Bagi Perantau yang Sedang Kuliah, Inilah 3 Hal yang Harus Anda Sampaikan Saat Menelepon Sang Ibu

Di saat kita berjauhan
Rasa inginku berlari
Mendekapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Bersemi…
Belaian kasih sayang nan berpanjangan
Darimu insan yang mendoakan kebahagiaan anak-anakmu
Oh ibu…

                                                                                                 Hijjaz

 

Bagi Anda yang sedang merantau, Anda pasti pernah merasakan kangen yang “berat” dengan ibu dan ayah. Meskipun biasanya sering bertengkar bila di rumah, atau sering tak menuruti kemauannya, namun bila Anda di perantauan semua akan menjadi berubah. Anda akan merasa bersalah, berdosa, dan rasanya ingin cepat-cepat kembali ke rumah untuk berbakti dengan sebaik-baiknya bakti.

tweakyourbiz.com
tweakyourbiz.com

Namun begitulah lumrahnya anak adam. Bila sudah diberi kesempatan, anak adam acap kali kembali lalai terpuruk ke lembah ketidakdigdayaan. Anak adam cukup kewalahan menghadapi godaan-godaan ego masa muda yang penuh glamor. Bila telah kembali ke rumah, boro-boro sujud mencium kaki ibu, yang ada hanyalah kemauan-kemauan baru yang tak kunjung berujung.

Oleh karena itu, meskipun Anda saat ini sedang di perantauan, cobalah telepon tanya kabar ibu ayahmu minimal sepekan sekali sebagai wujud tanda baktimu. Jangan tunda-tunda, jangan sampai Anda kehilangan moment bersama insan yang kasih sayangnya tak bisa dinafikkan. Berikut ini 3 hal yang harus Anda sampaikan saat menelepon orang tua.

1. Menanyakan Kabar

commcenterrofhawaii.com
commcenterrofhawaii.com

Menanyakan kabar memang terkesan sederhana. Namun dibalik kesederhanaan itu, kegiatan menanyakan kabar manfaatnya sangat luar biasa. Baik sesama teman, kerabat, teman jauh, teman dekat terlebih menanyakan kabar kedua orang tua. Menanyakan kabar adalah bentuk empati yang dapat meluluhkan hati.

Bila Anda menanyakan kabar kedua orang tua, mereka akan bahagia. Orang tua akan merasa mendapat perhatiaan dari buah hatinya. Bahagia inilah yang akan memunculkan kehangatan seorang ibu, ayah dan anak. Bila kehidupan orang tua Anda senantiasa bahagia, mereka akan mempunyai harapan hidup yang tinggi. So, pastikan Anda adalah anak satu-satunya yang sanggup membuat orang tua bangga karena melahirkan Anda.

Selain orang tua, kebahagiaan itu juga akan menjalar ke dalam diri Anda. Wajah Anda akan mudah tersenyum dan terlihat berseri-seri. Bila Anda bahagia, secara tidak langsung Anda berkontribusi turut menjaga keutuhan sebuah rumah tangga. Hal demikian terjadi karena rasa bahagia akan mampu meminimalisir hal-hal negatif yang berseliweran.

2. Ceritakan Progress Kesibukan Anda

macraerentales.com
macraerentales.com

Jangan biarkan orang tuamu cemas, terlebih ibu Anda. Agar ibu Anda tahu dan percaya bahwa anaknya baik-baik saja, ceritakan pengalaman-pengalaman Anda. Bila memerlukan solusi, jangan sungkan-sungkan mengungkapkan. Keterbukaan antara orang tua dan anak seperti ini akan membuat keluarga menjadi lebih terasa harmonis dan saling memahami.

Ceritakan juga prestasi Anda selama ini. Misal, bila Anda adalah seorang mahasiswa yang sedang kuliah Anda bisa menceritakan skill-skill yang belum maupun yang sudah dikuasai. Contoh lain bila Anda seorang penghafal Al Quran, Anda bisa murojaah di depan ibu Anda melalui telepone. Bila Tuhan menghendaki, semua akan dipermudah.

3. Mintalah Doa agar Menjadi Pribadi yang Shaleh

walpaperspall.com
walpaperspall.com

Terakhir, sebelum telepon Anda tutup bahagiakanlah ibu Anda. Mintalah doa kepada kedua orang tua Anda terlebih doa agar menjadi pribadi yang shaleh. Shaleh bukan hanya untuk diri sendiri namun shaleh untuk masyarakat (kesalehan sosial). Rayakanlah, meskipun secara jasadiyah kedua orang tua Anda tidak bisa menjaga Anda, namun doa-doa kedua orang tua Andalah yang akan menjaganya.

Founder ACADEMIC INDONESIA — Mahasiswa Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Follow me @zamhari_jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *