Wanita Memiliki Kedudukan Mulia dalam Agama Islam

Wanita Memiliki Kedudukan Mulia dalam Agama Islam

Kedudukan wanita dalam Islam

Umat muslimah memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Kedudukan wanita dalam Islam memiliki pengaruh yang amat besar dalam kehidupan. Mereka menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat shalih shalihah, ketika berjalan diatas petunjuk Al-Quran dan sunnah.

Bagaimana Kedudukan Wanita Dalam Agama Islam?

Dahulu wanita muslim dipandang sebagai wanita yang memiliki pemikiran terbelakang, tidak bebas, tidak adil dan menjadi manusia kelas kedua setelah kaum laki-laki. Serta dianggap kaum yang terpasung.

Akan tetapi anggapan itu salah besar, bahkan Al-Quran banyak yang menjelaskan kedudukan wanita. Ayat Al-Quran tentang kedudukan wanita dalam Islam dengan gamblang membahas dan menjelaskan tentang hal ini.

Berikut ulasan tentang kedudukan wanita dalam agama Islam, hak dan kedudukan wanita dalam agama Islam dan wanita karir dalam pandangan agam Islam.

1. Kedudukan Wanita Pra Islam – Sebelum Datangnya Agama Islam

Sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasulullah dan menegakkan syariat Islam, wanita dianggap memiliki kedudukan yang sangat rendah. Bahkan tidak dianggap sebagai layaknya wanita. Bahkan memperjual belikan wanita pada masa itu menjadi hal yang sangat lumrah.

Orang Yunani menganggap wanita sebagai alat kesenangan saja. Orang Romawi memiliki hak atas seorang ayah atau suami untuk menjual anak perempuan dan istrinya. Orang Arab pada masa itu memiliki hak untuk mewarisi istri ayahnya. Hal itu juga terjadi di berbagai pelosok negeri lainnya.

Orang arab ketika itu pun biasa mengubur hidup-hidup anak perempuan mereka tanpa dosa dan kesalahan. Karena memiliki anak perempuan dianggap sebagai aib keluarga. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT, dalam Al-Quran Surat An-Nahl Ayat 58 berikut:

2. Wanita Pasca Islam

Kemudian munculah cahaya Agama Islam yang terbit menerangi kegelapan dunia, dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ajarannya pun memerangi segala bentuk kezaliman dan menjamin setiap hak manusia tanpa terkecuali termasuk kamu wanita.

Risalah yang dibawa dan diajarkan Nabi Muhammad memberi petunjuk bagaimana memperlakukan wanita yang sebenarnya, berdasarkan firman-firman Allah SWT. Ada beberapa dalil kedudukan wanita dalam Islam yaitu ayat-ayat Al-Quran sesuai firman Allah SWT dan Hadits Rasulullah.

Perhatikan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang bagaimana seharusnya memperlakukan kaum wanita sesungguhnya dalam ayat berikut, yang terdapat pada AlQuran Surat An-Nisa ayat 19:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sering kali mengingatkan umat Islam. Bagaimana kedudukan wanita dalam Islam dengan berbagai sabda-sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita dengan semestinya. Di antara sabdanya:

Kududukan Wanita dalam Islam

Perbedaan begitu terasa antara sebelum datangnya risalah yang diajarkan Nabi Muhammad dengan ketika datangnya Risalah Islam datang. Wanita menjadi makhluk yang mulia dalam kedudukan bermasyarakat, sehingga tidak ada lagi yang merendahkan wanita.

Hak dan Kedudukan Wanita

Seiring dengan hadirnya risalah Islam yang dibawa oleh baginda Rasulullah, wanita memiliki hak dan kedudukan yang sama dalam pandangan agama Islam. Hak dan kedudukan yang sama tersebut menandakan bahwa kemuliaan wanita terpenuhi secara nyata. Berikut penjelasannya:

1. Hak Wanita dalam Islam

Seperti hak dan kedudukan laki-laki dalam Islam, hak dan kedudukan wanita juga terjamin dalam agama Islam. Pada dasarnya, apapun yang menjadi hak dan kedudukan seorang muslim laki-laki, serta merta menjadi hak dan kedudukan seorang wanita.

Sebagai contoh adalah hak atas agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan dilindungi oleh syariat agama Islam sebagaimana kaum laki-laki telah dijamin hak-haknya. Islam menjamin atas hak yang sama dengan kaum laki-laki.

Sebagai contoh sebagaimana dalam firman  Allah SWT dalam al-Quran adalah: wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam beribadah dan mendapat pahala. Seperti Firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 124:

2. Kedudukan Wanita dalam Hukum Islam

Selain memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Kedudukan wanita dalam Islam khususnya pada bidang hukum Islam dan negara memiliki kedudukan yang sama pula. Dalam hal ini wanita berhak mengajukan permasalahan yang dihadapinya kepada hakim.

Kedudukan wanita dalam hukum Islam selaras dengan apa yang telah difirmankan Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Mujadilah ayat 1. Berikut ayat beserta artinya:

Kedudukan Wanita Dalam Hukum Islam

Wanita Karir dalam Pandangan Agama Islam

Kebutuhan hidup masyarakat dewasa ini cenderung memaksa para kaum hawa untuk keluar rumah mencari harta, untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin tinggi dengan berkarir atau bekerja di luar rumah. Layaknya laki-laki, wanita bahkan mampu menyamai pekerjaan atau karir laki-laki.

Lalu muncullah sebuah pertanyaan yang pasti ditanyakan banyak orang. Bagaimana pandangan  hukum dalam agama Islam tentang wanita karir yang mencari nafkah di luar rumah? Berikut penjelasan hukum bagi wanita karir menurut agama Islam.

1. Hukum Wanita Karir dalam Agama Islam

Menurut hukum dalam Agama Islam, wanita juga berhak memiliki harta dan membelanjakan hartanya, menggunakan hartanya, menyewakan dan menjual atau menggadaikan harta yang dimilikinya. Sehingga kedudukannya kaum wanita akan setara dengan kaum laik-laki.

Selanjutnya mengenai hak wanita karir atau wanita yang bekerja diluar rumah. Sebelumnya harus ditegaskan bahwa agama Islam memandang wanita mulia karena peran dan tugasnya yang diemban. Dengan begitu, tidak ada larangan bagi seorang wanita untuk menjadi wanita karir.

Namun, dalam keluarga seorang wanita sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri dari suami dengan peran yang paling mulia.

2. Syarat Bagi Wanita yang Hendak Bekerja di Luar Rumah

Wanita yang bekerja diluar rumah harus mengacu pada dua pandangan, yang pertama Al Qur’an atau sunnah dan yang kedua pandangan Ulama. Dalam Al-Quran sudah dijelaskan bahwa setiap manusia hendaknya mencari rezeki dengan cara bekerja. Selaras dengan firman Allah SWT berikut:

Menurut pandangan para ulama, kedudukan wanita bekerja dalam Islam adalah mubah atau diperbolehkan. Ulama memperbolehkan wanita bekerja di luar rumah tentu dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sehingga mereka bisa bekerja di luar rumah.

Syarat-syarat tersebut berdasarkan kepada apa yang Al-Quran dan Hadits Rasulullah ajarkan kepada umat Islam. Syarat-syarat tersebut menjadi tuntunan yang akan melindungi kehormatan setiap wanita ketika ia berkarir di luar rumah. Berikut syarat yang harus dipenuhinya, antara lain:

  1. Menutup aurat dengan hijab sesuai syariat agama Islam.
  2. Mendapatkan izin dari orang tua, wali atau suami bagi wanita yang telah menikah.
  3. Tetap menjalankan apa yang menjadi kewajibannya di rumah.
  4. Bekerja pada pekerjaan yang tidak memimpin kaum laki-laki.
  5. Tetap memegang teguh martabat keluarga.

Kedudukan wanita dalam Islam sangat mulia, wanita mutiara yang mampu mencerdaskan manusia karena dari tangannya madrasah-madrasah kecil dibangun. Al-Quran pun telah menjelaskan wanita adalah makhluk yang memiliki kedudukan dan hak yang sama dengan kaum laik-laki.

Kenapa Allah Memberikan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim?

Kenapa Allah Memberikan Keutamaan Menyantuni Anak Yatim?

keutamaan menyantuni anak yatim

Setiap anak tidak bisa memilih saat dilahirkan ke dunia dalam kondisi seperti apapun. Tidak ada yang meminta dengan kondisi orang tua yang tidak lengkap ataupun tidak ada ayah atau anak yatim. Oleh karena itu, keutamaan menyantuni anak yatim adalah hal utama yang harus dilakukan.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim dalam Islam

Yatim berarti seseorang anak yang di tinggal oleh ayahnya dan anak tersebut belum baligh. Bagi anak yatim yang sudah baligh diwajibkan agar walinya mau menyerahkan harta kepadanya tetapi sesudah diuji. Keutamaan keutamaan menyantuni anak yatim dalam islam diantaranya :

  • Memperoleh rasa kedekatan dengan nabi Muhammad di surga, dan rasanya sedekat sela-sela jari tangan Anda. Betapa bahagianya seseorang yang dekat dengan beliau, melebihi suatu apapun di dunia ini.
  • Mendapat perlindungan pada hari kiamat yang akan datang. Karena dengan menyantuni anak yatim makan anak tersebut akan mendoakan. Dengan doa yang terbaik dan akan memudahkan jalan menuju surga.
  • Kebutuhan hidup akan terpenuhi. Jika menyantuni anak yatim itu dilakukan maka seperti berinfak di jalan Allah, dan Allah pun akan melipat gandakan harta seseorang yang mau menyantuni anak yatim.
  • Sifat murah hati merupakan keutamaan orang yang menyantuni anak yatim. Orang yang memberikan kasih sayangnya kepada orang lain maka dia juga akan memperoleh kasih sayang orang lain terhadapmu.
  • Menyantuni anak yatim akan membawa berkah ke dalam rumah. Karena, anak yatim adalah anak yang mulia dan selalu dijaga oleh Allah, apalagi kalau mengasuhnya di rumah.

Hadits tentang keutamaan menyantuni anak yatim tersebut diatas memberikan motivasi bahwa anak yatim membutuhkan bimbingan dan kasih sayang dari keluarga karena keuangannya yang tidak lengkap. Maka perlu orang lain yang menggantikan peran sebagai keluarga mereka.

Sayangi dan asuh anak yatim tersebut agar menjadi pribadi yang baik dengan akhlak yang baik serta pendidikan yang memadai. Jangan mengasuh anak yatim dan berbuat kejahatan kepada mereka.

  • Mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Didiklah anak yatim itu dengan akhlak yang baik, agar dimuliakan juga oleh Allah. Beri mereka ilmu dan bentuk pribadi mereka dengan selayaknya mendidik anak Anda sendiri.

Manfaat Untuk Orang yang Menyantuni Anak Yatim

Dengan menyantuni anak yatim Anda tidak akan menjadi miskin, sebab mengeluarkan harta untuk orang lain atau kepada anak yatim sangat bermanfaat untuk melipat gandakan harta Anda di akhirat. Anda hidup didunia agar dapat saling bermanfaat antar sesama.

Berikut Manfaat untuk orang yang menyantuni anak yatim:

  • Memperkuat keimanan Anda kepada Allah. Dengan menyantuni anak yatim akan menjadikan kekuatan iman yang besar dan tidak mudah terpengaruh.
  • Dapat saling berbagi dan memperoleh kesenangan. Orang yang membagi bahagianya bersama anak yatim pasti juga akan memperoleh kebahagian dan kepuasan dalam hati mereka.
  • Menjauhkan diri dari sifat riya, iri hati dan menang sendiri serta ikhlas dalam berbagi. Karena menyantuni anak yatim tidak perlu dibanggakan, hanya perlu ditanamkan dalam hati.
  • Menyantuni anak yatim bisa mengajarkan anak-anak Anda tentang kepedulian antar sesama, saling berbagi tanpa pamrih dan tidak mengharapkan suatu apapun kecuali pahala serta ridlo Allah.
  • Saling tolong-menolong dan bertaqwa kepada Allah. Tolong-menolong merupakan hasil dari ketakwaan Anda kepada Allah. Didik anak yatim dengan agama yang kuat.
  • Berkata-kata yang baik, sopan dan santun. Dengan berkata baik, sopan dan santun akan membuat setiap orang mendoakan yang terbaik dalam hal apapun.
  • Menyantuni anak yatim dapat menghindarkan dari azab yang pedih dengan syarat ikhlas memberi ke sesama manusia. Karena doa anak yatim akan diijabah oleh Allah karena kemuliaannya.
  • Menyehatkan jasmani dan rohani, agar tetap bisa beraktivitas seperti biasanya,tanpa kendala apapun berkat doa anak yatim yang disedekahi.
  • Harta akan dilipat gandakan sesuai isi hati Anda yang terdalam dengan perasaan ikhlas. Dengan Anda ikhlas menyantuni anak yatim maka timbal baliknya akan terasa di kemudian hari dengan harta yang berlipat-lipat.

Keutamaan Untuk Orang yang Menyantuni Anak Yatim

Keutamaan menyantuni anak yatim merupakan suatu akhlaq yang sangat mulia di mata Allah dan  sesama manusia. Dengan menyantuni anak yatim Anda akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, harus memberikan bantuan kepada anak tersebut.

Hadits keutamaan menyantuni anak yatim ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan yang Anda peroleh dari menyantuni anak yatim. Pahala orang yang meyantuni anak yatim juga besar. Imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam suatu bab. Makna hadits ini adalah :

  1. Seorang yang menyantuni anak yatim di dunia akan berkedudukan yang tinggi di surga serta dekat dengan kedudukan Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam. Karena anak yatim adalah anak yang mulia di mata Allah dan akan ditinggikan derajatnya.
  2. Menanggung anak yatim, adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti makan dan minum, pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.
  3. Anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak tersebut mencapai usia dewasa. Dan anak yatim tersebut membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah yang tidak mungkin ia dapatkan kembali di ayah kandungnya.
  4. Hikmah menyantuni anak yatim ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari hartanya sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu.

Seseorang yang gemar menenyantuni anak yatim niscaya akan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Apalagi kalau mengurus atau menanggung semua kebutuhannya. Hidup orang tersebut akan selalu diberi kebahagiaan dan kecukupan.

Hikmah Menyantuni Anak Yatim

Islam mendorong kepada umatnya untuk menyantuni anak yatim disekitar. Kasihanilah anak yatim tersebut karena ia sudah kehilangan ayahnya saat membutuhkan. Anak yatim butuh kasih sayang dan pertolongan. Karena tidak mungkin mendapatkan kembali dari ayahnya.

Berikut hikmah menyantuni anak yatim:

  1. Keutamaan dalam menyantuni anak yatim akan mendorong seseorang untuk memiliki akhlak yang mulia. Karena salah satu akhlak mulia adalah dengan menyantuni anak yatim.
  2. Hati akan menjadi lunak dan sabar jika menyantuni anak yatim dan merawatnya. Sebab orang yang menyantuni telah memposisikan dirinya seperti seorang ayah.
  3. Kebutuhan hidup didunia akan terpenuhi dengan menyayangi anak yatim. Karena seorang anak yatim akan membawa banyak rejeki bagi yang mengasuh dan membahagiakan hatinya.

Kasih sayang dan selalu berbuat baik kepada anak yatim. Hal ini, merupakan sebagian dari akhlak yang sangat mulia, tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang. Anda harus memiliki jiwa yang lembut dan kasih sayang yang besar.

Jadilah orang yang lemah lembut, penyantun dan selalu berupaya untuk berbuat baik kepada anak yatim dengan cara yang baik, berikan kenyamanan dan rasa aman ketika anak yatim tersebut dekat. Dengan begitu, secara tidak langsung mengamalkan keutamaan menyantuni anak yatim.

11 Adab Bertamu dalam Islam yang Wajib Diperhatikan

11 Adab Bertamu dalam Islam yang Wajib Diperhatikan

Adab Bertamu

Bertamu merupakan hal yang kerap dilakukan oleh manusia. Baik itu bertamu kepada tetangga, teman, keluarga dekat hingga keluarga jauh. Dalam Islam, seseorang yang bertamu wajib mengamalkan adab bertamu. Dengan adab yang baik, silaturrahim saat bertamu akan semakin berkah.

Daftar Adab Bertamu sejak Sebelum Masuk sampai saat di Dalam Rumah

Ada banyak hal yang diajarkan Rasulullah SAW. mengenai adab bertamu. Adab ini tidak hanya saat berbincang di dalam rumah, namun juga sikap dan perlakuan sebelum memasuki rumah. Berikut adalah beberapa adab bertamu dalam Islam yang baik.

1. Ketuk Pintu dengan Hati-Hati

Mengetuk pintu adalah hal yang wajib dilakukan saat bertamu. Jangan pernah sekali-kali masuk rumah sebelum dipersilakan oleh pemiliknya. Hal ini menunjukkan adab yang kurang baik. Dalam mengetuk pintu pun Anda tidak boleh sembarangan. Melainkan harus dilakukan dengan lembut.

Dalam ajaran yang dicontohkan Rasulullah, mengetuk pintu tidak boleh dilakukan lebih dari 3 kali. Etika ini disampaikan dalam sebuah Hadits Sahih berikut.

Tentu ada beberapa alasan mengapa pintu yang diketuk tidak ada jawaban. Kemungkinan pertama adalah pemilik rumah sedang tidak ada. Sedangkan kemungkinan yang kedua, pemilik rumah sedang tidak ingin diganggu dengan alasan tertentu. Hal ini harus dihormati oleh seseorang yang bertamu.

2. Mengucapkan Salam

Adab bertamu sesuai sunnah saat masuk rumah adalah mengucapkan salam. Ini adalah hal yang sangat utama dalam Islam. Salam tidak hanya sebatas permintaan izin untuk masuk ke dalam rumah, namun ucapan ini juga bisa berarti mendoakan. Perintah ini juga terdapat di dalam Al-Quran.

Dengan mengucapkan salam, itu tandanya Anda menghormati pemilik rumah. Sehingga, pemilik rumah pun akan merasa nyaman dan tidak terganggu dengan kedatangan Anda. Namun, jika pemilik rumah berbeda agama atau non-muslim, sebaiknya gunakan salam sesuai adat dan bahasa di sana.

Pada intinya, salam adalah mendoakan dan bentuk penghormatan. Sehingga, Anda bisa memilih bahasa yang dirasa paling cocok.

3. Pulanglah Jika Tidak Mendapat Jawaban

Apabila ketukan pintu dan salam Anda tidak mendapatkan jawaban, maka jangan sekali-kali masuk rumah tersebut. Selain menunjukkan adab yang tidak sopan, hal semacam itu juga menjadi risiko tersendiri. Misalnya ketika ada barang yang hilang dan sebagainya.

Bahkan, di dalam Al-Quran diterangkan untuk memilih kembali pulang.

Hal penting yang harus dipahami adalah keputusan untuk membuka pintu atau sebaliknya saat ada tamu adalah hak pemilik rumah. Terlebih, jika di dalam rumah tidak ada seorang pun. Oleh karenanya, agar semakin mudah dan perjalanan tidak sia-sia, sebaiknya kabarkan terlebih dahulu jika Anda ingin datang.

4. Hindari Menghadap ke Pintu Masuk

Adab saat bertamu berikutnya adalah tidak menghadap ke arah pintu masuk. Kecenderungan tamu saat menghadap ke pintu adalah melihat apapun yang ada di dalam rumah. Hal ini dianggap sebagai hal yang tidak sopan dalam Islam.

Tunggulah beberapa saat sembari pemilik rumah menyiapkan semuanya. Dan jangan memalingkan wajah sebelum mereka mengizinkan Anda masuk. Ini akan lebih baik dan lebih sopan untuk dilakukan.

Hal lainnya yang tidak boleh dilakukan saat berada di depan pintu orang lain adalah jangan sekali-kali mengintip ke bagian dalam rumah. Sekalipun hal tersebut bertujuan untuk memeriksa kemungkinan ada atau tidaknya orang. Hal ini sangat dibenci oleh Rasulullah SAW.

5. Bersalaman Kepada Pemilik Rumah

Setelah pemilik rumah membukakan pintunya, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah bersalaman dengan mahram atau sesama jenis. Bersalaman tidak hanya akan mempererat persaudaraan, namun adab bertamu ini juga dapat menghilangkan dosa keduanya.

Akan tetapi, hal penting yang harus dipahami adalah Allah akan melaknat orang bukan mahram yang bersentuhan kulit. Sehingga, lihat dulu siapa yang akan diajak bersalaman.

6. Jawab dengan Jelas Mengenai Siapa Anda

Ketika ditanya oleh pemilik rumah terkait identitas, usahakan untuk menjawabnya dengan jelas. Hal ini sangat penting tidak hanya untuk menghilangkan kecurigaan pemilik rumah, namun juga sebagai upaya menjalin silaturrahmi yang baru.

Jawablah dengan jelas mulai dari nama, dari mana Anda berasal dan lain sebagainya. Bahkan, ajaran bertamu satu ini juga terdapat dalam sebuah Hadits.

7. Tunjukkan Raut Muka yang Baik

Berikutnya adalah senantiasa menunjukkan raut wajah yang baik serta penuh kasih sayang. Selain membuat proses bertamu tetap nyaman, hal ini juga akan memberikan kesan yang baik kepada pemilik rumah.

Hal inilah yang senantiasa diajarkan oleh Nabi kepada umatnya. Beliau selalu tersenyum di hadapan orang lain.

8. Hindari Bertamu Terlalu Lama

Adab bertamu lainnya yang harus diperhatikan adalah menghindari bertamu terlalu lama. Pastikan sewajarnya saja. Kecuali pemilik rumah memang meminta Anda untuk tetap tinggal beberapa lama di rumahnya.

Hal ini bertujuan untuk menghilangkan ketidak nyamanan pemilik rumah. Terlebih, jika sang pemilik rumah akan ada agenda yang lainnya. Berikut adalah landasan dalil ayat adab bertamu.

9. Bawalah Buah Tangan kepada Pemilik Rumah

Membawa hadiah atau buah tangan kepada pemilik rumah memang sangat dianjurkan. Tujuan membawa buah tangan ini tidak sekedar ingin menghormati, namun juga meningkatkan rasa cinta kepada saudara. Baik saudara seiman ataupun saudara sedarah.

10. Doakan Pemilik Rumah Setelah Mencicipi Hidangan yang Ada

Biasanya, pemilik rumah akan memberikan hidangan. Baik itu berupa makanan atau minuman. Kebaikan tersebut sudah selayaknya dibalas dengan kebaikan. Salah satu caranya adalah dengan mendoakan. Doakan pemilik rumah dengan doa yang baik berikut ini.

Hal penting lainnya terkait dengan suguhan saat bertamu adalah jangan pernah pilih-pilih makanan dan minuman. Karena dengan demikian, Anda telah menghargai usaha pemilik rumah untuk menyiapkan hidangan terbaiknya.

11. Mintalah Izin Sebelum Pulang

Adab bertamu yang baik berikutnya adalah meminta izin sebelum pulang. Lakukan hal ini dengan penuh sopan santun. Jangan lupa untuk menyampaikan terima kasih atas jamuan yang telah diberikan. Selain itu, sampaikan maaf jika ada kata-kata atau tingkah laku yang tidak berkenan.

Berpamitan sangatlah penting dilakukan agar komunikasi ke depannya tetap terjalin dengan baik dan maksimal.

Selain beberapa adab bertamu di atas, Anda juga harus meninggalkan kesan yang baik kepada pemilik rumah. Bahkan, buat senyaman mungkin sehingga pemilik rumah akan mengharapkan kedatangan Anda kembali di lain waktu.

Beberapa adab bertamu di atas wajib diperhatikan agar suasana bertamu semakin nyaman dan bermakna. Jalinan silaturrahim juga akan senantiasa terjalin dengan baik. Inilah yang menjadi tujuan dari ajaran Islam adab dan etika bertamu melalui suri tauladan Rasulullah SAW.

 

Ayat Tentang Kebersihan dalam Islam

Ayat Tentang Kebersihan dalam Islam

Ayat Tentang Kebersihan

Kebersihan tentunya harus dijaga, baik kebersihan jasmani ataupun kebersihan rohani. Dalam Islam dianjurkan untuk hidup yang bersih. Banyak ayat tentang kebersihan yang menerangkan hal tersebut. Pahami keterangannya, lalu amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebersihan dalam Islam

Kebersihan dalam Islam sangat diutamakan. Kebersihan dari segala jenis kotoran yang dianggap kotor dan najis. Penting kiranya menjaga kebersihan, apalagi saat Anda akan melakukan sholat. Jika tidak bersih, sholatpun tidak sempurna.

Ayat Al-Quran tentang kebersihan di atas menerangkan bahwa setiap orang muslim wajib menjaga kebersihannya. Apalagi saat melakukan ibadah. Kebersihan bukan hanya pada pakaian dan badan. Namun juga meliputi kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Orang yang menjaga kebersihannya akan dijaga oleh Allah pada hari kiamat nanti. Dalam Islam, semua kebersihan telah diatur, mulai dari kebersihan badan, pakaian ataupun kebersihan lainnya. Dengan begitu, Anda tidak akan kesusahan untuk membersihkannya.

Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan juga harus dijaga. Karena lingkungan yang bersih akan membuat nyaman orang yang ada di sekitarnya. Selain itu, lingkungan yang bersih akan terhindar dalam berbagai macam penyakit. Hidup akan lebih sehat.

Kebersihan lingkungan meliputi beberapa tempat. Seperti, halaman, rumah dan tempat lain disekitar. Jika punya hewan peliharaan tentunya harus membersihkan kandang setiap harinya. Jadi bau tersebut tidak menyengat dan tidak mengganggu orang disekitar.

Tidak Mengotori Tempat Ibadah

Saat melakukan ibadah tentunya harus memperhatikan tata cara yang telah diajarkan dalam Islam. Baik dari kebersihan badan pakaian ataupun kebersihan tempat yang digunakan. Tempat yang bersih akan membuat ibadah menjadi sah dan khusuk.

Ayat tentang kebersihan diri di atas merupakan petunjuk saat ingin melakukan ibadah. Sebelum sholat tentunya seorang muslim harus berwudhu. Berwudhu merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan sebelum melaksanakan sholat.

Memelihara Kebersihan Merupakan Kebaikan

Seseorang yang menjaga kebersihan, maka orang tersebut sudah melakukan kebaikan. Dengan dijaganya kebersihan, orang disekitar akan merasa nyaman saat berada di dekatnya. Sebaliknya, orang akan menjauh jika di dekatnya ada orang yang berpenampilan kotor.

Tingkat kebersihan seseorang tentunya berbeda beda. Namun, setiap kebersihan pasti memiliki patokan umumnya. Mulai dari kerapian, penampilan dan lain-lain. Anda juga bisa menggunakan parfum untuk menambah bau wangi pada diri.

Jangan Mengotori Tempat Umum

Tempat umum merupakan tempat yang vital. Ayat tentang kebersihan menerangkan bahwa Anda tidak boleh mengotori tempat umum. Hal ini dikarenakan banyak orang yang lalu-lalang atau singgah di sana. Jika tempat tersebut kotor, maka orang tidak akan merasa nyaman.

Kebersihan lingkungan tentunya menjadi kewajiban semua orang. Apalagi orang yang datang ke tempat itu. Anda tidak boleh membuang kotoran sesuka hati. Untuk menjaga kebersihan buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan.

Manfaat Menjaga Kebersihan

Ada banyak manfaat saat Anda menjaga kebersihan. Baik manfaat langsung ataupun manfaat tidak langsung. Baik manfaat untuk diri sendiri ataupun manfaat untuk orang lain. Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapat dengan menjaga kebersihan:

1. Terhindar dari Penyakit

Orang yang hidup bersih cenderung terhindar dari penyakit. Karena penyakit menyebar dari berbagai bakteri yang ada dalam kotoran. Terutama kotoran yang ada di badan ataupun kotoran yang ada di pakaian. Oleh karena itu, Anda harus mandi setiap hari.

Gejala penyakit tidak harus berat. Lingkungan yang kurang bersih bisa menyebabkan beberapa penyakit ringan, diantaranya, flu, batuk ataupun bersin-bersin. Penting kiranya menjaga kebersihan agar tidak mudah terkena penyakit. Selain itu harus mengkonsumsi makanan yang bervitamin,

2. Semakin Khusuk Ibadah

menjaga kebersihan tentunya diwajibakan saat Anda melaksanakan ibadah. Terutama ibadah sholat. Baik sholat dirumah ataupun sholat secara berjamaah di masjid. Pakaian yang kotor bisa jadi membuat sholat tidak sah apalagi badan yang kotor. Berikut ulasan ayat tentang kebersihan ibadah:

Kutipan ayat untuk kebersihan di atas tentunya menerangkan bahwa saat melakukan ibadah tidak boleh dengan keadaan kotor. Baik kotor pikiran ataupun kotor padan. Apalagi kalau terkena minuman keras, tentunya sholat tidak akan sah.

3. Lingkungan Menjadi Bersih

Lingkungan yang bersih merupakan kebersihan yang harus dijaga. Kebersihan lingkungan akan mengakibatkan udara disekitar menjadi sejuk. Karena tidak ada kotoran dan sampah yang menumpuk di tempat tersebut.

4. Menambah Percaya Diri

Orang yang menjaga kebersihan tentunya akan lebih percaya diri. Karena saat bergaul dengan orang lain tidak akan merasa terkucilkan. Lain halnya dengan orang yang berpakaian kotor, mereka akan cenderung minder saat ingin bercanda gurau.

Untuk menjaga kebersihan tersebut tentunya Anda harus melakukan beberapa cara dan patokan dalam menjaga kebersihan. Banyak ayat tentang kebersihan sebagian dari iman yang membahas tentang tata cara yang tepat untuk membersihkan diri sendiri.

5. Hati Menjadi Tenang

Jika Anda membaca tentang ayat tentang kebersihan hati tentunya sudah paham dengan isinya. Kebersihan membuat hati menjadi senang. Karena orang yang melakukan kebersihan tidak akan merasa jenuh dan beban dalam kehidupan.

Hari yang bersih tentunya akan menghindarkan dari sifat sombong, iri, dengki dan takabur. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan hal yang membuat hati terjaga kebersihannya. Misalnya saja, sholat malam, puasa ataupun melakukan zakat dan shodaqoh.

6. Harta Menjadi Barokah

Kebersihan harta tentunya harus Anda perhatikan. Kebersihan ini bisa Anda lakukan dengan cara melakukan zakat. Bila nisab telah mencapai batas minimal Anda diharuskan melakukan zakat untuk membersihkan harta tersebut.

Seseorang yang melakukan zakat cenderung akan dimudahkan dalam melakukan sebuah usaha. Bisa jadi usaha orang tersebut bertambah besar dan memiliki laba yang banyak. Jangan takut miskin saat melakukan zakat.

7. Pikiran Tidak Bimbang

Kebersihan juga mempengaruhi pikiran. Jika tempat terlalu kotor bisa jadi pikiran akan semakin bertambah banyak. Karena tempat yang kotor membuat orang kesusahan dalam berfikir. Anda harus rutin membersihkan tempat tinggal setiap harinya.

Hal ini sangat berpengaruh untuk Anda yang bekerja di rumah setiap harinya. Tempat yang bersih akan memudahkan dalam memikirkan sebuah jalan keluar untuk memberikan sebuah solusi. Dengan begitu, akan keluar ide-ide cemerlang.

8. Lebih Optimis

Orang yang bersih cenderung lebih optimis dalam melakukan pekerjaan. Apalagi kalau kebersihan tersebut menyangkut kebersihan diri, baik pakaian ataupun badan. Saat bertemu orang lain, seseorang yang berpakaian rapi tentunya akan lebih optimis.

Sikap optimis tentunya akan menambah semangat dan motivasi dalam menjalani kehidupan. Tentunya sikap ini tidak serta merta muncul dalam diri. Namun, Anda harus menjalankan dengan ikhlas dan istiqomah setiap harinya.

9. Cepat Menemukan Pasangan Hidup

Bagi yang jomblo, kebersihan memiliki manfaat yang lebih. Akan lebih mudah dalam mencari jodoh. Orang di dekat Anda akan merasa nyaman dengan kebersihan diri yang dilakukan. Dengan begitu, akan mudah menarik lawan jenis yang disukai.

Kebersihan padan dan pakaian merupakan hal utama saat Anda melakukan pendekatan dengan lawan jenis tersebut.

Ulasan ayat tentang kebersihan tentunya akan membantu Anda dalam menjaga kebersihan setiap harinya. Dengan kebersihan yang terjaga, hidup akan lebih maksimal dan tertata dengan baik. Oleh karena itu, menjaga kebersihan hukumnya wajib.

 

Mengenal Kalender Hijriyah dan Sisi Menariknya

Mengenal Kalender Hijriyah dan Sisi Menariknya

Kalender Hijriyah

Di beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Kalender Hijriyah biasa digunakan untuk sistem penanggalan sehari-hari. Terutama untuk mengetahui hari besar dan juga hari penting lainnya. Di Indonesia sendiri, kalender ini biasa diletakkan di atas tulisan kalender Masehi dengan ukuran angka yang lebih kecil.

Pengertian Kalender Hijriyah

Menurut bahasa, kalender Hijriyah adalah at-taqwim al-hijri’ (Kalender Islam). Sedangkan menurut istilah kalender Hijriyah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam untuk menentukan tanggal dan bulan. Penentuan ini berkaitan dengan waktu ibadah dan hari-hari penting umat Islam setiap tahunnya.

Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan Matahari, kalender ini menggunakan Bulan sebagai acuan. Dikenal sebagai kalender Hijriyah, karena tercatat bahwa tahun pertama di kalender ini terjadi peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah tahun 622 Masehi.

Sama halnya dengan kalender Masehi, kalender Hijriyah juga memiliki 12 bulan dalam satu tahun. Namun, jumlah hari lebih pendek 11 hari dari kalender Masehi. Itulah yang menyebabkan mengapa kalender ini dibangun atas dasar rata-rata siklus sinodik kalender lunar/Bulan (qomariyah).

Awal penanggalan kalender Hijriyah adalah 1 Muharram 1 Hijriyah (1M 1H), atau dalam perhitungan kalender Masehi jatuh pada tanggal 15 Juli 622 Masehi (15 Juli 622M). Satu bulan dalam kalender Hijriyah terdiri dari 29/30 hari. Sedangkan dalam satu tahun terdiri atas 345/355 hari.

Sejarah Kalender Hijriyah

Pada mulanya, penetapan kalender Hijriyah diberlakukan pada zaman Khalifah Umar Bin Khattab. Tetapi, sebelumnya orang-orang Arab juga telah menggunakan sistem kalender Hijriyah, hanya saja mereka menetapkan nama-nama bulannya saja dan tidak menetapkan tahunnya.

Dengan tidak adanya tahun, hal itu membuat Khalifah Umar Bin Khattab kebingungan saat menuliskan surat-surat untuk Amirul Mukminin. Kemudian Khalifah Umar mengumpulkan beberapa sahabat untuk bermusyawarah membahas tentang kejelasan dan kepastian kalender Islam ini.

Mengenai awal penanggalan kalender Hijriyah ini, para sahabat banyak memberikan usulan dalam musyawarah. Beberapa sahabat ada yang mengusulkan berdasarkan hari pengangkatan Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul. Ada juga yang usul berdasarkan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Setelah melalui berbagai usulan dan pendapat, pada akhirnya usulan Khalifah Ali Bin Abi Thalib yang disetujui seluruh sahabat. Maka ditetapkan pada tahun pertama sistem penanggakan kalender Hijriyah adalah pada saat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah tahun 622 Masehi.

Kegunaan Kalender Hijriyah

Seperti penjelasan di atas, kalender Hijriyah biasa digunakan untuk menentukan hari-hari penting umat Islam di setiap tahunnya. Hal ini membuat informasi kalender Hijriyah tetap dibutuhkan. Selain itu, kalender ini juga digunakan untuk kepentingan lainnya, seperti:

Menentukan Hari Raya Islam (Idhul Fitri dan Idhul Adha)

Bagi umat Islam, baik Idhul Fitri ataupun Idhul Adha, hari raya merupakan hari kemenangan yang dinanti-nanti. Hari raya Idhul Fitri datang setelah berakhirnya bulan Ramadhan berdasarkan kalender Hijriyah. Sedangkan Idhul Adha jatuh pada bulan Dzulhijjah.

Dalam sistem perhitungan kalender Hijriyah, kedua hari raya umat Islam ini ditentukan berdasarkan penampakan hilal atau yang disebut Bulan. Adapun beberapa metode yang digunakan para ahli untuk menentukan hari raya, yaitu kalender Hijriyah, Hisab dan Rukyat.

Menentukan Awal dan Akhir Puasa Ramadhan

Penentuan puasa di bulan Ramadhan seringkali memunculkan dilema khususnya bagi umat Islam Indonesia setiap tahunnya. Hal tersebut biasanya disebabkan karena perbedaan metode yang digunakan oleh beberapa kelompok atau ormas Islam.

Dengan kalender Hijriyah, umat Islam bisa menentukan kapan awal puasa Ramadhan dan berakhirnya. Meskipun tetap mempertimbangkan metode yang lain seperti Rukyatul Hilal dan Hisab, kalender Hijriyah juga dapat mempermudah penentuan puasa.

Mengetahui Jadwal Puasa-puasa Sunnah

Umat Islam memiliki banyak tanggal-tanggal penting untuk melakukan puasa sunnah setiap tahunnya. Biasanya menentukan kapan waktunya dengan melihat sistem perhitungan di kalender Hijriyah. Seperti puasa Muharram, puasa menjelang Idul Adha, Dzulhijah dan masih banyak lagi.

Di dalam kalender Hijriyah, seluruhnya telah ditetapkan dengan banyak perhitungan dan pertimbangan. Hal ini memudahkan umat Islam untuk melakukan ibadah-ibadah baik yang bersifat Wajib ataupun Sunnah.

Mengetahui Tanggal-tanggal yang Dilarang Berpuasa

Selain memiliki banyak tanggal yang di sunnahkah melakukan puasa, umat Islam juga memiliki tanggal yang dilarang untuk berpuasa. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dengan menggunakan sistem perhitungan kalender Hijriyah sesuai tahunnya.

Hari/tanggal yang dilarang berpuasa untuk umat Islam adalah hari raya 1 Idhul Fitri, hari raya Idhul Adha, 3 hari saat hari Tashriq, hari Syak yaitu hari terakhir di bulan Sya’ban dan puasa Al Wishal (puasa sepanjang masa).

Mengetahui Peristiwa-Peristiwa Bersejarah Umat Islam

Beberapa penamaan bulan pada kalender Hijriyah diambil dari peristiwa bersejarah umat Islam pada masa Nabi dan para sahabatnya. Contohnya selain pada penanggalan awal Kalender Hijriyah, juga pada ibadah puasa Sunnah dan ibadah Haji.

Seperti yang diketahui, adanya hari raya Idhul Adha pada kalender Hijriyah berasal dari peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kemudian bulan-bulan Haji pada kalender ini juga ditengarai peristiwa Nabi Ibrahim dan masih banyak lagi yang lainnya.

Beberapa Keuntungan dan Manfaat Menggunakan Kalender Hijriyah

Masih banyak dari umat Islam yang begitu asing dengan kalender Hijriyah. Pada umumnya mereka lebih sering menggunakan kalender Masehi. Padahal, terdapat manfaat jika menggunakan kalender ini. Berikut adalah beberapa keuntungan dan manfaat yang didapatkan jika menggunakannya:

Salah Satu Cara Menjalankan Perintah Allah

Berkalender Hijriyah adalah salah satu cara menjalan perintah Allah. Sangat jelas yang termaktub dalam firman Allah Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 189 yang artinya, “Mereka bertanya padamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakan itu adalah penunjuk waktu ibadah bagi umat manusia.”

Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan menggunakan penanggalan Masehi, terutama untuk kepentingan pendidikan, jadwal kerja, hari libur dan masih banyak lagi. Karena di Indonesia sendiri terdiri dari beragam suku bangsa.

Salah Satu Cara Menjauhi Larangan Allah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, dalam kalender umat Islam, terdapat hari-hari dimana mereka dilarang untuk melakukan ibadah tahunan. Baik ibadah puasa maupun ibadah haji di tanah suci. Untuk mengetahuinya, umat Islam harus melihat dan menggunakan Kalender Hijriyah.

Memudahkan Umat Islam Mengetahui Waktu-Waktu Ibadah

Waktu-waktu ibadah umat Islam telah ditentukan dalam kalender Hijriyah. Seperti ibadah haji, jadwal-jadwal puasa Sunnah, hari raya umat Islam dan lain sebagainya. Dengan begitu, umat Islam tidak akan ketinggalan atau salah hari dalam menjalankan ibadah.

Berpegang Pada Sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidin dan Ijma’ Para Sahabat

Dijelaskan dalam Imam Bukhari dalam hadis sahih-nya, mengatakan bahwa Sahl bin Sa’ad pernah berkata para sahabat menghitung (penanggalan) kalender Islam berdasarkan awal tahun dimana Nabi Muhammad masuk ke Kota Madinah untuk berhijrah.

Menunjukkan Keterikatan dengan Nabi Muhammad SAW

Karena pananggalan awal kalender Hijriyah berdasarkan peristiwa hijrahnya beliau ke Madinah, umat Islam menjadi bisa mengenang peristiwa bersejarah tersebut. Tidak hanya itu, umat Islam juga mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW dan segala macam kondisi pada masa itu.

Perbedaaan Kalender Hijriyah dengan Masehi

Umumnya orang-orang sudah mengetahui jika kalender hijriyah berbeda dengan kalender Masehi. Namun, tahukah Anda apa yang membedakan dari kedua kalender tersebut? Jika belum mengetahuinya, simak sepenggal informasi berikut ini:

Jumlah Hari

Jika jumlah hari dalam satu tahun kalender Hijriyah berkisar antara 354 hingga 355 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang bisa mencapai 365 hari, kecuali tahun kabisat yaitu 366 hari. Sehingga, perjalanan penanggalan juga jauh berbeda.

Selain itu, setiap bulan dalam kalender Hijriyah umumnya terdiri antara 29 dan 30 hari, sementara kalender Masehi terdiri dari 30 dan 31 hari. Kecuali pada bulan Februari yang terkadang hanya 28 hari. Untuk Jumlah bulan pada kedua kalender tersebut baik Hijriyah dan Masehi memiliki 12 bulan dalam satu tahun.

Awal Patokan Sistem Penanggalan

Tahun 1 kalender Hijriyah dimulai pada tahun peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yakni pada 622 Masehi. Sedangkan tahun Masehi dihitung mulai dari kenaikan Isa Al-masih.

Tahun Baru

Perbedaan selanjutnya yang sudah banyak diketahui yakni hari jatuhnya tahun baru. Karena adanya perbedaan dalam sistem penanggalan, kalender Hijriyah memiliki selisih 11 hingga 12 hari lebih sedikit jika dibandingkan dengan kalender Masehi.

Jadi tidak heran jika tahun baru kedua kalender tersebut memiliki sedikit perbedaan yaitu pada kalender Masehi tahun baru jatuh tepat pada tanggal 1 Januari. Sedangkan pada kalender Hijriyah tahun baru jatuh pada tanggal 1 Muharram.

Nama Hari

Dari segi jumlah hari, baik kalender Hijriyah dan Masehi memiliki jumlah yang sama yakni tujuh hari dan siklus harinya juga bersamaan. Yang membedakan dari kedua hari tersebut terletk pada nama-namanya. Nama dalam kalender Hijriyah diserap dari bahasa Arab.

Yaitu seperti Ahad (Minggu), Itsnayn (Senin), Tsalaatsa (Selasa), Arba’aa (Rabu), Khamsatun (Kamis), Jum’a (Jumat), dan Sabt (Sabtu). Dari nama-nama tersebut bisa diketahui bahwa sebenarnya nama hari dalam bahasa Indonesia juga berpedoman pada nama hari dalam Bahasa Arab, bukan Bahasa Inggris.

Sistem Penanggalan

Kalender Islam atau Hijriyah memiliki sistem penanggalan yang didasarkan pada siklus sinodis bulan, yaitu siklus dua fase bulan yang sama dan berurutan. Pergantian bulan baru juga berdasarkan pada penampakan hilal, bulan sabit terkecil yang dapat diamati dengan mata telanjang.

Di sisi lain, untuk sistem penanggalan kalender Masehi didasarkan pada pergerakan bumi yang mengelilingi matahari. Jumlah total hari dalam satu tahun kalender Masehi biasanya terdiri atas 365 hari dan setiap empat tahun sekali 366 hari yang disebut tahun kabisat.

Urutan Kalender Hijriyah

Nama bulan dikalender Masehi tentu sudah familiar di telinga, namun tahukah Anda bagaimana urutan nama bulan dikalender hijriyah. Nama-nama tersebut antara lain.

Pertama dimulai dari bulan Muharram yang artinya diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan ini masyarakat dilarang untuk berperang. Kedua adalah bulan Shafar yang  artinya, kosong. Makna dari bulan ini adalah, dahulu pria Arab pergi untuk merantau atau berperang.

Ketiga Rabi’ul Awal yang artinya masa kembalinya kaum lelaki yg merantau. Keempat Rabi’ul Akhir yang bermaksud akhir masa menetapnya kaum lelaki. Kelima Jumadil Awal yang artinya awal kekeringan atau mulai terjadi musim kering.

Keenam Jumadil Akhir yang artinya akhir kekeringan atau musim kering telah berakhir. Ketujuh Rajab yang artinya mulia, zaman dulu bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini. Kedelapan Sya’ban yang artinya berkelompok, di kala itu biasanya masyarakat Arab berkelompok untuk mencari nafkah.

Kesembilan Ramadhan yang artinya, sangat panas. Maksudnya bulan yang mampu membakar dosa dan umat Islam diwajibkan berpuasa/shaum sebulan penuh. Kesepuluh Syawal yang artinya kebahagiaan, kemenangan, sebagai bulan baru setelah seluruh dosa dihapus selama bulan Ramadhan.

Kesebelas Zulqaidah yang artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab. Dan terakhir Zulhijjah yang artinya menunaikan haji, sehingga bulan ini disebut juga bulan haji.

Penentuan Penanggalan Kalender Hijriyah

Dalam penanggalan Hijriyah, hari baru berawal setelah Matahari terbenam dan berlangsung sampai saat terbenamnya Matahari di keesokan harinya. Untuk sistem penanggalannya sendiri biasanya dilakukan melalui beberapa cara yaitu:

Melihat Hilal

Di Indonesia cara ini digunakan untuk keperluan keagamaan, misalnya menentukan tanggal awal hari puasa atau hari raya. Dalam pelaksanaannya, tidak bisa menggunakan mata telanjang. Melainkan dengan bantuan alat untuk memperbesar jangkauan dalam melihat bulan.

Pengamatan hilal ini juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan sumpah suci pengamat sekaligus saksi. Di Indonesia pelaksananya dikenal dengan nama Badan Hisab Rukyat, bersama-sama dengan Departemen Agama yang bertugas mengamati hilal di suatu tempat tertentu.

Dalam hal ini, seorang Ilmuwan seperti ahli ilmu falak dan astronom juga tidak boleh ketinggalan. Karena dapat atau tidak terlihatnya hilal dapat diprediksi dengan perhitungan yang sudah menjadi keahlian dan bidang asli mereka.

Melalui Hisab

Untuk keperluan penanggalan sehari-hari, misalnya untuk negara mayoritas umat Islam yang menggunakan penanggalan Hijriyah sebagai kalender resminya. Penanggalan ini didasarkan pada perhitungan atau biasa dikenal dengan hisab.

Bulan umumnya terdiri atas 29 dan 30 hari secara bergantian dimulai dari bulan Muharram yang terdiri atas 30 hari, dilanjutkan dengan Shafar 29 hari, kemudian disusul Rabiul awal 30 hari dan seterusnya secara bergantian sampai bulan Dzulhijjah.

Tetapi, khusus untuk bulan terakhir jumlah hari bisa 29 atau 30. Untuk tahun kabisat, bulan Dzulhijjah terdiri dari 30 hari dan untuk tahun basithoh atau biasa bulan Dzulhijjah umumnya terdiri dari 29 hari. Sehingga, jumlah total hari dalam tahun kabisat akan menjadi 355 hari.

Perhitungan Bulan

Perhitungan kalender hijriyah juga didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi atau revolusi bulan. Bulan mengelilingi bumi dalam satu bulannya membutuhkan waktu selama 29,5 hari atau 29 1/2 hari. Dalam satu tahun ada 12 bulan, maka jumlah hari dalam 1 tahun adalah 354 hari.

Tidak hanya pada kalender Masehi saja, pada kalender hijriyah juga terdapat tahun kabisat. Tahun tersebut terjadi apabila dalam satu tahunnya memiliki jumlah hari 355. Sebagai tambahan satu hari yaitu terletak pada bulan zulhijah.

Selain itu, kalender Hijriyah juga lebih cepat dari pada kalender Masehi, hal ini disebabkan oleh revolusi bumi yang berakibat jumlah harinya lebih banyak 11 hari dibandingkan jumlah hari dalam 11 kali revolusi bulan.

Dengan adanya Kalender hijriyah membuat umat Islam mudah dalam menentukan beberapa kegiatan keagamaan di setiap tahunnya. Walaupun di Indonesia mayoritas umat muslim, namun kebanyakan instansi menggunakan penanggalan Masehi.

Masjid Quba dan Fungsi Masjid sebagai Pusat Lembaga Negara

Masjid Quba dan Fungsi Masjid sebagai Pusat Lembaga Negara

Masjid Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah Saw

Minimnya wawasan kebangsaan seringkali membuat sebagian golongan tertentu bertindak main hakim sendiri. Hal tersebut dilakukan lantaran minimnya kepuasan rasa keadilan dan lumpuhnya penegakan hukum yang berlaku. Padahal, bila kita mengacu pada akar kata Islam, tentu bukan seperti di atas apa yang diharapkan, namun lebih kepada rasa kebersamaan dalam membangun kesejahteraan. Bila ummat Islam berpedoman pada Islam, maka bisa dirunut dari akar kata Islam itu sendiri. Islam berasal dari kata aslama, yaslimu, islaman yang berarti tunduk, patuh, berserah diri dan damai.[1] 

Di masa Rasulullah Saw, sesuatu yang penting dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah membangun masjid. Adapun masjid pertama yang dibangun Rasulullah Saw adalah masjid Quba.

Sesungguhnya, masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak pertama adalah lebih patut bagi kamu untuk bersembahyang di dalamnya. Di dalamya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.[2]

Dari ayat di atas pula dapat diketahui bahwa kata ‘masjid’ berasal dari bahasa Arab yang telah diserap ke dalam kosakata Bahasa Indonesia. Menurut Prof. Faisal Ismail, beliau menjelaskan bahwa dalam struktur bahasa Arab, kata ‘masjid’ merupakan masdar (kata benda) yang memiliki arti ‘tempat sujud’. Konkritnya, secara terminologis, masjid adalah bangunan gedung dengan ukuran tertentu, relatif besar dan fungsinya dipakai untuk mendirikan shalat. Tak terkecuali pelaksanaan Shalat Jumat.[3] 

Sebagaimana ummat Islam ketahui, di zaman Rasulullah Saw, masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat sujud saja. Lebih dari itu, masjid dijadikan sebagai pusat kebudayaan, pendidikan bahkan politik.

Ada fakta sejarah menarik yang perlu diugkapkan dalam makalah ini mengenai fungsi masjid sebagai tempat yang berfungsi untuk lembaga negara, salah satunya adalah sejarah tentang penaklukkan Spanyol ke tangan Islam;

Dalam bulan Februari 715 Musa, Penakluk Spanyol memasuki kota Damsyik bersama-sama dengan pangeran-pangeran Gotia Barat yang penuh dengan perhiasan-perhiasan untuk menghadap Khalid bin Walid. Suatu resepsi resmi yang dilakukan dengan penuh keindahan dan kemegahan ruang muka dari masjid Ummaiyah. Itulah suatu puncak kegemilangan dalam sejarah Islam yang menang kala itu. Untuk pertama kalinya, orang melihat beratus-ratus bangsawan Eropa sujud dengan hormat di hadapan pemimpin orang-orang mukmin.[4]

Tak heran bila dahulu di zaman Rasulullah Saw dan sahabat perkembangan Islam sangat maju, hal tersebut tak terlepas dari adanya pusat peerintahan yang bisa menyatu dengan rakyat kecil atau rakyat biasa. Sebagai contoh lain, di zaman para khalifah, para pemimpin sangat giat memakmurkan masjid guna menjadikan pemimpin sebagai role model bagian dalam maupun luar.

Bahkan, seorang khalifah juga dituntut bisa menjadi imam dan khatib dalam ibadah-ibadah di masjid. Hal ini tak terlepas dari fungsi masjid sebagai tempat untuk mempersatukan ummat. Sebab, sebuah kepentingan masjid yang sesungguhnya sebenarnya terletak di mimbarnya. Hal ini terus berlangsung secara turun temurun seperti halnya tatkala Abu Bakar didaulat menjadi pemimpin, maka pada waktu itu Abu Bakar lantas menduduki mimbar dan kemudian berpidato. Ketika orang-orang mendatanginya dan memberinya salam, ia menyatakan khutbah sebagai tanda menerima pimpinan.[5] 

Betapa penting fungsi masjid sebagai rumah umat. Dalam berbagai kesempatan, kita dapat menjumpai bahwa hari ini fungsi masjid cenderung bergeser hanya sebagai tempat ibadah saja, padahal sejatinya lebih dari hal itu. Ummat juga sering melihat bahwa kecenderungan beberapa pengurus masjid hanya menjadikan jamaah sebagai orang-orang yang pasif, tanpa memiliki tujuan dan hanya sekedar melaksanakan rutinitas kewajiban semata.

Di sisi lain, pengurus juga minim kepekaan terhadap majemuknya jamaah, sehingga mereka lebih mementingkan unsur keorganisatorisan. Tak terkecuali dengan jamaah yang notabene minoritas dalam hal jumlah; dalam hal ini adalah kaum difabel. Padahal, di zaman nubuwwah pun telah dicontohkan bagaimana seorang nabi sangat menghargai seseorang yang hendak masuk Islam, bahkan karena peistiwa itu juga, Rasul mendapat teguran dari Allah.

Baca Artikel Selanjutnya tentang Surah Abasa


[1] Faisal Ismail, Dinamika Kerukunan Antarumat Beragama, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 1.

[2] QS. At-Taubah: 108

[3] Ibid.,

[4] Drs. Sidi Gazalba, Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Pustaka Al Husma, 1994), hlm. 283.

[5] Drs. Sidi Gazalba, Masjid Pusat Ibadat dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Pustaka Al Husma, 1994), hlm. 282.