Cincin Pernikahan di Jari Mana? Ini Jawaban yang Tepat!

Cincin Pernikahan di Jari Mana

Cincin pernikahan di jari mana yang lebih baik? Hal ini sempat menjadi kontroversi di berbagai kalangan dan tradisi di setiap daerah di berbagai negara. Bagaimana tidak, hari yang sakral itu tentunya harus memiliki momentum yang pas dan juga berkesan di kalangan masyarakat.

Maka tak heran, para pengantin hanya bisa pasrah mengikuti tradisi yang sudah turun temurun hadir di tengah-tengah masyarakat. Nah, menurut Anda dimanakah yang lebih pas untuk meletakkan cincin pernikahan. Kanan hah atau kiri?

Peletakan Cincin Pernikahan

Mengenai peletakan cincin pernikahan merupakan tradisi Romawi kuno dan Mesir  yang mengenalkan teori ‘Vena Amoris’ yang artinya pembuluh darah/nadi. Mereka menganggap bahwa  tangan kiri tidak dapat diandalkan atau mendatangkan kesialan bagi pengantin. Sedangkan tangan kanan merupakan pendatang kebahagiaan.

Begitu juga pada tradisi India yang menggap bahwa tangan kiri itu adalah kotor, sedangkan tangan kanan merupakan tangan yang suci. Beda lagi dengan tradisi Yahudi yang mana, saat pertunangan mereka akan menyematkan cincin ke tangan kiri, hal ini dikarenakan antara si perempuan dan laki-laki masih terikat akan hati bukan status.

Lalu, ketika pernikahan dilangsungkan maka cincin tunangan disematkan di tangan kanan sebagai tanda perubahan status. Nah, jika Anda ingin mengetahui negara mana saja yang menyematkan cincin pernikahan di tangan kanan atau kiri. Kami lampirkan seperti berikut ini.

Negara yang menyematkan cincin pernikahan di tangan kanan ada beberapa negara yaitu: Belanda, Jerman, Norwegia, Denmark, Austria, Polandia, Bulgaria, Spanyol, Rusia, Portugal, Belgia (di beberapa wilayah), Georgia, Serbia, Ukraina, Yunani, Latvia, Hungaria, Colombia, Cuba, Perú, dan Venezuela.

Sedangkan Negara yang mengikuti tradisi menyematkan cincin pernikahan sebelah kiri adalah: Australia, Kanada, Botswana, Irlandia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Swedia, Finlandia, Republik Ceko, Swiss, Rumania, Slovenia, Kroasia, dan sebagian negara-negara besar Asia.

Di negara Turki, Lebanon, Brasil dan Suriah cincin pernikahan diletakkan di sebelah kanan dan setelah pernikahan disematkan kembali di jari kiri.

Sebenarnya tidak ada aturan yang mutlak mengenai cincin pernikahan di jari mana atau di kanan & kiri. Hanya saja tradisi yang sudah mengakar di kalangan masyarakat membuatnya seolah-olah terlihat mutlak, pada hal bukan.

Hal ini tergantung bagaimana Anda, kenyamanan serta Fashion yang menarik  menurut Anda. Jadi, Anda bisa saja meletakkannya baik di tangan kanan atau pun di tangan kiri. Hal itu tergantung kenyamanan Anda sebagai pemakai. Dan mengenai cincin pernikahan di jari mana yang lebih bagus? Itu juga tergantung kenyamanan Anda.

Mau di jari manis, telunjuk atau jari lainnya itu tergantung keputusan Anda. Karena setiap pasangan memiliki konsep pernikahannya sendiri, bahkan ada beberapa pasangan yang menjadikan cincin pernikahan sebagai liontin. Jadi bagaimana? Sudah terjawab bukan cincin pernikahan diletakkan di jari mana.

Material yang Bagus Untuk Cincin Pernikahan

Cincin pernikahan merupakan simbol dari pernikahan yang suci antara dua insan. Tradisi pertukaran cincin pernikahan di kalangan umum ikut menyeret semua orang yang ingin melakukan pernikahan.

Tetapi tidak ada kewajiban, karena ada beberapa masyarakat hanya menyematkan cincin pada pengantin wanitanya saja.

Mengenai material cincin pernikahan, ada beberapa material yang bisa Anda jadikan sebagai referensi seperti berikut ini:

1.) Material Palladium

Material ini memiliki kandungan logam Palladium murni sebanyak 99%. Dengan keunggulannya yang anti alergi terhadap berbagai jenis kulit, serta anti noda dan minim corak hitam. Membuatnya unggul menjadi material primadona nomor satu dari material lainnya.

Anda juga dapat menjumpainya di berbagai toko yang jual cincin nikah Jogja, serta dapat juga mendesain cincin pernikahan yang sesuai dengan yang Anda inginkan. Dan untuk cincin Palladium ini  juga sangat disarankan bagi pengantin pria sebagai pengganti emas.

2.) Material Emas Kuning

Material yang terbuat dari logam mulia ini merupakan material cincin pernikahan yang tidak pernah lekang oleh waktu. Masih menjadi favorit tersendiri bagi setiap orang, karena bahannya yang kuning mengkilap.

Desain yang pas membuat cincin dengan material emas kuning akan tampak lebih elegan dan mewah.

3.) Material Berlian

Berlian merupakan dambaan bagi setiap kaum wanita, di lain setelah emas kuning. Bagaimana tidak, biarpun telah dipakai beberapa tahun nilai jualnya masih tetap ada atau bahkan lebih tinggi.

Material Berlian pada cincin pernikahan merupakan pilihan bagi banyak orang yang sangat menyukai berlian, dengan beberapa desain baru yang bermunculan mengkolaborasikan dengan permata berwarna lainnya membuatnya semakin indah dan unik.

Namun, hal itu balik lagi bagi setiap pasangan yang ingin mendesain cincin pernikahan mereka.

4.) Material Perak

Perak juga sudah cukup terkenal jauh sebelum munculnya emas, cincin pernikahan yang bahan materialnya perak memiliki ragam jenis ukuran dan model dari beberapa pengrajin. Walaupun, memang perak sangat mudah kotor atau terkena noda. Namun, pembersihan perak tidaklah serumit yang dibayangkan.

Beberapa zaman modern ini cincin perak yang cukup terkenal dan banyak digunakan adalah cincin perak yang memiliki berlian satu di tengahnya seperti model cincin solitaire. Serta ada juga lekukan-lekukan kecil di tengah lingkaran peraknya.

Oke, itulah beberapa penjelasan mengenai cincin pernikahan di jari mana yang lebih bagus? Kanan hah atau kiri, itu tergantung Anda serta tergantung kenyamanan Anda saat memakainya. Serta bagi Anda yang ingin mendesain cincin pernikahan, dapat memilih material yang kami jadikan sebagai bahan referensi sebelum mendesain atau membeli. Semoga menjadi keluarga yang bahagia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.