Biografi dan Pemikiran Cak Nun

1.492 views

Biografi dan Pemikiran Cak Nun — Semua orang pasti mengenal Cak Nun sebagai budayawan yang sudah tidak diragukan lagi kapabilitasnya. Tetapi tidak semua yang tahu Cak Nun mengenal betul siapa dia sebenarnya. Bahkan sebagian dari mereka tidak tahu nama lengkapnya.

Baca juga biografi Habib Syech di ACADEMIC INDONESIA

Profil Cak Nun
ACADEMIC INDONESIA

Mungkin jika ditanya, berapa istri Cak Nun dan berapakah putranya, kemungkinan besar mereka tidak akan tahu dengan pasti. Untuk itu, bagi yang merasa menjadi penggemar Cak Nun, ulasan singkat ini bisa digunakan untuk mengenalinya lebih intim. Berharap, semoga berbagai gagasannya bisa diserap dengan lebih utuh.

Biografi Cak Nun

Pemikiran Cak Nun
ACADEMIC INDONESIA

Cak Nun lahir di Jombang pada hari Rabu tanggal 27 Mei 1953 dan merupakan putra keempat dari 15 bersaudara. Orang tuanya MA Lathif, seorang petani memberinya nama Muhammad Ainun Nadjib yang akhirnya orang mengenalnya dengan nama Emha Ainun Nadjib.

Nama Emha itu sendiri awalnya singkatan dari Mh yang kemudian karena ejaannya, maka orang lebih mengenalnya dengan panggilan Emha.

Cak Nun merupakan salah satu cendekiawan muslim yang sangat getol memperjuangkan nilai-nilai budaya di seluruh pelosok negeri. Melalui syair-syairnya, Cak Nun mengkritik seluruh lapisan masyarakat agar bisa berubah menuju perilaku yang lebih baik.

Baca juga terkait Kata-kata Mutiara Peradaban Islam yang Akan membuat Anda berpikir dan Bersikap Bijak

Umbu Landu Paranggi; Sosok Guru Pribadi Cak Nun

Umbu Landu Paranggi Guru Cak Nun
netcafe.inc

Jenjang pendidikanya dimulai dari Sekolah Dasar di Jombang sampai tahun 1965, kemudian melanjutkan ke SMP dan SMA Muhammadiyah, Jogjakarta sampai tahun 1971.

Dilanjutkan dengan mondok di salah satu Pesantren Gontor Modern tetapi tidak betah lantaran tidak cocok dengan sistem yang diterapkan di pondok. Cak Nun juga pernah mengenyam pendidikan di UGM tetapi hanya sampai satu semester.

Cak Nun akhirnya lebih menyukai belajar sastra pada guru yang sangat dikaguminya yaitu Umbu Landu Paranggi. Beliau adalah seorang sufi yang kehidupannya penuh dengan tanda tanya sebagaimana yang biasa dijalani oleh kaum sufi lainnya.

Cak Nun belajar sastra kepada gurunya ini selama 5 tahun (1970-1975). Selain sastra, Cak Nun sangat gemar dengan seni teater yang pernah mengantarkannya ke berbagai negara di belahan dunia.

Teman seperguruannya pada waktu itu adalah penyanyi Ebiet G Ade, Eko Tunas yang dikenal sebagai cerpenis dan penyair serta EH. Kartanegara yang juga seorang penulis.

Kegemarannya itu sudah mendarah daging sampai akhirnya ia mendirikan Kyai Kanjeng sebagai wadah untuk mengekspresikan semua gagasannya guna membenahi kebudayaan umat.

Keluarga Cak Nun

Keluarga Cak Nun
ACADEMIC INDONESIA

Cak Nun memiliki 5 anak dari dua istri. Dari istri pertamanya, Neneng Suryaningsih, ia dikaruniai seorang putra yang diberi nama Sabrang Mowo Damar Panuluh. Tetapi harus terpaksa bercerai demi kebaikan bersama.

Dan dari istri keduanya, Novia S. Kolopaking, ia dianugerahi 4 putra yang masing-masing namanya adalah Ainayya Al-Fatihah, Aqiela Fadia Haya, Jembar Tahta Aunillah dan Anayallah Rampak Mayesha.

Dari kesemua nama yang diberikan kepada anaknya ini menunjukkan bahwa Cak Nun memang seorang budayawan yang sekaligus Islami. Salah satu anaknya ada yang menjadi musisi sebagai vokalis band Letto yang biasa disapa dengan sapaan akrabnya “Nu” yang diambil dari salah satu suku kata Panuluh.

Letto di era 90an sampai era milenium merupakan salah satu band yang paling banyak penggemarnya. Grup musik yang digandrungi oleh kaum muda-mudi ini dikenal dengan lagunya yang sufistik. Dan sampai saat inipun masih memiliki banyak penggemar setia.

Sedangkan Novia, istri kedua Cak Nun merupakan wanita yang juga menggeluti dunia seni dan tarik suara. Dia merupakan salah satu penyanyi yang sudah keliling dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *