Contoh-contoh Latar Belakang Makalah Penelitian

Contoh Latar Belakang Makalah Di mana-mana namanya anak kuliahan sama aja. Kalau sudah tingkat akhir rata-rata masalahnya sama semua. Mulai dari cara bikin proposal, bikin skripsi sampai cara bikin dosen luluh hatinya, semuanya ditanyain. Kalau bisa sampai ketemu jodohnya. Kayak udah mau nikah aja… hehe

Contoh latar belakang makalah penelitian
ACADEMIC INDONESIA

Tapi ya itu serunya anak kuliahan. Saya sendiri rindu sekali dunia seperti itu, di mana ada saja cerita anak tugas akhir mulai dari nyesek dada sampai yang bikin nyengir. Seru! Jadi buat kalian yang masih kuliah nikmati saja dunia Anda itu.

Namun jangan kaget ya kalau sudah mau tahap akhir alias semester tua. Masalahnya akan sama saja dengan kakak angkatan. Sampai-sampai masalah administrasi kelulusan saja jadi bahan curhatan. Kebayang kan perjuangan mahasiswa tingkat akhir yang serba ruwet dan bikin kesel itu? Hehehe…

Itu kalau sudah melakukan sidang, bagaimana dengan mahasiswa yang baru mau mulai menulis tugas akhir macam skripsi? Tambah bingung lagi. Nulis proposal penelitian kayak nulis surat cinta. Sulit ditulis namun terbayang selalu dalam hati hehe…

Nah yang satu ini saya mau menjelaskan mengenai cara membuat latar belakang penelitian. Ini adalah penyakit yang bisa dibilang diderita anak tugas akhir. Lebih-lebih buat yang sudah mengajukan judul dan mau seminar proposal ini adalah penyakit akut. Karena tanpa latar belakang jelas, bagaimana semua orang akan tahu isi penelitian Anda?

Apa itu Latar Belakang Penelitian?

latar belakang masalah
ACADEMIC INDONESIA

Setiap kita dalam menyelidiki segala hal tentang kehidupan, pasti ada saja kita ingin tahu sebabnya. Serta setiap kita ingin memulainya, pasti ada alasan pasti kenapa harus dilakukan dan kenapa hal tersebut penting untuk diselidiki. Nah, dua logika itulah yang menjadi dasar kenapa latar belakang penelitian menjadi penting dalam setiap karya ilmiah.

Agar semua orang dapat mengerti apa yang kita akan teliti, maka kita butuh menuliskan alasan-alasan, sebab masalah, dan kata kunci yang ada dalam penelitian. Inilah dasar utama mengapa latar belakang penelitian harus dituliskan. Selain itu jika orang lain ingin paham dengan apa yang kita teliti, kita bisa bercerita dalam latar belakang penelitian.

Konsepnya kira-kira gambarannya seperti cerita berikut ini. Ketika kita masih kecil tentu bertanya-tanya kenapa kita harus mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Konyolnya (atau lugunya, hihihi), kita cuma mengikuti saja alias manut-manut mawon dengan tugas yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru tanpa kita tahu apa manfaatnya.

Padahal di buku pelajaran SD, SMP bahkan sampai perguruan tinggi ada tertulis standar kompetensi yang diharapkan. Standar kompetensi itulah yang menjadi dasar kenapa pelajaran yang kita pelajari dituliskan.

Standar kompetensi hanya satu dari sekian banyak kenapa hal-hal semacam itu dituliskan. Konsepnya sama dengan latar belakang, namun lebih rinci dan sasaran yang dituju tepat, sedangkan latar belakang biasanya abstrak dan modelnya mirip cerita.

Latar belakang penelitian adalah dasar dilakukannya penelitian beserta apa yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut. Dalam penelitian hal ini menjadi wajib karena tanpa itu kita tidak punya dasar ilmiah dalam melakukan penelitian. Kurang lebih berisi mengenai alasan kenapa latar belakang tersebut dituliskan.

Alasan penelitian tersebutlah yang nantinya menjadi dasar kenapa tulisan ilmiah baik itu jurnal, skripsi, tesis dan lain sebagainya dituliskan. Jadi bisa dikatakan latar belakang adalah langkah awal bagi kita dalam menulis penelitian.

Jadi ibarat rumah, latar belakang adalah pintu masuk menuju rumah. Sebelum masuk ke ranah penelitian, latar belakang harus dibuat agar apa yang akan kita teliti menjadi real dan konkret nantinya. Latar belakang merupakan langkah yang harus dipenuhi sebelum menuliskan hal-hal yang lain seperti rumusan masalah, tujuan, daftar pustaka dan sebagainya.

Manfaat Latar Belakang Penelitian

Manfaat latar belakang
ACADEMIC INDONESIA

Ibarat Archimedes menemukan sesuatu dan berkata “Eureka!”, pasti ada maksud yang tersirat. Nah bicara soal Archimedes mungkin saya punya jawaban yang menarik soal ini meskipun abstrak.

Suatu hari Archimedes diminta oleh raja untuk mengecek apakah mahkota yang baru digunakan olehnya memang benar-benar asli dari emas. Tentu Archimedes dituntut bukan saja menentukan apakah mahkota ini asli atau tidak, namun disertai dengan cara ilmiah bagaimana melakukannya.

Singkat cerita Archimedes menenangkan diri dan masuk ke dalam sebuah bak mandi. Nah ada yang menarik ketika ia masuk ke dalam bak mandi tersebut.

Air yang ada di dalamnya tumpah ke luar dan mengurangi volume dalam bak mandi itu. Archimedes langsung respek dan berkata “Eureka, eureka!” yang artinya “kutemukan”. Maksudnya ia telah menemukan jawaban atas masalah raja tersebut.

Kita bisa mengambil manfaat dari cerita tersebut. Archimedes memang tidak menuliskan secara langsung apa yang dialaminya. Namun mungkin cerita ini tidak akan sampai kepada kita tanpa ada yang menuliskannya.

Kita tidak tahu cara pikir Archimedes tentang hal tersebut apabila tidak dituliskan. Serta kita tidak akan tahu bagaimana alur berpikir Archimedes mengenai hal tersebut.

Nah, dari situlah kita bisa asumsikan bahwa Archimedes memiliki masalah. Sebelum ia menemukan jawabannya dalam bak mandi dia tentu telah berpikir, berproses dan berusaha untuk menemukan jawaban atas masalah tersebut. Dari situlah ia dapat menemukan jawaban secara rinci dan spesifik sesuai dengan problem awalnya.

Hal itulah mengapa latar belakang penelitian dituliskan. Manfaatnya kira-kira seperti yang ada di bawah ini:

  1. Menjelaskan dengan rinci kenapa kita melakukan penelitian.
  2. Menegaskan bahwa apa yang akan kita teliti bermanfaat baik. Bukan saja kepada ilmu pengetahuan, namun juga lembaga maupun siapa pun yang menjadi subjek penelitian.
  3. Memberi gambaran konkret dilakukannya penelitian bagi penguji dan pembaca.
  4. Dapat dikembangkan menjadi penelitian lain apabila tujuan dari penelitiannya terlalu lebar.
  5. Membuat pembaca dapat menentukan rincian atau detail penelitian sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami penelitian yang anda lakukan.
  6. Menjadi pijakan kita selanjutnya dalam melakukan penelitian agar fokus dengan masalah yang diangkat.

Cara Membuat Latar Belakang Masalah?

cara membuat latar belakang masalah
ACADEMIC INDONESIA

Banyak yang beranggapan bahwa menulis latar belakang penelitian hampir mirip dengan konsep segi tiga terbalik. Semakin ke bawah, semakin mengerucut atau makin spesifik. Eittss tunggu dulu, tidak sesederhana itu juga melakukannya.

Kenyataannya jika menggunakan konsep semacam itu mungkin tidak masalah di penjelasannya, tapi sangat kontras pada prakteknya. Kenapa? Karena latar belakang penelitian titik tekannya adalah alasan dan perumusan masalah. Bukan solusi macam opini, essay, atau artikel.

Karena titik tekannya alasan dan perumusan masalah, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kerangka Latar Belakang

Setidaknya dalam menulis latar belakang penelitian kerangka yang harus ada yaitu:

  1. Dasar pendapat ahli mengenai suatu fenomena atau konsep dalam teori. Sehingga akan tergambar apa yang hendak dibahas.
  2. Masalah atau problematika yang akan diangkat. Nah di sinilah letak di mana anda harus menulis sebab-sebab dilakukannya penelitian.
  3. Menjelaskan subjek dan objek penelitian. Tentu setelah kita menulis masalah yang terjadi, anda memperkenalkan dengan singkat subjek dan objek yang akan diteliti beserta perbedaan permasalahannya.
  4. Arti penting sebuah penelitian. Di sinilah anda tuliskan mengenai apa yang akan anda cari dalam penelitian sebelum melangkah ke step selanjutnya.

Cara Menuliskannya

Setelah anda tahu kerangka penelitian yang anda hendak buat, sekarang merupakan langkah dalam penulisannya:

  1. Tulislah terlebih dahulu pendapat ahli beserta buku atau referensi yang hendak anda kutip. Gunakanlah perspektif anda dengan bijak dan terarah.
  2. Setelah itu jabarkanlah perspektif anda tentang masalah yang akan anda teliti. Apakah ada kemungkinan berbeda dengan teori atau konsep yang diangkat, atau justru ada yang hendak anda kritisi mengenai teori atau konsep yang ada.
  3. Menggunakan berbagai referensi sebenarnya semakin bagus mengingat tulisan anda akan “kaya logika dan perspektif”. Namun jangan sampai pendapat anda tertutupi oleh pendapat ahli tersebut. (Yang satu ini harus penulis akui, agak susah dan butuh latihan)
  4. Jika anda mengutip dari internet, pastikan bahwa itu hanya informasi mengenai subjek dan objek penelitian. Jangan anda mengutip untuk pendapat para ahli. Karena anda bisa dibilang melakukan plagiat.
  5. Panjangnya tulisan tidak dibatasi, namun akan lebih baik jika anda menulisnya dengan runtut, spesifik dan terarah.
  6. Terakhir tulislah apa yang hendak anda cari dalam penelitian. Sehingga orang lain akan memahami tulisan anda apakah hendak mengaplikasikan, memodifikasi atau mengkritisi teori dan konsep yang ada.

Tips dan Trik

tips trik membuat latar belakang masalah
Diambil dari Bouncee.con dengan Beberapa Gubahan

Menulis latar belakang penelitian baik untuk jurnal, skripsi, dan tulisan ilmiah lainnya sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Apalagi jika anda rajin membaca jurnal atau buku referensi pasti ada berbagai cara dan alternatif.

Hanya saja mungkin ini akan menjadi kendala bagi anda yang masih bingung apa itu penelitian dan arti pentingnya. Nah di bawah ini ada beberapa tips dan trik yang bisa dicoba.

  1. Menulis saduran pendapat ahli di latar belakang penelitian tidak seperti ketika kita menulis kerangka pemikiran atau kerangka teori. So, cukup satu atau dua saduran pendapat ahli saja. Lalu tinggal dipadukan dengan pendapat anda.
  2. Panjang tulisan terkadang memang menentukan kualitas anda. Namun alangkah lebih baik jika itu diimbangi dengan kualitas informasi yang didapatkan. Jadi jangan terpancang dengan panjangnya tulisan, kualitas informasinya yang lebih penting.
  3. Jangan lupa perhatikan tujuan penelitian. Ini penting untuk mengingat apa yang anda ingin tulis dalam latar belakang penelitian. Anda tentu tidak mau kan menulis latar belakang tapi ujung-ujungnya malah bikin pusing?.. Hehehe…
  4. Selalu koreksi dan teliti dalam penulisan. Explore sisi-sisi yang dianggap penting dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Terkadang sudut yang tidak penting justru bisa jadi penting karena informasinya dalam dan berhubungan.

Contoh Latar Belakang Penelitian

contoh latar belakang masalah
bsnscb.com

Agama dan Konflik:

Make-Up Pemberitaan Konflik Suriah pada Detik.com dan Kompas.com (Analisis Framing)

Kata konflik, berasal dari bahasa Latin confligere, yang berarti saling memukul. Dalam pengertian sosiologis, konflik dapat difahami sebagai suatu “proses sosial” di mana dua orang atau dua kelompok orang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Wujud konflik yang paling jelas adalah perang bersenjata, dimana dua atau lebih bangsa atau suku bangsa saling tempur dengan maksud menghancurkan atau membuat pihak lawan tidak berdaya.1 (Bambang Sugeng,  2007:1).

Adapun yang dimaksud dengan konflik antar agama disini tidak jauh berbeda dengan pengertian di atas, yaitu dimana ada dua pihak yang mengatasnamakan agama atau sekte untuk menyingkirkan agama atau sekte yang lain.

Tuduhan bahwa agama ikut andil dalam memicu konflik dan sebagai sumber konflik yang terjadi antar umat bergama memang sulit dibantah.

Secara historis, mulai dari adanya Perang Salib sampai insiden pengrusakan tempat ibadah di Situbondo, Tasikmalaya, Maluku, dan yang masih terus berjalan hingga sekarang di Ambon, Poso, serta beberapa kejadian di tempat lain di negara kita merupakan bagian kecil dari banyaknya contoh betapa agama masih tampil sebagai pemicu konflik.

Konflik ini tidak hanya terjadi antar umat beragama tetapi juga di kalangan intern umat beragama, seperti yang terjadi di Parung (Bogor) dan NTB, yakni penyerangan anggota FPI (Front Pembela Islam) terhadapan para penganut Islam golongan Ahmadiyah.

Ironis memang, karena agama di satu sisi mengajarkan dan mendambakan masyarakat yang religius, penuh kedamaian, saling mencintai, saling mengasihani dan saling tolong menolong; namun di sisi yang lain kondisi objektif masyarakat jauh dari tatanan ideal agama (Marzuki, 2012:1). Artinya secara tidak langsung harus diakui bahwa agama punya dua mata sisi pedang yang saling berlainan dan kompleks.

Terdapat beberapa faktor yang melatar – belakangi konflik antar agama itu sendiri seperti yang dalam tulisan Dr. Marzuki, M.Ag (2012) yaitu: 1) Sifat dari masing-masing agama yang mengandung tugas dakwah atau missi.

2)Kurangnya pengetahuan para pemeluk agama akan agamanya sendiri dan agama pihak lain 3) Para pemeluk agama tidak mampu menahan diri, sehingga kurang menghormati bahkan memandang rendah agama lain 4) Kaburnya batas antara sikap memegang teguh keyakinan agama dan toleransi dalam kehidupan masyarakat

5) Kecurigaan masing-masing akan kejujuran pihak yang lain, baik intern umat beragama, antar umat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah 6) Kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalah perbedaan pendapat. Poin yang terakhir merupakan concern utama dalam penelitian ini.

Nilai-nilai dari pemberitaan yang terkait dengan agama sering kita rasakan bahkan terkadang mempengaruhi ideologi seseorang. Ini tidak lepas dari framing media yang membingkai sebuah kasus sehingga dengan bingkai tersebut kita bisa melihat apa yang media tersebut tekankan.

Menjadi menarik lagi apabila kasus konflik tersebut merupakan kasus yang sifatnya mengglobal; dalam artian merupakan kasus yang bisa saja merembet di negeri kita tercinta. Tentu poin ke 6 yang peneliti batasi merupakan salah satu di mana sebenarnya hal tersebut bisa diatasi.

Media memiliki peranan dalam mencerdaskan pengetahuan di masyarakat dan membentuk masyarakat ke arah yang lebih baik. Fungsi media ini yang sekarang menjadi bias karena adanya kepentingan politik.

Namun karena kasus di Suriah merupakan kasus yang mendunia (global), maka akan sulit bagi media untuk mencoba berbeda dan seperti berusaha “menyamakan pendapat”. Pengemasan pesan di media untuk kasus semacam ini bisa saja sama dan menarik untuk dibahas.

Dua media online yang populer di tanah air, Detik.com dan Kompas.com adalah media yang juga memberitakan kasus konflik di Suriah.

Menarik bagaimana kedua media tersebut memberitakan kasus konflik ini dengan ideologi yang berbeda, sekaligus bagaimana keduanya memberitakan kasus ini dengan cara yang berbeda. Tentu peneliti ingin melihat sejauh mana kedua media tersebut melihat perspektif konflik di Suriah dengan cara masing-masing.

***

Cukup mudah kan membuat latar belakang penelitian? Ini bisa diaplikasikan ketika anda ingin membuat jurnal, skripsi, bahkan tesis. Kalau bagi saya penelitian itu merupakan kepuasan batin yang tidak ternilai. Hehe, dengan penelitian kita bisa menambah ilmu, keragaman, dan bahkan mengembangkan teori yang sudah ada.

 

So, what do you already for research?

Hobinya mempelajari kehidupan dan belajar dari kehidupan... Hayoo bingung to??...,., :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *