Pentingnya Gambar dan Pesan Teks di Media Sosial yang Sesuai Literasi Media

2 views

Pentingnya Gambar dan Pesan Teks di Media Sosial yang Sesuai: Literasi Media Mungkin anda masih ingat dengan kejadian di Youtube tahun lalu ketika ada seseorang membuat hand sanitizer buatan rumahan, namun malah jadi seperti bubur. Atau anda sering mendapatkan gambar yang tidak sesuai dengan kata-katanya? Jika iya, mungkin anda perlu untuk membuat gambar dan pesan teks yang sesuai di media sosial yang hendak anda posting. Sebab antara pesan dan gambar petunjuk yang sama di media sosial sangat menentukan perilaku untuk “meniru”. Hal ini sangat membantu ketika gambar dan pesan teks teks di media sosial yang anda posting sesuai. Namun jika sebaliknya, anda justru membawa seseorang untuk meniru perilaku yang dapat fatal akibatnya seperti contoh diatas. Hal ini tertuang dalam penelitian berjudul “When Social Media Images and Messages Don’t Match: Attention to Text versus Imagery to Effectively Convey Safety Information on Social Media”. Penulis utamanya adalah Elizabeth G. Klein dari departemen kesehatan masyarakat di Ohio State University beserta sejumlah koleganya. Penelitian ini dimuat dalam Journal of Health Communication, seperti yang dikutip dari Science Daily (31 Desember 2021). “Banyak waktu, ilmuwan dan ahli keamanan yang tidak terlibat dalam keputusan mengenai penggunaan media sosial dalam mewakili ahli kesehatan maupun organisasi lain, kami akhirnya melihat adanya gambar mengenai keselamatan yang buruk, gambar yang bertentangan dengan pedoman,” kata Elizabeth G. Klein yang mengemukakan asumsi dasar dalam penelitian ini. Pentingnya Gambar dan Pesan Teks Teks di Media Sosial, Mengapa? Bagi para ahli di bidang kesehatan, gambar dan pesan teks berperan penting dalam penerapan kebiasaan sehat di masyarakat. Mencuci tangan saat pandemi Covid-19 ini misalnya, banyak ilustrasi disediakan namun tidak semua dari ilustrasi tersebut benar. Media sosial menyediakan banyak ilustrasi mengenai bagaimana kita melakukan sesuatu dengan benar. Namun tidak semua dari ilustrasi tersebut tepat dan benar sesuai dengan instruksinya. Hal inilah yang menjadi konsen para peneliti disana untuk melakukan kajian ini. Penelitian ini menggunakan orang tua sebagai respondennya. Hal ini dikarenakan banyak orang tua mengandalkan informasi dari media sosial untuk membantu urusan rumah tangga, utamanya dalam urusan parenting. Peneliti bahkan menyebut 70% informasi dan cara mengenai pengasuhan anak justru didapat dari media sosial. “Dengan hampir 70% orang dewasa menggunakan media sosial dan banyaknya orang tua yang juga menggunakannya dan sumber internet lainnya untuk terus mengikuti strategi pencegahan cedera, media sosial berpeluang besar untuk menyiarkan pesan keselamatan dan pencegahan cedera,” kata Lara McKenzie yang merupakan salah satu peneliti dalam penelitian ini. Pengasuhan anak saat ini menjadi isu penting mengingat banyak contoh yang salah. Salah satu contohnya adalah seperti menidurkan bayi yang benar atau mengajari anak bersepeda namun tidak menggunakan helm sebagai keamanannya. Para peneliti lalu melakukan penelitian terhadap 150 orang tua sebagai responden. Lalu mereka diperlihatkan dengan masing-masing tiga gambar dalam dua kategori. Tiga gambar dalam kategori pertama memperlihatkan gambar dan teks yang cocok, sedangkan tiga gambar lainnya adalah gambar dan teks yang tidak cocok. Menambah “Waktu” untuk Membaca Pesan Hasilnya diukur dari berapa lama responden dapat menangkap maksud gambar dari dua kategori tadi. Ternyata peneliti menemukan bahwa mereka menangkap gambar pada kategori pertama selama 5.3 detik, sementara gambar kedua selama 3.3 detik. Artinya responden menangkap gambar dan pesan teks yang tidak cocok lebih cepat ketimbang gambar dan pesan teks yang sesuai. Hal yang cukup mengejutkan tersebut mengindikasikan perbedaan penangkapan seseorang terhadap pesan. Kabar buruknya adalah seseorang lebih cepat membaca gambar dan pesan teks yang salah dengan resiko lebih tinggi ketika dijadikan kebiasaan. Kabar baiknya adalah, dengan menambah waktu untuk melihat gambar dan pesan teks yang sesuai maka dapat meningkatkan pengetahuan mengenai keamanan sebesar 2.8%. Peneliti mengatakan temuan dalam studi ini penting untuk menyampaikan pesan keselamatan anak dalam kampanye kesehatan dan keselamatan. Meskipun begitu masih banyak pekerjaan bagi peneliti untuk menemukan metode yang tepat dalam mengomunikasikan kesehatan masyarakat di media sosial. “Kita perlu memperlihatkan bagaimana kita berkomunikasi dengan orang-orang yang kita coba pengaruhi dengan panduan kesehatan dan keselamatan. Kita semua dapat bekerja lebih baik dengan memikirkan bagaimana kita menggunakan akun media sosial kita untuk berkontribusi pada kesehatan masyarakat yang lebih baik,” kata Klein yang merupakan penulis utama penelitian ini. Sumber: Science Daily Journal of Health Communication

Pentingnya Gambar dan Pesan Teks di Media Sosial yang Sesuai: Literasi Media
Mungkin anda masih ingat dengan kejadian di Youtube tahun lalu ketika ada seseorang membuat hand sanitizer buatan rumahan, namun malah jadi seperti bubur. Atau anda sering mendapatkan gambar yang tidak sesuai dengan kata-katanya? Jika iya, mungkin anda perlu untuk membuat gambar dan pesan teks yang sesuai di media sosial yang hendak anda posting.
Sebab antara pesan dan gambar petunjuk yang sama di media sosial sangat menentukan perilaku untuk “meniru”. Hal ini sangat membantu ketika gambar dan pesan teks teks di media sosial yang anda posting sesuai. Namun jika sebaliknya, anda justru membawa seseorang untuk meniru perilaku yang dapat fatal akibatnya seperti contoh diatas.
Hal ini tertuang dalam penelitian berjudul “When Social Media Images and Messages Don’t Match: Attention to Text versus Imagery to Effectively Convey Safety Information on Social Media”. Penulis utamanya adalah Elizabeth G. Klein dari departemen kesehatan masyarakat di Ohio State University beserta sejumlah koleganya.
Penelitian ini dimuat dalam Journal of Health Communication, seperti yang dikutip dari Science Daily (31 Desember 2021).
“Banyak waktu, ilmuwan dan ahli keamanan yang tidak terlibat dalam keputusan mengenai penggunaan media sosial dalam mewakili ahli kesehatan maupun organisasi lain, kami akhirnya melihat adanya gambar mengenai keselamatan yang buruk, gambar yang bertentangan dengan pedoman,” kata Elizabeth G. Klein yang mengemukakan asumsi dasar dalam penelitian ini.
Pentingnya Gambar dan Pesan Teks Teks di Media Sosial, Mengapa?
Bagi para ahli di bidang kesehatan, gambar dan pesan teks berperan penting dalam penerapan kebiasaan sehat di masyarakat. Mencuci tangan saat pandemi Covid-19 ini misalnya, banyak ilustrasi disediakan namun tidak semua dari ilustrasi tersebut benar.
Media sosial menyediakan banyak ilustrasi mengenai bagaimana kita melakukan sesuatu dengan benar. Namun tidak semua dari ilustrasi tersebut tepat dan benar sesuai dengan instruksinya. Hal inilah yang menjadi konsen para peneliti disana untuk melakukan kajian ini.
Penelitian ini menggunakan orang tua sebagai respondennya. Hal ini dikarenakan banyak orang tua mengandalkan informasi dari media sosial untuk membantu urusan rumah tangga, utamanya dalam urusan parenting. Peneliti bahkan menyebut 70% informasi dan cara mengenai pengasuhan anak justru didapat dari media sosial.
“Dengan hampir 70% orang dewasa menggunakan media sosial dan banyaknya orang tua yang juga menggunakannya dan sumber internet lainnya untuk terus mengikuti strategi pencegahan cedera, media sosial berpeluang besar untuk menyiarkan pesan keselamatan dan pencegahan cedera,” kata Lara McKenzie yang merupakan salah satu peneliti dalam penelitian ini.
Pengasuhan anak saat ini menjadi isu penting mengingat banyak contoh yang salah. Salah satu contohnya adalah seperti menidurkan bayi yang benar atau mengajari anak bersepeda namun tidak menggunakan helm sebagai keamanannya.
Para peneliti lalu melakukan penelitian terhadap 150 orang tua sebagai responden. Lalu mereka diperlihatkan dengan masing-masing tiga gambar dalam dua kategori. Tiga gambar dalam kategori pertama memperlihatkan gambar dan teks yang cocok, sedangkan tiga gambar lainnya adalah gambar dan teks yang tidak cocok.
Menambah “Waktu” untuk Membaca Pesan
Hasilnya diukur dari berapa lama responden dapat menangkap maksud gambar dari dua kategori tadi. Ternyata peneliti menemukan bahwa mereka menangkap gambar pada kategori pertama selama 5.3 detik, sementara gambar kedua selama 3.3 detik. Artinya responden menangkap gambar dan pesan teks yang tidak cocok lebih cepat ketimbang gambar dan pesan teks yang sesuai.
Hal yang cukup mengejutkan tersebut mengindikasikan perbedaan penangkapan seseorang terhadap pesan. Kabar buruknya adalah seseorang lebih cepat membaca gambar dan pesan teks yang salah dengan resiko lebih tinggi ketika dijadikan kebiasaan.
Kabar baiknya adalah, dengan menambah waktu untuk melihat gambar dan pesan teks yang sesuai maka dapat meningkatkan pengetahuan mengenai keamanan sebesar 2.8%.
Peneliti mengatakan temuan dalam studi ini penting untuk menyampaikan pesan keselamatan anak dalam kampanye kesehatan dan keselamatan. Meskipun begitu masih banyak pekerjaan bagi peneliti untuk menemukan metode yang tepat dalam mengomunikasikan kesehatan masyarakat di media sosial.
“Kita perlu memperlihatkan bagaimana kita berkomunikasi dengan orang-orang yang kita coba pengaruhi dengan panduan kesehatan dan keselamatan. Kita semua dapat bekerja lebih baik dengan memikirkan bagaimana kita menggunakan akun media sosial kita untuk berkontribusi pada kesehatan masyarakat yang lebih baik,” kata Klein yang merupakan penulis utama penelitian ini.

Sumber:
Science Daily
Journal of Health Communication

Galeri untuk Pentingnya Gambar dan Pesan Teks di Media Sosial yang Sesuai Literasi Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *