Paxel di Era Disruption

14 views

Lomba Blog Paxel Jogja

ACADEMIC INDONESIA — Ketika tsunami di kepulauan Halmahera pada 1950, wartawan kelabakan bagaimana cara  menyampaikan berita dalam waktu yang relative singkat. Dikabarkan, waktu itu seorang wartawan membutuhkan waktu kurang lebih 20 hari untuk mengirim naskah berita, hasil foto dan bukti-bukti yang diperlukan di meja redaksi. Berita yang hadir di tengah-tengah masyarakat pun serba terlambat.

Cerita di atas adalah fakta lambannya distribusi berita mulai dari seorang wartawan, di meja redaksi sampai berlanjut ke edisi cetak. Hal ini tidak berbeda jauh dengan bidang distribusi paket atau barang yang terjadi. Dahulu, barangkali masyarakat membutuhkan waktu kurang lebih seminggu, bahkan ada pula yang berbulan-bulan.

Pengirim dan penerima sama-sama gelisahnya. Pengirim gelisah lantaran penerima selalu complain mengapa barang belum diterima, sedangkan penerima gelisah kalau-kalau barang yang ditunggu-tunggu hilang di tengah jalan.

Belum lagi soal biaya pengiriman, jarang ada jasa pengiriman yang memberikan harga terjangkau dalam hal pengiriman paket. Adagium berkata, “harga menentukan kecepatan dan keselamatan barang Anda”.

Paxel di Era Disruption

Slide Presentasi Materi Pak Djohari Blogger Gathering Paxel 

Di era penuh kedinamisan ini, tidak sedikit perusahaan yang mati kutu bahkan “linglung” di dalam menentukan arah. Bahkan, saking bingungnya, tak jarang perusahaan jasa pengiriman “rela” merugikan pelanggannya hanya karena demi meraih keuntungan.

Generasi-generasi incumbent (pemain lama) yang masih rigid memang sulit menerima perubahan, bukan hanya karena minimnya pengetahuan, namun juga kesombongan diri karena merasa lebih senior.

Berbeda dengan Paxel, generasi baru maupun generasi lama (incumbent) justru saling bahu-membahu membentuk sebuah kerjasama yang apik. Melalui Paxel, baik senior maupun junior sangat terbuka untuk memberikan spirit-spirit gagasan inovasi dalam bidang jasa pengiriman barang. Perhatikan inovasi-inovasi Paxel sebagai perusahaan jasa pengiriman barang berikut ini.

Disruptive Regulation

Setelah JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) sukses terlebih dahulu, Paxel juga berani hadir memberikan nuansa berbeda dan lebih fresh. Di era disruption ini, Paxel berani membuka diri tampil terbaik di bidang jasa distribusi pengiriman, salah satunya terkait regulasi.

Paxel dalam penjelasannya meyakinkan bahwa barang yang diantar oleh pengirim akan selamat sampai tujuan. Bahkan, jika ada kehilangan atau cacat barang, Paxel akan mengganti barang tersebut dengan barang baru. Dengan demikian, Paxel benar-benar ingin perfect melayani mengantar kebaikan.

Disruptive Culture

Melalui slogan “Antarkan Kebaikan”, Paxel menjadi brand jasa distribusi barang yang mempunyai culture kuat di dalam membangun perusahaannya. Paxel menganggap bahwa sebuah pengiriman bukan hanya sekedar pengiriman, lebih dari itu, pengiriman adalah sebuah usaha untuk mengantarkan kebaikan dari tangan satu ke tangan lainnya. Hal inilah yang menjadi ruh kuat Paxel.

Melalui slogan itu pula. Paxel ingin menekankan bahwa apapun kebaikan hendaknya dijadikan sebuah budaya turun temurun, bukan hanya bicara mengenai pra pengirimannya saja, namun juga pasca pengiriman baik berupa kepercayaan maupun jalinan silaturahmi.

Disruptive Mindset

Di era serba kemunduran ini, Paxel berani menjadi perusahaan full progress karena bukan hanya bisnis keuntungan yang menjadi target utama, hal yang terpenting dari sebuah bisnis adalah kebermanfaatan. Paxel lebih melihat bahwa memberi adalah sebuah kesempatan emas yang tidak diberikan oleh semua orang.

Tidak hanya sampai di sini saja, Paxel juga menggandeng lembaga-lembaga kemanusiaan seperti Rumah Harapan yang berfungsi untuk membantu orang-orang tidak mampu. Dengan adanya kerjasama tersebut, tidak ada keraguan lagi untuk menjadikan Paxel sebagai pilihan utama pengiriman barang.

Disruptive Marketing

Inovasi tiada henti juga terus digencarkan Paxel untuk memberikan pelayanan yang memuaskan. Melalui Paxel, setiap hero (pahlawan) pengantar barang mempunyai ciri khas locality. Maksudnya, superhero pengantar barang yang ditugaskan memang sudah fokus menguasai wilayah tersebut sehingga tidak ada lagi hambatan untuk mengantar barang lebih cepat.

Superhero pengirim barang sudah diberikan job sesuai daerahnya masing, laci masing-masing hingga batas-batas wilayah masing-masing. Paxel ingin merekatkan hubungan yang semula soal bisnis, menjadi lebih rekat kepada jalinan persaudaraan yang kuat.

Melalui inovasi marketing ini pula, Paxel berani mengantar kebaikan dalam hitungan kurang dari satu hari, atau lebih tepatnya hanya 8 jam melalui jasa antar barang sameday, baik barang maupun makanan. Melalui Paxel inilah, kebaikan-kebaikan yag lebih dekat akan terus meluas berjejaring.

Slide Presentasi Materi Dunia Paxel 

Video Paxel Antarkan Kebaikan

Pemilik ACADEMIC INDONESIA
— Mahasiswa Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
— Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta
— Follow me @zamhari_jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *