Apa Itu Kista Ovarium dan Penanganannya Gimana Sih?

50 views
Kista Ovarium
Sumber: halodoc.com

Setiap cewek pasti punya 2 ovarium atau indung telur, yaitu di sebelah kiri dan di sebelah kanan rahim. Kalau ukurannya masih seukuran biji kenari, masih dianggap normal karena memang menjadi sistem reproduksi cewek. Tapi, kalau sudah agak membesar, waspadalah kalau menandakan penyakit kista ovarium.

Jenis penyakit kista itu bisa terjadi karena ada kantongnya yang cairannya menumpuk di bagian ovariumnya. Penyakit ini gampang banget terjadi saat cewek sedang menstruasi atau waktu masa subur. Kalau masih dalam keadaan normal, ovariumnya bekerja buat menghasilkan sel telur setiap bulannya. Produksi sel telur itu mulai dari usia-usia pubertas sampai masa monopause.

Tapi, kalau sudah terkena kista ovarium, semua fungsi-fungsi ovariumnya menjadi terganggu dan akan semakin susah memproduksi sel telur buat pembuahan. Penyakit kista awalnya hanya berukuran sangat kecil dan gejalanya hampir nggak bisa diketahui. Tapi kalau sudah semakin membesar, gejalanya gampang banget kamu rasakan setiap saat.

Sebenarnya kista ini bisa sembuh sendirinya tanpa pengobatan dari dokter sekalipun. Tapi kalau terus menerus melakukan pola hidup yang nggak sehat, tentu saja kistanya nggak kunjung sembuh dan malah semakin membesar. Kalau sudah membesar, penderitanya akan merasakan nyeri di bagian panggul atau perut terasa kembung meski nggak masuk angin.

Gejala Kista Ovarium

Tapi, kondisi bisa semakin berbahaya kalau kistanya pecah secara tiba-tiba atau ovariumnya terpelintir. Dalam kondisi itu, penderitanya harus segera mendapat penanganan dari dokter rumah sakit. Kalau terlambat, bisa membahayakan nyawa penderitanya.

Penyebab kista ovarium ada berbagai macam faktornya. Penyakit kista bisa terjadi kalau siklus menstruasi nggak teratur atau ada pertumbuhan sel di dalam jaringan tubuh nggak normal. Meski ada sel yang tumbuh secara nggak normal, biasanya kistanya masih dalam keadaan jinak. Tapi, kalau pola hidup yang nggak sehat atau konsumsi makanannya nggak teratur, bisa memicu kista yang berbahaya.

Gejala-gejala yang timbul akibat munculnya kista ovarium yang membesar yaitu:

  1. Nyeri perut terus menerus, entah sesudah menstruasi atau sebelumnya.
  2. Siklus menstruasi nggak teratur, kadang sangat banyak, kadang juga lebih sedikit.
  3. Saat berhubungan seks merasa nggak nyaman atau terasa sakit di bagian bawah perut.
  4. Perut terasa seperti tertekan atau tertusuk.
  5. Kembung padahal nggak masuk angin.
  6. Susah buang air besar atau buang air kecil.
  7. Perut terasa kenyang padahal baru makan benar-benar sedikit.
  8. Mual dan muntah serta payudara terasa nyeri (seperti ibu hamil).

Gejala-gejala itu harus kamu waspadai. Kalau kamu mulai merasakannya, segera periksa ke dokter buat memastikannya dengan benar. Jangan sampai kamu biarkan saja gejalanya meski sangat umum dirasakan. Kamu harus menghindari risiko yang membahayakan, apalagi bisa membahayakan nyawa kamu.

Kalau kamu sudah mulai merasakannya, segera pergi ke dokter, terutama kamu yang merasakan gejala utama seperti ini:

  1. Tiba-tiba kamu merasakan sakit perut.
  2. Nyeri dan demam disertai muntah.
  3. Pusing dan terasa akan pingsan.
  4. Tarikan nafas lebih cepat.

Buat penanganan ke dokternya, penderita kista ovarium akan ditangani sesuai dengan jenis, usia, dan ukuran kistanya. Penanganannya ada banyak macam tapi awalnya hanya dilakukan pemantaun saja. Itu pun kalau kistanya masih ukuran kecil dan belum ada gejala-gejalanya sama sekali. Tapi kalau sudah berukuran sangat besar, dokter akan langsung menanganinya dengan operasi pengangkatan.

Sebenarnya buat mencegahnya masih termasuk susah karena tidak ada pencegahan secara khusus dilakukan. Tapi, kamu bisa mengubah pola hidupmu dengan lebih sehat dan konsumsi makanan yang teratur. Nggak ada salahnya juga kalau kamu melakukan pengecekan secara rutin buat mengetahui secara cepat timbulnya kista ovarium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *