Cara Menjemur Batik Agar Tidak Luntur

Cara Menjemur Batik

Perlu Anda ketahui, bahwa cara merawat baju batik itu sangat perlu diperhatikan sungguh – sungguh. Jangan samakan dengan baju biasa lainnya, bahkan cara menjemur batik pun berbeda dengan baju kebanyakan. Hal tersebut bertujuan agar bajunya tetap tahan lama. Walau sudah bertahun – tahun.

Cara Menjemur Batik dengan Benar

Perlu Anda ketahui, bahwa baju batik itu memerlukan perawatan juga. Jadi, jangan samakan dengan baju biasa lainnya. Itu karena motifnya yang memang dibuat dengan cara mencetak / ditulis, sehingga membuatnya perlu perawatan khusus. Seperti dengan memerhatikan cara menjemur.

Pada umumnya, baju batik yang Anda miliki tidak boleh dijemur tepat di bawah sinar matahari secara langsung. Biasanya masih banyak sekali masyarakat yang menjemurnya di terik matahari. Padahal hal tersebut sangat fatal. Itu karena jika sampai terjadi, kain dari batiknya akan lebih cepat memudar.

Tidak hanya itu saja, kain batik yang dijemur tepat di bawah terik matahari secara langsung. maka akan menjadikannya tampak lusuh. Jadi, setelah Anda selesai mencucinya. Lebih baik gantungkan saja bajunya, lalu jemur di tempat yang teduh dan cukup angin. Supaya bajunya cepat mengering.

Hal yang harus Anda Perhatikan saat Merawat Kain Batik agar Awet

Tidak hanya dari cara menjemurnya saja yang harus pengguna perhatikan. Masih ada informasi lain yang harus Anda perhatikan dan ingat. Walaupun kain batiknya berkualitas tinggi seperti buatan pabrik Batik Ghifari. Batik masih memerlukan perawatan khusus, ikuti beberapa cara penting berikut ini :

Menyimpan ke dalam Plastik

Salah satu cara merawat kain batik berkualitas tinggi, seperti dari Batik Ghifari yaitu dengan menyimpannya ke dalam plastik. Cara ini cukup umum dan sederhana, walaupun begitu hasilnya mampu menjadikan kain batik tetap awet warnanya. Tidak kusam seperti baju kebanyakan.

Penyimpanan baju batik ke dalam plastik, umumnya memang seperti baju setelah dilaundry. Memang, hasilnya akan jauh lebih baik jika menyimpannya ke dalam plastik. Apalagi keharuman dari parfumnya tidak akan mudah hilang. Apalagi tidak mudah kusut setelah menyetrika sebelumnya.

Bolehkah Menambah Pewangi Pakaian?

Pewangi pakaian memang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari – hari, mengingat pewangi sendiri memiliki banyak fungsi dan juga manfaat penting. Salah satunya untuk menambahkan rasa percaya diri ketika bertemu dengan orang di luar. Namun, apakah boleh menambah pewangi di batik?

Mengingat banyaknya pewangi pakaian yang mengandung bahan – bahan kimia, menjadikan Anda harus selektif dalam memilihnya. Itu karena baju batik tidak cocok pada bahan berbahaya tersebut, justru akan lebih cepat pudar warnanya. Jadi, pilihlah parfum yang mengandung bahan alami saja.

Menyetrika Baju Batik dengan Benar

Setelah melalui tahapan proses mencuci baju batiknya, langkah selanjutnya adalah dengan menyetrika baju tersebut. Perlu Anda perhatikan, bahwa menyetrika baju batik itu tidak sama dengan baju biasa lainnya. Jadi, bedakan caranya. Jangan lupa gunakan temperatur yang tidak terlalu tinggi.

Itu karena jika sampai menyetrika dengan suhu yang cukup tinggi, justru akan membuat baju batiknya cepat pudar warnanya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan setrikanya. Atur dulu temperaturnya supaya sedikit lebih minim. Lalu jangan lupa untuk melapisi dengan kain tipis sebelum setrika.

Cara Menyimpan Baju Batik dengan Benar

Setelah melalui tahapan setrika baju, biasanya Anda pasti menyimpan bajunya dengan cara melipat bukan? Tidak heran memang, karena sudah banyak sekali masyarakat yang menerapkan hal tersebut. Padahal cara itu salah dan berakibat fatal, baju yang terlipat akan membekas lipatan nanti.

Oleh karena itu, simpanlah baju batik dengan cara menggantungkannya saja. Jangan sampai melipatnya, supaya tidak ada lipatan baju dan membuatnya kembali lusuh. Bahkan bagian – bagian yang terlipat akan lebih cepat pudar warnanya. Jadi, hilangkan kebiasaan buru satu ini.

Menghindari Penggunaan Parfum Secara Langsung

Seperti pada pembahasan sebelumnya, penggunaan pewangi pakaian itu boleh – boleh saja. Asalkan memilih parfum yang memiliki kandungan bahan alami, bukan yang berbahan dasar kimia. Itu karena bahan tersebut sangat berbahaya untuk kain, menjadikannya lebih cepat pudar.

Namun, meskipun boleh menggunakan pewangi pakaian dengan bahan alami. Anda tidak bisa sembarangan menyemprotkannya ke baju batik. Semprotkan ke bagian tubuh saja dan tunggu sampai parfumnya mengering, sehingga pewanginya tidak akan meninggalkan bekas di batiknya.

Menggunakan Buah Lerak

Menurut informasi lengkap, penggunaan buah lerak dapat membantu untuk menjaga kualitas dari warna baju batik. Itulah mengapa Anda direkomendasikan menggunakan buah tersebut daripada detergen. Apalagi bahan tersebut alami dan tidak sama seperti sabun cuci berbahan kimia lainnya.

Pada umumnya, buah lerak ini merupakan tmbuhan yang konon katanya banyak masyarakat gunakan sebagai detergen tradisional. Bahkan buah tersebut termasuk ke dalam material pencuci baju yang paling ampuh dalam menjaga kualitas warna. Terlebih lagi pada kain atau baju batik.

Tidak Memeras Baju Batik

Cara merawat baju batik selanjutnya adalah tidak memerasnya ketika sedang mencucinya. Itu karena hal tersebut justru akan membuat kainnya cepat lusuh. Apalagi parahnya bisa membuat kainnya lebih mudah kelunturan.

Mungkin Anda tidak menyadarinya, walaupun sudah memisahkan dari baju biasa / berwarna lainnya. Baju batik masih bisa terkena luntur, lebih tepatnya luntur akibat warna dari kainnya sendiri. Itu karena saat memerasnya, kain batik akhirnya menjadi satu dan menyerap satu sama lain.

Itulah beberapa penjelasan secara detail dan juga lengkap, mengenai bagaimana cara menjemur batik dengan baik dan benar. Beserta pembahasannya tentang cara merawat batik, supaya kainnya tetap awet dan tidak mudah luntur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.