Beberapa Hadits Tentang Bahaya Lisan yang Harus Dipahami

227 views

Menjaga lisan harus dilakukan saat bertutur kata dengan orang lain. Tutur kata yang baik akan membuat perasaan seseorang menjadi senang. Dalam Islam juga dianjurkan untuk bertutur kata lembut dan ramah. Banyak hadits tentang bahaya lisan mengenai hal tersebut.

Beberapa Perilaku yang Mengakibatkan Bahaya Lisan

Setiap ucapan yang keluar dari mulut tentunya harus dikontrol. Ucapan yang baik akan memberikan efek positif. Namun, beberapa perilaku lisan yang buruk harus dicegah. Berikut beberapa bahaya lisan yang harus Anda hindari:

1. Al-Khoudh Fil Baathil

Arti dari kalimat tersebut adalah ungkapan lisan yang kurang baik sehingga mendekati kebatilan dan maksiat. Perlu kiranya Anda menjaga lisan tersebut agar perkataan yang kurang baik tidak keluar secara spontan. Misalnya saja ungkapan yang membuat seseorang sakit hatinya.

Dari hadits shahih tentang bahaya lisan di atas dapat kita simpulkan bahwa dalam Islam diajarakan untuk mengeluarkan perkataan yang baik. Jika tidak bisa hendaklah diam. Karena jika orang diam maka tidak ada kata-kata menyakitkan yang keluar. Sehingga, lisanpun lebih terjaga.

2. Alkalaamu Fimaa Laa Ya’nihi

Ungkapan yang tidak berguna sama sekali harus kita hindari. Kebanyakan ungkapan tersebut keluar secara spontan dari mulut. Hal ini dikarenakan kebiasaan seseorang yang telah dilakukan setiap harinya. Perlu kiranya berhenti mengucapkan ungkapan tersebut mulai saat ini.

Kata yang keluar dari lisan dan tidak ada gunanya kebanyakan menjerumuskan seseorang untuk mengatakan hal yang lebih jelek lagi. Walaupun hanya sekedar bercengkrama dengan teman, keluarga ataupun tetangga. Anda harus tetap menjaga lisan tersebut.

3. Al-Miraa’ Wal-Jidaal

Makna dari kata tersebut adalah berbantahan dan kemudian bertengkar akibat lisan yang tidak baik. Kebanyakan kejadian ini dilakukan saat emosi meledak. Baik masalah pribadi ataupun masalah yang lainnya. Untuk lebih jelasnya bisa membaca kumpulan hadits tentang bahaya lisan.

Banyak hadits tentang bahaya lisan yang menerangkan hal ini. Terkadang hanya karena salah pengucapan kata terjadi pertengakaran bahkan sampai tindakan kriminal lainnya. Setiap orang Islam adalah saudara, perlu kiranya menjaga pengucapan tersebut.

4. Al-Khushumah Istifa-Ulhaq

Banyak omong berlebihan demi menginginkan haknya. Walaupun Anda memiliki kewajiban untuk menuntut hak, tidak seharusnya boleh berkata semena-mena. Perlu kiranya bertutur kata halus dan baik pada setiap perbuatan.

Tidak perlu marah-marah saat menuntut hak tertentu. Selesaikan semua masalah dengan kepala dingin. Dengan pengucapan berlebihan, bisa jadi pihak yang bersangkutan akan marah dan justru mempersulit apa yang telah Anda lakukan.

5. Fudhulul Kalaam

Maksud dari kata ini adalah seseorang yang berbicara dengan berlebihan. Saat melakukan percakapan hendaknya tidak memberikan perkataan yang berlebihan. Perkataan yang dilebih-lebihkan akan membuat fitnah atau hal yang tidak diinginkan.

Akibat lain dari berkataan yang dilebihkan cenderung membuat orang lain tidak percaya dengan percakapan Anda. Karena mereka beranggapan bahwa apa yang dikatakan adalah dusta dan tidak ada kebenarannya.

6. Al Mizaah

Saat Anda bercanda dan senda gurau tentunya harus memikirkan perkataan apa saja yang boleh dikeluarkan. Karena perasaan setiap orang tidaklah sama. Bisa jadi orang tersebut sakit hati jika mendengar perkataan yang dikeluarkan.

Bercanda memang perlu untuk mencairkan suasana. Namun, harus dengan bercanda yang baik. Jangan sampai bercanda tersebut menimbulkan perpecahan dalam persaudaraan. Dan bisa berakibat pertengkaran dengan orang lain.

7. Bidza’atul Lisan Wal Qoulul Faahisy Was-Sab

Ungkapan yang menyakitkan tentunya harus kita hindari. Seseorang akan selalu ingat dengan perkataan yang kita ucapkan. Baik perkataan baik apalagi perkataan yang buruk. Ada hadits yang tentang bahaya lisan yang melarangnya.

Setiap perkataan yang keluar tentunya akan dicatat oleh malaikan dan akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat. Jadi perlu kiranya Anda menjaga lisan Anda saat melakukan pengucapan. Selain ayat diatas masih terdapat banyak ayat dan hadits tentang bahaya lisan.

8. Al La’nu

Pengertian dari al la’nu adalah ucapan lisan yang melaknat, walaupun binatang atau benda, begitu pula manusia. Islam tidak mengajarkan hal tersebut karena semua itu adalah perbuatan yang dholim dan tercela. Anda harus menghindarinya.

Jika Anda tidak melakukan perkataan ini maka secara tidak langsung akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ucapan melaknat akan menjadikan seseorang dibenci oleh orang lain. Mereka beranggapan bahwa perkataan tersebut adalah perkataan hina.

9. Al Ghina’ Wasy-Syi’r

Bernyanyi dan bersyair adalah hal yang menyenangkan. Namun, Anda harus memperhatikan syair atau lirik yang terdapat dalam lagu tersebut. Jika dirasa kurang baik hendaknya tidak dinyanyikan. Dalam Islam bernyanyi diperbolehkan namun harus bermakna baik.

Lagu yang baik misalnya saja lagu sholawatan ataupun lagu Islami lainnya. Setiap lagu yang dilantunkan hendaknya tidak memiliki ungkapan yang dapat menimbulkan perpecahan. Dengan begitu, akan terjadi baik hubungan dengan pendengar ataupun dengan penggemar.

10. Attaqo’ur Fil Kalaam

Berfasih-fasih dalam mengucapkan lisan untuk menarik perhatian. Hal ini banyak terjadi saat orang menjadi pemuka. Mereka kebanyakan melakukan bicara dengan cara yang manis dan memfasih-fasihkan. Hal ini dilarang dalam ajaran agama Islam.

Apalagi saat Anda menjadi imam saat melakukan ibadah sholat. Imam tentunya harus ikhlas karena Allah SWT. Keikhlasan tersebut harus didukung dengan perilaku yang baik dan apa adanya. Jangan sampai menjadi riya’ karena perbuatan itu.

11. Ifsyaa’ussirri

Banyak hadits tentang bahaya lisan, salah satunya adalah membocorkan rahasia sesama umat. Baik muslim ataupun non muslim. Saat Anda diberi amanah untuk menjaga rahasia tentunya harus melakukan dengan amanah dan tidak boleh ingkar janji.

Anda juga bisa menemukan beberapa hadits tentang bahaya penyakit lisan jika membocorkan rahasia seseorang. Apalagi kalau rahasia tersebut merupakan aib di keluarganya. Tentunya Anda tidak ingin dianggap pemecah belah hubungan.

12. Alkadzibu

Allah melarang dusta atau berbohong. Dengan melakukan perbuatan itu Anda akan menjadi tercela dan tidak mendapat kepercayaan oleh siapapun. Seseorang pendusta akan mendapatkan hukuman yang berat. Bahkan hukuman tersebut sudah berlaku di dunia ini.

Perlu kiranya berkata jujur tentang apa yang Anda lakukan. Sehingga akan lebih terpercaya tentang apa yang dilakukan. Kepercayaan tersebut merupakan modal awal untuk menjadikan pribadi yang lebih baik lagi. Kebaikan seseorang akan terus diingat walaupun sampai akhir zaman.

13. Al Ghiibah

Menceritakan aib orang lain merupakan suatu tindakan tercela. Tindakan tersebut akan berakibat buruk bagi orang yang menerimanya. Kebanyakan orang yang mendapat informasi itu tidak mencenra dengan baik. Mereka menelan mentah-mentah apa yang didapat.

Sesama umat Islam adalah saudara, perlu kiranya Anda menghormati dan tidak menyebarkan aib mereka. Karena bisa jadi mereka akan bertaubat pada keesokan harinya. Namun, Anda juga harus berhati-hati dalam menceritakan sebuah masalah kepada seseorang.

Hadits tentang bahaya lisan tentunya harus Anda pahami. Dengan begitu, akan berhati-hati saat mengeluarkan tutur kata. Dengan tutur kata yang baik akan menjadikan pribadi lebih dihormati oleh orang lain. Dan tentunya tidak akan terjadi permusuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *