13 Model-model Komunikasi Aristoteles Dkk.

13 Model-model Komunikasi Aristoteles Dkk.

Model-model Komunikasi

Pernahkah terpikir di benak anda bagaimana manusia dapat berkomunikasi dengan siapapun? Jawabannya mungkin adalah dengan bahasa manusia bisa berbicara. Namun jika pertanyaannya dilanjutkan menjadi “seperti apa komunikasinya?”, maka disinilah tulisan ini akan menjelaskan seperti apa model komunikasi yang dilakukan.

Model sejatinya bukan hanya sekedar gambaran, bentuk, ataupun ilustrasi semata, namun menunjukkan bagaimana kepada kita tentang sebuah pemahaman hubungan-hubungan antar elemen, dalam hal ini tentu saja elemen komunikasi. Hubungan tersebut juga memiliki perbedaannya satu sama lain dalam perkembangannya. Hal ini memungkinkan kita dapat mengidentifikasi hubungan komunikasi bukan saja berdasarkan elemen, namun juga latar belakang dan kekompleksitasan komunikasi itu sendiri.

Lalu, apa saja elemen komunikasi itu? Secara sederhana terdapat lima elemen dasar dalam komunikasi, yaitu komunikator (orang yang berbicara), komunikan (penerima pesan), pesan (muatan informasi dan hambatan), media (perantara antara komunikator, komunikan dan massa secara luas) dan efek (implikasi dari pesan).

Namun dalam mempelajari model komunikasi, harus dicamkan bahwa elemen-elemen tersebut bisa berubah fungsi sesuai dengan konteksnya. Komunikator bisa saja menjadi komunikan, maupun sebaliknya. Media memang perantara, namun juga dapat menghasilkan efek sebagaimana komunikator atau komunikan. Semua itu tergantung pemahaman kita akan fenomena komunikasi dimanapun baik secara langsung maupun jika kita meriset secara mendalam.

Model-model Komunikasi

Model komunikasi berikut ini adalah hasil dari bacaan penulis yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Model Komunikasi Awal

Membicarakan model komunikasi tidak enak sebetulnya jika tidak berbicara suatu model awal atau “tertua”. Sebetulnya ini adalah model yang paling klasik dari semua model komunikasi. Yap, gambaran mudahnya adalah komunikasi akan berjalan dengan pesan satu arah, dari pengirim ke penerima pesan. Pengirim pesan akan mentransmisikan pesan secara langsung kepada pengirim pesan tanpa tedeng aling-aling, alias tanpa media ataupun hambatan lainnya seperti pada model komunikasi modern.

Model Komunikasi Aristoteles Model-min

Gambar 1. Model Aristoteles (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini menurut jurnal seperti yang ditulis oleh Croft (2004) merupakan model yang pertama kali dideskripsikan oleh filosof kenamaan Yunani, yaitu Aristoteles. Bapak “Eureka” ini mendiskripsikan pesan yang nantinya diterima orang dalam skala yang banyak. Model ini saat ini bisa dikaji dalam bentuk tradisi retorika, salah satu tradisi tertua dalam ilmu komunikasi yang berpusat pada idea, bahasa, dan argumentatif-persuasif dalam memandang komunikasi itu sendiri.

2. Model Komunikasi Linear

Model ini merupakan model yang terbilang menjadi dasar perkembangan model komunikasi modern, sekaligus model dasar yang populer dipelajari dalam studi Komunikasi. Selain itu dikarenakan model ini sudah mengenai saluran dan efek, model ini masih dinilai relevan untuk menjelaskan secara mendasar bentuk-bentuk komunikasi.

Secara garis besar model awal ini memandang bahwa komunikasi terjadi dalam satu arah. Bisa komunikator ke komunikan, maupun dari komunikator ke massa. Model ini sangat dipengaruhi oleh situasi pasca Perang Dunia II, dimana perspektif mekanis dan teknis mulai berkembang dalam segala lini seiring pembangunan kembali negara-negara yang terdampak perang. Terdapat dua variasi yang lahir dalam model ini, yaitu:

a. Laswell Model

Model ini sebetulnya sudah memasukkan saluran sebagai perantara penyampaian pesan, tidak seperti model Aristoteles yang cenderung satu arah ke massa secara langsung. Dalam model ini prinsipnya adalah dengan siapa anda berbicara, dengan saluran apa dan apa efeknya.

Model Komunikasi Lasswell Model

Gambar 2. Model Lasswell (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model yang dimaksud dalam hal ini adalah model yang dibawa oleh Harold Lasswell (1948). Dengan prinsip yang ia sebutkan tersebut maka bisa ditebak bahwa ketika dua orang saling berkomunikasi baik secara lisan dan tulisan pasti memiliki efek dan timbal balik. Hal inilah mengapa model ini menjadi dasar pengembangan model komunikasi lainnya, yang lalu tergambar secara jelas dalam model Shannon dan Weaver (1949).

b. Shannon dan Weaver Model

Inilah model yang selalu diperbincangkan sebagai salah satu bentuk dasar komunikasi. Idenya diambil dari cara kerja telepon kabel waktu itu. Tidak heran apabila model ini berbicara sesuatu yang agak mekanistis. Ya itu, karena telepon kabel kan salah satu alat mekanis yang canggih waktu itu.

Model Komunikasi ShannonWeaver

Gambar 3. Model Shannon and Weaver (Sumber: Adaptasi Penulis)

Dalam model ini sederhananya terdapat empat elemen ketika komunikasi itu dilakukan atau terjadi. Ada sumber pesan, pesan, saluran dan penerima pesan. Elemen ini dalam beberapa hal juga menyertakan feedback walaupun hanya secara samar. Ini dikarenakan waktu itu ketika model ini diciptakan manusia hanya mengenal timbal balik dalam satu arah yang sama. Tidak seperti sekarang dimana feedback dipahami sebagai suatu proses yang rumit dalam komunikasi.

Pada hal yang rumit itulah, lalu muncul keberatan dari sejumlah ahli dikarenakan model-model linear ini hanya bergerak satu arah dengan efek yang setelah didalami ternyata terbatas. Hal ini dikarenakan model ini mengacu pada penggunaan media massa awal dan propaganda. Hal yang hari ini sebetulnya masih bisa ditemui saat ini, namun dalam cakupan kecil atau mikro.

Namun secara gamblang model ini dapat menjelaskan dari siapa, apa pesannya, salurannya apa dan apa efek dan respon dari penerimanya. Itulah mengapa selanjutnya berkembang model komunikasi lain yang sebetulnya tidak jauh dari elemen dari model yang ditulis oleh Shannon dan Weaver ini, namun dengan variasi kompleksitas baru sesuai dengan perkembangan masyarakat modern hingga kekinian.

3. Model Komunikasi Sirkuler

Setelah munculnya model-model komunikasi yang memasukkan saluran, lalu muncul perspektif lain yang berkembang dan mencoba mengimprovisasi model sebelumnya yang cenderung masih satu arah atau cenderung straight vertical/horizontal dalam komunikasi. Model inilah yang sekarang kita perbincangkan.

Pandangan dari model ini adalah ketidakmungkinan bahwa komunikasi tidaklah sekaku dalam model-model linear, namun juga beragam dan muncul hambatan-hambatan dalam komunikasi. Clue point dari pendekatan ini adalah mencoba mengilustrasikan sebuah model komunikasi yang terdiri atas banyak arah dan sirkular, kompleks namun juga dinamis.

a. Model Komunikasi Schramm

Model inilah yang lalu mengubah peta model komunikasi selanjutnya. Model ini disebut juga model konvergen, dikarenakan model ini menjelaskan komunikasi secara dinamis sebagai bentuk hubungan yang didasarkan pada latar belakang seseorang.

Secara garis besar, model ini menggambarkan komunikasi tidak dalam cakupan komunikator ataupun komunikan. Melainkan menekankan proses perbincangan yang terjadi ketika sejumlah kesamaan dan perbedaan komunikasi bertemu.

Model Komunikasi Schramm Model

Gambar 4. Model Schramm (Sumber: Adaptasi Penulis)

Gambaran utamanya begini, jika anda memiliki sejumlah perbedaan yang besar dengan teman anda besar, maka area persamaannya akan semakin kecil. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika anda memiliki sejumlah persamaan yang besar dengan teman anda maka semakin kecil juga perbedaannya. Proses ini dinamakan sebagai encoding (menyandikan) dan decoding (memecahkan kode).

Artinya walaupun terdapat kesamaan dan perbedaan, keduanya tidak saling meniadakan. Akan tetapi model ini mereduksi sejumlah pandangan ketika terdapat sejumlah perbedaan yang begitu besar serta menguatkan persamaan yang dimiliki dalam proses komunikasi.

b. Model Komunikasi A-B-X

Karena model interaktif sangat menekankan proses komunikasi terlepas dari apapun elemennya, maka terdapat banyak model untuk menjelaskan bagaimana pesan yang berada ditengah-tengah komunikator dan komunikan dapat diterima ataupun berhubungan. Model yang satu ini dapat memahamkan kita secara simpel.

Model Komunikasi Newcomb Model

Gambar 5. Model Newcomb (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini dikembangan oleh ahli komunikasi bernama Theodore M. Newcomb (1953). Ia berpendapat bahwa komunikasi dapat memperbaiki keseimbangan dalam sebuah sistem sosial (dalam Amudavalli, 2019:26). Model ini menggambarkan komunikator sebagai A dan komunikan sebagai B, yang ketika berkomunikasi mereka pada dasarnya sedang menciptakan topik (X).  Pada model ini, pesan bukanlah elemen satu atau dua arah. Tetapi pesan merupakan cara kerja dalam berkomunikasi itu sendiri.

Konsep ini mirip dengan ketika kita memahami sebuah wacana yang terlontar di media. Wacana akan bergerak menjadi topik perbincangan publik dari berbagai sudut pandang yang diangkat media tersebut. Walhasil terciptalah sebuah topik, dimana ia adalah kumpulan wacana dalam tema tertentu yang ditransmisikan oleh komunikator maupun media hingga diterima ke massa.

c. Model Komunikasi Helix

Model Komunikasi Helix Model

Model ini diperkenalkan oleh Frank Dance (1967). Pada dasarnya model ini merupakan model yang melengkapi model sebelumnya, bahwa interaksi yang terjadi dalam bentuk komunikasi menghasilkan sejumlah kesimpulan bersama atau konvergen. Perbedaannya dalam model Helix ini kesimpulan yang terjadi menuju arah yang lebih luas.

Dalam penggambarannya, sisi bawah dalam model ini merupakan titik awal komunikasi sebagai sebuah corong yang kecil. Ini menandakan bahwa awal dari komunikasi sebetulnya cenderung pelan, lalu menuju besar dan mencapai ke atas yang menandakan semakin besarnya sejumlah pemahaman dan kecepatan dalam menangkap pesan seiring berjalannya waktu.

Konsekuensinya model ini memasukkan unsur waktu sebagai titik pentingnya. Artinya setiap komunikasi yang terjadi pasti ditentukan oleh permulaan komunikasi tersebut. Semakin permulaan komunikasi dilakukan maka semakin cepat pemahaman yang dapat akan menentukan komunikasi selanjutnya.

d. Model Komunikasi Zig-Zag

Selain dua model sirkuler diatas, perlu diketahui sebetulnya terdapat satu model lagi untuk menjelaskan bagaimana sebuah komunikasi berjalan dinamis dan kompleks seperti yang penulis sebutkan diatas. Model yang satu ini dinamakan model Zig-Zag dikarenakan ilustrasi yang cenderung seperti berlompat dan menyentuh hampir dalam segala aspek. Model ini juga ditulis oleh Schramm (1967).

Model Komunikasi Zig-Zag

Gambar 6. Model Zig-Zag (Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini merupakan salah satu model komunikasi yang tidak mementingkan elemen seperti Model Helix. Akan tetapi berfokus pada bagaimana jalannya sebuah komunikasi. Wajar apabila model ini memiliki sejumlah kesamaan dengan model sirkuler pada umumnya, yaitu sama-sama mementingkan faktor interaksi untuk mereduksi sejumlah perbedaan. Karena komunikasi sebetulnya dalam pandangan model ini bukan sebagai mentransmisikan sejumlah informasi, melainkan sebuah proses yang  membutuhkan waktu dan pemahaman individu secara berkelanjutan.

e. Model Komunikasi Berlo

Bentuk komunikasi yang ada pada model ini berorientasi pada bagaimana antara komunikan dan komunikator bukan hanya memahami, namun juga menafsirkan pesan dalam proses komunikasi. Model ini diperkenalkan oleh Berlo (1960).

Model Komunikasi Berlo Model

Gambar 7 Model Berlo ((Sumber: Adaptasi Penulis)

Model ini lebih menekankan pada isi pesan mulai dari pengodean, lalu diterjemahkan masing-masing baik oleh komunikator maupun komunikan melalui kanal. Proses ini dinamakan sebagai SMCR (Source, Message, Channel dan Receiver).

Proses dalam SMCR inilah yang lalu terbagi berdasarkan masing-masing elemen komunikasi, mulai dari komunikator, pesan, saluran, dan lalu ke penerima. Elemen memiliki sejumlah perbedaan cara penerimaan dan penafsiran dalam memahami pesan. Itulah mengapa setiap elemen memiliki konten dan pengaruh ke sistem sampai kultur. Implikasinya, komunikasi dapat berpengaruh kepada setiap elemen yang “dilewati” tergantung pesan yang disampaikan.

Itulah beberapa model komunikasi yang dikenal dalam dunia ilmu komunikasi. Semua model tersebut pernah ada di zamannya dan tidak semua model komunikasi tersebut relevan untuk saat ini. Jelasnya, model-model tersebut dapat memberi kita gambaran tentang bagaimana komunikasi itu bekerja dan bagaimana komunikasi dapat mengaitkan antar satu elemen dengan elemen lainnya.

Referensi/Daftar Pustaka

Amudavalli, A, (2019). Theories and Models of Communication. Chennai: University of Madras. https//:epgp.inflibnet.ac.in/epgpdata/uploads/epgp_content/library_and_information_science/knowledge_society/05._theories_and_models_of_communication/et/4305_et_et.pdf. Diakses 6 Desember 2019.

Ardianto, Elvinaro dan Q-Anees, Bambang, (2011). Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Berlo, David K, (1960). The Process of Communication: An Introduction to Theory and Practice. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Croft, Richard S, (2004). Communication Theory. Oregon: Eastern Oregon University.

Newcomb, Theodore M, (1953). An Approach To The Study of Communication Acts. Washington: Journal of Psychological Review Vol.60, No.6, 1953.

Schramm, W, (1954). The Process and Effects of Mass Communication. Urbana-Champaigne: University of Illinois Press.

Shannon, C. & Weaver, W. (1949). The Mathematical Theory of Communication. Urbana-Champaigne: University of Illinois Press.

Frame Media Republika.co.id dan Derasnya Desas-desus Dana Kemah

Frame Media Republika.co.id dan Derasnya Desas-desus Dana Kemah

logo pemuda muhammadiyah

Ada banyak sudut pandang yangdihadirkan media dalam mengelola informasi yang disampaikan kepada publik, takterkecuali soal Dana Kemah Pemuda Islam 2017 yang menyeret Dahnil Anzar Simanjuntak.Dari banyaknya media yang hadir meliput berita tersebut, ada beberapa diantaranyaada yang pro, kontra; ada pula yang mencoba berada di posisi tengah.

Kali ini, penulis akan menyoroti bagaimana Republika sebagai media yang kontennya sebagian berisi tentang keislaman memframing kasus yang menyeret Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah tersebut. Perlu dijelaskan di awal bahwa acara ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2017, namun kasus baru diungkit baru-baru ini; November-Desember 2018.

Framing Republika; SebuahPembelaan Melalui Konstruksi Media

Basically, setiap media mempunyai kekuasaan penuh untuk mengolah dakta serta data menjadi sebuah realitas baru yang barangkali bisa berbeda dengan realitas aslinya. Dalam hal ini, sebuah media bisa menggunakan teknik framing atau yang biasa disebut sebagai teknik pembingkaian.

Media offlline maupun onlinemembentuk sebuah situasi yang dibangun dengan prinsip-prinsip organisasi yangmengatur kejadian dan keterlibatan subyektivitas yang dimiliki di dalamnya(Erving Goffman: 1974). Lebih jelasnya lagi, framing juga merupakan sebuahinstrument atau alat untuk memesan informasi tentang apa yang dirasakankhalayak terhadap berbagai masalah politik (Chralotte Ryan: 1991).

Pada kasus Dahnil Simanjuntak, sebenarnyaAnda pun bisa melihat framing yang ditulis oleh penulis tulisan ini sendiri.Bagaimana penulis tulisan ini memakai kata, merangkai kata, memilih diksi ataubagaimana penulis memilih gambar yang tepat untuk mewakili pesan yang ingindisampaikan.

Kita beralih kembali ke Republika, dalam kasus ini, peneliti menggunakan salah satu berita bertajuk Mempertanyakan Motif dan Cepatnya Proses Kasus Dana Kemah. Peneliti sengaja mengambil satu berita karena berita yang lain akan dijadikan peneliti sebagai pendukung penelitian.

Di dalam judul berita yangdiposting pada Selasa 27 November 2018 tersebut, Republika menggunakanpilihan kata ‘mempertanyakan’ dan ‘Cepatnya Proses’. Dua kata tersebut perludigarisbawahi mengingat kata  tersebutbukan bebas makna, namun ada makna tersediri.

‘Mempertanyakan’ dalam bahasa keseharian bisa berarti sesuatu yang tidak pasti, mengada-ada yang tidak ada, bahkan sebuah rekayasa yang tidak masuk akal. Begitupula dengan pilihan kata ‘cepatnya proses’, judul tersebut seolah-olah ingin memperlihatkan publik bahwa ada yang tidak lazim dalam peetapan kasus tersebut mengingat masih banyak kasus yang penanganannya lambat bahkan tidak diusut secara tuntas.

Konkritnya, framing Republika juga bisa dilihat dari pemakaian kata-kata seperti di paragraf pertama

Polda Metro Jaya saat ini tengah mengusut dugaan korupsi dana kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017. Meski belum menetapkan tersangka, pihak kepolisian telah menaikkan status ke penyidikan yang artinya telah ditemukan unsur korupsi dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah itu.

Dalam berita tersebut, Republika juga memilih narasumber yang mendukung framingnya, narasumber diwakilkan kepada Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPPM) Pedri Kasman mengatakan, substansi terkait kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017 bukan terletak pada siapa yang melaporkan kasus tersebut. Ia mempertanyakan mengapa kasus ini muncul dan prosesnya begitu cepat.

Selanjutnya, dalam pemberitaan juga disertakan narasumber dari pihak Kemenpora,

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh menegaskan, dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, sama sekali tidak ada maksud untuk menjebak Pemuda Muhammadiyah atau ada motif lain dari pelaksanaan kemah itu. Kecuali, kata Asroun, adalah motif membangun harmoni bangsa dan mengembangkan tanggung jawab kepemudaan.

Dalam paragraf di atas dijelaskan bahwa Republika mempertanyakan terkait proses kasus yang berjalan; murni atau diada-adakan untuk menjebak kubu tertentu.

Republika dalam kasus ini memframing bahwa Dahnil Anzar Simanjuntak sebenarnya tidak bersalah, hal ini bisa dilihat dari kasus yang kesannya terburu-buru, tidak masuk akal, prosesnya cepat, dan terkesan mengada-ada seperti sebuah jebakan.

Pengertian Komunikasi menurut saya Sendiri

Pengertian Komunikasi menurut saya Sendiri

Pengertian Komunikasi menurut saya Sendiri

ACADEMIC INDONESIA — Sejenak penulis membayangkan, bagaimana jadinya bila di dunia ini tidak ada komunikasi? Paling-paling semua membisu, orang-orang serba egois, tabrak sana-sini hingga yang paling mengerikan adalah permusuhan dan persahabatan itu tidak ada bedanya.

Manusia mudah tersinggung, manusia tapa proses, dan manusia-manusia sumbu pendek akan cepat sekali merajalela. Alhasil, tidak menunggu nalar umur 60-80 tahun untuk meninggalkan dunia, cukup 1-2 jam saja manusia tanpa komunikasi bisa punah.

Bila kita putar kenangan masa lalu keilmuan kita, semuanya seba terbalik apa yang terjadi saat ini. Dahulu, ketika jaya-jayanya pendekatan kuantitatif, komunikasi hanya dijadikan sebagai bumbu-bumbu ilmiah semata. Bahkan, komunikasi sepi peminat lantaran inti dari materi yang dipelajari hanya itu-itu saja.

Namun lihatlah saat ini, sejak munculnya era digital, komunikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari berbagai disiplin ilmu. Kerja keras para ilmuan untuk menangkap berbagai fenomena pun terus dilakukan mengingat banyak sekali teori dari Barat yang kurang relevan bila diterapkan saat ini.

Kondisi saat ini mengingatkan kita bahwa teori pun tak bisa bertahan lama (tak abadi), apalagi hanya sekadar komunikasi yang barangkali makna dari masa ke masa cukup mempunyai artikulasi yang berbeda.

What is Communication?

Penulis akan mengawali pengertian komunikasi menurut kacamata penulis sendiri terlebih dahulu. Sesuai perenungan di atas, pengertian komunikasi adalah segala sesuatu yang dilakukan baik verbal maupun non verbal sebagai strategi untuk bertahan hidup.

Pada dasarnya, komunikasi dilakukan tidak hanya dalam bentuk ucapan kata-kata saja (verbal), namun sesungguhnya, apabila seseorang menguap, kepalanya geleng-geleng atau hanya ngolet punggungnya merupakan bagian dari strategi menyampaikan pesan; dalam hal ini juga digunakan agar bisa bertahan hidup.

Sebagai insan komunikasi, apabila ada seorang presentator lalu pesertanya banyak yang menguap, dari sisi insan komunikasi presentator harus menyadari bahwa fenomena tersebut merupakan pengaruh dari penyampaiannya. Barangkali presentator kurang menarik di dalam menyampaikan materi, membosankan atau barangkali matri sudah basi.

Pun dari perspektif peserta, bagi peserta kegiatan menguap, ngolet punggung atau kepala geleng-geleng merupakan reaksi yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih dalam lebih luas. Ia bukan hanya sekedar geleng-geleng saja, namun barangkali ia menilai bahwa materi yang disampaikan kurang relevan. Begitu pun bila salah seorang peserta ngolet, bisa jadi presentator terlalu lama dalam menyampaikan pesannya sehingga membuat pegal.

Definition of Communication

Istilah komunikasi sendiri dalam bahasa Inggris “communication” berasal dari bahasa Latin “communication”, bersumber dari “communis” yang berarti “sama”. Sama di sini bermaksud sebagai “sama makna”. Artinya, komunikasi adalah hubungan yang mempunyai “kesamaan makna”.[1]

Penjelasan mengenai istilah di atas menggarisbawahi kata sama, dalam hal ini adalah maknanya. Tentu saja, manusia dipandang sebagai makhluk sosial yang memerlukan satu dengan yang lainnya. Atas dorongan kesamaan makna tersebut, manusia bisa menciptakan berbagai kreatifitas multiguna yang bisa mendukung tujuannya secara bersama-sama.

Salah Satu bentuk kreatifitas manusia yang benar-benar riil hadir di tengah-tengah masyarakat adalah hadirnya Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di perguruan tinggi. Melalui KPI Pula, kampus Islam menunjukkan eksistensinya melalui berbagai media yang mengarah pada Koran cetak online, radio maupun televisi.

Oleh sebab itu, lahirnya KPI juga tentu saja tidak terlepas daari pengertian komunikasi itu sendiri yang menitikberatkan pada proses penyammpaian pesan. KPI menjadi corong utama komunikasi khususnya yang membahas komunikasi yang diatur oleh Islam.

[1] Wahyu Illahi, Komunikasi Dakwah, (Bandung: Rosdakarya, 2013), hlm. 4.

Definisi Komunikasi Organisasi Terlengkap beserta Contoh Studi Kasusnya

Definisi Komunikasi Organisasi Terlengkap beserta Contoh Studi Kasusnya

Komunikasi Organisasi

KOMUNIKASI ORGANISASISenang berjumpa Anda kembali. Setelah sebelumnya membahas mengenai fungsi organisasi, kali ini, saya akan menjelaskan pengertian dan segala hal terkait komunikasi organisasi. Adapun pulau-pulau yang akan kita melewati meliputi pengertian komunikasi, pengertian organisasi, pengertian komunikasi organisasi, jenis-jenis komunikasi organisasi, asal-usul komunikasi organisasi, pentingnya komunikasi organisasi dan terakhir kita akan lanjut ke studi kasus.

Pendahuluan Komunikasi Organisasi

Definisi komunikasi organisasi menurut penulis
pixabay.com

Komunikasi mendapat posisi yang penting dalam sebuah organisasi. Tanpa adanya komunikasi yang baik antar anggota dan pejabat di sebuah organisasi, tentu akan menyebabkan organisasi tidak akan berhasil mencapai tujuan bersama.

Maka dari itu, komunikasi menjadi jembatan penting untuk menyampaikan pesan berdasarkan tujuan yang telah disepakati bersama. Pesan itulah yang nantinya akan menyebar dan menggerakkan semua elemen organisasi menuju dan bertindak sesuai misi-misi yang telah dicanangkan organisasi sebelumnya.

Sebelum menginjak pengertian komunikasi organisasi, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu pengertian kata komunikasi dan organisasi.

Komunikasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih. Di dalam komunikasi terdapat elemen komunikator sebagai penyampai pesan, media dan komunikan sebagai pihak yang bertugas menerima pesan.

Pada dasarnya, elemen tersebut dapat berubah posisi sesuai kepentingan sebuah komunikasi yang terjadi. Bisa jadi komunikator beralih menjadi komunikan, begitu pula sebaliknya.

Sedangkan maksud dari organisasi adalah sebuah wadah berkumpulnya orang-orang yang mempunyai tujuan bersama. Garis besar dari organisasi sendiri lebih mengarah kepada satu iktikad untuk mencapai tujuan bersama.

Pengertian Komunikasi Organisasi

komunikasi organiasi untuk menyamakan persepsi misi tujuan
pixabay.com

Setelah kita mengetahui pengertian komunikasi dan organisasi. Mari kita perdalam mengenai pengertian komunikasi organiasi yang menjadi tema utama kita pada kesempatan ceria ini. Bila Anda mempunyai pandangan terlebih dahulu mengenai komunikasi organisasi, Anda bisa menyebutkannya di dalam hati lalu ditulis di kolom komentar hehe..

Komunikasi organisasi menurut Frank Jefkinse menjelaskan bahwa komunikasi organisasi adalah bentuk-bentuk komunikasi yang diarahkan ke dalam dan ke luar. Maksud di dalam dan di luar itu sendiri bermaksud antara pihak organisasi dan publik sebagai sasaran tujuan untuk memahamkan.

Tak jauh berbeda dengan pendapat Pace dan Feules, mereka mengatakan bahwa komunikasi organisasi dapat diartikan sebagai penunjukan dan penafsiran suatu pesan di antara unit-unit komunikasi dari suatu organiasi yang bersangkutan.

Devito menjelaskan secara sederhana mengenai komunikasi organisasi. Baginya, komunikasi organisasi adalah usaha pengiriman dan penerimaan pesan baik di dalam organisasi melalui kelompok formal maupun informal.

Masih seputar penjelasan komunikasi organisasi, Zelko dan Dance memaparkan arti komunikasi organisasi adalah saebuah sistem yang saling bergantung. Sistem tersebut mencakup internal dan eksternal.

Penjelasan simple juga disampaikan Katzdan Kahn yang menyebutkan bahwa komunikasi organisasi merupakan arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam sebuah organisasi.

Kiranya, pengertian komunikasi organiasi di atas sudah mewakili laboratorium pikiran kita untuk merangsang dan menjadi pemantik lahirnya ide gagasan baru dalam hal pengertian komunikasi organisasi.

Penulis sendiri mengartikan komunikasi organisasi merupakan sebuah proses interaksi yang terjadi di dalam organisasi sebagai ikhtiar untuk selalu menyamakan persepsi antara bawahan dan atasan mengenai tujuan organisasi yang hendak dicapai.

Barangkali Anda juga mempunyai pengertian tersendiri mengenai pengertian komunikasi organisasi. Bila ada, Anda bisa menuliskan gagasan Anda di kolom komentar. Mari kita lanjutkan diskusinya!

Jenis-jenis Komunikasi Organisasi

Komunikasi Formal

Komunikasi organisasi jenis komunikasi formal adalah komunikasi organisasi yang berjalan secara formal atau resmi melalui kerangka struktur organisasi.

Adapun jenis organisasi resmi ini dibagi menjadi tiga yakni;

Komunikasi superior-subordinat yakni komunikasi organisasi yang alurnya dari atasan ke bawahan.

Komunikasi subordinate-superior adalah jenis komunikasi organisasi yang berawal dari bawahan menuju atasan.

Komunikasi interaktif adalah jenis komunikasi organisasi yang terjalin di antara anggota sesama anggota atau pemimpin dengan pemimpin. Titik berat dari komunikasi model ini adalah komunikasi organisasi yang terjalin dari orang-orang yang setingkat.

Komunikasi Non Formal

Jenis komunikasi organisasi kedua adalah komunikasi organsisasi non formal. Jenis komunikasi ini bisa terbilang unik sebab komunikasi ini tidak melalui jalur resmi (formal). Komunikasi jenis ini berjalan melalui jalur-jalur tersembunyi di dalam organisasi, baik dari mulut ke mulut atau dari obrolan yang tidak disengaja.

Nah, komunikasi organsiasi jenis ini penyebarannya sangat cepat sebab pesan yang tersebar berasal dari orang yang berinteraksi melalui rantai komunikasi dan tidak dibatasi oleh struktur organisasi.

Komunikasi verbal

Jenis ketiga dari komunikasi organisasi adalah komunikasi verbal. Komunikasi organsisi jenis ini adalah komunikasi yang biasa disebut komunikasi langsung atau face to face. Ya, pesan disampaikan secara langsung tanpa penundaan dan tanpa mediasi kecuali ruang udara.

Komunikasi Non Verbal

Jenis komunikasi organsiasi keempat adalah jenis komunikasi non verbal. Jenis komunikasi ini adalah jenis komunikasi organisasi yang penyampaian pesannya tanpa kata (wacana). Maksud saya komunikasi yang penyampaian pesannya bisa melalui gerak badan, tatapan mata gerak tangan atau isyarat-isyarat lainnya.

Model-model Komunikasi Organisasi

Terlebih di organisasi. Tentu saja memerlukan model-model komunikasi untuk menyampaikan pesan agar maksud tersampaikan dengan sempurna dan tepat paham. Ada 3 macam model komunikasi yang terjadi di dalam komunikasi organiasi sebagai berikut;

Model Komunikasi Organisasi Linier

Model pertama di dalam komunikasi organisasi adalah model komunikasi yang memiliki sifat monolog. Mengapa demikian, sebab komunikasi model linier adalah sebuah keadaan komunikator memberikan stimuli dan komunikan memberikan respon tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi.

Arti dari tanpa mengadakan seleksi dan intepretasi adalah sebuah pesan diterima tanpa dicerna terlebih dahulu. Ya, semua langsung paham dan langsung dikerjakan sesuai arahan.

Model Komunikasi Organisasi Interaksional

Model komunikasi organisasi interaksional di sini adalah komunikasi yang telah terjadi feedback atau umpan balik.

Komunikasi organiasi model ini berlangsung dua arah, konkritnya terdapat dialog antara komunikator dan komunikan. Dua-duanya bisa bertukar posisi sesuai pesan yang akan ditukar dan dipersepsikan.

Model Komunikasi Organisasi Transaksional

Model komunikasi organisasi ini merupakan sebuah pandangan bahwa di dalam organisasi untuk menentukan sebuah keputusan harus dilakukan melalui persetujuan bersama.

Dapat diartikan bahwa ketika seseorang mempunyai idea atau gagasan harus ada komunikasi transaksional yang mengarah pada persetujuan semua pengurus dan anggota.

Di sinilah pentingnya sebuah komunikasi organiasi yakni mengkomunikasikan ide-ide dan gagasan terkait kebersamaan untuk mencapai tujuan organisasi.

Model Arus Pesan di Dalam Komunikasi Organisasi

Downward Communication

Komunikasi ini terjadi pada tataran manajemen ketika atasan mengirimkan pesan kepada bawahannya.

Fungsi dari arus model komunikasi ini sebagai job instruction-job rationale, procedures and practices. fungsi arus komunikasi penyampai pesan seperti ini juga berfungsi sebagai arus penyampai motivasi dalam bekerja.

Komunikasi Arus Upward Communication

Model arus komunikasi seperti ini terjadi manakala bawahan (subordinate) mengirimakan pesan kepada atasannya.

Fungsi dari model arus komunikasi seperti ini sebagai penyampai informasi tentang pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan maupun yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan.

Komunikasi arus model ini juga berfungsi sebagai media untuk menyampaikan saran-saran perbaikan dari bawahan. Juga sebagai penyampai keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun dari para pekerjanya.

Horizontal Communcation

Arus Komunikasi ini berlangsung di antara para bawahan atau biasa disebut pekerja. Inti dari arus komunikasi ini terjadi pada tingkat kesetaraan.

Fungsi dari arus komunikasi seperti ini sebagai koordinasi  yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki tugas, memperbaiki komunikasi barangkali ada kesalahpahaman dan sebagai pemecah masalah.

Kegiatan sebagai problem solving di atas dapat dilakukan dengan saling bertuar informasi terkait  pemecahan konflik dan menguatkan hubungan melalui kegiatan bersama.

Fungsi Komunikasi Organisasi

Fungsi Informatif

Fungsi komunikasi organisasi ini lebih menekankan akan adanya informasi yang terus diperbaharui. Lebih jelasnya, di dalam lingkup organisasi bila ingin membuat kebijakan maka salah satu upaya agar kebijakan tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai rencana salah satunya dengan cara menyebarkan informasi secara komprehensif.

Selain sebagai manajemen dalam sebuah kebijakan komunikasi organisasi, fungsi komunikasi organisasi dalam hal informatif juga digunakan untuk mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Ya, dalam hal ini informasi terkait seluk beluk dan faktor-faktor konflik sangat penting untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Hanya dengan menguasai masalah-lah, masalah dapat diselesaikan

Adapun contoh riil dari fungsi komunikasi organisasi bisa kita ambil manakala karyawan atau bawahan juga memerlukan kesejahteraan. Kesejahteraan tersebut berkaitan dengan jaminan keamanan social, kesehatan termasuk izin dan sebagainya. Intinya, karyawan membutuhkan informasi terkait hak-haknya setelah melakukan kewajiban.

Fungsi Regulatif

Makna regulatif adalah mengatur. Di sinilah peran komunikasi organisasi dalam menjalankan roda organisasi. Fungsi regulatif hadir untuk menerapkan peraturan-eraturan yang berlaku dalam sebuah organisasi.

Adapun dua hal yang sangat berpengaruh sekaligus mempengaruhi adanya peraturan regulatif adalah para atasan yakni orang-prang yang berada di lingkar tataran manajemen. Selain atasan, fungsi regulatif juga berkaitan mengenai pesan atau message yang orietasinya lebih mengacu pada ketentuan kerja.

Fungsi Persuasif

Hanya orang-orang yang mengabdilah yang dapat membrikan inspirasi. Kiranya itulah yang menyebabkan penting adanya fungsi komunikasi organisasi dalam hal ini lebih mengarah kepada langkah persuasif.

Ya, ketika para karyawan berkerja untuk menciptakan kenyaamanan dan rasa kepemilikan sering kali para atasan memberikan tugas kerja namun dalam bentuk penyampaian yang persuasif.

Tentu saja dengan langkah komunikasi yang persuasif, karyawan yang bekerja akan lebih mudah diajak dialog daripada dengan perintah atau arahan bernada keras.

Fungsi Integratif

Fungsi integratif adalah fungsi organisasi yang bertujuan untuk menyatukan semua elemen berada di organisasi. Harapannya, dengan adanya fungsi integratif ini akan dapat saling memahmi antara satu dengan yang lainnya. Terlebih akan adanya ikatan batin yang kuat di antara sesama anggota demi terwujudnya tujuan bersama.

Fungsi ini sangat penting sebab komunikasi merupakan salah satu dasar akan lahirnya sebuah iklim komunikasi organiasi yang sehat. Dengan adanya fungsi integratif, hal-hal kecil terkait masalah pribadi tidak akan menjalar hingga menjadi masalah besar.

Adapun contoh dari fungsi integratif ini bisa berupa pelatihan outbound, bisa juga berwisata bersama atau hanya sekedar pertandingan olah raga yang bertujuan untuk menambah keakraban.

 

Tahap-tahap Komunikasi Organisasi

Komunikasi dalam penyampaian pesan ke dalam organisasi juga secara tidak langsung memerlukan langkah-langkah agar dapat sampai dan menjadi sebuah tindakan yang nyata.

Tanpa adanya komunikasi organsasi, mungkin saja sebuah pesan akan terhambat dan pelaksanaan idenya pun tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Maka, untuk menyelaraskan agar hasilnya maksimal diperlukan proses komunikasi dari titik paling rendah menuju titik goal setting sebuah rencana organisasi.

Tahap Ideasi

Tahap ideasi merupakan tahap paling awal dalam menciptakan sebuah ide gagasan sebuah organsisai. Idea tau gagasan tersebut bisa muncul karena adanya masalah dalam organsiasi, bisa juga muncul karena adanya target yang lebih tinggi. Dengan demikian, sebuah ide sangat diperlukan untuk membenahi atau mempercepat cara memperoleh tujuan sebuah organiasi.

Tahap Encoding

Tahap ini menghendaki adanya sebuah proses penyusunan sebuah ide atau gagasan untuk disampaikan kepada bawahan atau anggota dalam organisasi.

Adapun penyusunan ide bisa berupa bentuk simbol atau melalui pesan secara langsung ketika rapat kerja.

Pesan atau ide tugas inilah nantinya akan dikirimkan melalui berbagai media sesuai media yang dikehendaki organisasi tersebut.

Tahap Pengiriman

Ketika sebuah ide atau gagasan sudah tersusun sempurna dan yakin bahwa ide dan gagasan tersebut dapat dipahami semua elemen organisasi, maka langkah selanjutnya mengirimkan ide gagasan tersebut.

Dalam pemilihan medianya, tentu saja juga sudah direncanakan sejak awal. Sebab media dalam penyampaian ide dan gagasan merupakan kebutuhan pokok terkait komunikasi organisasi.

Tahap Penerimaan

Tahap keempat adalah tahap penerimaan. Tahap ini menuntut setiap elemen yang berada di organisasi mengetahui apa ide gagasan yang sedang berkembang.

Adapun ide atau gagasan tersebut dapat dilihat baik melalui panca indera pendengaran atau penglihatan sesuai media yang telah disepakati organisasi tersebut.

Tahap Encoding

Tahap ini adalah tahap saat –saat para penerima pesan berusaha mengintepretasikan, mengartikan dan membaca secara luas makna yang diuraikan di dalam pesan.

Tahap ini membutuhkan proses berpikir yang kemudian dilanjutkan dengan tukar pikiran antar berbagai anggota secara tidak langsung. Tujuannya tentu saja untuk menyamakan persepsi dan makna agar tindakan yang akan dikerjakan dapat berjalan sesuai arahan dan anggapan sebagian besar organsiasi.

Tahap Tindakan

Tahap terakhir adalah tahap tindakan. Proses ini adalah proses terakhir kala komunikan menyambut respon terhadap pesan-pesan yang telah diterimanya.

Dalam tahap terakhir ini, untuk memastikan sebuah pesan diterima, komunikan bisa merespon dengan berbagai cara yakni melalui usaha untuk melengkap informasi, meminta tambahan informasi atau melakukan tindakan-tindakan lain yang intinya usaha dalam rangka untuk menyamakan persepsi dari pengirim pesan.

 

Mengarungi Keluasan Komunikasi Antar Budaya Lengkap beserta Pengaplikasiannya

Mengarungi Keluasan Komunikasi Antar Budaya Lengkap beserta Pengaplikasiannya

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA-Senang bisa menulis kembali, kali ini saya akan menjelaskan mengenai salah satu ilmu yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembangnya sebuah peradaban. Ilmu itu bisa dibilang semua orang setiap hari melakukannya, namun sangat sedikit yang ingin tahu ilmunya.

Ingin tahu apa itu Komunikasi Non Verbal? Simak di ACADEMIC INDONESIA

inspiratorfreak.com
inspiratorfreak.com

Ya, ilmu komunikasi adalah ilmu yang memiliki banyak cabang keilmuan. Misal, Anda nanti akan menjumpai ilmu komunikasi dakwah, ilmu komunikasi psikologi, ilmu komunikasi politik dan lain sebagainya. Ilmu-ilmu tersebut disatukan dengan keilmuan umum yang bahkan sangat berbeda jauh dari segi akar ilmunya.

Karena semua membutuhkan komunikasi sebagai alat penyampai pesan, maka semua bidang pun mau tidak mau juga harus bersinggungan langsung hingga menelurkan cabang-cabang ilmu komunikasi seperti di atas, salah satunya komunikasi antar budaya.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai komunikasi antar budaya. Namun, sebelum beranjak pada pengertian dua kata (komunikasi antar budaya) tersebut, saya akan menjelaskan terlebih dahulu satu per satu makna dari dua kata tersebut dalam ranah komunikasi antar budaya.

Komunikasi adalah proses interaksi antara dua atau lebih manusia dengan tujuan untuk menyampaikan pesan. Komunikasi menitikberatkan ikhwal interaksi, sebab komunikasi terjadi karena adanya sebuah ikatan pesan baik yang terjadi dua arah ataupun satu arah.

Komunikasi dua arah sendri bisa dicontohkan sebagai komunikasi yang terjadi antara dua komunikator dan komunikan yang aktif. Duan-duanya menjadi komunikator dan menjadi komunikan. Nah, inilah inti dari komunikasi yakni terjadi timbal balik melalui komunikasi verbal, maupun timbal balik komunikasi non verbal. Timbal balik komunikasi non verbal sendiri bisa semacam gerak tangan, tatapan mata ataupun gerak-gerak tubuh lainnya.

Beranjak pada pengertian budaya, Anda pasti sering mendengar kata budaya. Lalu apa yang terlintas di benak Anda? Bila budaya yang terlintas di benak Anda adalah sebuah kesenian; itu sah-sah saja. Bila budaya yang di benak Anda itu sebuah tarian; itu juga benar. Semunya benar.

Tarian ataupun kesenian lainnya adalah contoh riil dari sebuah kebudayaan. Biasanya, kesenian ataupun tarian telah terlahir beribu tahun yang lalu. Dari generasi ke generasi, tarian tersebut masih ada yang melestarikan hingga sekarang. Itulah yang disebut budaya.

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa budaya adalah sebuah tradisi atau kebiasaan yang terjadi selama bertahun-tahun dan dipertahankan oleh generasi-generasi selanjutnya.

Sampai di sini paham ya, bila sudah paham mari kita menuju ke pulau komunikasi budaya selanjutnya.

1. Pengertian Komunikasi Antar Budaya

Definisi Komunikasi Antar Budaya
ips-papers.blogspot.com

Perlu diketahui bahwa makna budaya bukan hanya sekedar kesenian, lebih luas lagi budaya bisa mencakup segala hal yang mencakup kepentingan nasional seperti budaya dalam hal ekonomi, hukum, politik dan lain sebagainya.

Komunikasi antar budaya itu sendiri adalah komunikasi yang terjadi antara beberapa orang yang memiliki budaya yang berbeda. Titik singgungnya terletak di budaya yang berbeda, sebab adanya komunikasi antar budaya tentu saja bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain.

Hal senada dikuatkan oleh seorang yang memperdalam ilmu komunikasi, pendapat Stewart L. Tubbs memaparkan komunikasi budaya adalah komunikasi antar budaya yang terjadi di antara  orang-orang yang berbeda budaya baik dari segi suku, ras, etnik atau perbedaan-perbedaan sosio-ekonomi.

Lebih jauh lagi, komunikasi antar budaya dapat diartikan sebagai human flow across national boundaries. Makna komunikasi antar budaya yang disampaikan oleh Hamid Mowlana ini lebih mengacu pada pertukaran kebudayaan antar negara.

Maksudanya, dapat kita ambil contoh komunikasi antar budaya ketika ada konferensi Asia Tenggara atau yang lebih besar seperti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di dalamnya, tentu terdapat musyawarah yang memperkenalkan budayanya masing-masing melalui podium baik disengaja maupun tidak.

Di situlah semua kebudayaan antar negara besatu dan berkumpul berkomunikasi dengan yang lainnya. Konkritnya, komunikasi antar budaya merupakan negosiasi atau pertukaran sistem simbolik dengan maksud membimbing dan membatasi seseorang dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok.

2. Saluran Komunikasi Antar Budaya

Sebagaimana pesan, ia memerlukan saluran agar pesan tersampai. Di antara mediasi yang terdapat dalam komunikasi antar budaya, terdapat dua macam saaluran yang ada yakni saluran pribadi dan saluran media massa.

a. Saluran Pribadi

Saluran pribadi adalah jenis saluran komunikasi antar budaya yang dilakukan melalui personal-personal dalam proses pertukaran pesan budaya. Saluran pribadi bisa dilakukan melalui tatap muka, ngobrol, atau perkenalan face to face.

b. Saluran Media Massa

Adapun maksud dari saluran komunikasi antar budaya melalui saluran media massa adalah saluran yang bisa dilakukan melalui media. Di dalam saluran media ini terbagi menjadi dua macam, yakni media elektronik dan saluran media cetak.

Saluran komunikasi antar budaya melalui media massa elektronik dapat diambil contoh seperti televisi, radio, sedangkan saluran komunikasi antar budaya media cetak bisa berupa koran atau majalah.

Dari kedua macam saluran komunikasi antar budaya tersebut tentu keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Lantas, efektif mana antara saluran personal dengan saluran media massa?

Tentu saja komunikasi personal adalah saluran yang terbaik sebab komunikasi personal meliputi semua indra terkait pertukaran simbolik budaya. Dengan melalui saluran personal, seseorang tidak hanya menerima pesan simbolik berupa penglihatan plus audio seperti di televisi, atau bukan hanya sekedar penglihatan ketika membaca Koran.

Oleh alasan itu, saluran komunikasi antar budaya yang paling efektif untuk tukar-menukar simbil adalah saluran komunikasi antar budaya melalui saluran personal.

3. Fungsi Komunikasi Antar Budaya

Ikhwal fungsi komunikasi antar budaya, penulis menggarisbawahi bahwa inti dari komunikasi antar budaya terletak pada kesadaran.

Orang boleh berbeda, namun dengan komunikasi antar budaya, perbedaan itu menjadi anugerah. Orang boleh berbeda persepsi, namun di atas keilmuan komunikasi antar budaya perbedaan persepsi itu menjadi kekayaan.

Perihal fungsi komunikasi yang mengarah kepada kesadaran masing-masing individu, William (Liliweri, 2004:225) menjelaskan pentingnya komunikasi antar budaya. Hal ini didasarkan mengenai beberapa point berikut ini.

Seseorang sadar bahwa dia tidak mampu memahami budaya orang lain. Keadaan ini terjadi sebab dia tahu diri dia belum mampu memahami semua perbedaan-perbedaan budaya. Hal ini disebabkan karena lingkup budaya yang begitu luas.

Kesadaran ini akan berdampak pada timbulnya semangat untuk mau dan giat dalam menuntut ilmu mengenai komunikasi antar budaya.

Dia sadar bahwa ia mampu memahami kebudayaan orang lain. Keadaan ini merupakan kondisi ideal dari seseorang. Mengapa demikian, sebab dengan adanya pemahaman yang menyeluruh mengenai perbedaan aneka budaya, hal ini akan menjadi pemantik seseorang untuk turut memelihara dan melaksanakan fungsinya sesuai manfaat keilmuan komunikasi antar budaya.

Dia tidak sadar bila Ia tidak mampu memahami kebudayaan orang lain. Situasi ini adalah situasi di kala seseorang benar-benar tidak sadar bahwa ia sebenarnya mampu untuk memahami kebudayaan orang lain.

Pertanyaannya adalah apa yang terjadi manakala salah satu pihak tidak mamahami kebudayaan orang lain? Atau bahasa konkritnya masih dalam kewajaran komunikasi?

Di balik semua itu, fenomena yang terjadi di lapangan menggambarkan bahwa apabila ada seseorang yang tidak sadar bahwa ia tidak ammpu memahami kebudayaan, ketika itu pula ada (kebetulan) penerimaan dari lawan bicara. Hal ini mengindikasikan barangkali lawan bicaranya telah memahami sifat yang satu ini.

Bila keduanya tidak sadar bahwa keduanya sebenarnya mampu memahami kebudayaan maka yang terjadi adalah benturan sosial berupa tawuran atau perkelahian.

Point keempat adalah point yang menjelaskan bahwa ada beberapa tingkat kesadaran yang mengacu bahwa ia tidak sadar dan ia tidak mampu menghadapi perbedaan antar budaya.

Ciri dari orang seperti ini biasanya memliki tingkat ego yang tinggi sehingga bukan berpedoman pada kebijkasanaan sebuah keputusan, namun cenderung mengikuti doktrin bawaan.

a. Fungsi Pribadi

Komunikasi antar budaya diantaranya berfungsi sebagai fungsi pribadi. Fungsi pribadi di sini tentu saja berkaitan dengan perilaku komunikasi yang bersumber dari individu. Ada empat fungsi besar komunikasi antar budaya antara lain:

1). Komunikasi Antar Budaya Sebagai Alat Agar Diakui Identitas Sosial

Setiap orang mempunyai identitas. Identitas itu sengaja dibentuk seseorang untuk mengukuhkan siapa dirinya, apa yang diharapkan dari dirinya dan untuk apa dirinya ada di dunia.

Salah satu untuk menambah kekuatan siapa dirinya adalah dengan menunjukkan identitas social. Identitas sosial sendiri merupakan sebuah pengenal siapa dan mau bagaimana dirinya dipandang orang lain.

Dapat kita ambil contoh sederhana, bila Anda seorang walikota tentu saja cara berjalan Anda bukan seperti cara berjalan seorang model. Untuk mendukung identitas Anda tentu cara berjalan Anda adalah cara berjalan yang elegan dan terlihat berwibawa.

Anda juga bisa mengambil contoh identitas lainnya, misal bila Anda seorang atlet, maka untuk menambah identitas Anda tentu Anda akan giat berlatih berolah raga. Tentu saja hal tersebut bertujuan agar badan nda bugar dan atletis. So, bila Anda menginginkan dikenal sebagai atletis namun badan Anda sering sakit dan tidak bergairah tentu kepercayaan kepada Anda sebagai atlet akan minim.

2). Komunikasi Antar Budaya untuk Menyatakan Integrasi Sosial

Integrasi berarti melebur. Artinya menyatu. Bila dikaitkan dengan komunikasi antar budaya maka arti integrasi adalah individu yang bisa melebur ke dalam kesatuan utuh masyarakat.

Ya, kita sudah tahu bahwa di dalam masyarakat terdapat unsure-unsur budaya yang beragam, di sanalah semua menjadi satu, segala jenis perbedaan ada.

Perbedaan dari segi kebudayaan, kepercayaan, adat dan lain sebagainya mencoba disatukan melalui komunikasi budaya. Komunikasi budaya berfungsi sebagaiupaya untuk menyamakan makna setiap pertukaran pesan.

Dengan adanya komunikasi antar budaya, Anda dan yang lainnya bisa saling memahami. Memahami tidak harus mengikuti, cukup untuk memberikan ruang dan apresiasi sudah termasuk di dalam melebur. Nah, di sinilah manusia dituntut untuk mengakui perbedan, karena perbedaan itu pasti ada dan jelas.

3). Komunikasi Antar Budaya Sebagai Sumber Pengetahuan

Budaya tidak terbentuk begitu saja. Kebudayaan terbentuk melalui proses dari adanya integrasi nilai-nilai kemasyarakatan. Dengan adanya budaya, seluruh komponen masyarakat dapat hidup berdampingan tentram dan nyaman.

Oleh karena kebudayaan mengandung banyak kekayaan megenai nilai-nilai kehidupan, tak jarang pemburu budaya menggali setiap kebudayaan yang dianggapnya baru. Mengapa demikian, sebab adanya budaya yang baru bagi dirinya tentu akan menambah sudut pandang, dan tentu saja hal tersebut bisa menambah wawasan.

Dengan adanya sharing melalui komunikasi antar budaya, Anda akan menemukan hal-hal baru yang nantinya bisa jadi Anda akan mengambil keseluran atau sebagian budya tersebut. Semakin Anda minat dan menyukai budaya tersebut, semakin banyak hasil filter untuk Anda pakai.

4). Komunikasi Antar Budaya Sebagai Problem Solving

Pernahkah Anda menyimak sebuah berita bertemakan hukum? Bila pernah, tentu Anda akan disajikan beberapa pilihan mengenai bagaimana hukuman yang tepat pelaku korupsi misalnya.

Beberapa orang, atau bahkan beberapa media terkadang menggunakan cara ini untuk menganalogikan hasil hukum yang digunakan antara negara A dengan negara B. Di Korea Utara, pelaku korupsi di sana di hukum mati, sedangkan di Indonesia hanya dipenjara dengan penjara yang lumayan mewah.

Dari kedua hukuman tersebut tentu terdapat perbedaan yang kontras mengenai hukuman yang diberikan. Nah, di sinilah media ataupun individu atau individu diteruskan ke media berlaku. Banyak di antara beberapa orang yang meyakini hukuman di luar negari seperti di Korea dapat menghilangkan problem korupsi. Namun ternyata di negara itu pun korupsi masih merajalela.

Pengetahuan pun semakin digali hingga lahir berbagai seminar untuk membahas mengenai hukuman yang tepat bagi para koruptor. Keadaan seperti inilah yang disebut komunikasi antar budaya sebagai komunikasi yang digunakan untuk mencari jalan keluar.

b. Fungsi Sosial

1). Komunikasi Antar Budaya Berfungsi untuk Pengawasan

Zaman semakin bergerak cepat, hal ini menuntut manusia satu dengan manusia lainnya memerlukan komunikasi yang cepat dan tanggap. Sebab silih bergantinya fenomena per fenomena, kini tanpa adanya komunikasi akan menyebabkan seseorang ketinggalan informasi.

Fungsi komunikasi antar budaya sendiri guna mengkomunikasikan hal-hal yang baru yang baru muncul di publik. Peran komunikasi antar budaya ini lebih di dominasi oleh media massa, terlebih media social yang hanya memerlukan waktu tak lebih dari 2 menit untuk membuat berita via HP.

Dengan Adanya komunikasi antar budaya baik melalui pribadi maupun media massa, seseorang akan cepat tanggap dan melakukan hal-hal yang dapat mencegah terjadinya sebuah fenomena buruk. Di sini pula komunikasi antar budaya menjadi sumber informasi sejauh mana perkembangan yang terjadi di masyarakat.

2). Komunikasi Antar Budaya Berfungsi untuk Menjembatani

Fungsi ini merupakan fungsi yang sama maknanya dengan fungsi mediasi. Komunikasi menjadi suatu penengah antar pesan yang disampaikan komunikator dengan pesan yang diterima komunikan. Dengan adanya komunikasi antar budaya, setiap orang dapat memahami setiap makna yang sama dan disepakati.

Sebagai contoh, ketika Anda berbicara dengan orang Madura, tentu saja Anda dalam berkomunikasi perlu memperhatikan apa saja kebudayaan dari Madur. Kebudayaan tersebut bisa diperoleh dari kegiatan berkomunikasi dengan orang Madura, setelah itu barulah terjadi jembatan bahwa bila sudah mengetahui kebudayaan Madura tentu perkataan dan perbuatan kita akan dibatasi.

Dengan demikian, apa yang dimaksud sebagai jembatan adalah kegiatan komunikasi yang dalam praktiknya semua tutur kata atau perbuatan dikontrol  sehingga pesan-pesan dapat tersalurkan efektif.

3). Komunikasi Antar Budaya Berfungsi untuk Mensosialisasikan Nilai-nilai

Sebuah budaya tidak terbentuk begitu saja. Ia merupakan sebuah proses yang terus menerus mengalami pelestarian. Pelestarian itu ada sebab di dalam kebudayaan terdapat nilai-nilai yang luar biasa.

Ketika Anda mulai berkomunikasi dengan seseorang yang memiliki kebudayaan berbeda, Anda mulai tergugah sebab setiap komunikasi antar budaya selalu menyinggung nilai-nilai. Nilai-nilai tersebut bisa di dapat dari sejarahnya, makna relevansinya untuk saat ini hingga pencetusan ide-ide baru dari sebuah kebudayaan lama.

4). Komunikasi Antar Budaya sebagai Penghibur

Selain terdapat sisi nilai-nilai, budaya juga mengandung unsur untuk menghibur. Di sinilah letak uniknya kebudayaan, Ia terus-menerus dilestarikan, terdapat sisi nilai-nilai namun juga terdapat sisi-sisi hiburan yang menyenangkan.

Di Yogyakarta, terdapat budaya yang telah lama berjalan. Budaya tersebut sering dinamakan Sekaten Jogja. Sekaten berasal dari nama Syahadatain yang artinya dua kalimah syahadat. Sekaten digunakan sebagai nama popular sebab lidah orang Jawa yang simple sehingga menyebut istilah syahadatain menjadi Sekaten.

Sekaten dahulunya rintisan dari Raden Mas Said yang dijuluki Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam sangat mengutamakan perdamaian, kelembutan dan kasih sayang. Melalui dakwah itulah setiap orang yang masuk Islam dirayakan dengan penuh kesyukuran sebab Allah telah memberikan hidayah.

Itulah Perayaan Sekaten, Perayaan bagi orang-orang yang telah bersyahadat.

 

 

Mengupas Seluk-beluk Komunikasi Verbal beserta Contohnya

Mengupas Seluk-beluk Komunikasi Verbal beserta Contohnya

KOMUNIKASI VERBAL-Bisa dibilang, kehidupan kita tak bisa terlepas dari yang namanya komunikasi. Dari awal memulai hari, hingga tidur lagi semua komunikasi.

Memulai hari bisa diidentikkan dengan komunikasi seorang hamba kepada Rabb-Nya, kemudian beranjak pada komunikasi kepada sesama manusia. Menjelang istirahat, bagi seorang muslim pun diwajibkan terlebih dahulu berkomunikasi dengan Tuhan-Nya melalui lantunan doa.

Perdalam dunia komunikasi dengan membaca Komunikasi Antar Budaya

pixabay.com
pixabay.com

Komunikasi itu sendiri ada dua macam yakni komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan mengajak Anda untuk membahas mengenai komunikasi verbal. Apa komunikasi verbal itu?

Komunikasi verbal adalah komunikasi inti yang ditujukan untuk menyampaikan pesan melalui tutur bicara ataupun tulisan. Dalam bentuk bicara, komunikasi bisa disampaikan melalui pidato, presentasi mengenai fungsi organisasi ataupun komunikasi dua arah seperti percakapan sehari-hari yang sering kita lakukan.

Sedanglan berkaitan dengan komunikasi verbal berupa tulisan, Anda dapat menemuinya melalui surat atau bentuk tulisan-tulisan lainnya seperti tulisan opini di koran, memo, buku catatan atau hanya sekedar SMS.

Mana yang Lebih Efektif, Komunikasi Verbal atau Komunikasi Non Verbal?

dedenhendrayana.com
dedenhendrayana.com

Anda benar, tentu saja lebih efektif komunikasi verbal dalam penyampaian pesannya. Komunikasi verbal lebih kuat daripada komunikasi non verbal, sebab komunikasi verbal adalah komunikasi pokok yang dilakukan manusia.

Mengapa hal demikian bisa terjadi, sebab sebuah ide, pemikiran atau pendapat-pendapat seseorang yang akan disampaikan pada komunikan jelas membutuhkan bahasa yang jelas dan tepat. Nah dalam hal ini yang dapat mengantarkan pesan dengan sempurna adalah komunikasi verbal.

Lalu, Apakah Komunikasi Non Verbal Tidak Ada Manfaatnya?

Bukan begitu. Malahan, komunikasi non verbal sebagai pendukung komunikasi verbal untuk lebih memperkuat cara penyampaian pesan yang ingin diluapkan. Oleh sebab itu, komunikasi verbal Anda akan terlihat jelas dan sangat gamblang bila ada unsur penggabungan antara komuniaksi verbal dengan komuniasi non verbal.

Contoh Komunikasi Verbal yang Dibumbui dengan Komunikasi Non Verbal

undangannikahsurabaya.wordpress.com
undangannikahsurabaya.wordpress.com

 

Ok, supaya lebih jelas, saya akan memberikan contoh kehidupan sehari-hari bagaimana penerapan komunikasi verbal yang benar. Tentu saja, setiap komunikasi verbal akan selalu diikuti dengan komuniaksi non verbal. Berikut ulasannya.

Semalam, salah satu sahabat saya ingin sekali mencurahkan permasalahan hidupnya dengan saya. Sebagai mahasiswa komunikasi, saya pun dengan senang hati menerimanya. Ya, masa muda adalah masa yang penuh bunga. Masa-masa yang menuntut untuk mencari dan mencari pasangan teman sejati.

Malam itu, ditemani setampan makanan kami pun menyantapnya. Ia pun lekas menceritakan apa yang tengah dialaminya. Ya, dia baru saja berkenalan dengan salah seorang perempuan yang menurut dia adalah perempuan baik-baik.

Perkenalan tersebut ditujukan untuk menuju pernikahan, Ya pernikahan karena memang sudah waktunya. Di malam itu, Ia pun bercerita bahwa ia telah mengirimkan surat untuk mengajaknya mengenal lebih jauh.

Hari pun dilaluinya, ia bersabar menunggu jawaban. Singkat cerita, Tibalah waktu yang dinanti-nanti, ia pun menerima balasan itu. Hemmmm…. Sepetinya nasib memang belum berpihak. Jodoh belum dipertemukan.

Pihak wanita mengaku bahwa ia belum “sreg” dengan pihak lelaki yang merupakan teman saya sendiri. Dengan bijak, saya pun menasehatinya agar jangan terlalu sedih. Meskipun sudah terlanjur sedih, ya jadikan itu sebuah pelajaran bahwa cinta yang tak membuat sedih hanyalah cinta kepada Allah.

Begitu nashehatku panjang lebar, berharap ia dapat sembuh dan pulih kembali. Perlahan-lahan saya pun menanyainya ikhwal mengapa ia tidak “sreg”. Ia menjawab bahwa ia tidak memberikan keterangan apapun selain hanya jawaban dari pihak wanitanya “saya kurang sreg”.

Itu saja jawabannya berasal dari pihak mediator yang mempertemukan mereka melalui surat. Ya, sebuah surat yang di dalamnya terdapat biodata dan sepakterjang dari kedua pihak yang ingin mengenal lebih jauh.

Setelah itu, saya pun penasaran dengan surat yang dibuat oleh temanku tadi. Telebih saya juga penasaran dengan sosok wanita yang ia ajak saling mengenal itu. Ia pun memperlihatkan kepada saya perihal surat dan sosok yang telah menjadi pilihan hatinya.

Ketika teman saya meminta masukan mengenai dirinya, saya tidak langsung menjawab. Saya malah ingin bercanda terlebih dahulu mengenai surat perkenalannya itu. Saya pun kembali beropini.

Hambatan Komunikasi Verbal Karena Komunikasi Non Verbal

Sudah saya duga sebelumnya bahwa hal ini akan menjadi kejadian yang lucu dan menggelikan. Bila saya benturkan dengan keilmuan komunikasi, tentu hal ini akan menjadi menarik. Nah, Anda pun juga tahu bahwa tulisan dalam hal ini termasuk komunikasi verbal.

Komunikasi verbal tersebut berisi biodata dari masing-masing pihak. Di dalamnya disebutkan organisasi yang pernah diikuti, tujuan pernikahan dan semua terkait kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pihak.

Namun bila saya amati, dari tulisan tersebut lebih banyak memuat unsur kelebihannya. Padahal menurut saya, pernikahan bukan hanya berbicara kebahagiaan, namun juga berbicara atas kekurangan, dan kerja keras untuk saling memahami dan melengkapi.

Dari segi isi, barangkali itu sudah menjadi lumrah ya, sebab manusia memang hanya ingin menunjukkan kelebihannya saja. Terlepas dari semua itu, memang di dunia ini tidak ada yang sempurna dan semuanya baik.

Ok, kita berlanjut mengenai surat perkenalan tadi. Saya agak kaget ketika pertama kali saya membuka surat perkenalan dari pihak laki-laki atau tepatnya teman saya sendiri. Saya menduga barangkali ini juga menjadi salah satu kelemahan teman saya dalam menyampaikan pesan verbalnya. Benar, Ia tidak terlalu memerhatikan komunikasi non verbalnya, padahal itu penting.

Di surat itu, saya langsung terbayang bahwa surat itu seperti surat lelalu. Jenis huruf arabnya, font tulisannya sampai tata letak layoutnya yang begitu mirip selembaran berita lelayu. Bukan bermaksud mengejek, namun contoh kecil ini perlu kita perhatikan saksama agar kita tidak salah  kesan.

Komunikasi Verbal Dan Non Verbal Sama-sama Berbicara Kesan

Bila berbicara komunikasi, kita tidak akan terlepas juga dari yang namanya kesan. Ya, komunikasi yang kita lakukan banyak mencerminkan kesan baik yang menyejukkan, buram, negatif atau positif?

Bila kesan positif tentu saja akan ada kesesuaian antara komunikasi verbal dengan komunikasi non verbal. Nah, dalam fenomena ini, isi surat memang sudah standar namun komunikasi non verbal berupa jenis font, tata letak, susunan kaligrafinya tidak tepat.

Bayangkan lho ya, surat tersebut adalah surat untuk meminang salah satu pujaan hati. Secara refleks tentu saja harusnya surat bermotif bunga atau paling tidak mengandung warna yang menyejukkan. Ya, sebab wanita nalurinya adalah kelembutan dan keindahan.

Bila dalam surat saja Anda mengalami kendala, tentu saja pesan yang akan disampaikan mungkin tidak tertangkap dengan sempurna. Bisa jadi sebelum membaca pun sudah berprasangka yang tidak-tidak mengenai calon yang ingin dimiliki.

Begitu pentingnya semua elemen komunikasi, hingga setiap komunikator harus benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan untuk komunikannya.

Nah, kiranya contoh kecil di atas dapat membuka wawasan kita bahwa komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal dua-duanya sangatlah penting. Komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pesan sesuai apa yang kita inginkan dapat ditangkap sempurna oleh komunikan.

Di sinilah letak komunikasi yang efektif, efisien dan komunikatif. Tanpa hal itu, kemungkinan yang bakal terjadi hanya akan berbeda dengan apa yang kita inginkan. Bahkan, kesalahan kecil di atas akan berdampak buruk bagi jalinan silaturahmi secara individu maupun sosial.

So, selaraskanlah antara komunikasi verbal dengan klomunikasi non verbal!