Contoh Susunan Makalah

1 views

Contoh Susunan Makalah — Makalah adalah tugas wajib yang tidak bisa dielakkan dari setiap mata kuliah yang dibeikan dosen. Setiap dosen selalu ada yang memberi tugas berupa membuat makalah, paper ataupun observasi. Nah, bagi Anda yang sedang bingung cara membuat makalah, di bawah ini ada contoh susunan makalah.

contoh susunan makalah
pixabay.com

Contoh susunan makalah ini akan membantu Anda menyusun apa saja sih yang harus ada dalam sebuah makalah itu? Apa perlu cuma pembukaan isi dan penutup saja? Atau harus ada susunan lainnya?

Nah, susunan makalah yang benar adalah terdiri dari daftar isi, kata pengantar, pendahuluan/ latar belakang, pembahasan, kesimpulan dan penutup. Namun untuk daftra isi dan kata pengantar ada beberapa yang tidak menggunakanjuga tidak masalah.

Namun susunan yang terpenting adalah pendahuluan/ latar belakang, pembahasan, kesimpulan dan penutup.

Contoh Susunan Makalah

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Di Indonesia, ketika demokrasi modern mulai meraba nyata, komunikasi antara aktor-aktor politik dan warga negaranya sangat sulit dilakukan secara langsung dengan saling tatap muka.

Oleh sebab itu, dewasa ini komunikasi politik dilakukan secara termediasi melalui media massa. Lebih berkembang lagi, media saat ini bukan hanya sebagai media yang sebatas memberi infomasi.

Akan tetapi juga sebagai ruang untuk saling berinteraksi secara aktif dalam menyikapi realitas politik yang terjadi. Media mempunyai tugas sebagai pengawas dan evaluasi terhadap realitas politik yang dianggap perlu untuk diketahui masyarakat.

RUMUSAN MASALAH

  1. Seperti apa eksistensi surat kabar nasional yang ada di Indonesia?
  2. Bagaimana surat kabar nasional saat ini membangun opini publiknya?

TUJUAN MASALAH

  1. Mengetahui eksistensi surat kabar nasional yang ada di Indonesia
  2. Mengetahui cara surat kabar nasional membangun opini publiknya di Indonesia.

PEMBAHASAN

BAB II

Peran Surat Kabar Sebagai Fungsi Kontrol Sosial

Dewasa ini komunikasi politik dilakukan secara termediasi melalui media massa. Lebih berkembang lagi, media saat ini bukan hanya sebagai media yang sebatas memberi infomasi. Melainkan  juga sebagai ruang untuk saling berinteraksi secara aktif dalam menyikapi realitas politik yang terjadi.

Media mempunyai tugas sebagai pengawas dan evaluasi terhadap realitas politik yang dianggap perlu untuk diketahui masyarakat.

Di bawah ini, adalah dua perbandingan surat kabar nasional dalam eksistensinya membangun opini publik untuk berperan aktif dalam komunikasi politik yang terjadi dewasa ini.

1. Kompas

Dalam sejarah terbitnya Kompas, hingga berhasil melewati badai politik tahun 1996, hal yang menarik diamati dari Kompas adalah sikap kehati-hatiannya dalam gaya jurnalistiknya.

Motto Kompas adalah “Amanat Hati Nurani Rakyat”, dilihat dari mottonya maka jelaslah bahwa surat kabar ini menunjukkan keberpihakannya pada rakyat, bukan pada pihak-pihak atau golongan-golongan tertentu. Sebab bagi Kompas keberadaan pers merupakan perwujudan dari hakikat kehidupan manusia.

Rubrikasi Kompas terdiri dari : berita-berita hukum dan politik, tajuk rencana dan opini, surat pembaca, rubrik internasional, pendidikan dan kebudayaan, lingkungan dan kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta rubrik umum di mana dalam rubrik tersebut terdapat kolom khusus commentary news yang membahas tentang isu-isu politik dan ekonomi terkini.

2. Republika

Tujuan awal didirikannya surat kabar ini adalah untuk menampung aspirasi komunitas muslim dalam konteks wacana sosial yang disalurkan melalui pluralisme informasi kepada masyarakat luas.

Sesuai dengan mottonya ”Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” harian Republika berupaya untuk mewujudkan media massa yang mendorong bangsa menjadi kritis dan berkualitas. Tujuan ini sejalan dengan cita-cita dan program Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dibentuk pada tanggal 12 Desember 1990.

Rubrikasi Republika terdiri dari : nasional, opini, internasional, ekonomi, olahraga. Dalam rangka memperluas perspektif pembaca, harian umum Republika menyajikan ragam informasi dengan tema spesifik setiap harinya dalam bentuk halaman suplemen yang terdiri dari :

Pendidikan (Senin), Medika (Selasa), Trend Dan Teknologi (Rabu), Otomotif (Kamis), Properti, Tabloid Dialog Jumat (Jumat) Dan Leisure (Sabtu).

Dari penjabaran dua surat kabar nasional tersebut dapat dicermati bersama apabila terdapat kekhasan masing-masing pada tiap surat kabar. Republika misalnya, di mana surat kabar satu ini orientasi pemberitannya cenderung bernafaskan Islami dari sejarah berdirinya surat kabar ini.

Namun Islam yang dimakud di sini adalah Islam yang bersifat sublim dan subtil, di mana ia tidak terlihat namun bisa dirasakan.

Konteks-konteks Islam Republika adalah Islam yang kosmopolitan, di mana ia mencakup pada kalangan luas, bukan hanya pada orang-orang saleh belaka, melainkan hadir di tengah-tengah orang-orang yang butuh dengan seruan moralistik.

Haluan pembaca dari Republika rata-rata adalah masyarakat muslim, sebab Republika ingin menyampaikan kebaikan, nilai-nilai universal, hal-hal manusiawi, dan segi-segi demokratis dari Islam.

Beranjak dari Republika, Kompas sendiri juga memiliki khas tersendiri dari pemberitaannya, di mana ia begitu ingin mengembangkan kultur dan infrastruktur demokrasi sesuai dengan komitmen sejarah pergerakan bangasa Indonesia.

Faktanya, Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”-nya, oleh sebab itu demokrasi hanya dapat berkembang dan berfungsi apabila masyarakat yang berbeda-beda itu dapat bereksistensi dalam keragamannya.

Ini terlihat dari halaman ke-4 dalam koran Kompas yakni rubrik artikel dan tajuk rencana, di mana dalam halaman tersebut dijadikan ruang untuk mewujudkan keragaman pendapat, aspirasi dan persoalan untuk saling dikaji dan diuji.

Haluan pembaca dari Kompas adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi, selain itu pembaca Kompas rata-rata adalah orang yang berpenghasilan tinggi pula.

Dalam kaitannya pada politik, Kompas lebih memberi perhatian yang tinggi pada aktor politik sebagai objek berita dibandingkan dengan Republika. Namun, keduanya tetap netral dan oposisional pada keseluruhan sikap politik yang terjadi.

Lepas dari semua itu, sudah selayaknya bagi sebuah surat kabar untuk tetap bersikap profesional dan tidak menunjukkan keberpihakannya pada elite-elite politik tertentu. Sebab seperti salah satu fungsinya, bahwa media adalah sebagai kontrol sosial.

Di mana penegakan fungsi kontrol sosial oleh pers adalah untuk mencegah agar penguasa negara tidak tergelintir dalam politik yang kotor.

Pelaksanaan kontrol pers ini bukan semata untuk kepentingan pers, melainkan untuk rakyat, agar rakyat tidak terus menerus menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan petinggi elit politik negara.

PENUTUP

BAB  III

KESIMPULAN

Dari penjabaran dua surat kabar nasional di atas, yakni Kompas dan Republika. Bisa dicermati bersama apabila terdapat kekhasan masing-masing pada tiap surat kabar.

Republika misalnya, di mana surat kabar satu ini orientasi pemberitannya cenderung bernafaskan Islami dari sejarah berdirinya surat kabar ini.

Lalu  Kompas lebih memberi perhatian yang tinggi pada aktor politik sebagai objek berita dibandingkan dengan Republika. Namun, keduanya tetap netral dan oposisional pada keseluruhan sikap politik yang terjadi.

Lepas dari semua itu, sudah selayaknya bagi sebuah surat kabar untuk tetap bersikap profesional dan tidak menunjukkan keberpihakannya pada elite-elite politik tertentu. Sebab seperti salah satu fungsinya, bahwa media adalah sebagai kontrol sosial.

Nah, sepert itulah yang bisa kami ulas dari contoh susunan makalah. Semoga bermanfaat.

Info Kampus dan Sumber Referensi Kuliah Terlengkap Fanspage Academic Indonesia Group Fb Info Kampus Seluruh Indonesia