Perlukah Asuransi Kesehatan Selain BPJS?

3 views

Asuransi Kesehatan

Sekarang ini pemerintah Indonesia sudah memberikan jaminan layanan kesehatan bagi setiap masyarakatnya lewat BPJS Kesehatan. Untuk pembayaran preminya juga terbilang cukup terjangkau. Lantas, sebenarnya apakah masih perlu menggunakan asuransi kesehatan selain BPJS?

Mengenal Asuransi Kesehatan BPJS

BPJS atau Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial adalah sebuah lembaga khusus yang memiliki tugas untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan bagi masyarakat di Indonesia. Termasuk juga pegawai swasta ataupun PNS.

Salah satu program dari BPJS tersebut adalah JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional. Penyelenggarannya sendiri lewat sistem asuransi sehingga perlu membayar iuran dengan jumlah ringan sebagai tabungan biaya perawatan nantinya.

Hingga sekarang ini sendiri setiap warga Negara Indonesia wajib untuk ikut serta dalam program BPJS tersebut. Termasuk orang asing ataupun pekerja yang berdomisili di tanah air dengan waktu minimal 6 bulan kemudian perlu membayar iuran.

Apakah Perlu Menggunakan Asuransi Kesehatan Selain BPJS?

Pahami dahulu, bahwa tentu perlu juga menggunakan asuransi kesehatan lainnya selain dari BPJS seperti asuransi kesehatan AIA. Terlebih apabila memerlukan perlindungan lebih bisa juga menggunakan asuransi kesehatan komersial ataupun swasta. Adapun jika Anda ingin mengetahui berbagai gambaran pelayanan asuransi swasta, review asuransi Astra di sini. Untuk itu ketahui perbedaan antara BPJS Kesehatan dan asuransi komersial lainnya berikut:

Besaran Premi

Umumnya, besaran premi untuk asuransi swasta terbilang jauh lebih mahal. Hal ini terutama untuk kalangan menegah ke bawah. Pasalnya, setiap peserta asuransi sendiri perlu membayar program premi hingga ratusan ribu per bulannya.

Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena biasanya akan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Hal ini tidak lain karena akan tergantung dengan jenis asuransi kesehatan mana saja yang Anda gunakan nantinya. Berbeda dengan premi BPJS Kesehatan dengan besaran cukup terjangkau.

Manfaat Asuransi

Kebanyakan asuransi kesehatan komersial akan memberikan manfaat rawat inap. Mulai dari ambulans, kamar, operasi, obat, kunjungan dokter, hingga jaminan kematian. Biasanya asuransi tersebut meliputi juga perawatan pasien di rumah sakit. Terdapat pula fasilitas asuransi setelah rawat inap.

Untuk BPJS Kesehatan ini sendiri umumnya juga tidak kalah lengkap juga. Mulai dari rawat inap, rawat jalan, optik, gigi, hingga kehamilan. Selain itu, terdapat pula manfaat untuk pelayanan lainnya seperti keluarga berencana, imunisasi, hingga penyuluhan.

Batasan Limit Manfaat

Terdapat pula batasan limit manfaat yang umumnya memiliki istilah plafon asuransi. Contohnya saja seseorang mendapatkan perawatan di rumah sakit kemudian ditanggung oleh asuransi selama batas maksimum perawatan sesuai dengan persetujuan kedua belah pihak.

Apabila melebihi limit, maka perlu membayar sendiri. Berbeda pada BPJS Kesehatan tidak terdapat batasan plafon. Pasalnya, semua biaya akan ditanggung oleh BPJS. Kemudian pesertanya hanya perlu mengikuti beberapa prosedur sesuai dengan ketentuan saja.

Layanan

Umumnya layanan ini akan lebih cepat sehingga pasien bisa langsung menuju rumah sakit. Dengan begitu, peserta asuransi kesehatan komersial bisa mendapatkan penanganan secara intensif. Terlebih, hampir semua rumah sakit sekarang ini menerima asuransi tersebut sehingga prosesnya cukup mudah.

Berbeda dengan BPJS Kesehatan sendiri umumnya mempunyai layanan berjenjang. Dengan begitu, setiap pasien perlu datang ke fasilitas kesehatan terlebih dahulu agar mereka mendapatkan surat rujukan. Setelah itu, baru bisa datang ke rumah sakit sebagai mitra BPJS untuk mendapat pengobatan.

Penyakit Bawaan

Pada asuransi kesehatan komersial, nantinya akan ada medical check up dengan tujuan mengecek apakah pasien menderita penyakit bawaan. Baik itu gula darah, jantung, dan lain sebagainya. Hal ini juga akan dilakukan pada seluruh anggota keluarga tertanggung pada asuransi tersebut.

Untuk BPJS Kesehatan ini sendiri semua penyakit bawaan ataupun penyakit baru akan tertanggung. Dengan begitu, tidak ada yang namanya deskriminasi. Tidak hanya itu, tidak ada pula namanya medical check up untuk memperoleh kepesertaan dari BPJS itu sendiri.

Pilihan Rumah Sakit

Untuk asuransi kesehatan komersial, Anda dapat memilih berobat ke rumah sakit mana saja. Dengan begitu, pihak asuransi akan menanggung semua biaya tersebut. Hal ini meski rumah sakit tidak mempunyai kerjasama dengan asuransi itu sendiri.

Sedangkan untuk BPJS Kesehatan seseorang hanya dapat berobat ke rumah sakit yang sudah mendapatka rujukan dari BPJS. Dengan begitu, apabila mendapatkan pelayanan kurang puas, maka perlu menunggu tiga bulan agar dapat mengubah rumah sakit tersebut.

Batas Wilayah

Untuk asuransi kesehatan swasta atau komersial, maka saat Anda sedang sakit dan berada di luar negeri tentu dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Terlebih, kebanyakan asuransi ini umumnya dapat menanggung pesertanya sampai ke luar negeri sekalipun tidak hanya di Indonesia saja.

Pada BPJS Kesehatan sendiri hanya akan berlaku di Indonesia saja. Oleh sebab itu, apabila Anda sedang berada di luar negeri tentu saja perlu merogoh kocek sendiri-sendiri agar dapat memperoleh penanganan lebih lanjut. Itulah mengapa sangat penting juga menggunakan asuransi selain BPJS.

Asuransi Jiwa

Umumnya, pada asuransi kesehatan jenis komersial menyediakan juga fasilitas lain berupa asuransi jiwa pada setiap programnya. Dengan begitu, ketika sewaktu-waktu pesertanya meninggal dunia ahli waris akan mendapatkan dana asuransi kematian tersebut.

Lantas, bagaimana dengan BPJS Kesehatan? Pada program asuransi tersebut, maka setiap peserta tidak akan mendapakan asuransi jiwa. Itulah mengapa tidak ada salahnya apabila Anda mendaftarkan diri juga sebagai peserta asurani kesehatan lainnya selain dari BPJS tersebut.

Itu tadi penjelasan tentang apakah perlu asuransi kesehatan selain BPJS. Sekarang ini tidak sedikit orang yang menyisihkan tabungan mereka untuk mengikuti program jaminan kesehatan dari lembaga swasta lainnya. Dengan begitu, kesehatan di masa depan pun akan lebih terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.