10 Tempat Wisata di Banda Aceh

19 Dilihat

Kota Banda Aceh dikenal memiliki banyak sejarah yang menyimpan berbagai kenangan oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, tempat ini juga memiliki daya tarik berupa tempat wisata di Banda Aceh wisata yang mampu memanjakan mata dengan keindahan alamnya yang masih asri.

Kota Banda Aceh sendiri terletak di ujung Barat Pulau Sumatera yang merupakan ibukota dari Provinsi Aceh dan berada di posisi strategis lalu lintas perniagaan.

Di sini, sobat bisa melihat berbagai destinasi wisata alam mulai dari air terjun hingga pantai yang terbentang luas dengan keasrian dan keindahan tempatnya.

Tempat Wisata di Banda Aceh Terpopuler

Daripada penasaran, simak selengkapnya mengenai destinasi wisata populer yang ada di Banda Aceh!

1.      Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue cocok buat sobat yang suka dengan pemandangan pantai. Letak Pantai Ulee Lheue ini juga berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Beda dengan pasir pantai lainnya, di sini wisatawan akan menemukan pasir hitam di sepanjang pinggiran pantainya.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai ini adalah di sore hari, karena kecantikan matahari terbenamnya mampu membuat siapapun terpana.

Wisatawan juga bisa menikmati aneka ragam kuliner khas Aceh yang dijajakan oleh para pedagang sembari menikmati suasana tenang pantainya.

2.      Pantai Alue Naga

Terletak di Kecamata Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Destinasi wisata ini merupakan pantai yang menjadi tempat bertemunya air sungai dan air laut.

Sungai yang bermuara di pantai ini bernama Sungai Lamnyong. Nama Alue Naga sendiri konon dikarenakan muara sungainya yang berbentuk berkelok-kelok seperti tubuh naga.

Tempat wisata di Banda Aceh

Selain itu, pantai ini juga sangat populer karena memiliki panorama yang menawan. Disini, wisatawan bisa melihat dua sisi berbeda dari Pantai Alue Naga.

Pada sisi pertama, pengunjung akan disajikan dengan hamparan pasir pantai yang lebih luas jika dibandingkan sisi lainnya. Sedangkan di sisi lainnya, pasir pantai cenderung sedikit namun terdapat semacam tanggul yang dibuat dari tumpukan batu sebagai pemecah ombak.

Di pinggiran pantai, wisatawan akan menemukan banyak pepohonan cemara yang membantu menyejukkan tempat ini. Untuk menikmati wisata ini, sobat tidak perlu membayar tiket dan bisa bebas keluar masuk tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

3.      Museum Tsunami Aceh

Pasca terjadinya tsunami Aceh pada tahun 2004 yang merenggut banyak korban dan menghancurkan beberapa wilayah, pemerintah Aceh membangun sebuah museum untuk mengenang kejadian itu dan menghormati para korban yang telah gugur.

Museum Tsunami Aceh sudah sangat terkenal hingga ke telinga orang luar. Pengunjung bisa berkunjung ke tempat wisata di Aceh ini untuk merasakan suasana pada waktu itu.

Bukan hanya itu, mata juga akan dimanjakan dengan desain interior yang sangat artistic dan unik.

Tempat wisata di Banda Aceh ini dijadikan sebagai wadah edukasi oleh pemerintah agar masyarakat tahu mengenai bagaimana terjadinya sebuah bencana.

Ketika melewati lorong panjang, pengunjung akan ditemani dengan suara gemuruh dan percikan air untuk membangun suasana bencana pada saat tsunami menjadi lebih kental.

4.      Museum Sejarah Aceh

Museum Sejarah Aceh harus masuk ke dalam list liburan sobat ke Kota Banda Aceh nih. Tempat wisata ini sudah berdiri sejak tahun 1915 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Bangunannya berbentuk seperti Rumah Adat Aceh dengan berbagai filosofi yang ada di dalamnya.

Tempat Wisata di Banda Aceh

Pengunjung bisa menemukan banyak peninggalan dari zaman pra-sejarah. Seperti perkakas, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, senjata tradisional, dan pakaian tradisional.

Di Museum ini, wisatawan akan menemukan berbagai koleksi manuskrip kuno, dokumentasi foto sejarah, dan maket dari perkembangan Masjid Agung Baiturrahman.

5.      Kapal Apung Lampulo

Tsunami Aceh yang terjadi beberapa tahun silam ternyata banyak memberikan saksi bisu bagaimana dahsyatnya bencana tersebut dialami oleh masyarakat sekitar.

Kapal Apung Lampulo ini tersangkut tepat di atas sebuah rumah penduduk di Desa lampulo. Bahkan kapal ini berhasil menyelamatkan lebih dari 50 nyawa pada kejadian itu.

Jika ingin naik ke atasnya, pengunjung bisa menaiki tangga datar yang sudah disediakan. Jangan khawatir mengenai kondisi tangga ini, karena sudah terjamin sangat kuat sehingga mampu memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk melihat kondisi Kapal Apung Lampulo ini.

6.      PLTD Apung 1

PLTD Apung 1 merupakan kapal penyuplai listrik yang terdampar cukup lama ke tengah Kota Banda Aceh karena terjadinya tsunami.

Kapal dengan panjang 63 m ini mampu menghasilkan daya sebesar 10,5 megawatt. Luasnya mencapai 1.900 meter persegi dengan bobot sebesar 2.600 ton.

Tempat wisata di Banda Aceh

Saat ini, Pemerintah telah mengalokasikan kapal ini sebagai monument peringatan untuk menjadi sebuah objek wisata edukasi bagi masyarakat sekitar untuk mengenang korban jiwa yang jatuh akibat tsunami.

Dari sini, pengunjung bisa melihat pemandangan indah Kota Banda Aceh secara keseluruhan. Hamparan hijau pegunungan Bukit Barisan akan membuat mata sangat dimanjakan. Ditambah lagi, banyak sekali spot foto instagramable bisa dikunjungi.

7.      Taman Gunongan

Merupakan Taj Mahalnya Kota Banda Aceh dengan sejarah bukti cinta dari Sang Sultan. Taman ini merupakan simbol cinta dari para raja yang diberikan kepada permaisurinya.

Taman ini diberikan oleh Sultan Iskandar Muda kepada Putri Kamaliah dari Negeri Pahang, Malaysia. Pembangunan taman ini didasari karena Putri Kamaliah sangat merindukan kampung halamannya yang dipenuhi dengan suasana pegunungan.

Untuk membahagiakan istrinya, Sultan membangun Gunongan yang berbentuk bukit sebagai tempat bermain permaisuri dengan pembantunya.

Pemandangan indah bak istana putri dongeng akan terlihat di tempat wisata di Banda Aceh ini. Ornamen dan desain arsitekturnya yang unik akan memanjakan mata semua wisatawan.

8.      Taman Ratu Safiatuddin

Taman Ratu Safiatuddin yang dibangun untuk mengenang sang Ratu Aceh dengan fakta sejarah di belakangnya.

Ratu Safiatuddin adalah putri dari Sultan IskandarMuda yang lahir dengan nama Putri Sri Alam. Sepeninggal Sultan, rakyat Aceh kesulitan mencari pengganti beliau untuk memimpin Aceh.

Tempat wisata di Banda Aceh

Satu-satunya yang terbesit hanyalah Putri Sri Alam. Namun, ada perdebatan di kalangan para ulama dan wujudiyah yang tidak setuju apabila Aceh dipimpin oeh seorang perempuan.

Tetapi, keributan itu bisa dilalui. Selama masa kejayaannya, Ratu Safiatuddin mampu memberikan kemakmuran dan perkembangan yang signifikan kepada masyarakat Aceh.

Seiring berjalannya waktu, Taman Ratu Safiatuddin menjadi objek wisata yang sering disebut sebagai taman mininya Aceh yang memiliki 23 rumah adat dari kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Aceh.

9.      Taman Bustanussalatin

Tempat wisata di Banda Aceh selanjutnya yang tidak boleh dilupakan ketika berkunjung ke Kota Banda Aceh adalah Taman Bustanussalatin yang merupakan Taman Raja Aceh.

Taman Busstanussalatin yang dulunya dikenal sebagai Taman Ghirah atau Taman Sari. Taman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1514 M.

Pada masanya, taman sari tidak memiliki bangunan, melainkan hanya taman penuh tanaman rindang yang menjadi tempat bermain keluarga sultan.

Arsitektur cantik yang bisa dilihat dari luar taman akan membuat pengunjung tertarik untuk mengenal taman ini lebih jauh.

Kini, taman ini menjadi tempat berlibur warga kota dan seringkali menjadi tempat untuk diadakannya acara-acara menarik di Kota Banda Aceh.

10.  Air Terjun Peukan Biluy

Air Terjun Peukan Biluy berlokasi di kaki Bukit Barisan tepatnya di desa Biluy. Objek wisata ini sangatlah populer dan hits, karena pemandangannya yang indah dan menawan.

Di tempat ini, pengunjung akan mendengar suara gemericik air terjun dan suara burung yang saling bersahut-sahutan.

Tempat wisata di Banda Aceh

Namun, akan sangat sulit untuk bisa sampai ke tempat wisata di Banda Aceh ini, karena jalannya yang sudah tidak lagi bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Pengunjung harus berjalan kaki untuk mencapai Air Terjun Peukan Biluy dengan jarak yang cukup jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *