v=KcDlrD3xuD0

Bagi pecinta sepakbola mungkin sudah tidak asing dengan universitas ini. Yap, universitas ini berdiri di kota yang sama dengan klub sepakbola Napoli yang terkenal itu. Sama-sama berdiri di kota yang memiliki bangunan dan pantai yang Indah di Barat Italia.

Universitas ini didirikan pada tahun 1224 dan konon merupakan universitas non-agama alias sekuler paling tua di dunia. Sesuai namanya, perguruan tinggi ini didirikan oleh kaisar Frederick II dari kekaisaran Suci Romawi. Kaisar Frederick II mendirikan universitas ini awalnya untuk membantu administrasi negara dari tenaga akademisi dan professional.

Karena diperuntukkan untuk tenaga professional non agama alias pemerintahan inilah lalu bisa dikatakan inilah perguruan tinggi pertama non-agama di dunia. Terpisah antara pengaruh agama, namun lebih dekat pengaruhnya pada politik terutama bidang pemerintahan. Jika di Indonesia mungkin bisa disamakan dengan Sekolah Tinggi Negara Ilmu Pemerintahan/IPDN dan semacamnya.

Ada 78.000 mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi ini. Menjadikan universitas ini terbesar ketiga di Italia dari jumlah mahasiswanya. Memiliki 13 fakultas pertanian, arsitektur, ekonomi, kedokteran, kedokteran hewan, farmasi, sosiologi, filsafat, matematika, ekonomi, hukum dan sebagainya.

Nah, bagi yang sedang mencari jurusan teknik sipil universitas ini bisa menjadi pilihan tepat. Karena termasuk dalam seratus universitas terbaik di jurusan tersebut versi QS World Academic Rankings.

Selain itu jurusan segala cabang sains, informatika dan hukum juga salah satu yang terbaik di Eropa. Terlebih perusahaan komputer terkemuka Apple memiliki proyek penting di universitas ini, so bisa menjadi pilhan menarik bagi anda pecinta informatika dan komputer.

Meskipun universitas ini dicap “sekuler tertua”, kenyataannya universitas ini pernah melahirkan seorang teolog Gereja Katholik Roma terkemuka, yaitu St. Thomas Aquinas. Bagi anda umat Nasrani pasti kenal siapa dia. Kebanyakan alumninya banyak bekerja sebagai dokter, ilmuwan saintis, dan teknokrat.

7. Politecnico di Milan

Universitas Kampus Terbaik di Italia
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Politecnico_di_Milano_Bovisa_3.jpg

Jika dibandingkan dengan universitas Milan di atas, ternyata perguruan tinggi yang satu ini lebih tua lagi. Bahkan universitas tertua di kota mode di Italia ini.

Berdiri pada tahun 1863 universitas ini sudah bisa ditebak dari namanya. Yap, sebuah universitas politeknik yang lebih mengedepankan keilmuan teknik dan sains. Didirikan oleh sekretaris kementrian pendidikan Italia kala itu, Francesco Brioschi. Nama awalnya juga tidak jauh berbeda dengan yang sekarang kita lihat, yaitu Instituto Tecnico Superiore.

Mirip seperti Universitas Stanford, politeknik ini awalnya juga dibangun atas dasar kebutuhan industri. Utamanya teknik industri dan sipil. Lambat laun banyak keilmuan yang akhirnya dikembangkan disini.

Ada sekitar 42.000 mahasiswa yang berkuliah disini. Oh ya asal tahu saja bahwa politeknik ini adalah yang terbesar di Italia. Memiliki 12 departemen yang meliputi keilmuan cabang sains seperti fisika, kimia, dan energi) lalu cabang keilmuan teknik (aeronautika, arsitektur, mekanika, teknik sipil dsb), matematika dan desain.

Bagi anda yang menyukai bidang desain grafis, visual, fashion dan interior ada kabar bagus. Karena politeknik ini sudah menyediakan jurusan  bahkan dijadikan fakultas tersendiri tersebut mulai dari tingkat D3, S1 sampai program Pascasarjananya sejak tahun 2000. Pilihan menarik yang juga jarang ditemui di tanah air. Terlebih menurut QS World Academic Rankings, politeknik ini menduduki peringkat 7 dunia untuk bidang desain.

Alumninya telah berhasil meraih satu gelar Nobel atas nama Giulio Natta di bidang kimia. Kebanyakan alumninya justru berkecimpung sebagai desainer meskipun banyak jurusan cabang sains dan teknik di politeknik ini. Menarik ya?

8. Università degli Studi di Torino

Nah kalau universitas ini pasti dikenali oleh para Juventini atau pendukung La Vecchia Signora a.k.a. Juventus, hehehe. Yap, universitas ini berdiri di kota Turin, sebelah barat daya Italia. Rumah bagi klub terkemuka di Italia itu.

Universitas ini juga salah satu yang tertua di Italia. Ternyata, universitas yang berdiri di tahun 1404 ini didirikan oleh salah satu keluarga bangsawan tertua di Italia. Didirikan oleh Pangeran Ludovico dari Savoia atau keluarga bangsawan Savoy. By the way, keluarga ini keturunannya masih ada lho sampai sekarang, meskipun tidak lagi memerintah.

Meskipun begitu, universitas ini bukan lagi milik keluarga tersebut. Melainkan milik publik atau dikelola oleh negara. Universitas ini banyak memainkan peranan penting dalam sejarah perpolitikan Italia sejak berdirinya. Sempat juga menjadi referensi banyak pemikir positivistik Italia yang terkenal melahirkan penelitian model survey itu pada abad 18.

Ada sekitar 67.000 mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi ini. Memiliki 13 fakultas berbeda dengan keilmuan meliputi hukum, agrikultur, ekonomi, bahasa, kedokteran, edukasi, sastra dan filsafat, farmasi, politik, teknik dan sebagainya.

Uniknya universitas ini memiliki jurusan mengenai studi China kontemporer. Salah satu yang unik dan mungkin menjadikan pembeda dengan universitas lainnya di Italia. Mereka juga memiliki sekolah yang khusus membahas isu-isu strategis atau yang lebih dikenal dengan interfaculty (menggabungkan beberapa keilmuan untuk dijadikan kajian besar, Red).

Meskipun alumninya telah meraih gelar Nobel di bidang kedokteran, namun nyatanya universitas ini justru lebih menonjol ilmu non eksaktanya. Tokoh seperti Antonio Gramsci (pendiri partai Komunis Italia, penggagas hegemoni), Umberto Eco (tokoh Semiotika) sampai Giorgio Chiellini (pemain sepakbola) pernah kuliah disini lho. Sangat cocok bagi anda yang ingin melanjutkan studi di bidang politik, sosial, seni maupun penulis berjiwa aktivis. Hehehe…

9. Università degli Studi di Firenze

Kalau universitas yang satu ini berdiri di kota Florence, Wilayah Tuscany atau Italia bagian tengah. Kota yang merupakan salah satu peradaban Eropa di abad pertengahan. Namun universitas ini juga punya sejarah dengan kota Pisa lho.

Universitas ini didirikan tahun 1321 oleh pemerintah Republik Florentine yang pada masa itu dikuasai oleh keluarga bangsawan Medici. Beberapa tahun kemudian perguruan tinggi yang awalnya sebuah studium ini diakui oleh kepausan Vatikan yang waktu itu dipimpin oleh Paus Klementius VI.

Namun pada tahun 1471, studium ini dipindahkan ke kota Pisa ketika Pangeran Lorenzo dari Keluarga Medici mengontrol wilayah ini. Namun singkat cerita pada tahun 1859, studium yang sudah berubah namanya menjadi institut ini lalu berubah nama seperti yang sekarang kita lihat.

Ada lebih dari 50.000 mahasiswa yang berkuliah disini. Perguruan tinggi ini memiliki 12 sekolah yang terdiri atas ilmu agrikultur, arsitektur, seni, edukasi, teknik, hukum, kedokteran, sains, politik, ilmu sosial dan sebagainya.

Universitas ini terdepan dalam penelitian alam dan geologi. Sangat cocok bagi anda yang ingin jadi prakirawan cuaca maupun kondisi alam. Mengingat jurusan ini juga jarang terdengar namun dibutuhkan di tanah air. Mereka selalu aktif dalam pengembangan dan penelitian teknologi tingkat Uni Eropa.

Soal alumninya, tercatat dua paus Gereja Katholik Roma (Nicholas V dan Pius II), satu presiden (Sandro Pertini), dan dua perdana menteri Italia merupakan alumni universitas ini. Alumninya sendiri kebanyakan adalah politikus dan arsitek. Cocok bagi anda yang ingin menggeluti kedua bidang tersebut.

10. Università di Genova

Sepertinya pusat pendidikan di negeri Romawi ini banyak terkonsentrasi di wilayah utara dan tengah. Universitas yang satu ini berdiri tegak di kota pelabuhan Genoa, sebuah kota di wilayah Liguria sebelah barat laut Italia.

Didirikan oleh 1471, universitas ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke 13. Namun resmi berdiri ketika pemimpin umat Katholik Roma yaitu Paus Sixtus IV mengeluarkan sebuah surat untuk mendirikan universitas ini. Keilmuan awalnya adalah kedokteran, teologi dan seni.

Pada tahun 1595, universitas ini lalu dikelola oleh salah satu ordo religius Gereja Katholik Roma, yaitu Serikat Yesus atau yang lebih dikenal dengan nama Jesuit. Namun seiring berjalannya waktu, universitas ini lalu dikelola oleh pemerintah.

Ada sekitar 40.000 lebih mahasiswa yang berkuliah di sini. Jika dibandingkan universitas lain di atas, universitas ini jauh lebih sedikit namun tetap saja banyak untuk ukuran mahasiswa luar negeri. Memiliki lima sekolah dengan keilmuan kedokteran, hukum, ilmu sosial, humaniora dan sebuah sekolah teknik (politeknik).

Meskipun jurusan kedokterannya lebih tua jika dibandingkan dengan jurusan teknik komputer, namun kenyataannya politekniknya lebih menonjol dari segi prestasi dan penelitiannya. Termasuk salah satu yang terbaik di Eropa dan Italia di bidang mesin dan komputer versi Microsoft Academic Research. Cocok bagi anda yang ingin menggeluti bidang tersebut.

Alumninya kebanyakan berprofesi di bidang politik dan industri. Tercatat satu Paus (Benediktus XV), dan satu presiden Italia (Sandro Pertini). Pewaris industri Vespa, yaitu Enrico Piaggio juga berkuliah disini lho…

Kpan Belajar di Universitas Terbaik di Italia?

Sepertinya negara ini lebih cocok bagi anda yang ingin menggeluti bidang kedokteran, arsitektur dan teknik. Mengingat ketiga jurusan ini selalu tersedia di negara ini dan tentunya sudah terbukti melahirkan banyak ahli di ketiga bidang tersebut.

Namun bagi anda yang ingin menggeluti bidang seni, sosial, humaniora dan keagamaan (Katholik) juga mendapat tempat tersendiri. Kenyataannya negeri ini malah masyhur karena seniman, penulis, dan tentunya filosof-nya. Hehehe….

 

10 Universitas Terbaik di Negeri Dinasti Joseon, Korea Selatan

10 Universitas Terbaik di Negeri Dinasti Joseon, Korea Selatan

Kuliah di Korea Selatan
http://satudrama.com

Universitas Terbaik di Korea Selatan — Banyak yang mengklasifikasikan Korea Selatan sebagai negara ketiga alias masuk dalam negara ketiga alias negara merdeka yang baru berkembang. Padahal kenyataannya sekarang Korea Selatan adalah negara maju dengan pertumbuhan ekonomi salah satu yang terbaik di Asia.

Bahkan, negara yang terbelah antara selatan dan saudara “komunisnya” yang di sebelah utara itu punya sejuta pesona pembangunan terutama sumber daya manusianya (SDM). Misalnya, siapa sekarang yang tidak kenal KPop atau Boyband?

Siapa yang tidak kenal Park Ji Sung si pemain sepak bola yang pernah main di MU? Atau siapa Sekjen PBB yang berasal dari Korea Selatan? Pertanyaan itu membuktikan bahwa Korea Selatan punya SDM yang unggul.

Disiplin yang sama ketatnya dengan Jepang mungkin salah satu yang menjadikan Korea Selatan sebagai negera yang berbeda. Bahkan pelajar di sana sejak usia dini sudah dituntut untuk berbicara bahasa asing.

Jangan heran apabila Anda ke sana, Anda akan dihampiri anak sekolah yang berusaha berbicara dengan kita dengan bahasa Inggris. Ini pernah penulis baca kisahnya di koran nasional. Salah satu bentuk adaptasi Korea Selatan dalam menyiapkan SDM-nya di masa depan.

10 Univesitas Terbaik di Korea Selatan

Nah berbicara soal pendidikan tinggi di sana, dibawah ini ada daftar 10 universitas terbaik di negeri ginseng ini versi Webometrics bulan Juli 2017 yang dikomparasi dengan berbagai sumber lain.

1. Seoul National University (Seoul Daehakgyo)

universitas terbaik di Korea selatan Seoul National University (Seoul Daehakgyo)
http://www.greshamsmith.com

Kita langsung menuju ibukota negeri Ginseng ini, yaitu Seoul. Ada universitas terbaik di negeri ini dan masuk 100 universitas terbaik di dunia. Penasaran?

Universitas ini berdiri pada tahun 1946. Meskipun begitu akar perguruan tinggi ini sudah ada sejak zaman Dinasti Joseon, yang juga sering kita lihat dalam film atau sinetron Korea yang berlatar belakang sejarah di televisi kita. Hehehe,.. Ceritanya pada masa Raja Gojong dari dinasti Joseon ingin  memordenisasi institusi perguruan tinggi di Korea.

Nah lalu berdirilah akademi pertama di negeri itu bernama Beopkwan Yangseongso pada tahun 1895. Aslinya adalah sekolah hukum, hingga pada akhirnya berdiri akademi lain yang meliputi keilmuan kedokteran dan sekolah guru yang tahun berdirinya juga berdekatan dengan akademi hukum tersebut. Singkat cerita setelah Perang Dunia II, nama perguruan tinggi ini berubah seperti yang sekarang kita lihat ini.

Cukup banyak mahasiswa yang berkuliah di sini, yaitu sekitar 27.000 mahasiswa. Ada 17 setingkat college serta 16 sekolah yang meliputi keilmuan hukum, kedokteran, ekologi, ekonomi dan bisnis, seni, musik, administrasi publik, politik, kesehatan publik, teknik, humaniora, ilmu sosial dan sebagainya. Itu belum termasuk jurusan untuk program master dan doktoral yang tersedia lebih dari 90 jurusan.

Oh ya bagi Anda yang ingin belajar ilmu linguistik (kebahasaan) ada kabar baik, karena universitas ini ada di urutan 16 dunia untuk jurusan bahasa modern menurut QS University Subject Rankings. Selain itu jurusan farmasi ada dalam 20 peringkat besar dunia untuk jurusan tersebut versi lembaga yang sama. Pilihan tepat bagi Anda yang hendak melanjutkan studi di negeri Ginseng ini.

Alumninya kebanyakan adalah businessman terkemuka di negeri ini. Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa alias PBB (UN) yaitu Ban Ki-Moon Juga merupakan alumni terkenal dari universitas ini. Wah…

2. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST/Hanguk Gwahak Gisurwon)

Universitas Terbaik di Korea Selatan Korea Advanced Institute of Science and Technology
https://www.emaze.com

Kita serang ke kota Daejeon, lebih tepatnya di distrik Daedeok. Ada satu perguruan tinggi yang mengkhususkan diri pada pengembangan keilmuan sains dan teknologi. Bisa dibilang inilah institut kembarannya MIT dari tanah Ginseng, hehehe…

Perguruan tinggi ini sebenarnya berdiri berkat kerja sama antara pemerintah Korea Selatan dengan Amerika Serikat pada tahun 1971. Desain perguruan tinggi ini sendiri ketika awal berdiri didesain oleh dua akademisi bernama Frederick E. Terman, yang ketika itu menjabat wakil presiden Universitas Stanford dan Chung Geum-Mo, seorang profesor di institusi Politeknik Brooklyn. Praktis jadilah universitas yang orientasi sains Barat dan institut pertama yang berdiri di Korea.

Mahasiswa yang berkuliah di sini ada sekitar 10.000 mahasiswa. Terdapat sekitar 6 college, 13 departemen setara jurusan dan 14 sekolah yang terdiri atas keilmuan sains, matematika, ilmu hijau/lingkungan, bisnis dan manajemen, ilmu nuklir, informatika dan media, teknik, biologi, kimia, ilmu keplanetan dan sebagainya.

Spesialisasi utamanya ada di teknik dan komputer, di mana institut ini masuk ke dalam peringkat 30 besar dunia untuk keilmuan tersebut versi QS University Subject Rankings. Pilihan tepat buat Anda yang ingin belajar keilmuan sains dan teknologi.

Alumninya juga kebanyakan tidak jauh-jauh dari keilmuan sains dan teknologi. Yi So-Yeon seorang astronaut pertama dari negeri Ginseng Sang Soo Oh, penemu tombol panggilan (DialPad) pada telepon internet merupakan alumni institut ini. Wehh, apa jadinya telepon sekarang tanpa tombol panggilan?

3. Yonsei University (Yeonse Dehakgyo)

Universitas terbaik di Korea Selatan Yonsei University Yeonse Dehakgyo
https://saysching.com

Kembali ke Seoul, ada universitas swasta terbaik di negeri Ginseng ini. Bahkan ada yang mengatakan universitas ini adalah salah satu yang tertua di Korea Selatan.

Universitas ini didirikan pada tahun 1885. Didirikan oleh seorang pendeta Kristen Protestan aliran Presbyterian bernama Horace Newton Allen. Awalnya ia mendirikan universitas ini bersamaan dengan pendirian rumah sakit Barat di Korea dengan nama Gwanghyewon. Nah sedangkan universitasnya awalnya dinamai Yonhi College.

Jadi induk keilmuan awalnya adalah kedokteran lengkap dengan rumah sakitnya. Unik ya? universitas ini juga sampai saat ini masih berafiliasi dengan gereja Presbyterian dan pernah merger dengan perguruan tinggi serupa, sehingga namanya serupa dengan yang sekarang ini kita lihat.

Mahasiswa yang berkuliah di sini jika dibandingkan universitas lain di Korea Selatan juga sangat banyak, mencapai sekitar 38.000 mahasiswa. Memiliki sekitar 16 college dan 18 sekolah yang meliputi keilmuan kedokteran, teologi, seni, hukum, bisnis, seni, ilmu sosial-kesejahteraan sosial, komunikasi, media, ilmu humaniora, sains, farmasi, biologi dan sebagainya.

Untuk keilmuan kedokterannya sendiri mereka memiliki lima rumah sakit. Sangat sempurna bagi Anda yang ingin menyelami ilmu kedokteran. Oh ya, universitas ini ada pada peringkat 36 versi Reuters dalam hal universitas paling inovatif di dunia. Wuihh…

Alumninya sendiri kebanyakan malah berkecimpung di dunia entertainment. Artinya jurusan seni di sini juga bagus buat Anda yang ingin melanjutkan karier sebagai seniman. Tertarik?

4. Korea University (Goryeo Daehakgyo)

universitas terbaik di Korea Korea University Goryeo Daehakgyo)
https://www.joinusworld.org

Kalau yang ini merupakan salah satu institusi perguruan tinggi tertua dan terkemuka di Korea Selatan. Punya nama yang bersifat menyatukan (Korea, kita tahu Korea terbagi atas wilayah Selatan dan Utara yang masing-masing punya pemerintahan sendiri, Red), sehingga namanya bukan “South Korea University” tapi “Korea University”. Jadi kesannya ada pesan tersirat dari penggunaan nama universitas ini.

Nama aslinya ketika berdiri bernama Bosung College. Didirikan pada tahun 1905, universitas ini merupakan salah satu universitas paling beken di negeri ginseng. Pada masanya perguruan tinggi ini merupakan simbol nasionalisme Korea selama penjajahan Jepang. Banyak kaum nasionalis Korea awal merupakan pengajar dan juga alumni universitas ini.

Perguruan tinggi ini memiliki lebih dari 28.000 mahasiswa. Memiliki 17 sekolah maupun college yang terdiri atas berbagai jurusan keilmuan sains, hukum, bisnis, keperawatan, bioteknologi, politik, ekonomi, jurnalistik, informatika, keguruan, studi internasional dan lain sebagainya.

Di Korea sendiri, universitas ini dikenal memiliki jurusan hukum yang terbaik di negeri ginseng. Pilihan tepat bagi Anda yang ingin belajar ilmu hukum. Selain itu universitas ini juga dikenal paling selektif untuk urusan penerimaan mahasiswanya. Jadi benar-benar disaring dan pilihan layaknya universitas papan atas dunia.

Tak salah memang, kebanyakan alumninya adalah para lawyer alias pengacara dan politisi di negeri ginseng ini. Presiden Korea Selatan ke 10, Lee Myung-Bak juga merupakan alumni universitas ini.

5. Hanyang University (Hanyang Daehakgyo)

universitas terbaik di Korea Selatan Hanyang University Hanyang Daehakgyo
http://fcuenglishonline.blogspot.co.id

Satu lagi universitas swasta di pusat ibukota Korea Selatan, Seoul. Kelihatannya di sana tidak ada istilah kota pelajar dan hampir seluruh universitas beken di sana “numpuk” di ibukotanya. Yah namanya juga kota metropolitan, seluruh fasilitas termasuk pendidikan justru harus ada. Hehehe..

Universitas yang satu ini mengambil nama lain kota Seoul di masa dinasti Chosun yang pernah berkuasa di tanah ginseng ini. Yap, ibukota Korea Selatan ini sebenarnya punya nama lain yaitu “Hanyang”. Praktis kan? Hehe… jadinya universitas yang berdiri di tahun 1939 ini menggunakan nama ini sejak berdirinya hingga sekarang.

Nah, ngomong-ngomong soal “berdirinya hingga sekarang” ini (ribet banget ya? hehehe…) perguruan tinggi ini punya spesialisasi di bidang teknik. Pilihan tepat bagi Anda yang ingin berkuliah teknik di negeri ginseng ini.

Mahasiswa yang berkuliah di sini bisa dibilang cukup banyak dan menyaingi universitas Yonsei untuk urusan jumlah, yaitu sekitar 34.000 mahasiswa. Terdapat 15 sekolah yang menaungi ratusan jurusan mulai dari teknik, komunikasi, ilmu sosial, hukum, biomedis, studi internasional, komunikasi dan jurnalistik, informatika, bisnis, seni dan lainnya.

Uniknya beberapa jurusan yang diperuntukkan bagi mahasiswa Internasional, terdapat program English-Chinese program. Program ini memungkinkan bahasa yang digunakan dalam perkuliahan terdiri atas bahasa Inggris dan Tiongkok.

Jadi diharapkan ketika lulus nanti Anda tidak hanya mahir dalam keahlian yang digeluti, namun juga mahir dalam berbahasa asing utamanya Inggris dan Tiongkok. Menarik ya? Oh ya universitas ini ada di peringkat 193 dunia versi QS World Academic Rankings di tahun 2015. Weeehh…

Alumninya kebanyakan merupakan petinggi perusahaan dan businessman di negeri ginseng. Serta tak ketinggalan banyak artis boyband/girlband yang juga alumnus universitas ini. Namanya juga Korea, pasti ada saja lulusannya yang jadi artis boyband. Hehehe…

6. Sungkyunkwan University (Seonggyungwan Daehakgyo)

Universitas terbaik di Korea Selatan Sungkyunkwan University Seonggyungwan Daehakgyo
https://wikimedia.org

Perguruan tinggi yang satu ini bisa dikatakan adalah universitas tertua di negeri ginseng. Tapi ya itu, di Seoul lagi. Yap, meskipun begitu ada keunikan lain yang akan penulis eksplor di sini.

Sejatinya universitas ini sudah berdiri pada tahun 1398. Bayangkan, sudah 600 tahun lebih universitas ini berdiri dan tepat ketika dinasti Joseon bermula di tanah Korea!. Saat ini bahkan umurnya mengalahkan dinasti Joseon sendiri yang berumur “hanya” 5 abad. SeAndainya para pendiri dinasti Joseon dibangkitkan dari kubur, apa kata mereka ya? hehehe…

Nah, berbeda dengan institusi perguruan tinggi modern lainnya di Korea, universitas ini tetap mempertahankan ideologi Konfusianisme-nya sebagai ciri khas kampus ini. Ini juga tergambar dalam motto perguruan tinggi ini yaitu Humanity (Kemanusiaan), Righteousness (Kebaikan/Kebajikan), Propriety (Kesopanan), dan Wisdom (Kebijaksanaan). Jadi adem ya lihat motto-nya?

Ada sekitar 27.000 mahasiswa yang berkuliah di sini. Terdapat 12 sekolah dan 4 college yang meliputi keilmuan kedokteran, ilmu sosial, humaniora, ilmu alam dan sebagainya. Bagi Anda yang ingin belajar ilmu bisnis, universitas ini bisa jadi pilihan tepat. Karena menurut lembaga Financial Times Global MBA Rankings, universitas ini menduduki peringkat 1 di Korea untuk urusan ini.

Selain itu universitas ini memiliki relasi kuat dengan perusahaan terkemuka di Korea seperti Samsung. Jadi bisa meng-upgrade lulusannya sesuai perkembangan industri di sana. Keren ya?

Alumninya kebanyakan adalah politisi dan entertainer di negeri ginseng ini. Tercatat tiga perdana menteri Korea Selatan merupakan alumnus universitas ini. Jangan kaget, aktor sekelas Song Joong-Ki juga lulusan universitas ini lho. Wah…

7. Pohang University of Science and Technology (POSTECH/Pohang Gonggwa Daehakgyo)

Universitas terbaik di Korea Selatan 7. Pohang University of Science and Technology POSTECH Pohang Gonggwa Daehakgyo
https://www.timeshighereducation.com

Nah, sekarang kita pergi ke kota Pohang di letaknya ada di Provinsi Gyeongbuk atau Gyeongsang Utara. Kota yang dikenal sebagai kota pelabuhan sekaligus kota terbesar ketiga di Korea Selatan ini punya universitas yang tak kalah bagusnya.

Jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya di Jepang, universitas ini termasuk yang paling muda. Baru berdiri pada tahun 1986 dan didirikan oleh perusahaan besi dan baja di Korea Selatan bernama POSCO.

Waktu itu pendiri perguruan tinggi ini menginginkan sebuah universitas dengan area teknologi tinggi. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, para pendirinya mempelajari sistem pembelajaran di California Institute of Technology (CIT, salah satu institut perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat selain MIT, Red).

Jadilah universitas ini mengaplikasikan sistem pembelajaran di CIT plus bantuan dari beberapa perusahaan terkemuka di Korea dan negara lain seperti Inggris. Sampai-sampai Perdana Menteri Inggris saat itu, Margaret Thatcher yang terkenal dengan julukan “Wanita bertangan besi” itu pernah datang ke universitas ini.

Nah, jika di Seoul kita menemukan berbagai universitas dengan daya tampung mahasiswa yang banyak, sedangkan di sini adalah yang paling sedikit. Hanya sekitar 3.500 mahasiswa saja. Cocok bagi Anda yang menginginkan kampus yang tenang dan jarang penduduknya, eh mahasiswanya hehehe.

Karena berkonsentrasi pada pengembangan sains dan teknologi, universitas ini terdapat 22 departemen setara college dan sekolah yang meliputi keilmuan sains, seperti matematika, kimia, fisika, ilmu alam, mekanik, teknik, informatika alias IT, ilmu alam, ilmu angin nuklir, biosains dan lain sebagainya. Sangat sempurna bagi Anda para “maniak sains” yang ingin belajar di negeri ginseng ini.

Namun ada satu sekolah yang menurut penulis sangat unik, yaitu sekolah ilmu/energi angin. Ilmu yang tidak pernah kita dengar sebelumnya dan sangat prospektif untuk dikembangkan di tanah air mengingat kita punya banyak sumber angin di tanah air. Hehehe…

Untuk urusan peringkat, universitas ini boleh berbangga. Karena menurut lembaga Times Higher Education alias THE menempatkan universitas ini pada urutan 1 dunia untuk urusan 100 universitas terbaik-termuda di bawah usia 50 tahun di tahun 2014. Widih…

Tak heran, alumninya kebanyakan adalah para ilmuwan saintis di negeri ginseng ini di segala bidang. Salah satu universitas yang patut dipertimbangkan bagi Anda yang ingin menggeluti bidang saintis.

8. Kyungpook National University (Gyeongbuk Daehakgyo)

universitas terbaik di Korea selatan Kyungpook National University Gyeongbuk Daehakgyo
https://wikimedia.org

Masih di provinsi Gyeongbuk, ada satu universitas nasional yang berdiri di kota Daegu. Kota Daegu sendiri dikenal sebagai kota tekstil serta disebut juga “Milan-nya Korea” karena hal tersebut.

Universitas ini berdiri 1946, meskipun begitu akar perguruan tinggi ini sendiri sudah ada sejak 1907 alias ketika Korea dikolonisasi oleh Jepang. Jadi pada tahun 1946 perguruan tinggi ini mengalami penggabungan dengan beberapa sekolah tinggi yang ada di kota Daegu. Alhasil jadilah perguruan tinggi besar dan tinggal menjalankan sistem yang ada.

Sedangkan nama universitas ini diambil dari nama “Gyeongbuk” yang sudah mengalami romanisasi penyebutan kata. Dari nama dan sejarahnya agak berbau pragmatis ya? hehehe…

Tidak salah memang, universitas ini jumlah mahasiswanya juga terbilang gemuk. Ada sekitar 38.000 mahasiswa yang berkuliah di sini. Jumlah college dan sekolah-nya juga terbilang gemuk, ada 17 college dan 34 sekolah dengan ratusan jurusan dan program. Keilmuannya meliputi ilmu sosial, kedokteran, biomedis, ilmu kesehatan, teknik, politik, hukum, seni, humaniora dan sebagainya

Bagi Anda yang tertarik dengan keilmuan biomedis dan ilmu kesehatan ada kabar baik. Karena universitas ini merupakan salah satu yang terbaik di tanah ginseng versi Leiden Rankings untuk jurusan tersebut. Jadi bagi Anda yang ingin jadi dokter, perawat dan konsultan kesehatan khususnya, universitas ini bisa jadi pilihan tepat.

Alumninya kebanyakan merupakan politisi yang ada di negeri ini. Tentunya, ada juga yang jadi entertainer, alumni khas negeri ginseng. Hehehe….

9. Pusan National University (Busan Daehakgyo)

universitas terbaik di Korea Selatan Pusan National University Busan Daehakgyo
https://wikimedia.org

Sekarang kita melangkah ke tenggara Korea Selatan, tepatnya di kota Busan. Kota metropolitan sekaligus pelabuhan. Penulis jadi ingat bahwa kota ini juga memiliki stadion sepakbola yang desainnya termasuk nyentrik ketika Piala Dunia 2002. Hehehe…

Perguruan tinggi ini berdiri satu tahun setelah Jepang dikalahkan pada Perang Dunia II alias di tahun 1946. Waktu itu mereka hanya buka dua fakultas saja, yaitu fakultas humaniora dan perikanan. Jika dilihat dari awal pendiriannya, universitas ini terlihat sekali ingin mendukung perkembangan kota Busan sebagai kota pelabuhan.

Tak salah, bahkan sekarang terbukti kota Busan sendiri adalah kota pelabuhan tersibuk ketiga di dunia. Jurusan yang tepat di tempat yang tepat, hehehe…

Ada sekitar 30.000 mahasiswa yang berkuliah di sini. Perguruan tinggi ini memiliki 13 college dan 6 sekolah yang meliputi keilmuan humaniora dan ilmu sosial, kedokteran, seni, olahraga, teknik, sains dan lain sebagainya yang bersifat interdisipliner.

Selain jurusan perikanan dan humaniora yang dijadikan referensi untuk Anda, ada jurusan ilmu sosial dan manajemen yang merupakan salah satu yang terbaik di negeri ginseng ini versi QS Top Universities Rankings di tahun 2010.

Tapi bagi penulis, ada satu keilmuan yang unik untuk diangkat di sini. Universitas ini memiliki jurusan ilmu forensik (forensic science). Di Indonesia sendiri, jurusan ini lekat kaitannya dengan kedokteran atau kalaupun ada hanya tersedia di akademi kepolisian atau militer. Satu lagi keilmuan yang jarang terdengar dan dibutuhkan di tanah air.

Alumnus universitas ini kebanyakan berprofesi sebagai entertainer dan businessman. Meskipun begitu banyak juga politisi negeri ginseng yang merupakan alumnus universitas ini.

10. Kyung Hee University (Gyeonghui Daehakgyo)

universitas terbaik di Korea Kyung Hee University Gyeonghui Daehakgyo
http://www.universityinterchange.com

Nah penutup perjalanan kita kali ini adalah sebuah universitas swasta di Seoul. Yap, kembali lagi ke ibukota negeri ginseng ini ada universitas yang sering menjadi tempat forum besar dunia. Tertarik?

Mengusung konsep pendidikan tinggi yang mengedepankan demokrasi kampus dan berperadaban, universitas ini berdiri pada tahun 1949. Didirikan oleh seorang doktor ilmu hukum bernama Dr. Young Seek Choue.

Doktor Young di Korea sendiri dikenal sebagai seseorang yang memiliki visi jauh ke depan mengenai pendidikan dan perdamaian. Padahal saat itu pemerintah Korea Selatan baru gencar-gencarnya memperbaiki ekonomi yang hancur pasca perang Korea. Tak heran ia menerima banyak penghargaan perdamaian dunia karena hal itu. Sedangkan nama universitas ini diambil dari nama sebuah istana di Korea yang berdiri pada dinasti Joseon, Istana Gyeonghuigung.

Universitas ini cukup besar dan dihuni lebih dari 31.000 mahasiswa yang berkuliah di sini. Perguruan tinggi ini memiliki 24 college dan 16 sekolah yang terdiri atas keilmuan bisnis, jurnalisme dan komunikasi, kebijakan publik, ilmu kesehatan, studi internasional, studi perdamaian, kedokteran, studi pariwisata dan sebagainya.

Universitas ini memiliki satu jurusan menarik yaitu tentang studi perdamaian. Satu jurusan yang mempelajari perdamaian sesuai dengan spirit universitas ini ketika awal berdiri. Kalau di Indonesia hampit mirip dengan jurusan resolusi konflik. Satu keilmuan yang dibutuhkan di tanah air mengingat banyak kejadian di tanah air yang membutuhkan perhatian untuk yang satu ini.

Di Korea sendiri, universitas ini terkenal akan jurusan arsitekturnya yang menurut data Kementerian Pendidikan di Korea Selatan adalah yang terbaik pada Industry University Evaluation di tahun 2016. Kabar baik bagi Anda yang ingin belajar ilmu arsitektur. Sedangkan untuk peringkat dunianya ada di peringkat 270 dunia versi QS World Academic Rankings di tahun 2010.

Tercatat satu presiden Korea Selatan bernama Moon Jae-In merupakan alumni universitas. Kebanyakan alumninya adalah olahragawan dan seniman entertaintment. Nih bagi penggemar KPop ada nama Byung Baek-Hun, Park Chanyeol, Suho (EXO), Kang In dan Kyuhyun (Super Junior) adalah alumni universitas ini. Weee….

Sampai Jumpa di Universitas Terbaik di Dunia Lainnya

Oke, itulah universitas terbaik di Negeri Ginseng, Korea Selatan. Keilmuan sains, bisnis dan humaniora kebanyakan adalah jurusan yang paling banyak ditawarkan di sini. Namun ada juga keilmuan yang jarang kita dengar di tanah air seperti ilmu forensik dan studi perdamaian.

Satu yang membedakan Korea Selatan dengan negara lain adalah adanya harmoni, sebuah kata yang cukup untuk menggambarkan pendidikan di Korea Selatan jika menilik motto dan visi-misi universitas di negeri ginseng ini. Tapi, tetap pilihan ada di tangan Anda. Tertarik untuk belajar di negeri dinasti Joseon ini?

Baca juga Perjalanan ilmiah menelusuri Universitas Terbaik di Dunia

Narasi 10 Universitas Terbaik di Jepang

Narasi 10 Universitas Terbaik di Jepang

Kuliah di Jepang
blog.reservasi.com

UNIVERSITAS TERBAIK DI JEPANG — Percaya atau tidak, ketika penulis disuruh menulis artikel yang satu ini jadi kebawa ke zaman SMP dulu. Hehehe, penulis sendiri ketika SMP suka sekali mendengarkan lagu-lagu Jepang yang ada dalam anime atau manga dari sana. Jadi baper gimana gitu,,, huhuhu

Bicara soal kualitas pendidikan di Jepang, jangan ditanya. Salah satu yang terbaik di dunia setelah Finlandia dan Israel. Banyak juga lho mahasiswa kita yang kuliah di sana melalui jalur beasiswa maupun perseorangan. Selain itu banyak beasiswa yang ditawarkan bagi pemerintah Jepang maupun swasta yang berminat melanjutkan studi di sana.

Tapi ya itu, kalau kamu memang niat kuliah di sana sebaiknya harus bisa beradaptasi dengan kata satu ini: disiplin. Yap, negeri ini bisa dikatakan sangat disiplin terutama soal waktu. Ibarat pekerja yang selalu ngejar deadline, tidak ada istilah malas apalagi ngaret. Hehehe, tuntutan perguruan tinggi di sana termasuk tinggi untuk soal itu. Sayangkan kalau ke sana cuma main dan jalan-jalan tanpa belajar banyak dari sana?

Untuk sistem perguruan tingginya sendiri hampir mirip di Amerika Serikat. Istilah sekolah di sini merujuk pada pendidikan dibawah sarjana atau setara D3. Sedangkan istilah fakultas dan graduate school  merujuk pada tingkat sarjana dan pascasarjana (S1/S2/S3). So, jangan bingung dengan istilah tersebut di artikel ini. Hehehe…

10 Universitas Terbaik di Jepang

Penasaran mana saja 10 universitas terbaik di Jepang? Di bawah ini saya sarikan dari data Webometrics bulan Juni 2017.

1. University of Tokyo (Todai)

Universitas terbaik di Jepan Tokyo
http://asia.nikkei.com

Langsung melangkah ke ibukota negeri Matahari terbit, kita bertemu dengan universitas terbaik dan tertua di sana. Sekaligus salah satu yang terbaik di dunia karena menempati peringkat 48 dunia versi Webometrics. Yup, universitas ini berdiri di ibukota Jepang, yaitu kota Tokyo.

Awalnya universitas ini merupakan penggabungan dari sekolah kedokteran milik pemerintah dengan pembelajaran ala Barat. Pada tahun 1877, Jepang yang diperintah oleh dinasti Meiji kala itu lalu mendirikan universitas ini dengan nama “The Imperial University” atau dalam bahasa Jepang dinamakan Teikoku Daigoku.

Dari namanya sudah terlihat bahwa universitas ini adalah universitas milik kekaisaran Jepang. Sampai sekarang universitas ini bersifat publik, atau milik nasional pemerintah. Disamping itu, universitas ini merupakan salah satu dari tujuh universitas awal yang didirikan di negeri bunga Sakura tersebut.

Saat ini, perguruan tinggi ini memiliki sekitar 30.000 mahasiswa. Memiliki juga 10 fakultas berbeda meliputi sains, matematika, kedokteran, farmasi, teknik, hukum, sastra, seni, dan ekonomi.

Menariknya universitas ini memiliki fakultas farmasi yang dibedakan dengan keilmuan sains maupun kedokteran. Kabar baik bagi teman-teman yang ingin belajar bagaimana membuat obat-obatan.

Oh ya, universitas ini untuk ukuran Asia adalah salah satu yang terbaik. Bahkan menurut Academic Ranking of World Universities (ARWU) di tahun 2012, menempatkan universitas ini di peringkat pertama di Asia. Wow!.

Alumni dari universitas ini setidaknya telah meraih 20 gelar Nobel berbeda. Kebanyakan dari keilmuan farmasi dan fisika, serta uniknya kesemuanya notabene adalah orang Jepang sendiri. Tertarik belajar di sini?

2. University of Kyoto (Kyodai)

Universitas terbaik di Jepang Kyoto
www.opir.kyoto-u.ac.

Habis dari Tokyo, kita pergi ke kota kembarnya Yogyakarta dari Jepang. Hehehe, kebetulan kota Kyoto ini dulunya merupakan pusat ibukota kekaisaran Jepang pada masa Edo sebelum dipindahkan ke Kyoto. Kota kuno ini pada masa sekarang adalah pusat kebudayaan dan pendidikan.

Karena riwayatnya yang hampir mirip-mirip kota Yogyakarta itulah kedua kota ini menjalin kerja sama sister province. Bahkan, kata orang Jepang di sana kota ini merupakan kampung halamannya semua orang Jepang. Widih…

Universitas ini merupakan adaptasi dari sekolah tinggi kimia yang sebelumnya sudah didirikan pada tahun 1869 dengan nama Seimi Kyoku. Nah pada tahun 1897, universitas ini digabung dengan sekolah lain dan berubah nama menjadi Kyoto Imperial University (Kyoto Teikoku Daigaku).

Universitas kedua tertua di Jepang dan berstatus milik kekaisaran Jepang pada awalnya  serta  termasuk dalam sebuah sistem tiga universitas lama yang dikenal dengan nama Daisan Koto Gakko. Singkat cerita universitas ini kini tetap menyAndang sebagai perguruan tinggi nasional di bawah kementrian pendidikan di negeri matahari terbit itu.

Universitas yang berdiri di kota pendidikan dan kebudayaan ini menempati tanah seluas 135 hektar. Memiliki lebih dari 20.000 mahasiswa, serta memiliki sejumlah fakultas yang terdiri atas 19 sekolah tingkat sarjana (graduate) dan 10 fakultas pascasarjana (post graduate).

Kabar baik bagi teman-teman yang berminat di bidang sains, di sini fakultas yang membidangi ilmu alam seperti kimia, biologi, fisika dan matematika dipisahkan ke dalam sekolah yang berbeda. Tentunya lebih spesifik dari segi keilmuannya.

Bagi teman-teman yang ingin belajar ilmu hukum di sini juga oke, sangat oke malahan. Karena menurut Japanese Bar Examination di tahun 2009 dan 2010 menempatkan universitas ini sebagai yang terbaik untuk sekolah ilmu hukum di Jepang.

Oh ya, peringkatnya sendiri termasuk ngeri-ngeri sedap sama Tokyo. Untuk peringkat dunia menurut Academic Ranking of World Universities (ARWU) di tahun 2012, menempatkan universitas ini di peringkat kedua di Asia setelah Universitas Tokyo. Ngeri ya?.. hehehe..

Alumninya sendiri telah berhasil menggondol 10 gelar Nobel dari berbagai bidang yang juga kesemuanya adalah orang Jepang sendiri. Lagi-lagi universitas di Jepang ini termasuk sukses mencetak alumni lokal yang berkualitas Internasional!

3. Osaka University (HAndai)

Universitas Terbaik di Jepang Osaka University (HAndai)
www.osaka-u.ac.jp

Kita sekarang menuju prefektur Osaka yang sebenarnya kalau teman-teman lihat di peta tidak jauh dari Kyoto. Masih sama-sama kota budaya, namun kalau tidak salah kota ini juga merupakan markas besar salah satu perusahaan otomotif terkemuka dunia, yaitu Suzuki. Hmm menarik ya?,

Awalnya universitas ini merupakan sekolah tinggi humaniora yang berbasis sistem pendidikan ala samurai bernama Kaitokudo. Berdiri pada tahun 1724 pada masa Edo, lalu berdiri lagi sebuah sekolah Samurai bernama Tekijuku pada tahun 1838. Pengembangan sekolah ini lalu mencampurkan berbagai keilmuan sains, kedokteran dan keilmuan lainnya, namun tetap berbasis sekolah ala samurai.

Jadi bisa dibayangkan sekolah ini hampir mirip dengan yang ada di film serial Naruto begitu. Tapi bukan buat belajar jurus apalagi jadi ninja ya, jadinya ya akademisi. Hehehe, singkat cerita sesudah Perang Dunia II, perguruan tinggi ini berubah nama menjadi seperti yang sekarang kita lihat. Basis kedokterannya masih begitu terasa sampai sekarang. Jadi yang tertarik untuk jadi dokter, universitas ini layak jadi pilihan.

Terdapat lebih dari 25.000 mahasiswa yang berkuliah di sini. Terdapat 11 fakultas setara pendidikan D3 dan 16 sekolah setara S1/S2/S3. Perguruan tertua keenam di negeri Matahari Terbit ini juga memiliki dua rumah sakit universitas.

Dari segi peringkat, universitas ini menurut Academic Ranking of World Universities (ARWU) ada di ranking 96 dunia dan keempat terbaik di Jepang. Wuss, selain itu universitas ini juga unggul di bidang ilmunology, atau keilmuan yang mempelajari tentang daya tahan tubuh manusia. Satu lagi keilmuan unik yang masih jarang terdengar di tanah air.

Alumninya telah meraih satu gelar Nobel di bidang Fisika atas nama Hideki Yukawa. Selain itu ada nama alumni populer di dunia seperti Toru Kumon (pengembang cara belajar Kumon), Akira Yoshino (penemu baterai Lithium-Ion yang sering digunakan di berbagai perangkat gadget) dan Akio Morita (pendiri perusahaan Sony).

4. Tohoku University (Tohokudai)

Universitas terbaik di Jepang Tohoku University (Tohokudai)
http://japanest-nippon.com

Sekarang kita melangkah di prefektur Miyagi, tepatnya di kota Sendai. Kota ini terkenal akan legenda samurai dengan julukan “Naga bermata satu” yang bernama Date Masamune. Hehehe, satu lagi kota tua di Jepang yang lekat dengan kebudayaan Jepang.

Sebenarnya perguruan tinggi ini adalah perguruan tinggi ketiga tertua di Jepang yang didirikan pada era Meiji. Meskipun begitu akar perguruan tinggi satu ini dimulai ketika berdirinya sekolah kedokteran bernama Meirin Yokendo pada tahun 1736. Lalu pada tahun 1907 universitas ini berubah nama menjadi Tohoku teikoku daigoku alias Universitas Imperial Tohoku dengan sistem yang sama dengan Universitas Tokyo dan Kyoto.

Universitas ini jika dibandingkan dengan universitas lain di Jepang termasuk yang paling sedikit jumlah mahasiswanya, yaitu sekitar 18.000 mahasiswa. Walaupun begitu universitas ini cukup lengkap kok dengan 10 fakultas dan 15 sekolah setara S1 yang meliputi keilmuan sastra-seni, ekonomi, sains, kedokteran-kedokteran gigi, edukasi dan teknik.

Universitas ini unggul pada keilmuan yang disebut sebagai ilmu material, sebuah keilmuan yang mempelajari materi pembuatan benda sampai bangunan. Ilmu yang terdengar jarang sekali dan dibutuhkan di tanah air.

Khusus keilmuan tersebut universitas ini adalah salah satu yang terbaik di dunia menurut lembaga Internasional Thomson-Reuters. Sedangkan untuk peringkat dunianya, universitas ini menempati ranking 70 dunia menurut QS World University Rankings di tahun 2012.

Alumninya telah berhasil mendapatkan satu gelar Nobel di bidang Kimia atas nama Koichi Tanaka. Satu alumni yang penulis kenal adalah Kazumasa Oda, seorang musisi yang terkenal di negeri Sakura ini.

5. Nagoya University (Meidai)

Universitas terbaik di Jepang Nagoya University
http://www.engg.nagoya-u.ac.jp

Yuk kita melangkah jauh ke daerah Nagoya, yang ada di prefektur Aichi. Ada universitas yang tua juga di sana. Bahkan universitas ini tercatat sebagai universitas terakhir yang didirikan kekaisaran Jepang selama periode Meiji. Wih gimana ceritanya itu ya?

Sama dengan universitas yang pertama kali berdiri di Jepang, akar pendirian perguruan tinggi ini juga awalnya adalah sebuah sekolah tinggi ilmu kedokteran. Lah, kedokteran lagi, hehehe. Universitas ini juga berdiri pada tahun 1871. Sepertinya keilmuan kedokteran di Jepang maju ya, sampai akar universitasnya banyak mengacu pada sekolah kedokteran.

Namanya lalu berubah menjadi Nagoya teikoku daigoku atau Universitas Kekaisaran Nagoya pada tahun 1939. Praktis dengan perubahan nama tersebut, semakin menguatkan bahwa universitas tersebut adalah milik kekaisaran Jepang kala itu. Barulah di tahun 1947 atau sesudah Perang Dunia II, universitas ini namanya berubah seperti yang kita lihat sekarang.

Universitas ini ternyata jauh memiliki jumlah mahasiswa yang lebih sedikit. Bahkan jika dibandingkan Tohoku, perguruan tinggi ini masih lebih kecil lagi dengan 14.000 mahasiswa. Namun jumlah fakultas dan sekolahnya masih banyak pilihan kok dengan 9 fakultas serta 13 sekolah setara S1 yang meliputi keilmuan ekonomi, hukum, sains, sastra, ilmu lingkungan, pengembangan Internasional, ilmu informasi, kedokteran, agrikultur dan lain sebagainya.

Namun dengan jumlah mahasiswa yang “minimalis” tersebut, ternyata menjadikan universitas ini sebagai universitas yang memiliki reputasi terbaik di Jepang versi lembaga NBP. Widih, (((reputasi))) hehehe.

Ow ya bagi kawan-kawan yang tertarik terhadap keilmuan kegunung-apian atau vulkanolog dan irigasi bencana universitas ini bisa jadi pilihan tepat. Karena mereka memiliki laboratorium khusus mengenai hal tersebut. Satu lagi jurusan langka namun dibutuhkan di tanah air.

Alumninya sendiri telah meraih gelar 6 Nobel dari bidang kimia, fisiologi dan fisika. Bahkan penemu layar Blue-LED yaitu Hiroshi Amano dan Isamu Akasaki merupakan alumni universitas ini. Alumninya kebanyakan adalah ilmuwan di bidang kimia, fisiologi dan matematikawan terkemuka.

6. Hokkaido University (Hokudai)

Universitas terbaik di Jepang Hokkaido University
https://stbooking.co

Sekarang kita melangkah ke utara Jepang, tepatnya di pulau Hokkaido yang salah satu penghuninya adalah suku asli Jepang yaitu suku Ainu. Yap pulau yang lautnya berseberangan dengan pulau Sakhalin (Rusia) ini punya universitas yang masih satu akar dengan Universitas Tohoku. Loh kok bisa?

Berbeda dengan kebanyakan universitas di Jepang yang akar keilmuan awalnya adalah kedokteran, perguruan tinggi ini awalnya adalah sebuah sekolah agrikultur alias pertanian. Sapporo Nogaku adalah nama awal perguruan tinggi yang berdiri pada tahun 1876.

Uniknya, perguruan tinggi ini didirikan oleh William S. Clark, seorang ilmuwan botani dan kolonel tentara utara pada Perang Saudara di Amerika Serikat kala itu. Ketika itu ia diminta oleh pemerintah Jepang untuk memimpin universitas ini. Sampai sekarang ia dikenang rakyat Hokkaido karena jasa-jasa dan keilmuan yang ia wariskan.

Nah Sapporo Nogaku ini adalah sekolah yang merupakan cabang fakultas Universitas Tohoku dan resmi berpisah pada tahun 1918 dengan membentuk Universitas Kekaisaran yang baru bernama Hokkaido Teikoku Daigoku. Praktis sejak saat itu universitas ini mengembangkan diri sebagai institusi pendidikan utama di Pulau Hokkaido.

Saat ini jumlah mahasiswa yang berkuliah di sini ada sekitar 20.000. Seperti universitas di Jepang lainnya, universitas ini memiliki 14 fakultas dan 17 sekolah yang meliputi keilmuan agrikultur, sains, matematika, kebijakan publik, veteriner, ilmu perikanan, farmasi, ekonomi dan lain sebagainya.

Selain agrikultur yang memang menjadi magnet tersendiri di sini, terdapat jurusan ekonomi yang merupakan salah satu yang terbaik di Jepang. Selain itu jangan lupakan ilmu perikanan, satu jurusan yang tidak lengkap rasanya jika belajar ke Jepang tapi tidak menyelami ilmu ini. Bisa jadi salah satu pilihan kawan-kawan yang hendak belajar mengenai perikanan.

Alumninya telah meraih satu gelar Nobel atas nama Akira Suzuki pada keilmuan kimia. Lulusannya kebanyakan adalah ilmuwan sains dan penulis.

7. Kyushu University (Kyudai)

Universitas terbaik di Jepang Kyushu University
http://www.share.kyushu-u.ac.jp

Nah kali ini kita melenggang pulau paling selatan negeri Sakura, tepatnya di prefektur Fukuoka di Pulau Kyushu. Kota industri berat sekaligus pelabuhan yang menggerakkan hampir separuh ekonomi Jepang. Juga merupakan salah satu pintu masuk ke negeri Ginseng alias Korea.

Universitas Kyushu ini merupakan universitas tertua keempat di Jepang yang berdiri di era pemerintahan Meiji. Akar perguruan tinggi ini juga sama dengan universitas kekaisaran lainnya yang mengadopsi sekolah kedokteran pada tahun 1867. Pada tahun 1911 barulah namanya berubah menjadi Kyushu Teikoku Daigoku.

Satu hal yang membedakan universitas ini dengan perguruan tinggi lain di Jepang adalah program Internasionalnya yang begitu banyak. Mulai dari kerja sama teknologi, institusi sampai pengembangan perguruan tinggi baru menjadi konsen utama universitas ini.

Terdapat lebih dari 18.000 mahasiswa yang berkuliah di sini. Terdapat 13 sekolah setara D3, 15 fakultas setara S1/S2/S3 yang meliputi keilmuan bisnis, sains, matematika, farmasi, teknik, desain, teknologi informasi, kedokteran-kedokteran gigi, ekonomi, hukum dan sebagainya.

Bagi kawan-kawan yang ingin belajar keilmuan biologi dan farmasi, universitas ini termasuk yang terbaik di Jepang. Selain itu banyak program beasiswa baik dalam dan luar negeri yang diselenggarakan universitas ini dengan berbagai lembaga yang menaunginya.

Alumninya kebanyakan berprofesi sebagai ilmuwan di bidang saintis. Beberapa diantaranya juga terdapat politisi terkemuka di negeri Sakura ini.

8. Keio University (Keidai)

Universitas Terbaik di Jepang Keio University (Keidai)
http://www.cems.org

Kembali lagi ke Tokyo, ada perguruan tinggi swasta terbaik di negeri Sakura ini. Bahkan bisa dibilang universitas ini adalah kembarannya Brown University (salah satu universitas anggota Ivy  League, kumpulan universitas elit di Pantai Timur Amerika, Red). Kok bisa gitu?

Berdiri pada tahun 1858 di distrik Minato prefektur Tokyo, universitas ini didirikan oleh Fukuzawa Yukichi. Ia sendiri pernah belajar mengenai sistem pendidikan di Universitas Brown sebelum akhirnya mendirikan universitas ini.

Praktis sistem yang dipakai universitas ini sendiri diadaptasi dari salah satu universitas kondang di negeri Paman Sam tersebut. Sedangkan jurusan dan keilmuan yang diajarkan awalnya oleh Yukichi Sensei sendiri adalah studi Barat/Eropa. Bisa dikatakan dari segi sistemnya, universitas ini adalah yang paling kelihatan “Barat” ketimbang universitas di Jepang lainnya yang memadukan unsur pendidikan Barat dan Timur.

Jika dibandingkan dengan universitas lain di Jepang, jumlah mahasiswa yang berkuliah di sini sangat banyak. Ada sekitar 30.000 mahasiswa yang berkuliah di sini. Terdiri atas 10 fakultas dan 13 sekolah yang tersedia mulai dari keilmuan sastra, ekonomi, bisnis, hukum, sains, kedokteran, studi kebijakan dan lain sebagainya.

Universitas ini unggul pada keilmuan bisnisnya yang termasuk paling bagus di negeri Sakura versi lembaga Eduni MBA. Jadi bagi yang berminat belajar bisnis di Jepang, universitas ini bisa dijadikan pilihan utama.

Menariknya, kebanyakan alumninya adalah politisi baik di negeri Sakura sendiri maupun luar negeri. Junichiro Koizumi, mantan PM Jepang adalah salah satu alumninya yang terkenal. Pebisnis dan aktor Jepang banyak juga lho yang kuliah di universitas ini.

9. Tokyo Institute of Technology (Tokodai)

Universitas terbaik di Jepang Tokyo Institute of Technology (Tokodai)
https://ploybites.wordpress.com

Tokyo lagi, Tokyo lagi. Sepertinya sekalipun Kyoto adalah kota pendidikan, nyatanya universitas beken di Jepang kebanyakan berada di Tokyo. Sampai-sampai penulis hampir terbalik menulis kedua kota itu lantaran namanya hampir sama, bahkan tinggal dibalik udah ganti kota (Kata Tokyo-Kyoto, hampir sama kan?). Tapi yang satu ini agak beda dengan universitas lain di Jepang karena berbasis Institut.

Jika di Amerika Serikat, institut ini bisa dikatakan sebanding dengan Massachussets Intitute of Technology alias MIT yang kondang itu. Perguruan tinggi yang nama aslinya adalah Tokyo Kogyo Daigaku ini berdiri 1881 atau beberapa tahun pasca Restorasi Meiji. Institut terbaik di negeri Sakura ini. Institut yang basisnya adalah keilmuan teknik ini juga sama dengan Keio, mengadopsi gaya pendidikan Barat.

Mahasiswa yang berkuliah di sini sekitar 10.000 mahasiswa saja. Lebih sedikit namun wajar mengingat ini adalah sebuah institut. Memiliki 3 sekolah setara D3 dan 6 sekolah setara pendidikan sarjana dan pasca sarjana yang meliputi keilmuan teknik, biologi, astronomi, manajemen inovasi dan lain-lain.

Institut ini nyatanya merupakan salah satu perguruan tinggi di Jepang yang penerimaan mahasiswanya sangat selektif. Untuk bidang tekniknya sendiri menurut QS World Academic Rankings, menempatkan perguruan tinggi ini pada peringkat 20 besar dunia. Jadi sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin belajar teknik dan macam keilmuannya.

Alumninya sendiri kebanyakan juga bergerak sebagai ilmuwan saintis atau teknisi di berbagai bidang. Namun tingkat penerimaan alumninya salah satu yang terbaik di Jepang dan masuk 100 besar dunia pada list alumni dan CEO yang bekerja pada perusahaan seluruh dunia versi lembaga asal Perancis, Ecole des Mines de Paris. Wuih, mau jadi teknisi sekaligus CEO berkelas dunia?

10. Tsukuba University (Tsukuba Daigaku)

Universitas Terbaik di Jepang Tsukuba University
https://thecartersinjapan.com

Nah kita sekarang kita ke bagian tenggara Jepang, tepatnya di kota Tsukuba, prefektur Ibaraki. Kota ini bisa dikatakan Silicon Valley-nya negeri Sakura karena penggerak utama kota ini adalah perusahaan yang bergerak di bisnis ritel atau komunikasi dan informasi. Jadi inget Stanford, hehehe…

Universitas ini jika dibandingkan dengan universitas lain di Jepang justru paling muda dari segi umurnya. Baru berdiri pada bulan Oktober 1973, bahkan masih kalah tua ketimbang universitas di Indonesia macam UGM, UI atau ITB.

Tapi meskipun begitu sebenarnya perguruan tinggi ini merupakan pecahan Universitas Tokyo yang awalnya berdiri pada tahun 1872. Bisa dikatakan universitas ini merupakan “saudara kandung” dari Universitas Tokyo. Yah, otak boleh tua tapi jiwa tetap muda, hehehe…

Mahasiswa yang berkuliah di sini ada sekitar 16.000 mahasiswa. Memiliki 9 sekolah dan 9 graduate school yang meliputi keilmuan humaniora, kebudayaan, sains, kedokteran, lingkungan, sosial, teknik, edukasi, ilmu murni (matematika) dan lain sebagainya.

Kabar gembira buat Anda yang ingin belajar bisnis, karena perguruan tinggi ini sekolah bisnisnya merupakan salah satu yang terbaik di negeri Sakura versi lembaga Eduniversal. Universitas ini juga memiliki beberapa kerja sama Internasional, salah satunya dengan Indonesia.

Uniknya, alumninya kebanyakan adalah para olahragawan di negeri Sakura ini. Lah, selain itu alumninya juga bergerak di bidang bisnis dan politik.


Itulah 10 universitas terbaik di negeri Sakura ini. Jika melihat data di atas sebenarnya lebih banyak direkomendasikan bagi kawan-kawan yang ingin mengambil ilmu sains atau teknik. Walaupun begitu, keilmuan bisnis juga jadi pembeda di sini, tertarik?

Contoh Essai Masuk S2 UGM

Contoh Essai Masuk S2 UGM

Alat Hegemoni Demi Eksistensi:

Menakar Energi Positif dan Negatif Media Pemberitaan Berbasis Online dan Solusinya

Gambar Koran
pixabay.com/

Contoh Essai Masuk S2 UGM — Sejak tahun 2008 lalu, ada fenomena yang unik di Amerika Serikat. Beberapa media massa berbasis koran, ramai-ramai mengeluarkan edisi “end edition” alias edisi terakhir.

Konon mahalnya biaya produksi koran di sana membuat produsen beralih untuk menggunakan basis online untuk meneruskan hidup mereka. Media pemberitaan berbasis online memberi keuntungan dan biaya produksi yang lebih banyak dan proporsional.

Padahal beberapa media massa tersebut bisa dibilang sangat masyhur di negari Paman Sam itu. The Washington Post misalnya, memiliki hati tersendiri di kalangan pembacanya. Bahkan usianya sangat tua untuk ukuran media massa (139 tahun, berdiri pada tahun 1877).

Reputasinya sebagai media besar di negeri Paman Sam tersebut sudah tidak dipertanyakan lagi. Namun pada tahun 2013, media tersebut sahamnya jatuh dan mengalihkan produksi beritanya ke media online yang dinilai lebih menguntungkan.

Perubahan paradigma media massa di Amerika Serikat ini cukup menarik di tengah derasnya arus informasi yang menuntut cepat, akurat dan benar-benar informasinya dibutuhkan. Otomatis hanya ada dua bentuk media saja yang bisa mengakomodir keinginan pelanggannya.

Kalau tidak radio, apalagi kalau bukan media online itu sendiri. Keduanya memiliki fleksibilitas dan efisiensi dalam produksinya. Tidak salah apabila sekarang banyak perusahaan media yang besar dari TV atau koran, mengalihkan pandangannya pada media pemberitaan berbasis online.

Untungnya, media seperti The Washington Post hanya mengalihkan basis produksinya saja. Tidak sampai gulung tikar lalu ditutup total. Karena apabila ditutup total, sudah tentu pekerja media yang terkena dampaknya.

Hanya tentu saja hal ini cukup mengganggu reputasi dari The Washington Post sendiri yang besar bukan karena media online-nya. Otomatis reputasi mereka sebagai media besar akan sangat mungkin bergeser apabila minim dalam melakukan inovasi dan hanya berkutat untuk menyelamatkan nama besar mereka.

Bak Jamur di Segala Musim

Gambar Koran Lama
pixabay.com

Bagaimana dengan media pemberitaan di tanah air kita? Bisa dikatakan media seperti koran masih banyak peminatnya. Bahkan di wilayah perkotaan ataupun kawasan terpencil, muncul koran-koran baru yang hadir dengan perspektif yang makin beragam. Bahkan mulai menyaingi koran-koran besar atau koran dengan skala nasional.

Namun Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah pengakses internet salah satu yang terbesar di dunia. Bahkan media sosial populer seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya “dikuasai” pengakses dari tanah air tercinta ini.

Jumlah pengakses internet di Indonesia yang mencapai kisaran 82 juta orang menurut data Kementrian Komunikasi dan Informasi (2015), membuat media pemberitaan yang sudah ada mulai melirik pasar ini. Ini belum termasuk media pemberitaan baru yang masih dalam taraf mencari nama. Potensi inilah yang coba dimanfaatkan beberapa media pemberitaan yang besar berkat televisi maupun koran. Mereka akhirnya terjun di pemberitaan berbasis online.

Tidak hanya media besar saja yang mengambil keuntungan. Banyak sebenarnya pemain baru dalam bisnis berita online ini. Nama media pemberitaan berbasis online yang diklaim tertua di Indonesia adalah Detik.com.

Mereka memang bisa dikatakan punya pengalaman dalam pemberitaan online. Sekalipun mereka juga sudah memiliki stasiun televisi berbasis digital (Detik TV), namun justru saluran televisi tersebut lahir belakangan. Terbalik dengan Kompas.com yang besar berkat korannya, atau Liputan6.com yang besar karena program acara beritanya di SCTV.

Uniknya, stigma umum masyarakat yang melekat terhadap media yang dibesarkan dari koran atau TV tersebut, ternyata juga masih melekat kuat. Media berita online Republika Online misalnya, selalu dikaitkan dengan basis massa Islam.

Sebuah stigma yang tadinya melekat kuat pada setiap pemberitaan media ini dalam bentuk koran. Kompas.com mengalami hal yang sama dengan bentuk TV-nya, stigma pemberitaan di koran yang menyasar kalangan terdidik dan non Islam masih melekat kuat di berita online-nya.

Lalu detik.com yang banyak dikaitkan dengan basis akar rumput dan anak muda. Vivanews.com dari sisi politis cenderung ke arah partai tertentu karena faktor kepemilikannya.

Ini menandakan bahwa media pemberitaan online juga memiliki politik media yang serupa dengan politik media yang kita lihat di setiap pemberitaan. Malah jika melihat situasi dan kondisi saat ini, bisa dikatakan media pemberitaan online memiliki kekuatan tersendiri untuk menggiring opini massa.

Kejadian 4 November lalu misalnya, penulis sendiri mengalami traffic pemberitaan online yang bisa dikategorikan “panas” dan selalu di update tiap beberapa menit bahkan detik. Itu belum termasuk pesan singkat via WA atau BBM yang uniknya mereka mengopi halaman dari sebuah berita online.

Menariknya lagi, mereka membuat penafsiran terhadap berita yang muncul. Inilah yang tidak bisa dilakukan oleh media mainstream seperti TV atau Koran.

Adanya media berbasis online juga menguntungkan bagi para penulis pemula. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pengakses internet di Indonesia yang didominasi oleh anak muda. Para penulis pemula ini lebih banyak berbicara di media sosial. Sebagian kecil yang lain menulis di blog, website maupun forum.

Konsep yang “Merangsang”

Booming-nya media pemberitaan berbasis online belakangan ini tentu tidak bisa lepas dari kebutuhan primer manusia, khususnya di Indonesia. Kita tahu bahwa segala hal mengenai gadget, mulai dari handphone, smartphone, tablet, notebook bahkan PC sekalipun sudah menjadi bagian gaya hidup.

Gaya hidup ini sekarang sudah jadi kebutuhan yang mengikat. Ini bisa dibuktikan dengan hadirnya ponsel di kalangan pelajar dan anak-anak usia 6-12 tahun yang notabene adalah pelajar SD. Belum lagi kalangan remaja, usia dewasa maupun para pekerja yang membutuhkan mobilitas dalam pekerjaannya.

Melihat fakta itu, kebutuhan akan informasi berupa berita sangat penting untuk menunjang perkembangan dan pengetahuan mereka mengenai kejadian terkini. Adanya kebutuhan itu ditopang dengan berbagai alat komunikasi canggih, praktis dan fungsional. Sehingga saat ini kita bisa melihat bahwa media seperti televisi, koran dan radio memiliki sejumlah kelemahan yang mungkin perannya bisa saja bergeser atau berkurang.

Walaupun pemberitaan televisi dapat menyajikan suara dan gambar sekaligus, namun biaya produksinya terbilang mahal. Hanya pemodal besar saja yang bisa masuk area ini. Memang, di tanah air terdapat stasiun televisi swasta yang fokus pada konten pemberitaannya seperti Metro TV atau TVOne.

Namun sekalipun mencerdaskan, motif politik media kedua stasiun televisi tersebut menjadi tidak menarik di kalangan akar rumput yang lebih menghendaki stasiun TV yang kontennya bersifat hiburan. Reputasinya sebagai TV berita tidak lebih dari sekedar jargon untuk menutupi reputasinya yang lebih tepat penyebutannya; TV politis.

Berita Koran atau majalah memiliki sejumlah keunggulan terutama untuk mengedukasi masyarakat. Mengingat koran memancing orang untuk membaca, sehingga informasi yang ada bisa diserap masyarakat dan masyarakat bisa belajar banyak dengan mengembangkan berbagai perspektif.

Namun Koran juga memiliki kesan tidak praktis karena faktor penggunaan kertas yang besar dan cukup tebal. Sehingga bagi orang yang menginginkan berita yang cepat dan berisi hal semacam ini jadi kendala utama.

Untuk saat ini, dari segi teknis produksi dan penggemar mungkin media pemberitaan online hanya bisa disaingi oleh Radio. Sebagaimana berita online, pemberitaan di Radio memiliki kecepatan dalam pembuatan beritanya.

Terutama isi berita radio tidak membutuhkan kalimat yang rumit dan panjang. Selain itu radio bisa dijangkau juga hanya dengan gadget, walaupun harus menggunakan headset untuk sekedar mendengarkan saluran radio yang disukai. Terlebih radio punya penggemar setia dari segala usia dan segmentasi tertentu seperti komunitas, anak muda, keluarga kecil dan orang lanjut usia.

Namun radio bukanlah media yang bisa dijangkau secara nasional dengan mudah. Karena sistem radio di Indonesia bersifat lokal kedaerahan.

Alasan lain yang cukup mengganggu perkembangan radio adalah keharusan penggemarnya untuk membawa antena atau headset sebagai penerima sinyal. Mungkin kedengarannya sepele, namun tentu saja tidak ada orang yang mau susah atau “ribet” dengan barang bawaannya.

Kebutuhan arus informasi secepat dan sepraktis radio, namun mengedukasi pembacanya seperti koran dan penyampaian fakta objektif layaknya televisi inilah yang membuat berita online memiliki keunggulan.

Hanya dengan alat komunikasi terkini seperti smartphone saja sudah cukup untuk mengakses berita yang ada, dari manapun dan kapan pun. Dapat diakses 24 jam dan diperbaharui setiap hitungan menit dan detik menjadikan berita online dapat menjadi magnet tersendiri.

Konsep utama berita online sendiri lebih mendekati koran atau majalah. Karena sama-sama mengandalkan teks sebagai pengantar berita. Namun dalam pengemasannya tidaklah serumit koran yang membutuhkan penjelasan panjang lebar.

Sebagai gambaran, jika di koran estimasi kata yang dibutuhkan bisa mencapai 300 sampai 500 kata, maka berita online hanya membutuhkan 100 sampai 300 kata saja. Lengkap dengan gambar terkait sebagaimana koran, namun juga bisa disisipi video layaknya TV.

Satu kelebihan lainnya dari berita online adalah kebebasan untuk mengomentari berita yang tersaji. Memang selama ini radio dan televisi masih memungkinkan siapa saja untuk berkomentar seperti acara Editorial Media Indonesia (Metro TV) atau harian Kompas Pagi (Kompas TV).

Namun tetap saja memiliki keterbatasan karena tidak semua orang bisa “menembus” redaksi dan berkomentar secara langsung. Sedangkan media pemberitaan online memiliki kolom khusus untuk menampung semua komentar dari siapa pun.

Satu hal yang menarik adalah kita bisa melihat secara langsung berita yang tengah hangat atau populer dengan hanya melihat jumlah komentar terbanyak dalam beberapa berita.

Beberapa media online di tanah air juga mengembangkan berbagai konsep untuk menaikkan jumlah traffic pembacanya. Traffic pembaca adalah hidup dan mati media pemberitaan online. Karena selain mengandalkan pendapatan dari iklan, media online juga menggantungkan penghasilan dari pengelola jasa web yang ditentukan dengan adanya traffic.

Sebagai gambaran, Detik.com memiliki sekitar 600.000 visitor tiap hari. Satu halaman web yang yang diakses sekali bernilai $0,01 (server Indonesia, data saya dapatkan karena saya berkecimpung pada penulisan dunia maya). Jadi normalnya keuntungan per harinya ditaksir bisa mencapai $6000 atau 60 juta rupiah hanya dengan mengandalkan traffic.

Itu belum termasuk jika harga per website-nya terus meningkat (jika pengunjung website-nya meningkat, meningkat  pula harga halamannya) dan iklan yang tentu saja bisa menarik pendapatan yang lebih menguntungkan. Maka tidak heran media pemberitaan online saat ini di setiap halamannya disuguhi iklan dengan gambar besar maupun kecil.

Untuk berita yang panjang, biasanya media pemberitaan online akan membuat semacam tautan langsung ke halaman selanjutnya layaknya kata “bersambung pada halaman…” yang seperti kita temui pada koran. Namun konsepnya terdapat perbedaan antara satu media pemberitaan online dengan yang lainnya.

Detik.com lebih suka membuat halaman review berindeks (halaman 1-2-3 dipisahkan dengan tautan bernomor). Sedangkan pada Kompas.com dan Liputan6.com halaman yang panjang hanya tinggal diteruskan tanpa harus membuat indeks baru seperti Detik.com. Kompas.com sendiri membuat sebuah opsi “Show All” sehingga tanpa perlu pengurutan nomor. Pembaca dapat membaca berita keseluruhan tanpa harus mengklik lebih dari dua kali.

Satu konsep yang baru dikembangkan oleh beberapa media pemberitaan online adalah adanya tanggapan atau respons pembaca berupa kode smiley. Konsep ini sebenarnya lahir dari konsep “like” atau “suka” yang sudah ada di media sosial seperti Facebook. Konsep ini memungkinkan pembaca untuk menunjukkan respon terhadap suatu berita. Detik.com dan Liputan6.com adalah dua media yang mempunyai konsep ini.

Namun terdapat juga maksud tersembunyi sekaligus menguntungkan dalam konsep-konsep semacam ini. Tentu saja yang dimaksud adalah untuk menaikkan traffic kunjungan. Jadi seolah pembaca dirangsang untuk berkomentar dan menanggapi berita secara lebih praktis dan menguntungkan bagi media. Sekaligus menjadi ajang perdebatan tentang suatu berita atau fakta yang disajikan, serta tanpa batasan komentar tertentu.

Alat Hegemoni dan Solusi Mengatasi Energi Negatifnya

Koran Online
pixabay.com

Dari sejumlah kelebihan dan keuntungan media pemberitaan online yang ada, muncul beberapa pertanyaan terkait. Mungkinkah media pemberitaan online menjadi sebuah alat penguasa atau pihak yang berkepentingan untuk mempengaruhi massa dengan segala kemampuannya itu?

Kalau memang bisa menjadi alat untuk mempengaruhi massa, apakah media pemberitaan online juga memiliki pengaruh yang benar-benar kuat dengan segala konsep yang diusungnya

Untuk saat ini, pertanyaan itu sulit untuk dijawab. Terlebih rata-rata media pemberitaan online di Indonesia masih berumur jagung. Tidak seperti koran atau televisi yang jelas-jelas “tua” dari segi reputasi maupun politik medianya. Pengaruh dan eksistensinya juga tidak perlu dipertanyakan lagi.

Ibarat anak kecil yang sedang belajar merambat, media pemberitaan online sejatinya masih mencari bentuk. Rata-rata media online masih bersifat pelengkap saja dalam pemanfaatannya. Tercatat hanya Detik.com yang bisa dikatakan besar dan murni dari usaha pemberitaan online-nya.

Namun, jika kita berbicara mengenai anak muda dan usia produktif (18-40 tahun) nampaknya media pemberitaan online bisa dikatakan mulai berbicara.

Sedikit banyak mulai banyak pengaruh media pemberitaan online yang bisa menggerakkan massa atau bahkan “meracuni” massa. Adanya media sosial yang mendukung, tak jarang berita online disebarkan untuk memperkuat argumen subjektif penyebarnya.

Implikasinya mulai ada semacam perang perspektif dengan menggunakan berita online sebagai dasar untuk memperkuat argumen dan berita online mulai menjadi patokan dalam berpendapat.

Saya katakan “meracuni” karena ada beberapa media pemberitaan online yang terkadang tidak menggunakan etikanya dalam menulis berita. Munculnya pemberitaan yang tidak proporsional dan kelihatan dibuat-buat agar berita tersebut laku untuk dibaca.

Biasanya media pemberitaan online ini bisa dikatakan anti-mainstream sekaligus ekstrem. Media pemberitaan online yang sebelumnya tidak dikenal oleh siapapun. Bahkan kita tidak tahu siapa yang menggerakkan media pemberitaan online tersebut.

Ciri-ciri berita yang ditampilkan oleh media pemberitaan online ekstrem ini adalah isi pemberitaannya banyak mengandung opini atau “kepalsuan pernyataan” yang sering disebut Hoax di internet.

Bumbu kebencian sangat terasa dengan segala prasangka yang dilontarkan melalui berita. Anehnya tidak sedikit juga yang percaya bahwa berita tersebut benar. Lalu dengan mendasarkan berita hoax tersebut, akhirnya beberapa individu menyebarkannya lewat media sosial.

Hal ini tentu cukup mengganggu perspektif masyarakat. Internet sekarang ini sudah banyak dikritik karena dianggap tidak dapat memperluas perspektif masyarakat, namun justru menihilkannya. Terlebih dengan adanya pemberitaan online yang “ngaco” membuat masyarakat dikhawatirkan akan berpikir sempit dan bertindak sendiri.

UU ITE sendiri menurut saya pribadi masih kurang efektif dalam menalangi penyebaran berita seperti ini. Kekuatan hukumnya masih menjadi polemik lantaran banyak kasus serupa yang tersangkanya justru bukan dari pihak penyebar utama, melainkan orang yang ikut menyebarkannya saja yang justru terkena imbasnya. Belum pernah kita mendengar pemilik media pemberitaan online yang menyebarkan berita hoax tersebut ditahan atau diadili.

Tentu kita masih ingat tentang pemberitaan tentang Joko Widodo dan keluarganya yang disebut melakukan semacam ritual untuk memanggil Ratu Laut Selatan agar memenangkan pemilu presiden 2014 kemarin.

Berita ini pernah diangkat kisahnya di Mata Najwa edisi “Cerita Anak Presiden” yang pembicaranya merupakan dua anak Presiden RI, Kaesang Pangarep dan kakaknya, Gibran. Menurut keduanya berita tersebut tidak benar dan uniknya berita itu malah jadi bahan lelucon mereka.

Apakah mereka dirugikan? Bisa ya bisa tidak. Ya, karena pemberitaan itu nama mereka jadi melambung. Tidak, karena berita tersebut jelas tidak benar adanya, bahkan ada kesan menyudutkan keduanya. Apabila berita itu lebih dipercaya oleh masyarakat tentu keduanya justru nantinya dinilai negatif oleh masyarakat.

Inilah energi positif maupun negatif yang diperlihatkan media pemberitaan online di Indonesia saat ini. Bukan hanya bersifat “merangsang” dan membuka perspektif di kalangan usia produktif di tanah air. Namun juga ditambah dengan faktor ketimpangan informasi yang terjadi.

Tidak adanya sensor atau filter tentang berita di internet turut menyumbang “kebohongan” atas nama media pemberitaan. Tentu apabila ini dibiarkan filosofi informasi sebagai penambah ilmu pengetahuan menjadi terbalik; membodohkan masyarakat dan mempersempit perspektif.

Media pemberitaan online telah menjadi alat untuk meraih keuntungan sekaligus sebagai jalan untuk meraih pengaruh masyarakat. Tujuannya pun jelas, agar media pemberitaan tersebut selalu eksis dan dapat mempengaruhi masyarakat terutama anak muda dengan cara yang kotor.

Maka tidak heran apabila saat ini banyak kalimat kebencian (hate speech) yang justru menyebar dari media pemberitaan, lalu mengakar ke media sosial melalui tautan berita yang ada. Anak muda yang hanya bisa mengakses tanpa filter dalam diri mereka bisa teracuni dan dibodohi berita-berita semacam ini.

Mungkin sudah saatnya kita melebarkan sayap apa yang disebut sebagai literasi media. Literasi media baru menyentuh level pertelevisian saja. Belum menyentuh media berjaringan yang tingkat penyebaran informasinya lebih luas dan lebih dinamis.

Tentu kita tidak ingin media pemberitaan online yang sejatinya bisa dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan antar individu maupun kelompok, malah menjadi di kambing hitamkan sebagai sumber kebodohan dan kesempitan informasi yang kian marak terjadi serta dimanfaatkan sekelompok orang yang ingin berkuasa di negeri ini dengan cara yang tidak pantas.

Contoh-contoh Latar Belakang Makalah Penelitian

Contoh-contoh Latar Belakang Makalah Penelitian

Contoh Latar Belakang Makalah Di mana-mana namanya anak kuliahan sama aja. Kalau sudah tingkat akhir rata-rata masalahnya sama semua. Mulai dari cara bikin proposal, bikin skripsi sampai cara bikin dosen luluh hatinya, semuanya ditanyain. Kalau bisa sampai ketemu jodohnya. Kayak udah mau nikah aja… hehe

Contoh latar belakang makalah penelitian
ACADEMIC INDONESIA

Tapi ya itu serunya anak kuliahan. Saya sendiri rindu sekali dunia seperti itu, di mana ada saja cerita anak tugas akhir mulai dari nyesek dada sampai yang bikin nyengir. Seru! Jadi buat kalian yang masih kuliah nikmati saja dunia Anda itu.

Namun jangan kaget ya kalau sudah mau tahap akhir alias semester tua. Masalahnya akan sama saja dengan kakak angkatan. Sampai-sampai masalah administrasi kelulusan saja jadi bahan curhatan. Kebayang kan perjuangan mahasiswa tingkat akhir yang serba ruwet dan bikin kesel itu? Hehehe…

Itu kalau sudah melakukan sidang, bagaimana dengan mahasiswa yang baru mau mulai menulis tugas akhir macam skripsi? Tambah bingung lagi. Nulis proposal penelitian kayak nulis surat cinta. Sulit ditulis namun terbayang selalu dalam hati hehe…

Nah yang satu ini saya mau menjelaskan mengenai cara membuat latar belakang penelitian. Ini adalah penyakit yang bisa dibilang diderita anak tugas akhir. Lebih-lebih buat yang sudah mengajukan judul dan mau seminar proposal ini adalah penyakit akut. Karena tanpa latar belakang jelas, bagaimana semua orang akan tahu isi penelitian Anda?

Apa itu Latar Belakang Penelitian?

latar belakang masalah
ACADEMIC INDONESIA

Setiap kita dalam menyelidiki segala hal tentang kehidupan, pasti ada saja kita ingin tahu sebabnya. Serta setiap kita ingin memulainya, pasti ada alasan pasti kenapa harus dilakukan dan kenapa hal tersebut penting untuk diselidiki. Nah, dua logika itulah yang menjadi dasar kenapa latar belakang penelitian menjadi penting dalam setiap karya ilmiah.

Agar semua orang dapat mengerti apa yang kita akan teliti, maka kita butuh menuliskan alasan-alasan, sebab masalah, dan kata kunci yang ada dalam penelitian. Inilah dasar utama mengapa latar belakang penelitian harus dituliskan. Selain itu jika orang lain ingin paham dengan apa yang kita teliti, kita bisa bercerita dalam latar belakang penelitian.

Konsepnya kira-kira gambarannya seperti cerita berikut ini. Ketika kita masih kecil tentu bertanya-tanya kenapa kita harus mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Konyolnya (atau lugunya, hihihi), kita cuma mengikuti saja alias manut-manut mawon dengan tugas yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru tanpa kita tahu apa manfaatnya.

Padahal di buku pelajaran SD, SMP bahkan sampai perguruan tinggi ada tertulis standar kompetensi yang diharapkan. Standar kompetensi itulah yang menjadi dasar kenapa pelajaran yang kita pelajari dituliskan.

Standar kompetensi hanya satu dari sekian banyak kenapa hal-hal semacam itu dituliskan. Konsepnya sama dengan latar belakang, namun lebih rinci dan sasaran yang dituju tepat, sedangkan latar belakang biasanya abstrak dan modelnya mirip cerita.

Latar belakang penelitian adalah dasar dilakukannya penelitian beserta apa yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut. Dalam penelitian hal ini menjadi wajib karena tanpa itu kita tidak punya dasar ilmiah dalam melakukan penelitian. Kurang lebih berisi mengenai alasan kenapa latar belakang tersebut dituliskan.

Alasan penelitian tersebutlah yang nantinya menjadi dasar kenapa tulisan ilmiah baik itu jurnal, skripsi, tesis dan lain sebagainya dituliskan. Jadi bisa dikatakan latar belakang adalah langkah awal bagi kita dalam menulis penelitian.

Jadi ibarat rumah, latar belakang adalah pintu masuk menuju rumah. Sebelum masuk ke ranah penelitian, latar belakang harus dibuat agar apa yang akan kita teliti menjadi real dan konkret nantinya. Latar belakang merupakan langkah yang harus dipenuhi sebelum menuliskan hal-hal yang lain seperti rumusan masalah, tujuan, daftar pustaka dan sebagainya.

Manfaat Latar Belakang Penelitian

Manfaat latar belakang
ACADEMIC INDONESIA

Ibarat Archimedes menemukan sesuatu dan berkata “Eureka!”, pasti ada maksud yang tersirat. Nah bicara soal Archimedes mungkin saya punya jawaban yang menarik soal ini meskipun abstrak.

Suatu hari Archimedes diminta oleh raja untuk mengecek apakah mahkota yang baru digunakan olehnya memang benar-benar asli dari emas. Tentu Archimedes dituntut bukan saja menentukan apakah mahkota ini asli atau tidak, namun disertai dengan cara ilmiah bagaimana melakukannya.

Singkat cerita Archimedes menenangkan diri dan masuk ke dalam sebuah bak mandi. Nah ada yang menarik ketika ia masuk ke dalam bak mandi tersebut.

Air yang ada di dalamnya tumpah ke luar dan mengurangi volume dalam bak mandi itu. Archimedes langsung respek dan berkata “Eureka, eureka!” yang artinya “kutemukan”. Maksudnya ia telah menemukan jawaban atas masalah raja tersebut.

Kita bisa mengambil manfaat dari cerita tersebut. Archimedes memang tidak menuliskan secara langsung apa yang dialaminya. Namun mungkin cerita ini tidak akan sampai kepada kita tanpa ada yang menuliskannya.

Kita tidak tahu cara pikir Archimedes tentang hal tersebut apabila tidak dituliskan. Serta kita tidak akan tahu bagaimana alur berpikir Archimedes mengenai hal tersebut.

Nah, dari situlah kita bisa asumsikan bahwa Archimedes memiliki masalah. Sebelum ia menemukan jawabannya dalam bak mandi dia tentu telah berpikir, berproses dan berusaha untuk menemukan jawaban atas masalah tersebut. Dari situlah ia dapat menemukan jawaban secara rinci dan spesifik sesuai dengan problem awalnya.

Hal itulah mengapa latar belakang penelitian dituliskan. Manfaatnya kira-kira seperti yang ada di bawah ini:

  1. Menjelaskan dengan rinci kenapa kita melakukan penelitian.
  2. Menegaskan bahwa apa yang akan kita teliti bermanfaat baik. Bukan saja kepada ilmu pengetahuan, namun juga lembaga maupun siapa pun yang menjadi subjek penelitian.
  3. Memberi gambaran konkret dilakukannya penelitian bagi penguji dan pembaca.
  4. Dapat dikembangkan menjadi penelitian lain apabila tujuan dari penelitiannya terlalu lebar.
  5. Membuat pembaca dapat menentukan rincian atau detail penelitian sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami penelitian yang anda lakukan.
  6. Menjadi pijakan kita selanjutnya dalam melakukan penelitian agar fokus dengan masalah yang diangkat.

Cara Membuat Latar Belakang Masalah?

cara membuat latar belakang masalah
ACADEMIC INDONESIA

Banyak yang beranggapan bahwa menulis latar belakang penelitian hampir mirip dengan konsep segi tiga terbalik. Semakin ke bawah, semakin mengerucut atau makin spesifik. Eittss tunggu dulu, tidak sesederhana itu juga melakukannya.

Kenyataannya jika menggunakan konsep semacam itu mungkin tidak masalah di penjelasannya, tapi sangat kontras pada prakteknya. Kenapa? Karena latar belakang penelitian titik tekannya adalah alasan dan perumusan masalah. Bukan solusi macam opini, essay, atau artikel.

Karena titik tekannya alasan dan perumusan masalah, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kerangka Latar Belakang

Setidaknya dalam menulis latar belakang penelitian kerangka yang harus ada yaitu:

  1. Dasar pendapat ahli mengenai suatu fenomena atau konsep dalam teori. Sehingga akan tergambar apa yang hendak dibahas.
  2. Masalah atau problematika yang akan diangkat. Nah di sinilah letak di mana anda harus menulis sebab-sebab dilakukannya penelitian.
  3. Menjelaskan subjek dan objek penelitian. Tentu setelah kita menulis masalah yang terjadi, anda memperkenalkan dengan singkat subjek dan objek yang akan diteliti beserta perbedaan permasalahannya.
  4. Arti penting sebuah penelitian. Di sinilah anda tuliskan mengenai apa yang akan anda cari dalam penelitian sebelum melangkah ke step selanjutnya.

Cara Menuliskannya

Setelah anda tahu kerangka penelitian yang anda hendak buat, sekarang merupakan langkah dalam penulisannya:

  1. Tulislah terlebih dahulu pendapat ahli beserta buku atau referensi yang hendak anda kutip. Gunakanlah perspektif anda dengan bijak dan terarah.
  2. Setelah itu jabarkanlah perspektif anda tentang masalah yang akan anda teliti. Apakah ada kemungkinan berbeda dengan teori atau konsep yang diangkat, atau justru ada yang hendak anda kritisi mengenai teori atau konsep yang ada.
  3. Menggunakan berbagai referensi sebenarnya semakin bagus mengingat tulisan anda akan “kaya logika dan perspektif”. Namun jangan sampai pendapat anda tertutupi oleh pendapat ahli tersebut. (Yang satu ini harus penulis akui, agak susah dan butuh latihan)
  4. Jika anda mengutip dari internet, pastikan bahwa itu hanya informasi mengenai subjek dan objek penelitian. Jangan anda mengutip untuk pendapat para ahli. Karena anda bisa dibilang melakukan plagiat.
  5. Panjangnya tulisan tidak dibatasi, namun akan lebih baik jika anda menulisnya dengan runtut, spesifik dan terarah.
  6. Terakhir tulislah apa yang hendak anda cari dalam penelitian. Sehingga orang lain akan memahami tulisan anda apakah hendak mengaplikasikan, memodifikasi atau mengkritisi teori dan konsep yang ada.

Tips dan Trik

tips trik membuat latar belakang masalah
Diambil dari Bouncee.con dengan Beberapa Gubahan

Menulis latar belakang penelitian baik untuk jurnal, skripsi, dan tulisan ilmiah lainnya sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Apalagi jika anda rajin membaca jurnal atau buku referensi pasti ada berbagai cara dan alternatif.

Hanya saja mungkin ini akan menjadi kendala bagi anda yang masih bingung apa itu penelitian dan arti pentingnya. Nah di bawah ini ada beberapa tips dan trik yang bisa dicoba.

  1. Menulis saduran pendapat ahli di latar belakang penelitian tidak seperti ketika kita menulis kerangka pemikiran atau kerangka teori. So, cukup satu atau dua saduran pendapat ahli saja. Lalu tinggal dipadukan dengan pendapat anda.
  2. Panjang tulisan terkadang memang menentukan kualitas anda. Namun alangkah lebih baik jika itu diimbangi dengan kualitas informasi yang didapatkan. Jadi jangan terpancang dengan panjangnya tulisan, kualitas informasinya yang lebih penting.
  3. Jangan lupa perhatikan tujuan penelitian. Ini penting untuk mengingat apa yang anda ingin tulis dalam latar belakang penelitian. Anda tentu tidak mau kan menulis latar belakang tapi ujung-ujungnya malah bikin pusing?.. Hehehe…
  4. Selalu koreksi dan teliti dalam penulisan. Explore sisi-sisi yang dianggap penting dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Terkadang sudut yang tidak penting justru bisa jadi penting karena informasinya dalam dan berhubungan.

Contoh Latar Belakang Penelitian

contoh latar belakang masalah
bsnscb.com

Agama dan Konflik:

Make-Up Pemberitaan Konflik Suriah pada Detik.com dan Kompas.com (Analisis Framing)

Kata konflik, berasal dari bahasa Latin confligere, yang berarti saling memukul. Dalam pengertian sosiologis, konflik dapat difahami sebagai suatu “proses sosial” di mana dua orang atau dua kelompok orang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Wujud konflik yang paling jelas adalah perang bersenjata, dimana dua atau lebih bangsa atau suku bangsa saling tempur dengan maksud menghancurkan atau membuat pihak lawan tidak berdaya.1 (Bambang Sugeng,  2007:1).

Adapun yang dimaksud dengan konflik antar agama disini tidak jauh berbeda dengan pengertian di atas, yaitu dimana ada dua pihak yang mengatasnamakan agama atau sekte untuk menyingkirkan agama atau sekte yang lain.

Tuduhan bahwa agama ikut andil dalam memicu konflik dan sebagai sumber konflik yang terjadi antar umat bergama memang sulit dibantah.

Secara historis, mulai dari adanya Perang Salib sampai insiden pengrusakan tempat ibadah di Situbondo, Tasikmalaya, Maluku, dan yang masih terus berjalan hingga sekarang di Ambon, Poso, serta beberapa kejadian di tempat lain di negara kita merupakan bagian kecil dari banyaknya contoh betapa agama masih tampil sebagai pemicu konflik.

Konflik ini tidak hanya terjadi antar umat beragama tetapi juga di kalangan intern umat beragama, seperti yang terjadi di Parung (Bogor) dan NTB, yakni penyerangan anggota FPI (Front Pembela Islam) terhadapan para penganut Islam golongan Ahmadiyah.

Ironis memang, karena agama di satu sisi mengajarkan dan mendambakan masyarakat yang religius, penuh kedamaian, saling mencintai, saling mengasihani dan saling tolong menolong; namun di sisi yang lain kondisi objektif masyarakat jauh dari tatanan ideal agama (Marzuki, 2012:1). Artinya secara tidak langsung harus diakui bahwa agama punya dua mata sisi pedang yang saling berlainan dan kompleks.

Terdapat beberapa faktor yang melatar – belakangi konflik antar agama itu sendiri seperti yang dalam tulisan Dr. Marzuki, M.Ag (2012) yaitu: 1) Sifat dari masing-masing agama yang mengandung tugas dakwah atau missi.

2)Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama pihak lain 3) Para pemeluk agama tidak mampu menahan diri, sehingga kurang menghormati bahkan memandang rendah agama lain 4) Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan masyarakat

5) Kecurigaan masing-masing akan kejujuran pihak yang lain, baik intern umat beragama, antar umat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah 6) Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalah perbedaan pendapat. Poin yang terakhir merupakan concern utama dalam penelitian ini.

Nilai-nilai dari pemberitaan yang terkait dengan agama sering kita rasakan bahkan terkadang mempengaruhi ideologi seseorang. Ini tidak lepas dari framing media yang membingkai sebuah kasus sehingga dengan bingkai tersebut kita bisa melihat apa yang media tersebut tekankan.

Menjadi menarik lagi apabila kasus konflik tersebut merupakan kasus yang sifatnya mengglobal; dalam artian merupakan kasus yang bisa saja merembet di negeri kita tercinta. Tentu poin ke 6 yang peneliti batasi merupakan salah satu di mana sebenarnya hal tersebut bisa diatasi.

Media memiliki peranan dalam mencerdaskan pengetahuan di masyarakat dan membentuk masyarakat ke arah yang lebih baik. Fungsi media ini yang sekarang menjadi bias karena adanya kepentingan politik.

Namun karena kasus di Suriah merupakan kasus yang mendunia (global), maka akan sulit bagi media untuk mencoba berbeda dan seperti berusaha “menyamakan pendapat”. Pengemasan pesan di media untuk kasus semacam ini bisa saja sama dan menarik untuk dibahas.

Dua media online yang populer di tanah air, Detik.com dan Kompas.com adalah media yang juga memberitakan kasus konflik di Suriah.

Menarik bagaimana kedua media tersebut memberitakan kasus konflik ini dengan ideologi yang berbeda, sekaligus bagaimana keduanya memberitakan kasus ini dengan cara yang berbeda. Tentu peneliti ingin melihat sejauh mana kedua media tersebut melihat perspektif konflik di Suriah dengan cara masing-masing.

***

Cukup mudah kan membuat latar belakang penelitian? Ini bisa diaplikasikan ketika anda ingin membuat jurnal, skripsi, bahkan tesis. Kalau bagi saya penelitian itu merupakan kepuasan batin yang tidak ternilai. Hehe, dengan penelitian kita bisa menambah ilmu, keragaman, dan bahkan mengembangkan teori yang sudah ada.

 

So, what do you already for research?