Penyelesaian Hutang Dalam Islam

Penyelesaian Hutang Dalam Islam

Hutang Dalam Islam

Hutang merupakan hal yang wajib dibayar. Hutang dalam Islam lebih menitik beratkan pada kesepakatan antara kedua belah pihak. Semuanya harus melakukan hutang-piutang dengan perjanjian yang jelas. Baik nominal ataupun waktu pengembaliannya.

Hutang Menurut Agama Islam

Hutang menurut Islam memiliki pengertian meminjamkan sebagian hartanya kepada orang lain untuk berbagai macam kepentingan. Pemberian tersebut harus dengan rasa ikhlas dan tidak terbebani. Waktu pembayaran tentunya harus diperhatikan agar tidak terjadi hal yang bisa merugikan.

Dari hadits di atas Anda dapat menyimpulkan bahwa Allah akan melipat gandakan harta yang telah dipinjamkan kepada seseorang. Jadi jangan mempersulit orang yang meminjam, baik uang ataupun benda yang lain.

Bagaimana Arti Hutang dalam Islam?

Arti hutang dalam Islam mempunyai pengertian bahwa orang yang melakukan pinjaman mempunyai kewajiban untuk mengembalikannya. Jika tidak, maka banyak hal buruk yang akan menimpanya. Bisa di dunia maupun di akhirat.

Seseorang yang di mintai pinjaman tentu mengharapkan uang kembali. Namun, dalam Islam tidak diperbolehkan meminta imbalan. Karena imbalan merupakan hal yang haram saat melakukan pinjam-meminjam. Jika peminjam memberikan imbalan tanpa diminta, maka terimalah.

Syarat Hutang Piutang dalam Islam

Dalam melakukan hutang, tentunya harus memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Syarat tersebut harus disepakati oleh kedua belah pihak yang sedang melakukan pinjam-meminjam. Berikut beberapa syarat saat melakukan hutang:

1. Harta yang Dihutangkan Halal

Harta yang digunakan untuk hutang didapatkan dengan cara halal. Sehingga akan lebih aman dan tidak terdapat unsur madarat di dalamnya. Dalam Islam tidak boleh menghutangkan harta yang didapat dari sumber yang tidak jelas, apalagi hasil korupsi.

2. Pemberi Hutang tidak Mengungkit-Ungkit Masalah Hutang

Saat orang yang meminjam belum bisa mengembalikan tentunya harus bersabar. Hutang dalam Islam melarang Anda menjelek-jelekan orang yang melakukan pinjaman tersebut. Jika hal itu terjadi, akan menimbulkan keburukan dalam hidup.

3. Pihak yang Piutang Niatnya Harus Baik

Saat memberikan pinjaman Anda harus memiliki niat yang ikhlas. Tidak boleh memiliki niat dengan embel-embel tertentu. Misalnya saja, mengharapkan uang yang lebih saat jatuh tempo. Karena akan memberatkan pihak yang meminjam.

4. Harta yang Dihutangkan Tidak akan Memberi Kelebihan

Islam melarang melebihkan uang saat melakukan pinjaman. Jika hal itu terjadi, uang kelebihan akan menjadi haram. Oleh karena itu, tentunya uang kembalian harus sesuai dengan uang yang telah dipinjam. Jika ada lebih tentunya harus dikembalikan.

Adab Hutang Piutang dalam Islam

Dalam melakukan hutang tentunya harus memperhatikan beberapa adab yang telah diatur. Jika tidak bisa jadi mendapat beberapa masalah. Akibat hutang dalam Islam yang tidak dibayar, akan berdampak pada hubungan kedua belah pihak. Berikut beberapa adab hutang yang harus dilakukan:

1. Ada Perjanjian Tertulis dan Saksi

Saat melakukan hutang, tentunya harus mendatangkan saksi. Saksi digunakan untuk menjadi pengawas dalam melakukan hutang piutang. Selain itu, tentunya harus menuliskan perjanjian tentang hutang tersebut. Baik nominal ataupun pengembaliannya.

2. Pihak Pemberi Hutang tidak Mencari Keuntungan

Saat Anda memberikan pinjaman jangan mengambil keuntungan secara sepihak. Jika hal itu terjadi, keuntungan yang didapatkan akan menjadi haram. Harta dari keuntungan berhutang merupakan riba. Riba merupakan hal yang tidak disukai oleh Allah.

3. Pihak Piutang Sadar akan Hutangnya

Orang yang berhutang tentunya menyadari bahwa harus mengembalikan harta tersebut dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Jika tidak bisa melunasi, bisa mengganti dengan barang yang mempunyai nilai yang sama.

4. Tidak Berhutang dengan Rentenir

Hutang dalam Islam melarang Anda meminta tolong kepada rentenir. Karena kebanyakan rentenir mematok bunga yang tinggi. Selain memberatkan, bunga hutang dalam Islam merupakan sesuatu yang dilarang. Penting kiranya menjauhi hal tersebut.

5. Berhutang Hanya dalam Keadaan Terdesak

Jangan berhutang kecuali dalam keadaan terdesak. Karena dengan berhutang, seseorang akan mempunyai beban yang lebih dan terus berfikir. Berfikir bagaimana caranya untuk mengembalikan hutang tersebut. Apalagi kalau orang tidak berkecukupan.

6. Hutang Piutang tidak Disertai dengan Jual Beli

Saat melakukan hutang, tidak boleh memperjual belikan barang atau hal lainnya. Tentunya Anda harus secara ikhlas dalam memberikan pinjaman. Bagi peminjam tentunya harus mengembalikan pinjaman sesuai dengan waktu yang ditentukan.

7. Memberitahukan kepada Pihak Pemberi Hutang

Saat hutang akan jatuh tempo, maka pemberi hutang wajib untuk mengingatkannya. Begitu pula sebaliknya, untuk peminjam tidak boleh banyak alasan jika belum bisa mengembalikan. Apalagi kalau disertai dengan emosi.

8. Pihak Piutang dengan Baik

Jika menjadi pihak yang melakukan pinjaman tentunya Anda harus baik hati. Mengembalikan pinjaman sesuai dengan perjanjiam. Lebih baik jika mengembalikan sebelum waktu yang telah ditentukan. Setiap peminjam tentunya mengharapkan hartanya kembali.

9. Pihak Piutang Melunasi Hutangnya

Lunasi hutang yang telah dipinjam. Jangan sampai kurang sedikitpun. Misalnya saja, saat jatuh tempo membayar hutang hanya memberikan separuh dari ketentuan yang disepakati. Hal itu akan membuat peminjam menjadi sakit hati.

10. Jika Kesulitan, Berikan Penangguhan Hutang

Jika peminjam merasa kesulitan, maka berikanlah penangguhan beberapa hari kemudian. Dengan begitu, orang tersbut akan mendapat sedikit nafas lega untuk mencari solusi lainnya. Dan pengembalian hutang akan berjalan dengan lancar.

Gejala Akibat Sikap Hutang Piutang

Jika seseorang melupakan hutangnya akan mendapatkan azab. Azab hutang dalam Islam akan didapat di dunia dan di akhirat. Azab didunia merupakan kerugian yang terjadi akibat sering kali berhutang. Berikut gejala yang akan didapatkan:

  • Menyebabkan stres
  • Merusak akhlak
  • Tertunda masuk surga
  • Pahala adalah ganti hutangnya
  • Urusannya masih menggantung

Bagaimana hutang bank dalam Islam?

Bank merupakan sarana terbaik untuk melakukan pinjaman hutang. Pihak bank cenderung memberikan kemudahan untuk para nasabah untuk melakukan peminjaman. Berikut beberapa pendapat mengenai hutang menurut beberapa tokoh Islam:

1. Menurut Rasyid Ridha

Beliau mengatakan bahwa berhutang pada bank merupakan riba. Riba merupakan hal yang harus dijauhi. Beliau berpendapat sesuai dengan Q.S. Ali Imron ayat 130. Ayat tersebut mempunyai inti bahwa hukum riba adalah haram.

2. Menurut M Quraish Shihab

M Quraish Shihab mengatakan bahwa hukum dari meminjam bank adalah riba. Karena saat melakukan pembayaran hutang, akan diberikan kelebihan yang harus dibayar oleh orang yang berhutang. Landasan pendapat beliau mengacu pada Q.S. Al Baqarah ayat 278.

3. Menurut Umar Shihab

Pendapat yang sedikit berbeda. Beliau berpedapat bahwa berhutang pada bank akan saling menguntungkan. Di zaman Rasulullah, berhutang akan mengembalikan dengan jumlah yang lebih banyak. Namun, bank justru memberikan keringanan dengan bunga yang sedikit pada nasabahnya.

Hutang dalam Islam memang boleh dilakukan. Namun, tentunya terjadi kesepakatan antara pihak pemberi dan peminjam. Serta disaksikan oleh beberapa orang dan memiliki jatuh tempo yang telah ditetapkan. Dengan begitu, tidak ada perselisihan antara kedua belah pihak.

Penerapan Contoh Ukhuwah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penerapan Contoh Ukhuwah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ukhuwah antar umat Islam dengan umat Islam yang lain hendaknya dijaga sebaik mungkin. Banyak contoh ukhuwah yang bisa Anda temui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan ukhuwah yang baik maka kehidupan antar umat Islam juga harmonis.

Beberapa Jenis Ukhuwah dalam Islam

Dalam Islam sendiri terdapat beberapa jenis contoh tentang ukhuwah yang harus dilakukan semua umat Islam. Hal ini dikarenakan agar terciptanya ketenteraman baik sesama umat ataupun antar umat beragama lainnya. Berikut 3 jenis ukhuwah yang harus diketahui:

1. Ukhuwah Islamiyah

Umat Islam di seluruh dunia merupakan saudara. Tentunya Anda harus menyanyangi semua orang disekitar yang beragama Islam. Setiap hari harus mendoakan yang terbaik untuk semua umat Islam. Serta tidak melalukan hal yang dapat merugikan.

Saudara disini memiliki arti yang luas. Bukan berarti saudara kandung. Jika mereka mengalami kesusahan hendaknya menolong. Misalnya saja, jika sakit maka jenguklah, jika kesusahan maka tolonglah dan jika meninggal maka antarlah sampai ke kuburan.

2. Ukhuwah Insaniyah

Ukhuwah insaniyah adalah hubungan sesama manusia dengan manusia yang lain. Anggapan bahwa semua manusia di dunia ini adalah saudara. Dengan begitu, akan tercipta kerukunan antar umat dengan berbagai macam perbedaan.

Hubungan sesama manusia harus dijaga dengan baik. Walaupun berbeda agama. Karena sejatinya semua manusia ciptaan Allah SWT. Dengan anggapan seperti itu, Anda tidak akan berbuat semena mena dengan orang lain (non muslim).

3. Ukhuwah Wathaniyah

Ukhuwah ini merupakan contoh ukhuwah kebangsaan. Hubungan manusia baik sesama umat muslim ataupun dengan non muslim dalam lingkup negara. Anda harus menghormati berbagai macam perbedaan. Baik suku, ras, golongan atupun adat istiadat yang berlaku di daerah tersebut.

Ukhuwah wathaniah penting untuk menjaga keutuhan bangsa. Dengan menjalankannya Anda akan lebih menghormati semua orang disekitar. Sehingga kerukunan akan lebih terjaga. Ukhuwah ini harusnya diamalkan setiap harinya.

Beberapa Contoh Ukhuwah dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Ukhuwah dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengamalkan ukhuwah harusnya wajib dilakukan setiap harinya. Karena akan berakibat semakin baik hubungan dengan orang disekitar. Semakin baik hubungan akan semakin kuat pula persatuan dan kesatuan. Berikut beberapa contoh ukhuwah:

1. Ikut Serta Kegiatan Gotong-royong

Kegiatan gotong royong merupakan contoh sikap ukhuwah akan membuat persaudaraan semakin kuat. Karena gotong royong membuat orang berkumpul bersama untuk menyelesaikan sebuah kebutuhan yang tidak bisa dilakukan sendiri. Misalnya saja membersihkan selokan.

Kegiatan ini sudah jarang ditemukan di kota. Namun, untuk masyarakat pedesaan masih banyak yang melakukannya. Kebanyakan orang yang melakukan kegiatan ini adalah mereka yang mempunyai rasa empati dan ukhuwah yang kuat.

2. Menjenguk Kerabat yang Sakit

Saat Anda menjenguk orang yang sakit tidak ada jaminan orang tersebut sembuh. Namun, orang sakit ini akan merasa puas dan bahagia melihat Anda memperhatikannya. Hal sepele ini akan membuat persaudaraan akan bertambah kuat.

Jika orang sakit tersebut tidak memiliki uang yang cukup, maka bantulah. Dengan membantu, akan memberikan sedikit keringanan namun mempunyai manfaat yang besar. Orang sakit cenderung membutuhkan perawatan yang lebih.

3. Saling Menghormati

Sesama umat muslim ataupun non muslim tentunya harus saling menghormati. Hal ini akan menciptakan sebuah hubungan yang harmonis dan langgeng. Tidak ada kriminalisai, diskriminalisasi dan hal lain yang dapat merugikan.

Saling menghormati tentunya harus Anda lakukan kapan saja dan dimana saja. Apalagi kalau orang tersebut lebih tua. Perlu kiranya menjaga sopan santun. Namun, jangan semena-mena dengan orang yang lebih kecil.

4. Membantu Orang Lain

Kesulitan hidup merupakan contoh masalah yang sering dihadapi manusia. Baik berupa hutang ataupun susah mencari uang. Dengan membantunya, akan menimbulkan rasa kasih sayang yang membuat ukhuwah semakin kuat.

Dengan meringankan beban orang lain, berarti Anda telah melakukan salah satu contoh ukhuwah dalam kehidupan. Membantu tidak harus dengan hal yang berat, bisa juga melalui hal yang kecil. Hal kecil inilah yang mengakibatkan menguatnya nilai ukhuwah dalam masyarakat.

5.Ikut Melakukan Donasi Sumbangan

Jika ada pembangunan di tempat Anda, tentunya harus menyisihkan sebagian hartanya. Dalam Islam semakin banyak bersedekah maka semakin banyak pula rezeki yang didapatkan. Jangan perhitungan dengan harta yang dimiliki.

Karena sesungguhnya harta yang dimiliki adalah titipan dari Allah dan semua itu akan kembali kepada-Nya. Selain melakukan donasi juga harus melakukan zakat apabila telah melebihi nasab yang ditentukan.

6. Ikut Serta Pembangunan Masjid

Membangun masjid merupakan penerapan contoh menjalin ukhuwah Islamiyah dan merupakan perbuatan yang mulia. Membangun sebuah masjid tidak harus mengeluarkan uang, namun bisa dengan tenaga ataupun memberikan makanan kepada orang yang bekerja disana.

Karena membangun masjid merupakan amal yang tidak akan terputus sampai akhir zaman. Anda harus ikhlas saat melakukan pembangunan masjid. Jangan sampai ada rasa riya’ ataupun memberitahu apa saja yang dilakukan kepada orang lain.

7. Menjaga Silaturahmi Antar Tetangga

Tetangga merupakan orang terdekat dalam kehidupan. Oleh karena itu, penting kiranya menjaga hubungan agar tetap harmonis. Jika mereka dalam kesulitan, maka tolonglah. Nanti saat Anda kesusahan mereka akan memberi pertolongan.

Contoh ukhuwah ini bisa dilakukan untuk menumbuhkan rasa ukhuwah yang baik dengan tetangga. Misalnya saja Anda memberikan makanan walaupun dengan jumlah yang tidak pantas. Hal kecil ini akan menimbulkan rasa sayang yang lebih.

8. Mendamaikan Saudara yang Berselisih

Contoh ukhuwah persaudaraan berikutnya adalah mendamaikan saudara. Saat melihat saudara yang sedang berselisih. Tentunya jangan dibiarkan saja. Anda harus mendamaikannya. Dengan begitu tidak ada perselisihan diantara hubungan tersebut. Persaudaraanpun akan tetap terjaga.

Dengan persudaraan yang kuat akan menimbulkan sebuah kekompakan dalam melakukan kebaikan. Saat Anda mengalami kesudahan tentunya orang tersebut akan setia menolong dengan ikhlas.

Tahapan Dalam Ukhuwah

Saat melakukan ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari tentunya ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan. Jika tahapan tersebut berjalan dengan baik maka ukhuwah akan semakin kuat. Berikut beberapa tahapannya:

1. Ta’awun

Rasa yang tercipta dari hari dan menumbuhkan rasa kasih sayang antar umat. Rasa itu tercipta ikhlas karena Allah. Tidak ada paksaan apapun. Baik sesama umat Islam ataupun dengan umat non muslim lainnya.

2. Ta’fahum

Paham bahwa tidak ada manusia yang sempurna dihadapan Allah SWT. Dengan begitu, akan memberikan rasa kasih sayang yang besar antara sesama umat. Tidak seling menjatuhkan ataupun saling menyakiti.

3. Ta’aruf

Pengertian dari tahapan ini adalah memperbanyak persudaraan. Semakin banyak saudara, akan semakin mudah dalam menyelesaikan berbagai macam masalah. Karena orang disekitar dengan ikhlas menolong Anda.

4. Takaful

Bersatu dalam suka ataupun duka. Tidak membeda bedakan golongan. Dengan menjalankannya Anda akan lebih menghargai perbedaan pendapat saat menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang ada baik masalah umum ataupun keluarga.

Dengan mengetahui beberapa contoh ukhuwah tentunya harus mengamalkannya. Ukhuwah harus dilakukan pada siapa saja. Baik keluarga, teman ataun semua orang yang Anda temui. Semakin kuat ukhuwah akan semakin kuat pula persaudaraan.