Kisah Judi di Zaman Nabi

139 Dilihat

Kisah Judi di Zaman Nabi

Ada beberapa kisah yang mendasari mengapa perjudian dan minum khamar akhirnya diharamkan. Kisah judi di zaman Nabi pun juga terdapat dalam banyak versi. Salah satunya yakni Nuaiman, sahabat nabi karena memiliki kebiasaan mabuk setiap pagi harinya.

Kisah Judi dan Pemabuk di Zaman Nabi

Salah satu sahabat yang hidup semasa dengan Rasulullah adalah Nuaiman. Kebiasaannya yakni minum khamar hampir setiap pagi hari. Selain itu juga sering bercanda bahkan berlaku iseng terhadap Baginda Nabi Besar Miuhammad. Begitupun dengan kegemarannya untuk berjudi.

Makan Bersama Rasulullah

Suatu ketika sesaat setelah sadar dari mabuknya, Nuaiman merasa jika perutnya sangat lapar. Tanpa banyak pikir, ia langsung mencegat penjual makanan yang lewat di depan masjid dan memesan dua bungkus. Akhirnya ia mengajak Rasul untuk makan bersama.

Setelah makanan habis, Rasul kembali ke masjid namun Nuaiman mencegahnya. Ia meminta Rasul untuk membayar makanan tersebut karena menganggap jika seorang Rasul sebagai penguasa atau Raja harus mengayomi rakyatnya. Rasul lantas mengeluarkan uang dan memberikan ke penjual

Sikap Rasul saat Ada yang Menghina Nuaiman

Pasca kejadian tersebut, kebiasaan Nuaiman untuk berjudi dan mabuk tidak kunjung berhenti. Hingga pada akhirnya beberapa sahabat mendatangi Nuaiman setelah minum khamar. Seseorang memarahinya karena perilakunya tidak kunjung berubah meski setiap hari bersama Rasulullah.

Sahabat yang lain pun melanjutkan bahwa dirinya tidak pantas untuk bersama Rasulullah karena akan mendapat laknat dari Allah atas perbuatannya. Rasulullah pun mendengar kejadian ini dan memarahi mereka untuk jangan menghujat Nuaiman karena masih beriman kepada Allah.

Nuaiman dan Hadiah Madu

Nuaiman sedang melihat penjual madu tengah kepanasan menjual dagangannya. Namun tidak ada satupun terjual. Nuaiman akhirnya memintanya untuk datang ke kediaman Rasulullah. Ia pun berkata “Aku akan pergi, sebentar lagi pemilik rumah itu akan keluar dan membayar seharga madu itu”.

Lantas sang penjual madu pun mengetuk rumah Rasul dan memberikan madu. Awalnya Rasulullah tersentuh karena menganggap jika pemberian tersebut adalah hadiah. Namun hingga akhirnya Rasul heran akibat harus membayarnya

Itulah tadi Kisah judi di zaman Nabi khususnya dari Nuaiman yang seringkali usil terhadap Rasulullah. Meski begitu, Nuaiman memiliki hati baik sehingga Baginda Rasul selalu memaklumi sifat bercanda dan usilnya. Dari cerita di atas, tentu Anda semakin yakin bisa sadar dan berhenti dari judi. Judi hanyalah angan-angan, jangan dekati meski hanya slot demo saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *