Mengenal 8 Alat Rigging dan Fungsinya

Alat Rigging

Aktivitas lifting dan towing memang membutuhkan peralatan tertentu. Oleh karena itu, alat rigging diciptakan untuk membantu keperluan tersebut. Istilah tersebut memang berasal dari bahasa Inggris yang artinya tali-temali. Jadi secara garis besar sudah bisa dilihat bahwa mekanisme umum dari alat tersebut adalah berkaitan pengangkutan serta pengaitan barang-barang. Lebih jelasnya, silakan simak 8 contoh alat berikut ini.

Macam-macam Peralatan Rigging

1. Swivel

Yang pertama adalah swivel. Swivel biasanya digunakan menjaga kestabilan barang ketika diangkat. Seperti kita ketahui, baik ketika proses pengangkatan barang maupun pemindahan pasti akan ada beberapa gaya seperti angin ataupun gerakan mesin dan membuat barang bergoyang. Swivel berfungsi guna mengantisipasi hal tersebut sehingga barang dapat selamat sampai lokasi penurunan tanpa terjadi kerusakan.

2. Connecting Link

Sesuai namanya, connecting link berfungsi sebagai penghubung. Biasanya connecting link dipakai sebagai tambahan khusus chain sling. Fungsinya adalah membantu pemasangan pada ujung sling chain dengan bagian lainnya. Pada kasus tertentu, hal ini memang sangat membantu terutama ketika akan menggunakan shackle maupun hook supaya lebih kuat dan juga aman.

3. Hook

Hook juga kerap disebut dengan istilah gancu. Alat ini berfungsi sebagai pengait untuk mengikat atau menarik benda tertentu. Biasanya hook akan dihubungkan pada bagian sling. Ada berbagai macam jenis-jenisnya sesuai fungsi seperti sling hook, grab hook, foundry hook, barrel hook, sorting hook, swivel hook, anchor line hook, dan masih banyak lagi. Tujuan pemasangan gancu ini adalah supaya benda tidak mudah lepas saat dipindahkan.

4. Eye Bolt

Pada beberapa kasus kerap ditemui kondisi ketika barang tidak mempunyai pengait. Di situasi inilah eye bolt memiliki peran penting. Sebagai contoh, kontainer memang tidak mempunyai pengait pada bagian sisinya. Oleh karena itu, eye bolt kemudian akan dipasang pada empat sisi atas agar kemudian dapat dikaitkan pada alat penyambung seperti connecting link.

5. Master link

Master link memiliki bentuk seperti lingkaran. Fungsinya adalah menjadi sambungan antara wire slop dan peralatan lainnya. Biasanya master link terdapat pada bagian paling atas lalu disambungkan ke sling.

6. Shackle

Berikutnya adalah shackle. Shackle adalah alat untuk mengaitkan sling pada benda yang akan diangkat. Jadi, perannya memang cukup penting. Namun, statusnya hanyalah alat bantu, bukan sebuah alat utama guna mengangkut barang. Biasanya shackle digunakan pada keperluan tertentu seperti mengangkat mesin, barang, dan sebagainya asalkan membutuhkan sling ataupun wire.

7. Wire Clip

Wire clip berfungsi menahan ujung wire rope supaya tidak lepas. Alat tersebut cenderung mudah untuk digunakan karena cukup membutuhkan kunci pas ketika ingin memasang. Wire clip juga kerap digunakan sebagai alat ganti wire rope sling yang memang cukup mahal karena pembuatannya cukup rumit.

8. Thimble

Terakhir adalah thimble. Thimble merupakan alat untuk membentuk mata kait pada sebuah sling. Tujuan dari pembentukan mata kait tersebut adalah supaya dapat melindungi bagian permukaan tali dari terjadinya gesekan langsung. Apabila gesekan terjadi, maka tali akan cenderung cepat rusak sehingga usianya tidak akan lama. Oleh karena itu, thimble di sini benar-benar dibutuhkan.

Itulah tadi beberapa contoh alat rigging yang biasanya digunakan pada proses towing dan lifting. Jika Anda sedang mencari alat tersebut, AS Marine bisa menjadi pilihan tepat. Dipercaya lebih dari ratusan klien sudah membuktikan betapa bagusnya kualitas dihadirkan. Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui website asmarines.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.