Contoh Laporan Diskusi Terbaik

Contoh Laporan Diskusi Terbaik

Contoh Laporan Diskusi — Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan, menulislah agar kamu abadi. Nah, sama halnya dengan berdiskusi. Jika hasil diskusi tidak dicatat, maka bagaimana para panitia ataupun peserta bisa mengevaluasi. Maka itulah perlunya notulensi atau laporan diskusi. Simaklah contoh laporan diskusi di bawah ini.

contoh laporan diskusi
Wikimedia

Contoh Laporan Diskusi akan membantu Anda untuk menyusun seperti apa notulensi diskusi yang benar itu. apakah hanya dicatat yang pokok-pokok saja? Ada baiknya jika laporan diskusi juga mencatat perkataan narasumber yang saat diskusi.

Contoh Laporan Diskusi

Agenda Diskusi          : Mendudukkan Kembali Akar Dan Orientasi Nasionalisme Kebangsaan Kita Sebagai Santri.

Hari / Tanggal             : 24 Oktober 2016

Pukul                           : 16.00 WIB

Tempat                        : Balai Pertemuan KARA

Pemantik Diskusi        : Fariz Siswanto

Narasumber                 : 1. Yudi Ahmadi

  1. M. Ulil Albab

Moderator                   : Asep Khumaidi,

Notulen                       : Ajeng April

Moderator :

Kita akan mendiskusikan dengan tema Mendudukkan Kembali Akar Dan Orientasi Nasionalisme Kebangsaan Kita Sebagai Santri. Para hadirin sekalian mengapa kita sampai pada tema ini?

Yakni melihat konteks kesejarahan bangsa Indonesia, bagaimana kalian peserta diskusi mewarnai perjuangan Indonesia. Di Indonesia ada 3,6 juta santri, mereka belajar di 27.000 pesantren.

Pesantren dulu dilihat sebagai sesuatu yang akan ditinggalkan tetapi ternyata kaum santri bisa menyesuaikan zaman. Kita bisa melihat penghargaan yang diberikan para Mentri. Gus dur, seorang santri, pernah menjadi presiden.

Narasumber 1 :

Yudi Ahmadi

Hari santri mengingatkan pada kita bahwa santri mempunyai peran besar. Jadi ini satu kerja maraton. Nasionalisme tidak hanya ditegakkan dengan mesin dan peluru. Bukan baris berbaris.

Di dalamnya ada elemen-elemen putik, pemikiran, komunitas. Ruppert emerson, di dalam pengalaman Barat ketika nasionalisme bangkit peran agama jadi surut.

Ketika nasionalisme bangkit kesadaran keagamaan menjadi pendorong terhadapnya. Kita sering lupa bersukur kepada penjajah, tanpa kolonialisme Belanda, Islam tidak tersebar sampai ke pelososk-pelosok.

Pesantren tidak mengambil jarak, dan tidak menjadi bagian yang terputus. Nasionalisme sesuatu yang sifatnya spiritual. Ada jenis penyakit yag diderita manusia yang tidak ada obatnya kecuali dipulangkan ke kampung halaman.

Begitu tiba di kampung halaman kemudian sakitnya sembuh. Kemudian disebut nostalgia. Penyakit yang tidak bisa disebutkan obatnya kecuali keplangan. Pesantren selalu dikaitkan dengan nama tempat.

Pesantren tidak pernah memberikan ilmu yang tercerabut dengan lingkungannya. Pesantren selain membawa orang memperkenalkan dengan dunia pendidikan tapi juga dunia kehidupam.

Nasionalisme purwa, pada tahap awal, ketika masih dijajah, pesantren menjadi semacam tempat untuk bertemu, sehingga pada waktu itu pemberontakan dipimpin oleh para ulama. Mereka bukan pemimpin pesantren tapi pemimpin masyarakat.

Setelah itu muncullah pergerakan modern, seperti Budi Utomo, Sarikat Islam, Nahdhatul Tujjar. Pemimpin pemimpin tersebut bersedia memperjuangan Indonesia dan tidak mau bekerja dengan kolonial.

Narasumber 2 :

  1. Ulil Albab

Ulama aswaja sebagai peletak dasar dan orientasi .
Kutipan naskah di Aceh membuktikan bahwa para ulama ahlus sunnah itu mengatakan NKRI harga mati. Bukan karena tanggal 22 Oktober  1945 itu adalah hari resolusi jihad.

Nasionalisme adalah produk abad 20-an. Tapi pada abad 19 kesultanan sudah menyatukan diri dan menamai diri mereka sebagai Republik Indonesia. Pelajaran di sekolah, mengungkapkan bahwa nasionalisme adalah produk sekolah abad 20.

Kasaf para kiai ditulis dijadikan wasiat. Yang kemudian dijadikan baiatnya tarikat.
Ada lima dasar dalam satu wilayah. Ketika lima dasar itu hilang, adzab Allah akan datang.

Ini membuktikan bahwa kebohongan apa yang diajarkan di sekolah bahwa nasionalisme itu muncul pada abad 20. Karena satu abad sebelumnya sudah diperjuangkan oleh para ulama.

Jihad negatif, sudah dipraktekkan para ulama pada abad 19 dengan perang. Jihad positif sampai pada suatu ijma untuk mengarahkan pada pendirian negara Republik Indonesia.

Naskah ketiga 2 tahun kemudian pada tahun 1873. Kerajaan aceh menulis surat ke Belanda. Kepada umat Islam aceh, bawah angin nusantara, al jumhuriyah. Mereka akan menyatukan diri menjadi negara RI yang belum ada tapi sudah disebut-sebut.

Jika negara konsisten bahwa peran santri terhadap negara tidak dimulai dari abad 20, bahwa lebih jauh dari itu,bagaimana para ulama bersama membangun bangsa, membangun kedaulatan wilayah, mencintai tanah air. Nasionalisme adalah spriritualitaas.

Mencintai tanah air itu riil sebagai pengembangan spiritualitas. Nasioalisme di Barat dimulai dengan atheisme. Arab juga sama, nasionalismenya sekuler lawannya kelompok ulama yang tidak pernah berjuang tidak ada pergulatan.

Berbeda dengan Indonesia, sejak jaman Walisongo yang dibangun adalah bangsa. Buahnya adalah berdirinya republik Indonesia pada abad 19. Nasionalisme seperti ini yang perlu diajarkan di sekolah-sekolah.

Nasionalisme sudah dibangun oleh pesantren melalui arab pegon. Yang ada sejak abad 10. Itu yang menjadi kesadaran berbahasa. Sudah lama sekali menyatukan melalui bahasa. Jadi bohong besar ketika dikatakan bahwa nasionalisme itu ada sejak abad 20 berkat mesin cetak.

Tokoh-tokoh gerakan nasional akan muncul melaui upaya sadar untuk membangun kedaulatan nusantara agar tidak terputus. Kesadaran ini yang dipotong melaui buku teks.  Abad 20 ini diisi dengan gagasan neo liberalisme yang menjadi lanjutan kolonialisme Belanda.

Moderator :

Membuka sesi diskusi
Penanya 1:

Panji
Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin menyatakan pendapat saya dalam diskusi kebangsaan ini. Terkait dengan realitas Indonesia, kita dihadapkan di era keterbukaan.

Di era ini muncul paham baru yang tidak humanis dan menyebarkan isu sara. Ada oknum-oknum yang membenturkan nasionalisme dan pluralisme yang akan menimbulkan perpecahan. Acara ini saya harap tidak seremony belaka, tapi menunjukkan aksi nyata.

Penanya 2:

Romadhon,
Bagaimana kita harus mempunyai jiwa nasionalis agar kita tidak mudah terpengaruh oleh orang luar? Supaya kita menjadi jati diri kita? Bagaimana kita punya jiwa nasionalisme yang berguna bagi ekonomi kemasyarakatan, agar kita tidak menjadi kapitalis?

M.Ulil Albab :

Kita membentuk Indonesia tidak hanya dengan ukhuwwah Islamiyah tapi juga dengan ukhuwwah basyariyah dan wathaniyah. Kemunculan ekstrimis hanya ekspresi politik urban saja untuk mencari ruang.

Layanan publik kita ingin diformat dalam skema pasar. Bahayanya nanti yang mempunyai fasilitas hanya yang kaya.  Pendidikan gratis masih di level smp. Padahal di negara liberal lebih baik.

Koorperasi mengendari. Maka kita harus menjadikan negara sebagai pengendali meskipun kita tidak ingin menjadikan negara sebagai penguasa

Penanya 3 :

Tary

Apa tolak ukur dalam nasionalisme. Dalam hidup berbangsa dan bermasyarakat kita belom paham.
Yudi Ahmadi :

Tolok ukur, secara matematik pecahan-pecahan tidak bisa dijumlahkan kecuali ada bilangan penyebut. Sedangkan Indonesia terdiri dari banyak pecahan. Nah, pecahan ini tidak bisa disatukan kecuali dengan satu penyebut. Seperti Indonsia, dasar negaranya sama, nasionalismenya sama.
***

Ya, seperti itulah contoh laporan diskusi yang bisa kami ulas. Semoga bermanfaat ya…

Tertarik di dunia blogger? Yuk kunjungi webnya Mas Ahmad Persatuan.id

2 Model Contoh Laporan Wawancara Terbaik

2 Model Contoh Laporan Wawancara Terbaik

Model Contoh Laporan Wawancara — Bingung membuat laporan wawancara? Padahal membuat laporan wawancara tidak serumit ketika mentranskip hasil wawancara. Artikel ini akan menuliskan contoh laporan wawancara yang akan membantu Anda yang edang bingung menyusun laporan.

contoh laporan wawancara
img.com

Contoh laporan wawancara di bawah ini dibagi dalam dua kategori atau versi. Yang pertama adalah dibuat dalam bentuk tanya jawab. Lalu yang kedua adalah dibuat dalam bentuk narasi.

1. Contoh Laporan Wawancara Model Tanya Jawab

Wawancara Dr. Agus Mulyono, M.Si, Dekan Akademik I Fakultas Imu Budaya UNC

Tanya : Bagaimana mekanisme perubahan kurikulum perkuliahan?

Jawab : Kurikulum itu memang sudah berubah, sekarang berubah menggunakan KKNI.

Tanya : Apa saja perbedaan secara spesifik antara KKNI dengan kurikulum sebelumnya?

Jawab: KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kerja yang menyandingkan, menyetarakan, mengintegrasikan, sektor pendidikan, dan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian kemampuan kompetensia kerja sesuai dengan jabatan kerja dalam berbagai sektor. Jadi memang KKNI ini mahasiswa disiapkan untuk menjadi tenaga terdidik yang terampil.

Tanya : Apakah benar jika perubahan kurikulum ini bersifat periodik?

Jawab : Karena itu sudah keputusan mentri, maka harus segera dilaksanakan. Hanya saja karena masih belum sepenuhnya bisa dilaksanakan dengan baik maka terpaksa bertahap.

Wawancara Dosen Sastra Inggris, Dr. Hasan Nur, M.Pd

Tanya : Bagaimana perubahan kurikulum itu?

Jawab : Sebenarnya kurikulum ini sudah aturan dari atas. Kalau kita lihat dari aturan itu harus standar nasional. Karena aturan kurikulum itu harus disesuaikan dengan standar nasional di seluruh Indonesia. Maka  kita yang ada di bawah harus mengikuti, bukan berarti maunya kita.

Jadi karena memang tuntutan bahwa kurikulum yang ada di perguruan tinggi itu harus mengacu pada KKNI. KKNI adalah kepanjangan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Namanya saja Kerangka Kualifikasi, maka jelas disini bahwa berbagai kualifikasi yang ada di dalamnya yang masuk dalam batang tubuh itu sendiri akhirnya dikembalikan kepada level terbawah, seperti apa mau merancang itu untuk bisa mencapai kualifikasi yang standar itu.

Banyak sekali yang harus kita sesuaikan dari berdasarkan kurikulum itu, pertama adalah capaian pembelajaran. Capaian pembelajaran inilah yang sangat penting disini, kita sebgaian S1 itu harus paling pol di capaian pembelajaran level 6.

Level 6 itu tidak sampai menghasilkan sebuah produk, tapi analisis, karena level 7 itu sdah S2. Yang jelas semangat kurikulum ini kita hanya mengikuti insruksi dari atas.

Kenapa kurikulum itu muncul? Dasarnya adalah kita ingin bisa bersaing di tingkat internasional. Kalau kita ingin bersaing di tingkat Internasional, dengan perguruan tinggi di seluruh dunia, maka otomatis kita harus memperbaiki berbagai hal terkait kurikulum itu.

Karena berdasarkan penilaian kurikulum yang telah ada belum mampu untuk mengimbangi atau menuju ke arah internasional, karena banyak sekali standar yang harus di sesuaikan.

Tanya : Lalu bagaimana mekanisme perubahannya itu bagaimana?

Jawab :Yang namanya perubahan itu tidak instan, ini mungkin sudah 2 tahunan di sosialisasikan, lalu di tarik ulur, karena namanya judulnya saja kerangka kualifikasi. Jadi dari atas, kementrian pendidikan tinggi menginginkan pola tertentu.

Tapi kita menafsirkannya kan bisa bermacam-macam. Nah, sosialisasi itu butuh waktu dan setahu saya ini sudah hampir dua tahun baru bisa mencapai ini (modul KKNI), inipun belum final.

Tanya : Bagaimana tahapan pelaksanaan KKNI itu sendiri?

Jawab : Pelaksanaan KKNI sendiri melalui 8 tahapan yaitu melalui penetapan Profil Kelulusan, Merumuskan Learning Outcomes (capaian pembelajaran), Merumuskan Kompetensi Bahan Kajian, Pemetaan LO (Learning outcomes) Bahan Kajian.

Lalu Pengemasan Matakuliah, Penyusunan Kerangka kurikulum, Penyusuan Rencana Perkuliahan. Langkah ini diambil guna menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja.

Serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

2. Contoh Laporan Wawancara Model Narasi

Pembelajaran di kampus selalu mengalami perubahan di setiap kurikulumnya. Sayangnya tidak semua mahasiswa mengerti dan memahami perubahan kurikulum yang terjadi di setiap pembelajarannya.

Ya, saat ini kurikulum program studi di perguruan tinggi, dituntut untuk merevisi berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang terbit berdasarkan peraturan Presiden (PP) Nomor 8 Tahun 2012.

Pemerintah pusat mengharapkan dengan adanya KKNI ini akan mengubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata Ijazah tapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional.

Hal itu dijadikan sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal, non formal, atau in fotmal) yang akuntanbel dan transparan.

Seperti yang diungkapkan oleh Agus Mulyono Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya UNB. Ia mengungkapkan bahwa KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kerja yang menyandingkan, menyetarakan, mengintegrasikan, sektor pendidikan.

Selain itu juga mengintegrasikan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian kemampuan kompetensi kerja. Ya, sesuai dengan jabatan kerja dalam berbagai sektor.

Jadi memang KKNI ini mahasiswa disiapkan untuk menjadi tenaga terdidik yang terampil.  karena itu sudah keputusan mentri, maka harus segera dilaksanakan. Hanya saja karena masih belum sepenuhnya bisa dilaksanakan dengan baik maka terpaksa bertahap.

Senada dengan yang diucapkan Agus, Ketua Program Studi (Kaprodi) Sastra Inggris, Hasan Nur mengatakan perubahan kurikulum itu pada dasarnya adalah agar mahasiswa siap bersaing di tingkat internasional.

Jika ingin bersaing di tingkat internasional, dengan perguruan tinggi di seluruh dunia, maka otomatis kita harus memperbaiki berbagai hal terkait kurikulum itu. Karena berdasarkan penilaian kurikulum yang telah ada belum mampu untuk mengimbangi atau menuju ke arah internasional, karena banyak sekali standar yang harus disesuaikan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sebenarnya kurikulum ini sudah aturan dari pemerintah dan harus berstandar nasional. Karena aturan kurikulum itu harus disesuaikan dengan standar nasional di seluruh Indonesia, maka UNC harus mengikuti.

Jadi karena memang tuntutan bahwa kurikulum yang ada di perguruan tinggi itu harus mengacu pada KKNI. Namanya saja Kerangka Kualifikasi, maka jelas di sini bahwa berbagai kualifikasi yang ada di dalamnya yang masuk dalam batang tubuh itu sendiri.

Lalu  akhirnya dikembalikan kepada level terbawah, seperti apa mau merancang itu untuk bisa mencapai kualifikasi yang standar itu.

Untuk pelaksanaan KKNI sendiri melalui 8 tahapan yaitu melalui penetapan Profil Kelulusan, Merumuskan Learning Outcomes (capaian pembelajaran), Merumuskan Kompetensi Bahan Kajian, Pemetaan LO (Learning outcomes) Bahan Kajian.

Lalu Pengemasan Matakuliah, Penyusunan Kerangka kurikulum, Penyusuan Rencana Perkuliahan. Langkah ini diambil guna menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja.

Serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

***

Seperti itulah yang bisa kami ulas dari contoh laporan wawancara. Mau dibuat narasi tidak masalah, mau dibuat seperti model tanya jawabpun juga tidak masalah. Asalkan tidak mengurangi pendapat yang dikeluarkan narasumber ketika berbicara.

Contoh Laporan Kegiatan yang Baik dan Benar

Contoh Laporan Kegiatan yang Baik dan Benar

Contoh Laporan Kegiatan — Jika kita bekerja atau memiliki kegiatan di organisasi atau instansi misalnya, kita pasti melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan itu bisa berupa program kerja, prospek, kegiatan lapangan dan sebagainya.

contoh laporan kegiatan
lgbthistorymonth.co.uk

Kegiatan itu bisa bermacam-macam baik dari segi tempat, waktu maupun jenisnya. Terutama jika Anda gemar berorganisasi, tentu Anda dihadapkan oleh berbagai acara yang digelar.

Itu baru level instansi atau organisasi. Belum menyentuh yang lebih besar seperti mengadakan acara yang panitia maupun anggotanya adalah lintas instansi atau organisasi. Tentu membutuhkan sebuah laporan yang sumber dayanya jelas, dana dengan perhitungan matang dan tentunya kesimpulan yang bisa memuaskan semua pihak.

Mungkin kedengarannya ribet, namun laporan kegiatan cukup berbeda dengan laporan jenis lain. Mengingat pembuatannya susah-susah gampang. Untuk yang satu ini membutuhkan in depth information.

Terlebih menulis laporan kegiatan merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan sesudah acara atau kegiatan sudah berhasil dilaksanakan. Fungsi dan manfaatnya bisa bermacam-macam sesuai dengan kegunaannya pula.

Nah untuk itulah penulis mengangkat judul ini untuk membantu Anda yang masih kesusahan dalam membuat laporan kegiatan. Ingat ya, kata kuncinya adalah in depth information. Hal itu akan penulis jelaskan di bawah ini.

Pengertian Laporan Kegiatan

Pengertian Contoh Laporan Kegiatan
carleton.ca

Laporan kegiatan sebenarnya bukanlah sesulit yang kita bayangkan jika membuatnya. Hanya saja ketelitian dalam setiap sub bab bahasan menjadi pembeda dalam hal ini. Laporan kegiatan atau sering disebut activity report merupakan hal yang lumrah ditulis oleh orang yang bekerja di instansi maupun yang aktif dalam organisasi.

Nah, karena membutuhkan ketelitian maka laporan kegiatan bukanlah tulisan yang bisa ditulis secara sepele atau bahasa Jawanya disebut “nggampangke perkoro”. Hehehe, sekalipun Anda bisa menganggapnya mudah, namun bukan berarti isinya menghilangkan keseluruhan unsur dalam kegiatan yang Anda lakukan bersama panitia.

Kenapa begitu? Karena laporan kegiatan merupakan laporan yang lebih bersifat formal. Bentuknya memang bisa dibikin creative. Namun kecenderungan penyingkatan jumlah kata atau sub bab biasanya tidak sesignifikan laporan perjalanan wisata misalnya. Jadi bisa dikatakan laporan kegiatan lebih bersifat formal dan berat (sebenarnya).

Namun percayalah, ada tips dan trik tertentu yang bisa diaplikasikan supaya lebih mudah dalam membuat laporan kegiatan. Dan satu lagi, laporan kegiatan itu bukanlah skripsi. Hehehe, tentu saja beda sekalipun kelihatannya sama-sama formal.

Laporan kegiatan biasanya bisa diterapkan baik itu acara, kegiatan, program, bahkan seperti program magang atau PKL susunannya hampir bisa dikatakan sama. Jadi siapa pun bisa membuatnya, asal data dan ketelitian penulisan bisa betul-betul dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Itulah mengapa laporan kegiatan membutuhkan kedalaman informasi alias in depth information. Layaknya laporan keuangan, laporan kegiatan memiliki hal-hal yang apabila ada sesuatu yang mengganjal dalam laporannya Anda bukan hanya berurusan dengan anggota lainnya. Namun juga dengan pihak-pihak yang menjadi promotor atau pendukung event.

Inilah perbedaan laporan perjalanan kegiatan dengan laporan perjalanan wisata. In depth information dan feel & experience adalah dua hal penting yang membedakan keduanya. Kedalaman informasi sangat ditekankan untuk melihat seberapa jauh kesuksesan kegiatan dan sejauh mana kendala bisa diatasi.

Bagaimana jika kegiatan kita gagal dilakukan dan kurang sukses dalam penyelenggaraannya? Tidak ada alasan untuk tidak ditulis. Tetap harus ditulis dan itu merupakan koreksi atas kegagalan kegiatan yang Anda lakukan.

Justru laporan kegiatan bisa menjadi gambaran yang harus dilakukan kedepannya agar kegiatan serupa dapat tertangani segala kondisi dan rintangannya.

“Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula diterpa angin. Semakin tidak tertulis, semakin tidak jelas arah mata angin yang dituju”

Manfaat dan Kegunaan Contoh Laporan Kegiatan

manfaat dan tujuan laporan kegiatan
fastcompany.net

Dalam melaksanakan kegiatan baik pra maupun pasca acara pasti memiliki berbagai cerita yang beragam. Ada yang acaranya lancar, namun pesertanya tidak banyak. Ada yang ikut magang, asyik tempatnya namun tidak dengan prakteknya. Ada juga yang lancar namun seret di biaya. Yang terakhir terutama, sering bikin sakit hati. Hihihi…

Saya pun pernah mengalaminya. Saya pernah dengan teman-teman sejurusan ketika kuliah dulu punya hajatan besar. Sampai – sampai hajatan besar ini diadakan hampir selama seminggu penuh.

Nah di sinilah letak keseruannya, kami sampai pontang-panting menggelar berbagai kegiatan demi menyukseskan acara. Mulai dari tidur di kampus, membuat panggung, ornamen dan segala macamnya. Itu belum termasuk pulang malam dan telat tidur. Hingga akhirnya kami bangun dengan mata beruang, sipit-sipit ngantuk. Hehehe…

Namun ekspektasi tak sesuai dengan kenyataan. Penontonnya sedikit, target yang disusun ketika mengajukan proposal tidak terpenuhi, meleset malah. Kami waktu itu memang berhasil menggaet berbagai sponsor dan narasumber bermutu. Namun ternyata itu tidak cukup untuk mengundang atensi pengunjung.

Padahal sudah berapa malam kami persiapkan acara dengan baik. Perjuangan dalam membangun kegiatan kampus malah berakhir dengan berbagai masalah. Untungnya tidak dengan masalah dana yang terbilang cukup hingga akhir acara (itu pun kami sempat ngutang karena dana belum cair. Heuheu).

Atensinya hanya sepertiga dari target kami waktu itu. Belum lagi makian dari beberapa pihak yang merasa acara kami mengganggu jurusan lain kala itu. Jadilah peribahasa, -sudah jatuh, tertimpa jembatan ambruk pula- Wakkksss.

Nah, ternyata ketika pasca acara kami baru tahu pokok permasalahannya, yaitu promosi. Ya, promosi yang  dilakukan waktunya bisa dibilang terlalu sempit sehingga atensi pengunjung tidak terlalu booming. Terlebih nama kegiatan kami waktu itu kurang “menjual”. Sehingga tidak banyak orang yang datang untuk menonton acara/kegiatan kami.

Gambarannya cukup jelas kan apa yang saya maksudkan? Berbagai kegiatan yang sempurna sekalipun belum tentu pasti ada saja problem yang ada. Selama masih bisa ditangani mungkin bisa dikatakan kegiatan tersebut “sempurna”. Berbagai kegiatan mulai dari acara, magang/PKL, event, dan lain sebagainya membutuhkan berbagai koreksi sekalipun acaranya berjalan sempurna.

Maka dari itulah laporan kegiatan dituliskan. Bukan laporan biasa memang, namun sangat berguna apabila kita mengadakan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. Dari faktor itulah terdapat beberapa manfaat dan kegunaan yang bisa kita ambil dalam menuliskan laporan kegiatan. Antara lain :

  1. Dapat mengetahui segala aspek dari mulai pra penyelenggaraan (pre event), ketika acara berlangsung (past event), sampai akhir acara (pasca event)
  2. Dapat mempelajari berbagai rintangan maupun tantangan, yang nantinya menjadi bahan pertimbangan ketika mengadakan acara serupa di tahun-tahun mendatang.
  3. Sebagai bahan evaluasi akhir dari segala macam aspek yang ada dalam kegiatan.
  4. Menjadi bahan yang patut untuk dijadikan acuan apabila mengadakan event lain yang bersifat lebih besar.
  5. Agar semua pihak dapat mengoreksi berbagai kekurangan dan kelebihan acara.
  6. Agar semua pihak juga dapat berkontribusi dalam menyukseskan acara serupa dan dapat memberi masukan yang membangun.

Jenis Laporan Kegiatan

jenis-jenis contoh laporan kegiatan
5amklub.com

Laporan kegiatan itu memiliki beragam motif dalam pembuatannya. Ada yang digunakan untuk melaporkan acara, magang/PKL, studi banding dan lain sebagainya. Sehingga tidak ada perbedaan dalam pembuatannya dari segi susunannya yang nanti saya akan jelaskan di susunan laporan kegiatan.

Namun secara garis besar laporan kegiatan memiliki dua jenis, yaitu individual maupun kelompok. Apa perbedaannya?

Begini, laporan kegiatan yang bersifat individual adalah laporan yang dibuat oleh personal yang mengikuti sebuah acara dengan jumlah peserta terbatas. Misalnya magang/PKL, studi banding, kuliah kerja nyata (KKN) dan lain sebagainya. Dikatakan terbatas karena pesertanya masih merupakan satu lembaga yang bersama-sama mengikuti acara dan menjadi pesertanya secara langsung.

Berbeda dengan laporan kegiatan yang bersifat kelompok. Kalau yang ini biasanya pesertanya merupakan orang luar dan kita merupakan panitia atau penyelenggara acaranya. Jadi laporan kegiatannya sesuai dengan judul event-nya. Misal bazar, konser, kegiatan amal, donasi, pengajian akbar dan lain sebagainya.

Namun keduanya memiliki bentuk yang sebenarnya sama saja alias podo wae. Hehehe, ya Cuma beda di acaranya saja, sedangkan susunan laporannya sama saja. Hanya sifatnya saja yang membedakan. Jadi contohnya yang nanti saya akan sajikan tinggal dimodifikasi saja sesuai dengan kebutuhan Anda. Ingat, jangan copas ya! Cukup dilihat dan bikin sendiri.

Susunan Laporan Kegiatan

susunan contoh laporan kegiatan
kilatstorage.com

Laporan kegiatan ciri utamanya adalah kedalaman dan kedetilan informasi. Jadi jangan heran apabila kalian menemukan laporan kegiatan yang di susun secara rapi dan terorganisir. Ini yang terkadang bikin susah-susah gampang dalam menuliskannya. Improvisasi bisa di toleransi selama memang diperlukan. Susunannya meliputi:



Halaman Judul (cover)

Halaman Pengesahan*

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I Pendahuluan

  1. Latar Belakang Permasalahan

Berisi tentang argumentasi dan alasan serta signifikasi tentang dasar dilakukannya penyelenggaraan acara atau kegiatan. Lengkap dengan tempat dan waktu yang dipilih.

  1. Tujuan
  2. Mekanisme Pelaksanaan

Berisi tentang

  1. Jadwal atau Rundown Acara

BAB II  Deskripsi Acara/Kegiatan

Berisi tentang (profil acara, visi misi , struktur, bentuk-bentuk program dan kegiatan, dll)

BAB III  Pelaksanaan Acara

  1. Jadwal pelaksanaan
  2. Deskripsi kegiatan yang sudah dilakukan
  3. Kendala dan solusi
  4. Anggaran Dana/Laporan Keuangan

BAB IV Penutup

  1. Kesimpulan
  2. Saran dan Masukan

Lampiran-lampiran

  1. Jurnal kegiatan yang sudah dilaksanakan*
  2. Bukti-bukti kegiatan (Gambar, tulisan dll)
  3. Hasil karya*

*: Bersifat opsional dan kondisional

Laporan kegiatan dengan susunan seperti ini biasanya sangat lazim ditemui di mana saja. Namun ada juga yang tidak memakai format per bab dan langsung to the point ke acara dan anggaran dana.

Hal-hal semacam itu sah-sah saja ditulis mengingat susunan laporan kegiatan ini bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Apalagi jika laporan kegiatannya bersifat individual, biasanya format ini sudah cukup dengan tambahan berupa hal-hal lain yang relevan untuk dituliskan. Seperti jurnal kegiatan, karya, dan biasanya minus penulisan anggaran dana.


Contoh Laporan Kegiatan (Organisasi/Multi event)

LAPORAN AKHIR EVENT “KAMPUS MASUK DESA 2015”

PROGRAM KERJA:

  1. Pelatihan Jurnalisme Desa
  2. Screening Film
  3. Pelatihan Makhorijul Huruf
  4. Pengadaan Buku

PROGRAM INTEGRASI KEILMUAN DAN PENGABDIAN

UNIVERSITAS IMPIAN YOGYAKARTA

TAHUN 2015

HALAMAN PENGESAHAN

بِسْمِ اللَّه الرَّحْمَن الرَّحِيم

Setelah diadakan pengarahan, bimbingan, koreksi, dan perbaikan seperlunya dari Laporan Akhir KAMPUS MASUK DESA 2015. Maka dipAndang sudah memenuhi syarat untuk diajukan sebagai Laporan Program Kerja dari saudara tersebut di atas. Demikian pengesahan ini kami berikan, semoga dapat dipergunakan sebagaimana metinya.

Yogyakarta, 07 September 2015

 

Hormat kami,

Rektor Universitas Impian Yogyakarta,

 

Dr. Slamet Kerso Mawon, M.Si

NIP. 1963101000000 1 002

 

 

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………….. ii

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………………………………………………. iii

BAB 1 GAMBARAN UMUM  DESA/KELURAHAN

  1. Gambaran Umum…………………………………………………………………………………………… 1
  2. Pemerintahan………………………………………………………………………………………………… 2
  3. Jumlah Penduduk…………………………………………………………………………………………… 2
  4. Pendidikan…………………………………………………………………………………………………….. 3
  5. Kehidupan Keberagamaan dan Sosial Budaya Dusun/RW Setempat………………………….. 3
  6. Sarana Pendidikan dan Peribadatan……………………………………………………………………. 4
  7. Permasalahan Umum………………………………………………………………………………………. 5
  8. Identifikasi Masalah………………………………………………………………………………………… 8

BAB II PROSES/ALUR KEGIATAN

  1. Alur Kegiatan…………………………………………………………………………………………………. 10
  2. Bentuk-Bentuk Kegiatan………………………………………………………………………………….. 10
  3. Proses Pelaksanaan…………………………………………………………………………………………. 10
  4. Tanggapan Masyarakat…………………………………………………………………………………….. 11

BAB III HASIL DAN DAMPAK (KUALITATIF DAN DAMPAK)

  1. Hasil Kualitatif ………………………………………………………………………………………………… 13
  2. Hasil Kuantitatif………………………………………………………………………………………………. 13

BAB IV RENCANA TINDAK LANJUT DAN REFLEKSI

  1. Rencana Tindak Lanjut ……………………………………………………………………………….. 15
  2. Refleksi (Hikmah) ……………………………………………………………………………………… 15

BAB V PENUTUP                                                          

  1. Kesimpulan dan Saran………………………………………………………………………………… 16

LAMPIRAN

  1. Foto Pelaksanaan
  2. Catatan-catatan

BAB I

GAMBARAN UMUM DESA/KELURAHAN

  1. Gambaran Umum Wilayah

Dari hasil observasi tersebut maka dapat diklasifikasikan gambaran umum wilayah Dukuh Patuk Tengah sebagai berikut ini:

  1. Suasana Dukuh

Terdiri dari tanah kas desa, tanah tegalan, tanah pekarangan dan kebun.

  1. Mata Pencaharian

Penduduk Dukuh Patuk Tengah kebanyakan mata pencaharian dikalangan orang tua adalah bertani, wirausaha, dan PNS. Adapun pemuda Dukuh Patuk Tengah sebagian besar merantau ke luar kota, dan ada beberapa yang menetap dan bekerja di daerah Patuk Tengah sebagai wirausahawan atau sebagai petani.

  1. Letak Geografis
    1. Batas Dukuh Utara : Dukuh Patuk Lor
    2. Batas Dukuh Selatan                 : Dukuh Patuk Kidul
    3. Batas Dukuh Barat : Sungai Enggal
    4. Batas Dukuh Timur                 : Persawahan

 

  1. Pemerintahan (Administratif)

Dukuh Patuk Tengah masing-masing dipimpin oleh seorang kepala Dukuh, 2 orang RW dan 4 orang RT:

Kepala Dukuh: Ibu Leni Novianti

Ketua RW    25                           : Bapak Dwijo Pranoto

  • Ketua RT 50 : Bapak Adi Susanto
  • Ketua RT 51 : Bapak Sukijo

Ketua RW 26                              : Bapak Agus Joko Sumiroto

  • Ketua RT 52                 : Bapak Suroto
  • Ketua RT 53                 : Bapak Sartono

Sedangkan struktur Pemerintahan Dukuh Patuk Tengah adalah sebagaimana tercantum dalam tabel sebagaimana berikut:

Tabel 1

Daftar Struktur Pemerintahan Dukuh Patuk Tengah

No. Nama Jabatan
1. Ibu Leni Nofianti Kepala Dukuh
2. Bapak Dwijo Pranoto Ketua RW 25
3. Bapak Agus Sumiroto Ketua RW 26
3. Bapak Adi Susanto Ketua RT 50
4. Bapak Sukijo Ketua RT 51
5. Bapak Suroto Ketua RT 52
6. Bapak Sartono Ketua RT 53

 

  1. Jumlah Penduduk

Dukuh Patuk Tengah ditempati oleh sekitar kepala keluarga yang terdiri dari 532 jiwa dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 2a.

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

NO. Jenis Kelamin Jumlah
1 Perempuan 294
2. Laki-laki 246
           Jumlah 540

 

Tabel 2b.

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Usia

NO. Usia Jumlah
1. 0-5 tahun 33
2. 6-10 tahun 101
3. 11-20 tahun 88
4. 21-40 tahun 118
5. Lebih dari 40 tahun 214

 

Tabel 2c.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Dukuh Patuk Tengah

NO. Agama Jumlah
1. Islam 540  ang

 

  1. Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam suatu bangsa, maju tidaknya suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya. Walaupun yang dimaksud dengan pendidikan bukanlah hanya pendidikan formal seperti bangku sekolah tetapi juga pengalaman sehari-hari seperti berorganisasi juga merupakan bentuk pendidikan yang disebut dengan pendidikan non-formal.Untuk mengetahui tingkat pendidikan masyarakat Dukuh Patuk Tengah, maka dalam tabel di bawah ini akan digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3

No. Tingkat Pendidikan Jumlah
1. Belum Sekolah 124
2. Belum Tamat SD 62
3. Lulus SD 113
4. Lulus SMP 95
5. Lulus SMA 132
6. Akademi / Perguruan Tinggi 18

     

  1. Kehidupan Agama dan Sosial Budaya

Masyarakat Dukuh Patuk Tengah  mayoritas warganya pemeluk agama Islam. Islam yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat adalah Islam aliran tradisional yang memadukan nilai – nilai Islam dengan adat setempat (dalam hal ini budaya Jawa).

  1. Sarana Pendidikan dan Peribadatan

Tidak ada sarana pendidikan di Dukuh Patuk Tengah, baik formal dan non formal. Sehingga baik pendidikan formal maupun non formal dilakukan di luar pedukuhan Patuk Tengah.

Selanjutnya, sarana Peribadatan Dukuh Patuk Tengah adalah sebagaimana dalam tabel berikut ini:

Tabel 4

Sarana Peribadatan

No. Sarana Peribadatan Jumlah
1. Masjid 1
2. Mushala
3. Gereja
4. Pura
5. Wihara
Jumlah 1

 

  1. Permasalahan Umum

Permasalahan yang terdapat di dukuh dan perlu mendapat perhatian khusus dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

  1. Agama

Data kependudukan Dukuh Patuk Tengah menunjukkan bahwa mayoritas warganya menganut agama Islam. Akan tetapi pengetahuan warga tentang agama masih bersifat umum dan cenderung mengikuti para sesepuh desa dalam menjalankan setiap tatacara peribadahan.

Walaupun begitu masyarakat Patuk Tengah memahami dan mempelajari hakekat ilmu agama yang dijalaninya baik dari segi Aqidah, Syari’at/Fiqh, maupun Tasawuf  baik dari ulama’, kyai, maupun murid pondok pesantren (ustadz/ustadzah).

Namun yang dijadikan rujukan tersebut biasanya memiliki kendala geografis berupa jauhnya ulama’ dari dukuh Patuk Tengah sendiri.

  1. Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Dukuh Patuk Tengah hampir dapat dikatakan masih kurang. Dari sekian jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan formal hanyalah sebagian besar generasi muda.

Walaupun banyak sekali siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat SLTA (SMA), namun untuk lulusan  Perguruan Tinggi masih minim. Kebanyakan mereka hanya lulus SD/MI.

Pendidikan mereka terpaksa putus di tengah jalan karena banyak faktor penyebab, diantaranya kurangnya pemahaman akan pentingnya pendidikan, keadaan ekonomi yang menengah kebawah, kemudian mereka memilih untuk bekerja sebagai wirausahawan, buruh tani atau bahkan mencoba mengadu nasib pergi ke kota-kota besar.

Sementara para orang tua hanya sedikit sekali yang perduli terhadap masalah pendidikan sebab di latar belakangi oleh rendahnya tingkat pengetahuan mereka pada masa lampau.

Anak-anak yang masih sekolah dan perlu bimbingan serta pendampingan belajar sangat dibutuhkan terutama anak-anak SD, SMP ataupun SMA yang masih banyak mengalami kesulitan memahami mata pelajaran di sekolahnya serta ilmu keagamaan, khususnya anak-anak SD/SMP/SMA yang akan menghadapi Ujian Kelulusan.

  1. Tatanan Administrasi Perangkat Desa

Dari segi tatanan administrasi di Pedukuhan Patuk Tengah, secara umum masih kurang rapi dikarenakan adanya perbedaan kemampuan masing-masing kepala RT.

Ini dibuktikan dengan kurang teraturnya sistem sensus penduduk dan dokumentasi kegiatan masyarakat, serta kurangnya pelaporan semua informasi baru terkait kejadian di setiap RT kepada Bapak Dukuh oleh Bapak RT. Terlebih ketua RT dan ketua RW di dukuh Patuk Tengah hanya bersifat simbolis saja.

Ini juga dibuktikan dengan adanya kenyataan bahwa setiap ketua RT maupun RW tidak memiliki cap yang seharusnya digunakan ketika menAndatangani sebuah dokumen yang mungkin dibutuhkan masyarakat maupun pemerintah atau lembaga terkait.

  1. Sumber Daya Manusia

Di bidang SDM, di Dukuh Patuk Tengah khususnya dapat dikatakan kualitasnya masih kurang baik, hal ini dapat dilihat dari minimnya warga yang berhasil melanjutkan pendidikannya hingga ke Perguruan Tinggi.

Sebagian besar lulusan pendidikan terakhir di Dukuh Patuk Tengah ini adalah lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan hanya sebagian kecil saja yang dapat melanjutkan kejenjang  Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)  maupun Perguruan Tinggi.

Dari kurangnya kualitas pendidikan tersebut maka sebagian besar pemuda-pemudinya bekerja sebagai pekerja kasar, buruh tani dan wirausahawan.

  1. Identifikasi Masalah

Setelah dilakukan observasi selama kurang lebih tujuh hari maka dapat diidentifikasi beberapa masalah yang dapat diklasifikasikan ke dalam bidang garapan yaitu Bidang Kefakultasan/Prodi dan Bidang Posdaya. Adapun identifikasi masalah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kurangnya dokumentasi berupa bukti fisik maupun non fisik pada setiap kegiatan maupun pembangunan yang ada di dukuh Patuk Tengah.
  2. Kurangnya pengetahuan agama serta minimnya media dalam pembelajaran agama.
  3. Kurangnya masyarakat (terutama anak – anak) akan ilmu tajwid yang sifatnya lebih mendalam.
  4. Kurangnya buku yang dijadikan acuan untuk amalan dan wirid bagi warga dusun Patuk Tengah.

BAB II

PROSES / ALUR KEGIATAN

  1. Alur kegiatan

Berdasarkan uraian mengenai beberapa permasalahan dan kebutuhan di atas, penyusun melakukan identifikasi dan pembatasan masalah sebagai acuan untuk memfokuskan perhatian terhadap permasalahan-permasalahan tertentu yang dianggap mendesak. Identifikasi dilakukan dengan pengkategorian permasalahan yang kemudian akan menjadi acuan penyusunan program kerja atau kegiatan.

  1. Bentuk-Bentuk Kegiatan

Dalam proses sebelum pelaksaan, kegiatan yang direncanakan tersusun sebagai berikut:

  1. Pelatihan Jurnalisme Desa
  2. Screening Film
  3. Pelatihan Makhorijul Huruf
  4. Pengadaan Buku
  1. Proses Pelaksanaan
NO PROGRAM KERJA HASIL DAN TANGGAL PELAKSANAN
1 Pelatihan Jurnalisme Desa Hari /Tanggal: Rabu/12 Agustus 2015

Pelaksanaan : Dilakukan sebanyak satu kali

Screening Film Screening Film

Hari/Tanggal : Jum’at/31 Juli 2015

pelaksanaan: dilakukan sebanyak 1 kali

Pelatihan Makhorijul Huruf Hari/Tanggal: Selasa, 7 Juli 2015

Kamis, 9 Juli 2015

Jum’at, 7 Agustus 2015

Pelaksanaan : dilakukan sebanyak 3 kali

Pengadaan Buku Hari/Tanggal: Minggu, 30 Juli 2015

Pelaksanaan : dilakukan sebanyak 1 kali

 

  1. Tanggapan Masyarakat
NO PROGRAM KERJA TANGGAPAN MASYARAKAT
1  

Pelatihan Jurnalisme Desa

1.       Mendapatkan dukungan dan apresiasi yang positif oleh kepala desa, kepala dukuh, dan perangkat dukuh lainnya.

2.       Adanya kerjasama dengan jurusan Teknik Informatika membuat program ini saling melengkapi kekurangan masing – masing jurusan.

3.       Mendapatkan respon yang positif oleh pemuda dan pemudi.

2  

Screening Film

1.       Mendapatkan dukungan dari peserta event serta anak – anak dukuh Patuk Tengah.

2.       Mendapatkan dukungan dan apresiasi yang positif oleh kepala dukuh, masyarakat dan perangkat dusun lainnya

Bidang Penunjang
1  

Pelatihan Makhorijul Huruf

1.       Adanya dukungan dari kepala dusun maupun perangkat dusun serta masyarakat

2.       Besarnya apresiasi dan antusias anak-anak dan mahasiswa peserta event ini.

2  

Pengadaan Buku

1.       Adanya respon positif dari masyarakat dusun Patuk Tengah, terutama jama’ah Masjid Nurul Iman.

2.       Besarnya apresiasi dari masyarakat.

BAB III

HASIL DAN DAMPAK (KUALITATIF DAN KUANTITATIF)

  1. Hasil Kualitatif
NO PROGRAM KERJA HASIL KUALITATIF
Bidang Kefakultasan/Jurusan/Prodi
1. Pelatihan Jurnalisme Desa 1.    Terciptanya generasi muda yang lebih mengerti akan teknologi.

2.    Tersalurkannya sebuah tulisan kepada media yang bersifat lokal.

2. Screening Film Meningkatnya pengetahuan anak – anak akan pengetahuan baik agama maupun sosial
Bidang Penunjang
Pelatihan Makhorijul Huruf 1.    Meningkatnya pengetahuan anak – anak tentang pengucapan huruf dalam bahasa Arab.

2.    Menumbuhkan minat pengetahuan akan ilmu agama

4. Pengadaan Buku 1.    Menumbuhkan rasa perhatian masyarakat akan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang

2.    Meningkatnya rasa keinginan warga akan ilmu – ilmu yang dirasa kurang.

 

  1. Hasil Kuantitatif
NO PROGRAM KERJA HASIL KUANTITATIF
Bidang Kefakultasan/Jurusan/Prodi
1. Pelatihan Jurnalisme Desa Dalam pelatihan jurnalisme desa ini dilakukan dengan mengirimkan 3 perwakilan per pedukuhan di Di Balai Desa Tirtorahayu (total 60 peserta). Karena sifatnya pelatihan dan pengenalan maka dilakukan dengan singkat dan lebih mementingkan praktek. Prakteknya dapat dipantau pada situs www.tirtorahayu.desa.id. Durasi acara tersebut 2 jam 30  menit.
2. Screening Film Dalam Screening Film ini berhubungan dengan program kerja kolektif yaitu Sekolah Alam.
Bidang Penunjang
3. Pelatihan Makhorijul Huruf Terlaksananya pelatihan Makhorijul Huruf dengan jumlah pelaksanaan 3 kali pertemuan dengan peserta sebanyak 6 orang. Durasi sekitar 1 jam.
4 Pengadaan Buku Terlaksanannya kegiatan pengadaan buku  ini dengan jumlah peserta 10 orang yang penerimanya diwakili seorang warga dukuh Patuk Tengah. Jumlah total buku 30 buku

 

BAB IV

RENCANA TINDAK LANJUT DAN REFLEKSI

  1. Rencana Tindak Lanjut
NO PROGRAM KERJA RENCANA TINDAK LANJUT
Bidang Kefakultasan/Jurusan/Prodi
1. Pelatihan Jurnalisme Desa Dari hasil pelatihan jurnalisme desa diharapkan dapat menumbuhkan minat menulis sekaligus meliput berbagai kegiatan yang ada di tingkat pedukuhan, khususnya dukuh Patuk Teangah
2. Screening Film Dalam hasil Screening Film ini diharapkan anak – anak dapat meniru hal – hal yang positif yang terdapat pada film. Serta diharapkan anak – anak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Bidang Penunjang
3. Pelatihan Makhorijul Huruf Dari hasil pelatihan ini diharapkan pengetahuan akan mengucap huruf Arab terutama dalam membaca Al-Qur’an dapat diterapkan dengan benar dan sesuai kaidah.
4. Pengadaan Buku Dari hasil pengadaan buku diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru serta dapat menjadi referensi amalan yang dapat dijalankan masyarakat.

 

  1. Refleksi (Hikmah)

Dari kesemua kegiatan yang dilakukan selama event ini, terdapat berbagai macam refleksi yang dapat diambil bahwa segala bentuk kegiatan yang dilakukan di masyarakat mendapatkan dukungan yang besar dari masyarakat. Serta menjadikan sebuah pembelajaran yang berkesan bukan hanya bagi seluruh warga, namun juga panitia event.

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Event “Kampus Masuk Desa 2015” sangat membutuhkan sinergitas dalam pelaksanaan program yang telah dilaksanakan. Pemberdayaan, dan pengabdian masyarakat dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan rasa ikhlas.

Hambatan pelaksanaan program kerja sering ditemukan. Selama menjalankan program di lokasi, kami mencatat beberapa poin dengan kami rangkum menjadi saran yang bertujuan menyelenggarakan kegiatan ini selanjutnya lebih bermanfaat bagi masyarakat, mahasiswa, panitia maupun masyarakat secara luas.

  1. Saran
  1. Kami berharap LP2M dan panitia penyelenggara KKN lebih memperhatikan lagi mahasisiwa yang melaksanakan kegiatan KKN bertujuan untuk memberikan dukungan secara moril sebagai kontrol evaluasi keterlaksanaan program KKN.
  2. Pemerintah desa diharapkan melihat secara objektif potensi dan hambatan masyarakat, sehingga potensi yang ada dapat dikembangkan secara optimal.
  3. Peserta dan mahasiswa yang mengikuti program ini pergunakanlah banyak waktu dengan masyarakat dengan selalu ikut serta kegiatan masyarakat setempat agar lebih dekat dengan masyarakat.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Foto-foto pelaksanaan:

  1. Pelatihan Jurnalisme
     
  1. Screening Film
     
  1. Pelatihan Makhorijul Huruf
  1. Pengadaan Buku

Itulah gambaran sederhana cara pembuatan laporan kegiatan. Ingat, kedetilan informasi sangat ditekankan demi evaluasi yang mendalam dan kelancaran acara serupa di tahun-tahun mendatang. So, tinggal bagaimana Anda menyajikan data sebaik mungkin.



 

Pengertian Resensi Buku Beserta Unsur-unsurnya

Pengertian Resensi Buku Beserta Unsur-unsurnya

Pengertian Resensi Buku Beserta Unsur — Ketika membaca sebuah buku rasanya belum sempurna jika kita belum mengamalkan isinya. Mengkhatamkan sebuah buku memang lebih mudah daripada mengaplikasikan isinya.

pengertian resensi buku beserta unsur
lovethelibrary.org

Baca juga mengenai Contoh Resensi Novel

Tapi jika ingin membuat resensi, setidaknya kita bisa sedikit berbagi dari apa yang telah kita baca. Artikel tentang pengertian resensi buku beserta unsur-unsurnya akan mengupas tuntas apa itu resensi.

Pengertian resensi buku sendiri adalah mengulas kembali informasi yang ada di dalam buku secara ringkas dan detail. Tidak lupa kita sertakan kelebihan dan kekurangan yang ada dalam buku. Merekomendasikan kepada pembaca mengapa kita harus membeli buku tersebut.

Untuk lebih lanjut simak pengertian resensi buku beserta unsur-unsurnya di bawah ini.

Pengertian Resensi

Resensi adalah adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya tersebut bisa berupa karya apapun, baik itu buku, seni film ataupun drama sendratari dsb. Nah, menulis resensi sendiri bukan hanya menyampaikan informasi saja tapi juga  terdiri dari kelebihan dan  kekurangan dari buku tersebut.

Jenis-jenis Resensi

Adapun resensi sendiri terdiri dari 3 jenis atau kategori. Yaitu :

  1. Resensi informatif, artinya resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
  2. Resensi deskriptif, artinya resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab bukunya.
  3. Resensi kritis ialah resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Pada umumnya pada resensi kritis, isi resensinya bersifat objektif dan kritis dalam menilai isi buku.

Tujuan Resensi Buku

Perlu diketahui bahwa tujuan seseorang meresensi buku di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang diresensi
  2. Memberikan gambaran kepada pembaca dengan memberikan penilaian umum dari sebuah karya secara lebih ringkas.
  3. Memberikan masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap substansi dan cara penulis menyampaikan isi buku.
  4. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
  5. Untuk mengetahui seberapa bagus kualitas buku untuk kita bandingkan terhadap karya lainnya.

Manfaat dari Meresensi Buku

1. Media Persuasif

Dengan resensi buku, maka seseorang akan memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan juga akan mempengaruhi mereka untuk mau membaca karya tersebut. Ya, resensi sebagai media persuasif untuk mau ikut membaca buku yang telah diresensi.

Sebelum Anda membaca point-point selanjut, Anda juga bisa membaca bagaimana cara membuat resensi versi Penulis Khairul Arief, Cara Membuat Resensi

2. Sarana Promosi

Pada umumnya buku yang diresensi adalah buku-buku baru yang belum pernah diresensi sebelumnya. Jadi dengan adanya resensi buku bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan laris terjual.

3. Mengasah Kemampuan Seseorang untuk Menulis

Semakin seseorang sering menulis, maka akan semakin terasah kmampuan menulis seseorang. Dengan rajin menulis resensi maka secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis kita.

4. Mendapat Tambahan Uang Saku

Manfaat yang terakhir adalah yang paling dicari. Ya, dengan meresensi buku kita akan mendapatkan uang imbalan atas tulisan kita. Namun apabila resensi kita dimuat di koran ataupun media cetak lainnya ya.

Pengertian Resensi Buku beserta Unsur-unsurnya

pengertian resensi buku
http://ichef.bbci.co.uk

Ini yang terpenting, ketika kita mau meresensi perhatikan unsur-unsur yang harus ada dalam resnsi buku. Apa saja itu ?

1. Judul Resensi

Judul sebuah resensi harus memiliki kesinambungan dengan isi yang ada di resensi. Selain itu, buatlah judul resensi yang semenarik mungkin akan pembaca menjadi lebih tertarik.

2. Menyusun Data Buku

Setelah menulis judul buku, makaunsur selanjutnya dalam resensi buku adalah :

Judul Buku :

Pengarang :

Penerbit :

Cetakan :

Tebal buku :

Harga buku :

3. Substansi Resensi Buku

Unsur selanjutnya dalam resensi buku adalah bagian isi. Di mana pada bagian ini adalah menuliskan suatu sinopsi, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat. Kemudian tulis pula kelebihan dan kekurangan buku dan rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.

4. Penutup Resensi Buku

Nah, pada bagian penutup ini tulis saja kesimpulan ataupun alasan mengapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

Langkah-langkah Membuat Resensi Buku

Jadi bagi yang belum mengetahui apa saja itu langkah-langkah cara meresensi buku. Di bawah ini adalah langkah atau cara bagaimana meresensi buku.

1. Perhatikan jenis buku

Langkah yang harus diperhatikan prtama adalah, termasuk ke jenis atau genre apakah buku yang akan kita resensi. Apakah termasuk karya fiksi seperti novel, antologi cerpen, antologi puisi, roman, kumpulan dongeng.

Ataukah buku yang kita resensi termasuk ke jenis karya non fiksi seperti sejarah, ilmu pengetahuan atau biografi tokoh. Seseorang yang merensi harus mengetahui masuk ke dalam jenis apa buku yang ia resensi.

2. Keaslian Ide Pengarang

Perhatikan ide yang muncul dari buku tersebut. Apakah buku tersebut benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan karya plagiat dari buku lain yang pernah terbit.

3. Perhatikan Format Buku

Langkah selanjutnya adalah perhatikan mengenai bentuk atau format dari buku yang akan kita resensi. Bagaimana bentuknya, kertas, ilustrasi, cover dan jenis huruf yang dipakai.

4. Perhatikan Informasi Buku

Informasi buku juga sangat penting untuk kita tuliskan. Informasi yang harus kita tulis dalam sebuah resensi buku adalah :

Judul Buku :

Pengarang :

Penerbit :

Cetakan :

Tebal buku :

Harga buku :

5. Menuliskan Isi dan Bahasa

Langkah yang dirasa cukup sulit adalah ketika sampai pada menulis isi resensi buku. Dilihat dari segi isi resensi, kita harus memperhatikan unsur-unsrur intrinsiknya. Akni tentang tema buku, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya.

Telaah pula artikel berjudul Contoh Resensi Buku Pelajaran

Bahasa yang ada dalam buku itu bisa kita tinjau dari segi struktur kalima, gaya bahasa atau ungkapan dan lain sebagainya. Apakah bahasa yang digunakan si penulis inimemakai bahasa sehari-hari yang mudah untuk pembaca memahami. Mudah dimengerti oleh pembaca.

Atau justru sebaliknya, apakah si penulis buku ini menggunakan bahasa yang sulit dimengerti oleh pembaca. Menggunakan bahasa yang tinggi hingga sukar dipahami. Apapun itu bahasa yang diungkapkan, bisa menjadi tambahan isi resensi kita.

Kita bisa menuliskannya di kelebihan dan kekurangan buku yang kita resensi. Mengapa kita merekomendasikan buku tersebut untuk dibaca atau tidak hanya direkomendasikan pada kalangan tertentu saja.

6. Menulis Kesimpulan

Langkah yang terakhir adalah menulis sebuah kesimpulan. Seseorang yang menulis resensi harus bisa membuat kesimpulan, apakah buku itu bai untuk dibaca atau tidak?

Jadi secara garis besarnya, langkah yang harus kita tempuh untuk menulis suatu resnsi buku adalah :

  • Menulis data buku yang kita baca
  • Menulis ikhtisar isi buku
  • Menulis poin-poin yang menjadi kelebihan dan kekurangan pada buku tersebut
  • Menulis pendapat pribadi atau opini sebagai tanggapan pada isi buku
  • Memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh

Seperti itulah yang bisa kami ulas dari pengertian resensi buku beserta unsur dan manfaatnya. Selamat mencoba menulis resensi buku

3 Contoh Resensi Buku Pelajaran Paling Tepat

3 Contoh Resensi Buku Pelajaran Paling Tepat

Contoh Resensi Buku Pelajaran — Meresensi itu bukan hanya buku-buku fiksi seperti novel atau roman saja lho, ternyata. Buku pelajaran pun bisa diresensi. Seperti apa ya jika buku pelajaran itu diresensi? Tiga contoh resensi buku pelajaran ini akan membantu Anda menulis bagaimana sih contoh resensi buku pelajaran itu sendiri?

contoh resensi buku pelajaran
static3.businessinsider.com

Sebab pada dasarnya meresensi buku pelajaran hampir sama dengan meresensi buku fiksi. Justru dengan meresensi buku pelajaran akan membuat pengetahuan kita semakin bertambah. Mau tahu seperti apa contoh resensi buku pelajaran. Simak contohnya di bawah ini.

Contoh Resensi Buku Pelajaran

1. Contoh Resensi Buku Pelajaran PKN kelas IX MTS/SMP

Contoh Resensi Buku Pelajaran PKN kelas IX MTS SMPContoh Resensi Buku Pelajaran PKN kelas IX MTS SMP
reader21.dokumen.tips/

Judul Buku      :  Buku Pelajaran PKN kelas IX MTS/SMP

Penulis             :          A.T. Sugeng Piyanto

Djaenudin Harun

Anang Priyanto

Cholisin

Muchson A.R

Dadang Sundawa

Rr. Nanik Setyowati

Ilustrasi, tata letak :   Direktorat Pembinaan SMP

Perancang kulit     :    Direktorat Pembinaan SMP

Ukuran Buku        :     21 x 30 cm

Penerbit                 :   Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Tahun 20018

Buku ini dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMP

Penyajian uraian uraian materi pembelajaran hendaknya didukung dengan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Utamanya terkait dengan pelbagai berbagai kenyataan yang terjadi di masyarakat.

Salah satu dukungan materi pembelajaran adalah adanya buku pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang diperuntukkan untuk siswa kelas IX SMP dan MTs.

Adapun sistematika buku ini meliputi kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, tujuan pembelajaran, peta materi, uraian materi di setiap bab. Lalu latihan, refleski, rangkuman dan evaluasi. Pada bagian akhir buku PKN ini juga dilengkapi dengan glosarium dan indeks.

Buku ini menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik atau student centered. Di mana buku ini menempatkan peserta didik sebagai subjek yang melakukan kegiatan belajar.

Penyajian dalam buku ini berusaha untuk mengembangkan interaksi antara buku dengan peserta didik dengan bahasa yang komunikatif. Disesuaikan dengan perkembangan peserta didik.

Melalui pendekatan yang demikian, peserta didik didik hendaknya mengikuti langka-langkah kegiatan belajar sebagai berikut.

Pertama, pahamilah pahamilah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Lalu kedua, pahamilah dengan baik uraian materi pembelajaran dalam setiap bab pada buku ini. Yang terakhir, kerjakan tugas-tugas latihan serta evaluasi yang diberikan. Baik itu yang diberikan pada setiap bab maupun pada bagian akhir buku ini.

Baca juga mengenai Contoh Resensi Novel, dijamin asyik

 2. Contoh Resensi Buku Pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX MTS/SMP

Bahasa Indonesia untuk SMP MTs Kelas IX
Bahasa Indonesia untuk SMP MTs Kelas IX

Judul              : Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX

Penulis            : Atikah Anindiya Rini, Yuwono, Suhartanto

Penerbit          : Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional

Cetakan          : Juli, 2008

Tebal              : 194 halaman

Ukuran            : 17,6 cm x 25 cm

Sumber gambar : bse.inovasive.com

Design cover  : Teguh Karya

Setting             : Eni Purwanti

Editor              : Retno Utami dan Widya Ristanti

Buku ini berisi dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti memahami dialog interaktif, mengomentari, memahami wacana tulis, menulis iklan, meresensi. Adapula mengarang, memahami syair, mengungkapkan dan menilai isi cerpen.

Memusikalisaikan puisi, menulis cerpen, memahami pidato, berpidato, berdiskusi, menulis karya ilmiah, menulis teks pidato dan surat, memahami novel, menanggapi pementasan drama dan menulis naskah drama.

Buku Bahasa Indonesia untuk kelas IX SMP/MTs ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan akan keterampilan berbahasa dan keterampilan mengoperasikan sastra. Materi yang disajikan dalam buku pelajaran ini juga telah disesuaikan dengan kurikulum terbaru untuk siswa IX SMP/MTs.

Buku ini di sajikan dengan bahasa yang sederhana, serta menyajikan topik-topik yang ada dalam kehidupan sehari-hari sehingga mudah di pahami.

Buku ini hanya menggunakan metode pembelajaran yang lebih menyarankan siswa pada pelatihan berbahasa dan apresiasi sastra. Seharusnya buku ini menggunakan pembelajaran teori juga. Sebab jika buku ini lebih mengarahkan siswa pada pelatihan maka siswa akan sedikit kebingungan.

buku ini lebih mudah dimengerti karena disajikan dengan bahasa yang sederhana. Buku ini juga disajikan dengan menggunakan metode pembelajaran yang menarik. Buku ini sengaja disajikan untuk  dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Sangat cocok dibaca oleh siswa kelas XI SMP/MTs.

Baca juga mengenai Contoh Resensi Buku Ilmu Pengetahuan

3. Contoh Resensi Buku RPUL

contoh resensi buku pelajaran
contoh resensi buku pelajaran

Judul                   : RPUL  (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap )

Penulis                : Arief Mudzakir

Penerbit              : Aneka Ilmu

Tahun terbit         : 2006

Jumlah halaman  : 335 halaman

Ukuran                 : 17 cm x 25 cm

Berat                   : 500 gram

Penulis buku RPUL Global ini dapat dipakai sbagai rujukan dan sebagai sumber bagi para siswa dan mahasiswa dalam menyelesaikan tugasnya masing-masing. Bagi pembaca umum, berbagai pertanyaan akan terjawab dengan memiliki buku ini.

Adanya buku RPUL ini juga untuk memperluas wawasan dan perluasan pengetahuan umum siswa. Meskipun buku RPUL bukanlah buku pelajaran, tetapi isi dari buku ini begitu lengkap untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran.

Buku ini berisikan ilmu pengetahuan seputar Indonesia dan luar negeri. Di dalamnya terdapat tiga bagian, yaitu Indonesia, Bumi dan Benua. Serta Serba-serbi Pengetahuan Umum.

Setiap bagiannya membahas hal-hal  yang berbeda, seperti yang terdapat terdapat pada bagian pertama yang membahas Indonesia tanah airku, perjalanan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapula demokratisasi di Indonesia, flora dan fauna, pembagian wilayah NKRI, sumber daya alam, keanekaragaman suku dan budaya Indonesia. Adapula sekilas sejarah nasional, transportasi, telekomunikasi dan pariwisata.

Pada bagain kedua yang yang membahas negara-negara di dunia, keajaiban dunia, tokoh wanita dunia, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan lembaga internasional.

Terakhir pada bagian ketiga, buku ini membahas serbaneka olahraga, pengetahuan kesehatan, ukuran, sains dan seni, astrologi, penerbangan antariksa, film dan musik serta pengubah dunia.

Nah, dari ketiga contoh di atas sudah pahamkah bagaimana cara meresensi buku? Lalu sebenanya apa sih manfaat dari meresensi buku pelajaran itu sendiri? Di bawah ini adalah 2 manfaat menulis resensi buku pelajaran.

Manfaat dari Meresensi Buku

1. Menambah pengetahuan

Dengan kita meresensi buku pelajaran, maka otomatis kita mau tidak mau akan membaca buku pelajaran yang kita resensi bukan? Maka selain menulispun, kita juga akan terlatih membaca. Membaca buku pelajaran akan menambah pengetahuan kita terhadap pelajaran yang dituliskan di dalam buku.

2. Mengasah Kemampuan Seseorang untuk Menulis

Selain menambah pengetahuan, seseorang yang sering menulis resensi  maka ia akan semakin terasah kemampuan menulisnya. Dengan rajin menulis resensi maka secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis kita.

Lalu apa tujuan dari resensi buku itu sendiri? Tujuan resensi adalah sebagai berikut :

Tujuan Resensi Buku

Perlu diketahui bahwa tujuan seseorang meresensi buku di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan gambaran kepada pembaca dengan memberikan penilaian umum dari sebuah buku secara lebih ringkas.
  2. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
  3. Untuk mengetahui seberapa bagus kualitas buku untuk kita bandingkan terhadap buku lainnya.

Seperti itulah 3 contoh resensi buku pelajaran yang bisa kami ulas. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Barangkali Anda juga tertarik membaca Resensi Novel Hujan Tere Liye?

Contoh Kata Pengantar Laporan Makalah Termudah dan Terbaik

Contoh Kata Pengantar Laporan Makalah Termudah dan Terbaik

Contoh Kata Pengantar — Dalam pembuatan makalah, hal yang paling tidak selalu dipedulikan oleh mahasiswa adalah kata pengantar. Ya, entah kenapa masalah yang satu ini jadi sangat sepele.

contoh kata pengantar
oxforddictionaries.com

Namun karena disepelekan itulah jadi muncul pertanyaan yang aneh bagi saya, apa sih kata pengantar itu? apa sih fungsinya? atau apa sih hubungannya contoh kata pengantar dengan makalah?

Ya, semua jadi aneh kan kalau tidak diperhatikan dari awal. Apalagi mahasiswa sekarang terbilang pragmatis untuk soal ini. Kata pengantar seolah-olah jadi sekedar ucapan terima kasih buat Tuhan dan dosen pembimbing. Sering kan kita menemui isi pengantar makalah yang seperti itu?

Padahal sebenarnya kata pengantar punya banyak fungsi vital yang menjadi nilai tersendiri. Bahkan akan menjadi suatu yang spesial apabila kita bisa menghadirkan sepatah atau dua patah kata dalam kata pengantar layaknya memberi sambutan di panggung dalam sebuah acara.

Ini tentu menjadi kehormatan tersendiri bagi Anda yang menulis makalah. Seolah-olah perjuangan Anda dalam menuntut ilmu menjadi tidak sia-sia bahkan memiliki kesan dan kebanggaan tersendiri.

Nah, berikut merupakan penjelasan mengenai kata pengantar, secara khusus dalam pembuatan makalah serta fungsi, cara membuat dan contoh sederhananya. Jadi diharapkan Anda bisa memahami apa itu kata pengantar dan sepenting apa kata pengantar itu, terutama dalam hal yang bersifat edukatif maupun akademis.

Pengertian Kata Pengantar dalam Makalah

cara membuat kata pengantar
msecnd.net

Sebenarnya hampir semua karya tulis seperti buku, kamus, skripsi, tesis bahkan disertasi memiliki halaman khusus mengenai contoh kata pengantar. Jadi tidak hanya terbatas dalam makalah saja. Hal yang sebenarnya lumrah namun memiliki filosofi tinggi.

Nah, kalau sudah bicara falsafah saya jadi bisa mendefinisikan apa itu kata pengantar. Secara teknis kata pengantar adalah semacam sambutan hangat dari penulis makalah terhadap apa yang ditulisnya di dalam makalah tersebut. Ucapannya tidak jauh dari ungkapan terima kasih, mengajak untuk memberi masukan terhadap makalah dan lain sebagainya.

Bisa dikatakan, kata pengantar adalah ucapan sambutan secara tidak langsung karena menggunakan tulisan sebagai medianya. Bukan ucapan langsung layaknya kita di panggung. Konsepnya sama kalau kita memberi kata sambutan di acara penting.

Sedangkan secara filosofis, kata pengantar dalam makalah adalah ucapan atau sebuah kehormatan yang ditulis penulis bagi siapa saja membantu dan mengembangkan makalah tersebut. Jadi bukan sekedar ucapan biasa yang tiada artinya. Justru di sinilah Anda harusnya bangga karena telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembuatan makalah.

Nah dari pengertian teknis dan filosofis itulah seharusnya Anda sudah memahami apa itu kata pengantar. Kata pengantar dalam pembuatan makalah adalah pijakan awal kita menuju sesuatu yang lebih besar alias step to the huuugggeee… hehehe. Ada yang familier dengan frasa bahasa Inggris barusan?

Makanya kata pengantar letaknya selalu berada di awal makalah, atau sebelum daftar isi dan isi makalah itu sendiri. Ada filosofinya juga nih, kata pengantar salah satunya berisi tentang harapan si penulis makalah. Jadi si penulis berharap agar makalah ini menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat.

Tanpa keinginan ini maka makalah hanyalah pepesan kosong yang tiada artinya. Padahal makalah lebih dari sekedar kewajiban, namun juga pijakan awal Anda meneliti dan mempelajari kehidupan sesuai dengan yang Anda geluti. Nah, hal-hal tersebut sangat penting diperhatikan ketika Anda membuat kata pengantar dalam makalah.

Jadi seharusnya Anda merasa bangga dan terhormat dapat menyelesaikan makalah dan membagi ilmunya dengan orang lain. Jangan berpikir pragmatis bahwa kata pengantar hanyalah sebuah kata-kata terima kasih tanpa ada artinya.

Ingat, kata pengantar menunjukkan rasa hormat dan rasa bangga kita pada semua yang telah memberi ilmu. Tidak pantas rasanya Anda membuat makalah tapi tidak menunjukkan rasa hormat, bangga yang dipadu rasa terima kasih yang begitu dalam. Karena pada hakikatnya mendapatkan ilmu itu susah, apalagi membentuknya dalam sebuah makalah. Begitu…

Tujuan Pembuatan Contoh Kata Pengantar

Sebenarnya tadi ketika Anda membaca tentang pengertian kata pengantar, Anda sudah bisa membayangkan manfaat dan kegunaan kata pengantar. Namun yang perlu patut digarisbawahi bahwa contoh kata pengantar bukanlah hal yang sepele lantas ditulis begitu saja.

Setidaknya dengan maraknya kasus copy paste di kalangan pelajar dan akademisi membuat kita sadar bahwa penghormatan kita terhadap ilmu pengetahuan masih begitu rendah. Segala hal yang berhubungan dengan karya tulis seperti makalah. buku, jurnal, sampai karya-karya besar seperti skripsi, tesis atau bahkan disertasi menjadi tidak bernilai.

Padahal segala karya tulis baik yang besar sampai yang paling kecil adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi siapa pun. Ilmu bukanlah sesuatu yang dibutuhkan lalu dibuang begitu saja. Akan tetapi ia memberi nyawa pada kehidupan, sehingga perlu adanya apresiasi dari semua yang telah memberi kita pengetahuan apapun itu bentuknya.

Nah berikut merupakan tujuan dari pembuatan kata pengantar, khususnya dalam pembuatan makalah. Saya menulis hal ini agar Anda betul-betul tidak menyepelekan arti dari setiap yang tertulis di kata pengantar.

  1. Menghargai atas perjuangan sendiri yang kita lakukan dalam menuntut ilmu. Ini adalah hal utama yang perlu dimengerti dalam membuat kata pengantar.
  2. Sebagai bentuk penghormatan kepada sumber-sumber yang telah memberi kita ilmu, seperti Tuhan, Dosen, Guru, Orang tua dan sebagainya.
  3. Tak jarang juga sebagai penghormatan kepada seseorang yang dianggap spesial dan sangat membantu dalam pembuatan makalah. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

Hal-hal di atas mungkin tidak bisa dirasakan secara langsung dampaknya. Namun cukup dimengerti mengingat makalah adalah salah satu dari sekian bentuk tulisan ilmiah. Dengan begitu Anda tidak lagi terjebak dalam pengertian pragmatis. Selain itu menghargai karya sendiri adalah salah satu hal yang utama untuk memahami pembuatan kata pengantar dalam makalah.

Cara Membuat Kata Pengantar

tips membuat contoh kata pengantar
blog.edx.org

Yap ini dia gong-nya, bagaimana cara membuat sebuah kata pengantar dalam pembuatan makalah. Membuat kata pengantar justru tidak terbilang sulit, hanya makna dan filosofisnya sebenarnya tinggi seperti yang saya sebutkan tadi. Jadi akan lebih baik jika Anda membuat kata pengantar dengan sedikit feel and honour.

Kata pengantar yang baik adalah yang benar-benar meresapi pentingnya pembuatan makalah. Jadi walaupun singkat dan padat, kata pengantar harusnya memiliki tujuan yang jelas. Dalam pembuatan kata pengantar biasanya terdiri tubuh kata pengantar dan apa saja yang harus dituliskan.

Untuk masalah ini, saya akan merangkumnya menjadi satu agar Anda tidak kebingungan untuk membuatnya:

  1. Ucapan pembuka. Tidak jauh beda dalam pembuatan surat. Kurang lebih berisi ucap syukur kepada Tuhan dan orang-orang di sekitar Anda, utamanya orang tua atau yang dituakan.
  2. Tujuan pembuatan makalah. Tidak mungkin makalah ditulis tanpa ada tujuan yang jelas. Ini yang membedakan kata pengantar dengan surat biasa.
  3. Penghormatan setinggi-tingginya kepada dosen maupun orang-orang yang terlibat di dalam pembuatan makalah.
  4. Harapan-harapan setelah makalah dibuat dan dibahas. Ini bertujuan untuk membuat makalah menjadi suatu hal yang berguna dan bermanfaat.
  5. Tanggal pembuatan dan atas nama siapa dibuat. Jika ditulis lebih dari satu orang, maka bisa ditulis “Tim Penulis” atau “Tim Pembahas”.

Untuk panjang tulisan dalam kata pengantar dalam makalah biasanya tidak lebih dari 300 kata. Bahkan 300 kata saja bisa dianggap kepanjangan kalau tidak spesifik. Jadi dengan kata-kata yang singkat tersebut upayakan kata pengantar yang dibuat setidaknya memberi kesan bagi para pembacanya.

Tips Membuat Contoh Kata Pengantar Dalam Makalah

Penyakit yang paling umum dalam pembuatan contoh kata pengantar adalah biasanya antara satu dengan yang lainnya adalah “sama saja”. Cukup tujuannya apa dan terima kasih sama siapa, hanya itu. Padahal setiap makalah punya permasalahan yang berbeda sekalipun di bidang yang sama.

Nah, yang satu ini saya mempunyai tips bagi kalian yang ingin membuat kata pengantar menjadi sesuatu yang bukan hanya berguna, namun juga berbeda dengan yang lainnya. Sehingga dapat memberikan kesan bagi siapa pun yang membaca makalah Anda. Tidak terlihat monoton namun juga berkelas.

  1. Susunan boleh sama persis, namun cobalah dengan sedikit gaya tulisan yang berbeda. Sentuhan yang berbeda bisa menunjukkan kualitas Anda dalam menulis kata pengantar.
  2. Jangan segan untuk menyertakan kalimat “kami selaku penulis menanti saran dan kritik semua pihak…” Karena tanpa itu, makalah hanya jadi bacaan tanpa kritik yang membangun.
  3. Sebenarnya dalam pembuatan kata pengantar dalam makalah, lebih panjang lebih bagus. Selama memang ingin mencakup tujuan dan respons yang diinginkan. So, buat saja harapan yang sederhana namun dalam.
  4. Anda bisa menulis kata pengantar layaknya ketika Anda memberi sambutan pada sebuah acara kecil maupun besar. Hal ini tentu sangat membantu Anda dalam membuat kata pengantar.
  5. Biasakanlah tulisan kata pengantar antara satu dengan yang lainnya berbeda dari yang lain. Setidaknya ini juga membantu Anda dalam melatih kepercayaan diri sendiri. Ingat, makalah adalah pijakan kecil menuju sesuatu yang besar. Jadi latihlah diri Anda mulai dari sekarang.

Contoh-contoh Kata Pengantar Dalam Makalah

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan taufik, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.

Shalawat serta salam penulis haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan petunjuknya bagi umat dari zaman Jahiliah hingga zaman sekarang.

Dengan kesadaran dan keyakinan yang mendalam, penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, barang kali ada kesalahan dan permasalahan dalam pengkajian, maka ibarat pepatah mengatakan “tidak ada gading yang tak retak”.

Meski masih banyak kekurangan, tetapi semoga makalah ini memudahkan pembaca dalam mempelajari faktor- faktor yang mempengaruhi isi media massa. Serta ucapan terima kasih kami sampaikan kepada ibu Ana yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan makalah ini.

Tulisan penulis yang bertema komunikasi massa dengan judul “faktor-faktor yang mempengaruhi isi media massa” ini kiranya mampu memberikan pembelajaran kepada teman-teman khususnya mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, dan dapat memberi pemahaman tentang media massa dalam komunikasi massa.

Walaupun makalah ini tidak mengkaji terlalu dalam dan terperinci, namun penulis berharap kiranya bermanfaat bagi kita semua. Amin…

Yogyakarta, 09 Juni 2013

Penulis

KATA PENGANTAR

Puja & puji kami haturkan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat & ridho-Nya yang dilimpahkan kepada kami akhirnya dengan penuh khidmat kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan penuh kekurangan & jauh dari kesempurnaan didalam pembuatannya. Tidak lupa pula, sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad S.A.W beserta keluarga, sahabat, hingga umatnya sampai akhir zaman.

Saya selaku penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada Dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, Bapak H. Akhmad yang telah memberikan materi maupun referensi  yang dapat kami gunakan sebagai rujukan dalam pembuatan laporan ini.

Dengan demikian tugas ini sudah dapat kami selesaikan. Kami selaku tim penyusun memohon maaf atas segala kekurangan & kelebihan didalam pembuatan laporan ini. Akhir kata penulis berharap makalah ini menjadi setitik api semangat yang akan selalu menyala layaknya ilmu yang terus berkembang. Terima kasih.

Yogyakarta, 31 April 2013

Hormat Saya

Khairul Arief Rahman

KATA PENGANTAR

                Puji syukur selalu dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan Karunia-Nya, serta dengan kekuatan dan keridhaan dari Nya kami dapat menyelesaikan makalah cara membuat program acara TV/Reality Show sebagai pelengkap tugas praktek program studi Produksi Acara Tv II di semester VII ini.

Program acara Reality Show adalah tayangan tentang segala hal yang berkaitan dengan realita di masyarakat dan memiliki beberapa varian program acara yang disesuaikan dengan fungsi media, yaitu edukasi, kontrol sosial, hiburan dan informasi. Diharapkan makalah ini bisa memberi gambaran pengetahuan mengenai produksi sampai evaluasinya.

Atas selesainya penyusunan laporan pertanggungjawaban ini, kami ucapkan terimakasih kepada :

  1. Mulyadi S.Ag, M.A selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Impian Yogya
  2. Bunga, SPT, M.A selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Produksi Acara TV II
  3. Pusat Pengembangan Teknologi Komunikasi (PPTK) Universitas Impian Yogyakarta.
  4. Perpustakaan besar Universitas Impian Yogyakarta.
  5. Keluarga tim.

Semoga proses pembuatan makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan dampak yang positif, baik bagi kami dan bagi orang lain. Terima kasih.

Yogyakarta, 17  Desember 2015

Penyusun

KATA PENGANTAR

Puja & puji kami haturkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat & ridho-Nya yang dilimpahkan kepada kami akhirnya dengan penuh khidmat kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan penuh kekurangan & jauh dari kesempurnaan di dalam pembuatannya.

Saya selaku penyusun makalah ini mengucapkan terima kasih kepada Dosen pengampu mata kuliah Analisis Siaran TV Bapak Muhammad Z.R yang telah memberikan materi yang dapat kami gunakan sebagai rujukan dalam pembuatan makalah ini.

Selain itu, kami berharap bahwa makalah ini bukan hanya menjadi rintisan dialog belaka, namun juga masukan yang bermanfaat bagi semua pihak. Terutama dalam menciptakan acara TV yang tidak hanya dilihat dari segi keekonomian dan hiburan saja, namun juga edukasi dan kontrol sosial yang ada.

Dengan demikian tugas ini sudah dapat kami selesaikan. Akhir kata kami selaku tim penyusun memohon maaf atas segala kekurangan & kelebihan didalam pembuatan makalah ini.

Yogyakarta, 10 April 2015

Hormat Saya

Budi D.N

***

Mudah kan cara pembuatannya? Contoh-contoh di atas sebenarnya bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Jangan lupa, buatlah kata pengantar dengan feel and honour. Sehingga Anda merasa terhormat dan dapat merasakan perjuangan Anda sendiri dalam menuntut ilmu. Hehehe…

Jika sudah mahir, tentu membuat kata pengantar dalam sebuah buku ataupun tulisan lainnya menjadi tidak sulit. Mengingat dalam makalah, Anda bisa melatih diri dan teman-teman lainnya untuk menunjukkan rasa hormat kepada siapa pun yang sudah memberi ilmu.