Yang Sedang-sedang Saja

Yang Sedang-sedang Saja

Apa-apa yang berlebihan itu tidak baik. Anda minum air putih berlebihan itu tidak baik, meskipun menyehatkan. Anda mengkonsumsi makanan paling bergizi pun tidak akan baik untuk tubuh Anda bila berlebihan. Berlebihan tentunya ada dua macam, berlebihan yang positif dan berlebihan negatif. Dua-duanya tetap berlebihan dan tidak diperbolehkan.

Di dalam agama, seseorang yang hanya beribadah pun tidak bisa dikatakan baik. Sebagai penyempurna, Tuhan telah menciptakan segala sesuatunya menjadi dua hal. Akan bernilai ibadahkah atau sebaliknya. Oleh karena itu, ibadah adalah ibadah dan berwirausaha ataupun mencari nafkah pun ibadah.

technovatives.co.uk
technovatives.co.uk

Ingatkah kisah pemimpin yang dijuluki Singa Padang Pasir? Sewaktu ada seorang pemuda yang mempuunyai keinginan akan rizki, pemuda itu hanya berdoa dan beribadah di masjid.

Seketika itu, pemimpinnya pun menasehati bahwa di dalam doa itu harus disertai ikhtiar. Pemuda itu pun tersadar bahwa ibadah yang berlebihan pun tidak baik. Itulah kebijaksanaan Umar, bahwa di awal penyebarannya pun tetap memprioritaskan keseimbangan.

Beralih ke bidang komunikasi. Pada dasarnya, manusia berkomunikasi agar mampu menyampaikan pesan, ide ataupun gagasan. Selain itu, komunikasi juga bertujuan sebagai wujud eksistensi bahwa Anda benar-benar ada. Selanjutnya, komunikasi juga digunakan sebagai media kebahagiaan. Ok, marilah kita diskusikan bersama.

Komunikasi dan Pesan

Evansincorporated.com
Evansincorporated.com

Komunikasi dan pesan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Orang yang berkomunikasi pasti berpesan, dan yang berpesan pasti berkomunikasi. Di dalam dunia komunikasi, hal tersebut dibagi dalam dua jenis komunikasi yaitu verbal dan non verbal. Verbal adalah bahasa pokok sharian kita, dan non verbal meliputi gerak tubuh yang sifatnya tambahan untuk memperjelas komunikasi intinya.

Saat berkomunikasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni audiens, isi pesan dan durasi waktu. Hal ini sebaiknya diperhatikan mengingat apa yang Anda sampaikan akan berpengaruh terhadap kelancaran. Maksudnya, agar komunikasi Anda nantinya menjadi pencerah, bukan komunikasi yang semakin merunyamkan masalah!

Pertama mengenai audiens. Identifikasilah terlebih dahulu audiens Anda mulai dari kebiasaaan, acara, atau hal-hal yang menyangkut dengan hal-hal sensitif para audiens.

Contoh kecil saat penulis diamahi sebagai pembaca Quran dalam acara ijab qabul, saat itu penulis meggunakan jas hitam. Tanpa disangka, penulis sendiri yang disangka pengantinnya karena budaya di daerah penulis memang identik dengan kemeja putih dan jas hitam.

Di sebuah pesantren, di dalamnya terdapat jadwal kultum bagi santri-santrinya. Setiap santri wajib menyampaikan tausyiah berupa nasehat agama. Tibalah salah seorang santri maju dengan menggunakan kaos dan celana panjang yang dirangkap dengan sarung pendek. Pada bab pertengahan, santri ini dengan semangat menyampaikan:

“Waspadalah terhadap aksi setan, karena setan akan selalu melancarkan aksi-aksinya terutama untuk menggoda anak adam”.

Serentak teman-teman yang lain pun sekan berpikir dan di waktu bersamaan tertawa bersama, “Haha… Lalu yang terdua apa mas selain anak adam?”, haha…

Masih di sebuah pesantren, seorang santri tiba-tiba datang dan berteriak,”Woey handukku siapa yang nyuri?”. Seisi pesantren pun melongo dan seakan-akan merasa ada yang mencuri. Padahal masalahnya hanya sepele, si santri tersebut lupa menaruh handuk kecilnya. Hanya saja, si santri tersebut menyampaikan kepada teman-temannya dengan kata “mencuri” sehingga akan menimbulkan kesan yang negatif.

Kisah di atas adalah fenomena komunikasi tentang isi pesan yang sering kita jumpai sehari-hari namun bila dilakukan secara terus menerus akan berakibat fatal. Syukur bila sahabat Anda adalah orang yang tahu akan karakter Anda.

Bila bila belum mengerti, gaya komunikasi semacam itu akan diintepretasikan dengan makna yang lain. Terlebih pada saat yang bersangkutan sedang ada masalah atau tidak dalam kondisi fit, kemungkinan besar akan menimbulkan perseteruan dingin.

***

cmmservices.com
cmmservices.com

Pernahkah Anda mengetahui seseorang yang bila berbicara sangat lama? Saking lamanya, temennya sendiri pun tak kebagian. Nah ini perlu kita perhatikan.

Hal pertama yang menjadi kunci kesuksesan Anda dalam menyampaikan pesan tidak lain adalah ketepatan. Ketepatan pertama mengenai 10 detik awal saat Anda harus tampil berbicara mempesona, membuat orang kagum dan seakan-akan tersihir oleh pembicaraan yang Anda bawakan.

Kesalahan umum terjadi manakala seseorang berbicara di depan publik terlalu cepat atau terlalu lama. Terlalu cepat misal dalam hal kultum, sudah tujuh menit hanya diisi pembukaan lagi.

Atau dalam hal pidato misalnya, Anda berbicara melebihi waktu yang telah ditentukan. Terlalu cepat juga terlalu lambat akan membuat seseorang menjadi bad feel yang akhirnya akan anti dengan Anda.

Bila Anda merasa dalam menyampaikan pidato sudah standar waktu yang normal, namun audiens Anda merasa mengantuk atau jenuh berarti ada pembawaan speaking Anda yang perlu diperbaharui.

Dalam artian, jangan biarkan audiens Anda hafal apa tak tik yang biasa Anda gunakan. Bisa jadi Anda akan dicap “itu-itu saja”. So, updatelah selalu trik dan pengetahuan Anda.

Eksistensi adalah pengakuan orang lain kepada Anda bahwa Anda benar-benar ada. Bukan hanya ada secara jasadiyah, namun juga dengan keunikan atau karya. Di sinilah peran komunikasi secara tidak langsung dapat memarketingkan diri Anda disamping pesan yang disampaikan. So, ketika Anda berkomunikasi sebenarnya Anda sedang memarketingkan diri Anda sendiri. Lakukah?

Menjadi terkenal itu harus, begitu kata Ibrahim Vatih. Dengan terkenal, Anda mampu menjadi panutan, menjadi penyebar kebaikan dan Anda akan banyak dikenal karena mempunyai banyak sahabat dan fans. Hal ini sesuai dengan pepatah bahwa jika banyak orang baik yang diam, maka akan banyak orang jahat menindas dan menguasai.

Komunikasi Menentramkan

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

Tak ada yang tahu ketika Anda sedih, kecewa, ceria, senang ataupun yang lainnya. Anda bisa menipu seseoranng dengan mimik muka yang dibuat-buat. Di ranah komunikasi itu sendiri terdapat komunikasi internal dengan eksternal.

Eksternal berkaitan interaksi yang dilakukan dengan orang lain, sedangkan internal adalah gaya komunikasi yang dilakukan melalui diri sendiri. Komunikasi internal inilah komunikasi yang di dalamnya mengandung komunikasi palsu dan original.

Komunikasi original adalah komunikasi yang alamiah, tidak dibuat-buat. Bila sedih ya wajahnya cemberut, dan bila senang wajahnya ceria. Berbeda dengan komunikasi palsu, komunikasi ini sengaja menutup-nutupi dan menjadikan keadaan menjadi sebaliknya.

Misal bila seseorang sedang sedih, Ia tutupi dengan keceriaan wajahnya dan lain sebagainya. Sering orang seperti ini terlalu berlebihan dalam mengambil sikap baik tertawa yanag berlebihan, sedih yang terlarut atau ekspresi yang lainnya.

Pemaparan sederhana di atas bukanlah kebenaran mutlak, hanya digunakan sebagian orang membuat kebahagiaan semu yang nantinya akan berubah wajah bila tidak tahan mengumpatnya. Maka dari itu, sepatutnya setiap manusia terbuka dengan segala hal yang terjadi.

Keterbukaan membuat manusia bisa hidup sesuai ukurannya. Sedih biasa saja, senang biasa saja, cemberut biasa saja dan tentram diekspresikan juga dengan biasa-biasa saja. Semoga hidup Anda menjadi harmonis dan romantis!

 

Bagi Perantau yang Sedang Kuliah, Inilah 3 Hal yang Harus Anda Sampaikan Saat Menelepon Sang Ibu

Bagi Perantau yang Sedang Kuliah, Inilah 3 Hal yang Harus Anda Sampaikan Saat Menelepon Sang Ibu

Di saat kita berjauhan
Rasa inginku berlari
Mendekapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Bersemi…
Belaian kasih sayang nan berpanjangan
Darimu insan yang mendoakan kebahagiaan anak-anakmu
Oh ibu…

                                                                                                 Hijjaz

 

Bagi Anda yang sedang merantau, Anda pasti pernah merasakan kangen yang “berat” dengan ibu dan ayah. Meskipun biasanya sering bertengkar bila di rumah, atau sering tak menuruti kemauannya, namun bila Anda di perantauan semua akan menjadi berubah. Anda akan merasa bersalah, berdosa, dan rasanya ingin cepat-cepat kembali ke rumah untuk berbakti dengan sebaik-baiknya bakti.

tweakyourbiz.com
tweakyourbiz.com

Namun begitulah lumrahnya anak adam. Bila sudah diberi kesempatan, anak adam acap kali kembali lalai terpuruk ke lembah ketidakdigdayaan. Anak adam cukup kewalahan menghadapi godaan-godaan ego masa muda yang penuh glamor. Bila telah kembali ke rumah, boro-boro sujud mencium kaki ibu, yang ada hanyalah kemauan-kemauan baru yang tak kunjung berujung.

Oleh karena itu, meskipun Anda saat ini sedang di perantauan, cobalah telepon tanya kabar ibu ayahmu minimal sepekan sekali sebagai wujud tanda baktimu. Jangan tunda-tunda, jangan sampai Anda kehilangan moment bersama insan yang kasih sayangnya tak bisa dinafikkan. Berikut ini 3 hal yang harus Anda sampaikan saat menelepon orang tua.

1. Menanyakan Kabar

commcenterrofhawaii.com
commcenterrofhawaii.com

Menanyakan kabar memang terkesan sederhana. Namun dibalik kesederhanaan itu, kegiatan menanyakan kabar manfaatnya sangat luar biasa. Baik sesama teman, kerabat, teman jauh, teman dekat terlebih menanyakan kabar kedua orang tua. Menanyakan kabar adalah bentuk empati yang dapat meluluhkan hati.

Bila Anda menanyakan kabar kedua orang tua, mereka akan bahagia. Orang tua akan merasa mendapat perhatiaan dari buah hatinya. Bahagia inilah yang akan memunculkan kehangatan seorang ibu, ayah dan anak. Bila kehidupan orang tua Anda senantiasa bahagia, mereka akan mempunyai harapan hidup yang tinggi. So, pastikan Anda adalah anak satu-satunya yang sanggup membuat orang tua bangga karena melahirkan Anda.

Selain orang tua, kebahagiaan itu juga akan menjalar ke dalam diri Anda. Wajah Anda akan mudah tersenyum dan terlihat berseri-seri. Bila Anda bahagia, secara tidak langsung Anda berkontribusi turut menjaga keutuhan sebuah rumah tangga. Hal demikian terjadi karena rasa bahagia akan mampu meminimalisir hal-hal negatif yang berseliweran.

2. Ceritakan Progress Kesibukan Anda

macraerentales.com
macraerentales.com

Jangan biarkan orang tuamu cemas, terlebih ibu Anda. Agar ibu Anda tahu dan percaya bahwa anaknya baik-baik saja, ceritakan pengalaman-pengalaman Anda. Bila memerlukan solusi, jangan sungkan-sungkan mengungkapkan. Keterbukaan antara orang tua dan anak seperti ini akan membuat keluarga menjadi lebih terasa harmonis dan saling memahami.

Ceritakan juga prestasi Anda selama ini. Misal, bila Anda adalah seorang mahasiswa yang sedang kuliah Anda bisa menceritakan skill-skill yang belum maupun yang sudah dikuasai. Contoh lain bila Anda seorang penghafal Al Quran, Anda bisa murojaah di depan ibu Anda melalui telepone. Bila Tuhan menghendaki, semua akan dipermudah.

3. Mintalah Doa agar Menjadi Pribadi yang Shaleh

walpaperspall.com
walpaperspall.com

Terakhir, sebelum telepon Anda tutup bahagiakanlah ibu Anda. Mintalah doa kepada kedua orang tua Anda terlebih doa agar menjadi pribadi yang shaleh. Shaleh bukan hanya untuk diri sendiri namun shaleh untuk masyarakat (kesalehan sosial). Rayakanlah, meskipun secara jasadiyah kedua orang tua Anda tidak bisa menjaga Anda, namun doa-doa kedua orang tua Andalah yang akan menjaganya.

8 Masjid di Jogja yang Membuat Anda Rindu Menggebu

8 Masjid di Jogja yang Membuat Anda Rindu Menggebu

ACADEMICINDONESIA.COM — Selain Kota pendidikan dan budaya, Jogja juga terkenal dengan beberapa masjidnya yang mempunyai berbagai program keummatan. Di bawah ini akan penulis paparkan sekilas mengenai masjid-masjid di Yogyakarta;

Baca artikel menarik terkait Masjid Para Pencari Tuhan

1. Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

bariparamarta.com
bariparamarta.com

Inilah masjid sarat sejarah. Masjid yang dibangun setelah perundingan Giyanti pada 13 Februari 1977. Perjanjian Giyanti adalah perjanjian yang diselenggarakan untuk memberikan solusi terkait konflik internal kerajaan mataram.

Konflik tersebut didengungkan Belanda agar utuhnya Kerajaan Mataram pecah bercerai berai. Itulah mengapa saat ini kita mengenal dua kerajaan besar yakni Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasultanan Surakarta Hadiningrat.

Sumber www.paronamio.com
paronamio.com

Dialah Sri Sultan Hamengku Buwono I pendiri Masjid Gedhe Kauman. Seorang raja di tanah Jawa sekaligus muslim yang taat. Dalam pengurusannya, Masjid Gedhe Kauman dimakmurkan oleh para elemen kraton.

Bila kita ke sana, biasanya kita akan bertemu dengan abdi dalem yang berpakaian khas keraton khas dengan kebersahajaannya. Di sana para pengunjung juga akan mendengar suara adzan yang indah dengan khas jawanya.

Dari segi arsitekturnya, masjid ini terdapat berbagai ornamen-ornamen kerajaan yang kaya akan kewibawaan seni. Semua arsitekturnya kebanyakan dari kayu yang kokoh dengan tiang-tiang menjulang kecoklatan.

Adapun ruangannya terdapat sepuluh tempat mulai dari Ruang Utama, Pawastren, Yatihun, Blumbang, Serambi, Banteng Masjid, Pasucen, Pagongan, Pajagan Dan Gapura (Regol).

Sumber www.banggani.wordpress.com
Sumber www.banggani.wordpress.com

Pengurus masjidnya pun sudah banyak pengalaman sehingga bila kita beribadah di sini dapat sangat meresapi dan menghayati setiap pesan yang disampaikan imam.

Beberapa agenda rutin yang menjadi jadwal pengurus meliputi berbagai hal di antaranya: Pengajian Khusus Bahasa Jawa (setiap habis Subuh hari Sabtu), Tafsir Al Quran (Malam Ahad), Remaja Masjid (Ahad Pagi), Tafsir Kitab Kuning (Malam Sabtu).

Sedangkan di bulan Ramadhan, Masjid Gedhe Kauman melakukan Sholat Tarawih dua kali yakni sesudah Isya dan menjelang Sahur. Pelaksanaan tadarus Quran juga disertai terjemahannya dengan pembagian kelompok-kelompok tadarus. Saat buka bersama, Masjid Gedhe Kauman juga menyediakan menu buka bersama.

Jamaah juga dapat mengikuti kegiatan ikhtikaf dengan mendaftarkan diri langsung ke kantor sekretariat maupun nomor yang bisa dihubungi.

2. Masjid Syuhada Yogyakarta

Sumber www.simas.kemenag.co.id
simas.kemenag.co.id

Masjid Syuhada adalah masjid peninggalan berharga pada masa bermulanya Bangsa Indonesia. Peninggalan tersebut lantaran ibu kota yang awalnya berada di Yogyakarta akan dipindah ke Jakarta.

Di saat perundingan bersama perwakilan dari Indonesia dan Belanda di Gravenhage belanda, tercetus sebuah kebutuhan akan tempat beribadah sekaligus peringatan sejarah perjuangan di kota baru. karena Masjid inilah saksi perjuangan para tentara, pelajar dan pemuda mewujudkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Peletakan batu pertama masjid ini dilakukan pada 2 September oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Selaku Mentri Pertahanan RI, beliau juga menjabat sebagai Kepala Daerah DIY. Selanjutnya, pada 25 Mei 1952 berdirilah Yayasan Asrama dan Masjid (yasma).

Pada 20 September 1952, resmilah masjid yang diidam-idamkan masyarakat dengan ditandai sholat jumat pertama dengan imam dan khatib Muhammad Natsir pada 26 septenber 1952. Selepas sholat Jumat, menyusulah kedatangan Wakil Presiden RI pertama Mohammad Hatta yang juga menyampaikan pencerahan di aula masjid.

Sumber www.angkisland.com
angkisland.com

Sampai saat ini, berbagai kegiatan diselenggarakan masjid ini. Kegiatan mencakup segala usia yang di dalamnya terdapat berbagai lembaga di antaranya: Pendidikan meliputi TK, SD dan STAIMS. Majelis Taklim meliputi Khusnul Khotimah, KPA Al-Hijrah, Pengajian Putri dan Sajada. Selain kedua lembaga tersebut ada satu lagi yang berfokus pada kegiatan sosial yakni BMT dan LAZIS.

Kajiannya pun sangat beragam mulai dari rutin sampai kajian yang bersifat peringatan hari besar. Masjid ini juga rajin menyelenggarakan berbagai pelatihan dari adzan, imam, ceramah, menulis sampai pelatihan perawatan jenazah. Di masjid ini Anda bisa menimba ilmu-ilmu agama dengan lengkap.

Selain menimba ilmu agama, Masjid Syuhada mempunyai program yang unik. Program tersebut berupa penerimaan konsultasi yang akan diasuh oleh pakar psikologi. Anda bisa bercerita dan memecahkan masalah Anda dengan solusi-solusi bijak menurut kacamata Islam. Biasanya buka Hari Selasa pukul 09.00 pagi.

3. Masjid Jogokaryan

Sumber www.masjidjogokaryan.com
masjidjogokaryan.com

Gebrakan masjid Jogokaryan menambah uniknya Jogja dengan segala kekayaannya. Masjid ini terletak di tengah-tengah kampung Jogokaryan, Mantrijeron Yogyakarta.

Masjid ini adalah masjid masyarakat yang di dalamnya mempunyai berbagai program keummatan berbasis masyarakat. Hal ini sesuai dengan visinya yakni terwujudnya kesejahteraan lahir batin yang diridhoi Allah. Adapun misinya dijalankan dengan berbagai program kemasyarakatan yang semuanya berpusat di masjid.

Sumber www.lembahsungaibedog.blogspot.com
lembahsungaibedog.blogspot.com

Dari beberapa informasi yang penulis dapatkan, masjid ini sering dijadikan kunjungan mengenai wawasan manajemen masjid. Tidak hanya kunjungan dari dalam negeri, dari berbagai negara tetangga pun turut menilik manajemen Masjid Jogokaryan.

Semua itu tak terlepas dari berhasilnya pengurus masjid menggaet masyarakat untuk turut memakmurkan masjid. Salah satu program uniknya sholat subuh berjamaah.

Saat Ramadhan, suasana di masjid ini tidak kalah meriahnya. Di samping ada berbagai kegiatan bedah buku, kajian dan seni Islam, masjid ini juga memberikan kesempatan kepada warga untuk meraup berkah berdagang di pinggir-pinggir jalan menuju Masjid Jogokaryan.

4. Masjid Nurul Asri

Sumber www.masjidnurulashri.com
masjidnurulashri.com

Masjid yang tak kalah uniknya adalah masjid Nurul Asri. Masjid ini terletak di Deresan III, No.21 Perum UNY CT.X Santren, Santren, Caturtunggal, Depok, Sleman Yogyakarta.

Seperti visi misi masjidnya yang bernuansakan Al Quran, kampung di mana masjidnya berada pun dinamai kampung Al Quran. Di kompleks ini, Anda setiap hari akan menemui santri-santri memeluk Al Quran, mereka itulah para penghafal Al Quran yang bermukim di Pondok Tahfidz.

Berramdhan di sana Anda seperti kembali muda. Tak jarang pengisi ceramah tarawehnya kebanyakan ustadz muda. Adapun yang di bahas pun tema-tema unik yang implementatif.

Dalam berbagai kesempatan, penulis sempat mengikuti kajian yang bertemakan cara membayar utang. Sebuah tema yang di dalamnya dijelaskan bagaimana langkah-langkah yakin akan rizki Allah dan cara memanage keuangan.

Sumber www.plurk.com
plurk.com

Seperti masjid-masjid lainnya, masjid ini juga mempunyai kajian rutin meliputi kajian Samara setiap Rabu Sore pekan 1, Majelis Jejak Nabi setiap Rabu Sore pekan 2, Kajian Tafsir setiap Sabtu Ba’da Subuh dan kajian tafsir setiap Senin Sore. Selain kajian rutin juga ada kajian bulanan yang menghadirkan tokoh-tokoh dalam bidangnya.

5. Masjid Kampus UGM

Sumber www.simas.kemenag.co.id
simas.kemenag.co.id

Masjid UGM adalah masjid yang terletak di area Kampus UGM. Masjid ini tak kalah totalitasnya dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Di saat ramadhan misalnya, masjid ini banyak mengundang berbagai tokoh nasional untuk menyampaikan ceramah Tarawih. Berkali-kali masjid ini dipenuhi jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Di samping ceramah tarawih, setiap malam ahad selama ramadhan, masjid ini rutin menyelenggarakan diskusi akbar yang melibatkan tokoh-tokoh di Indonesia. Sorenya, jamaah bisa menikmati hiburan, kajian dan santapan berbuka puasa yang sehari Masjid Kampus UGM menyediakan seribu porsi.

Sumber www.panduan.wisata.id
Sumber www.panduan.wisata.id

Selain kegiatan selama Ramadhan, masjid ini juga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan rutin yang dikoordinasi dari teman-teman Jamaah Shalahuddin. Jamaah Shalahuddin adalah pengurus masjid kampus yang beranggotakan mahasiswa-mahasiswa. Adapun kegiataannya seperti kajian harian, kajian tauhid dan lain sebagainya.

6. Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga

Sumber www.agama.uin-suka.ac.id
Sumber www.agama.uin-suka.ac.id

Mungkin banyak orang bertanya-tanya mengapa Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga sering disebut Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga. Menurut sejarah, masjid ini dibangun setelah terjadinya peristiwa gempa bumi.

Saat itu bebearpa pakar bangunan menjelaskan bahwa bangunan masjid diperkirakan tidak akan bertahan lama. Maka dari itu Prof. Dr Amin Abdullah selaku Rektor pada waktu itu ingin memperbaharui tidak hanya dari segi fisiknya saja, namun juga dari visi misi.

Sumber www.titikbuta.blogspot.co.id
Sumber www.titikbuta.blogspot.co.id

Masjid ini terinspirasi dari model bangunan di Jerman, sehingga mustokonya pun berbentuk kubah biru yang unik. Masjid ini mengusung visi menjadi masjid inklusif atau dalam istilah lainnya masjid yang menggaungkan keislaman rahmatan lil alamin.

Hal ini tercermin dari berbagai kegiatannya, salah satunya memberikan ruang yang lebih kepada kaum difabel dengan menyelanggaran bahasa isyarat saat pelaksanaan khutbah Jumat. Tidak hanya itu, dari segi fisiknya pun di beberapa sudut masjid terdapat akses khusus bagi penyandang difabel.

Bagi pembaca yang hobi berguru ilmu, masjid ini pun mengadakan kajian yang diberi nama Islamic Shot Course. Kajian biasanya dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat bakda Maghrib sampai Isya bertempat di Ruang Utama Masjid Sunan Kalijaga.

Kajiannya meliputi Tafsir Al Quran Kontemporer, Shirah Nabawiyah, Kajian Kelas Bahasa Arab, Fiqih Wanita, Kajian Tasawuf dan Kajian Pemikiran Islam.

Baca juga terkait Mengapa mahasiswa yang dulunya mengabdi di masjid layak diperhitungkan menjadi pemimpin masa depan…

7. Masjid Islamic Center UAD

Masjid ini termasuk masjid baru di Kota Jogja, namun untuk ngabuburit kiranya tak kalah menariknya. Selebihnya Anda bisa kunjungi website ini Masjid Islamic Center UAD.

8. Masjid Mardliyah UGM

 Masjid ini tak pernah sepi dari kajian. Semangat mahasiswa-mahasiswinya patut dicontoh masjid-masjid lain. Nah, masjid ini juga sangat cocok untuk Anda berbuka puasa. Selangkapnya Anda bisa membacanya di Masjid Mardliyah.

3 Tips Hidup Seasrama Bagi Orang Berkepribadian Introvert, Nomor Tiga Sangat Mudah Dilakukan

3 Tips Hidup Seasrama Bagi Orang Berkepribadian Introvert, Nomor Tiga Sangat Mudah Dilakukan

Introvert – Tips ini penulis tulis ketika sudah sering sekali bertemu dengan orang yang memiliki kepribadian introvert. Perlu diketahui, kepribadian manusia itu sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni introvert, ekstrovert dan ambievert.

Sikap introvert adalah sikap yang tertutup, lawannya adalah extrovert yakni terbuka. Sedangkan diantara keduanya adalah ambievert, yakni kepribadian yang kadang tertutup dan kadang terbuka.

introvertspring.com
introvertspring.com

Introvert

Kali ini, penulis akan membahas mengenai introvert. Sebelum menginjak pembahasan yang lebih dalam mengenai tipsnya, berikut adalah ciri-ciri seseorang yang memiliki kepribadian introvert:

1. Tertutup
2. Senang menyendiri
3. Pemalu
4. Sering meluapkan perasaannya dengan tulisan
5. Senang berimajinasi
6. Cenderung menyukai dialog person one person
7. Susah bergaul
8. Lebih sering mendengarkan

Ciri-ciri itulah yang sering tampak dalam kehidupan sehari-hari. Bila Anda menemui seseorang dengan kepribadian seperti itu, berarti tugas Andalah yang harus memulai komunikasinya terlebih dahulu.

Hal tersebut dikarenakan sifat khas dari kepribadian introvert adalah pemalu dan canggung bila berhadapan dengan orang yang baru.

Oleh karena itu, di dalam menjalin komunikasi yang hangat, seseorang yang lebih mengerti (bisa menebak) mengenai kepribadian seseorang, perlu dibiasakan untuk menyapa dan mendekatinya terlebih dahulu.

Sumber www.theweek.com
Sumber www.theweek.com

Pertanyannnya, bagaimana bila seandainya Anda berada dalam sebuah organisasi, asrama ataupun kelompok sementara Anda adalah seseorang yang berkepribadian introvert?

Ok, penulis ingin menceritakan terlebih dahulu salah seorang yang kebetulan waktu itu hidup seasrama. Karena waktu itu adalah penerimaan santri baru, otomatis belum saling mengenal.

Diantara yang baru itu ada salah seorang yang pemalu, pendiam dan susah sekali berinteraksi. Sampai-sampai dalam sebuah jadwal yang telah ditentukan, si orang tersebut terlambat kurang lebih satu jam.

Tentu ini menjadi sebuah pelajaran dan bahan tertawaan. Sewaktu telat, salah seorang teman berkata, “Mas, kalo yang lain pulang, ikut pulang ya…”, katanya agak kenceng. Sontak, semua pun tertawa haha…

Dari kejadian tersebut, penulis mempunyai beberapa tips bagaimana agar seseorang yang berkepribadian introvert juga mampu bergaul, paling tidak mengimbangi jalannya aturan dalam sebuah asrama atau kelompok organisasi. Lets make simplicity;

1. Keep Calm

Sumber www.quietrev.com
Sumber www.quietrev.com

Orang yang berkepribadian introvert biasanya menyukai ketenangan. Bila dalam sebuah organisasi kebetulan Anda belum sempat memiliki kemampuan atau skill tertentu, cobalah untuk tenang.

Dengan ketenangan, Anda akan lebih mampu mengontrol kegugupan dan ketakutan Anda ketika berinteraksi atau menerima tawaran dari seseorang. Ketenangan juga akan memberikan pancaran bahwa Anda “bisa”, hanya saja, Anda tidak ingn memamerkannya. Bila orang lain sudah menganggap Anda bisa, maka ubahlah mindset Anda bahwa Anda bisa.

Namun bila anda benar-benar belum bisa, cobalah memilih kata-kata yang tepat agar anda tidak dianggap orang yang rendah diri maupun kebalikannya. Anda bisa menjawabnya dengan jawaban yang halus namun rendah hati, misal; “Maaf bukan bermaksud menolak penawaran saudara, namun saya merasa ada yang lebih baik dari saya”.

2. Jadilah Pendengar yang Baik

Sumber www.rockporttechnologies.com
Sumber www.rockporttechnologies.com

Sering bahwa pendengar yang baik akan lebih dihargai daripada orang yang berbicara baik namun tanpa batas. Ya, karena semua yang baik-baik itu selalu sesuai ukurannya.

Bila Anda memiliki kepribadian introvert, Anda pun bisa membangun diri Anda dengan mulai menjadi pendengar yang baik. Sifat menjadi pendengar yang baik ini, nantinya akan membantu Anda mematangkan pikiran Anda mengukur seberapa frekuensi yang tepat dalam menjalin komunikasi.

3. Ikuti Saja Teman-Teman Anda

Sumber www.eired.co.uk
Sumber www.eired.co.uk

Solusi ketiga adalah solusi manakala Anda ataupun orang lain adalah tipe orang yang berkepribadian sangat introvert. Tipe seperti ini benar-benar sangat pendiam, susah bergaul, dan inginnya menyendiri.

Sifat ini sangat berbahaya manakala dalam sebuah asrama, kelompok maupun organisasi mempunyai jadwal yang harus dilakukan bersama-sama. Bisa jadi kegiatan menjadi kurang kompak, terbelengkalai, bahkan Anda menjadi salah satu penyebab sebuah pertengkaran.
Solusinya, lebih baik bila Anda dalam keadaan seperti itu Anda tinggal amati saja teman-teman dekat Anda seasrama. yang satu asrama ataupun satu teman dekat anda. Cobalah sedikit berkomunikasi, bila benar-benar tak mampu, amati teman-teman yang lainnya sehingga dalam jadwal apapun, Anda tetap membaur bersama teman-taman Anda.

Epilog

Pada dasarnya, manusia membutuhkan komunikasi untuk keberlangsungan hidupnya. Tanpa komunikasi, hidup manusia akan tersiksa. Bila tidak disesuaikan, seseorang yang berkepribadian introvert akan mudah kehilangan relasi, persahabatan renggang dan mungkin akan tersingkir dalam percaturan eksistensi manusia.

Maka sebab itu, sering-seringlah menghadapi orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, Anda akan terbiasa dengan orang yang baru dan dengan latar belakang yang berbeda-beda pula.

Keuntungannya, Anda akan menjadi orang yang mudah menyesuaikan diri dan tahu bagaimana menampatkan jenis kepribadian komunikasi pada tempatnya.

6 Penyebab Munculnya Rasa Malas

6 Penyebab Munculnya Rasa Malas

Penyebab Malas — Lawan yang paling berat adalah diri sendiri. Selain tak tampak oleh mata, terkadang juga tak terasa. Ada banyak sekali sikap buruk kita, tanpa adanya keterbukaan dalam nasehat, manusia tidak dapat memperbaiki dirinya. Ya, seperti cermin yang hanya menampakkan wajah di depan, manusia butuh cermin-cermin lain agar sanggup melihat dirinya secara utuh.

Tak terkecuali dengan sikap malas yang menggerogoti. Malas merupakan bagian dari bencana terkecil dalam lingkup sosial. Walaupun kecil, namun penyakit ini seperti virus- sangat berbahaya. Bila seseorang sudah terbiasa terbelenggu dengan rasa malas, Ia akan rugi dan merugikan orang lain.

Kali ini, penulis akan mengulas mengenai sikap malas. Agar dapat menghilangkan rasa malas dari akar-akarnya, kita harus mengidentifikasi terlebih dahulu sebab musabab rasa malas. Berikut adalah beberapa penjelasan penyebab munculnya rasa malas.

1. Terbiasa Menunda-nunda

Sumber www.travelsort.com
Sumber www.travelsort.com

Kebiasan menunda-nunda adalah kebiasaan yang sering tidak kita sadari. Kebiasaan ini biasanya beranggapan bahwa barangkali masih ada waktu esok, masih lama waktunya, santai dulu sajalah dan lain sebagainya. Orang tipe seperti ini biasanya kurang memiliki kesibukan sehingga kehidupannya hanya digunakan untuk santai.

Kebiasaan menunda-nunda juga bisa terjadi bagi orang merasa serba cukup. Mahasiswa yang masih mendapatkan “beasiswa” dari orang tuanya mungkin saja akan beranggapan bahwa rizki untuk hari esok sudah jelas ada, jadi tidak perlu bergerak.

Berbeda dengan mahasiswa yang hidupnya serba kepepet, mungkin akan lebih berpikir apa yang besok akan dimakan. Jadi bila ada yang kepepet namun masih malas berarti ada masalah hehe.

2. Bersandar kepada Orang Lain

Sumber www.packingmysuitcase.com
Sumber www.packingmysuitcase.com

Kebiasan bersandar juga cukup berpengaruh terhadap lahirnya rasa malas. Anggapan bahwa sudah ada orang lain yang bisa terkadang membuat diri terhanyut. Alhasil lebih memilih diam dan tiduran daripada melakukan hal yang sama.

Kebiasaan seperti ini akan memperlambat perkembangan pengetahuan. Karena kebiasaan diam, seseorang akan malas untuk mencoba bahkan berujung pada ketakutan untuk mencoba. Coba Anda identifikasi orang yang pernah gagal berkali-kali dengan orang yang sama sekali belum pernah gagal. Pasti beda.

3. Malu

Sumber www.centralchristianhuntington.org
Sumber www.centralchristianhuntington.org

Rasa malu bisa jadi menjadi penyebab munculnya rasa malas. Malu di sini dapat berawal dari berbagai faktor. Meskipun banyak faktor yang menyebabkan hadirnya rasa malu, perlu kita kaji ulang kembali masih perlukah malu dalam melakukan hal kebaikan?

Kata pepatah salah seorang Amirul Mukminin Ustman Bin Affan jika orang baik tidak berbuat sesuatu, maka akan banyak orang jahat yang berlaku.

Oleh sebab itu, kiranya tak perlu malu bila melakukan kebaikan-kebaikan. Apalagi dalam hal ini adalah kedisiplinan. Meskipun di tengah-tengah orang yang malas, sebisa mungkin diri kita adalah pembawa arus kebaikan, bukan pengikut kemalasan. Pilihannya hanya ada dua, merubah orang malas menjadi rajin atau ikut-ikutan malas?

4. Tidak Mempunyai Prioritas

Sumber www.alertinvestment.wordpress.com
Sumber www.alertinvestment.wordpress.com

Prioritas itu penting. Ada prioritas berarti ada pilihan. Ada pilihan berarti ada kesibukan. Orang yang malas biasanya tidak tahu mana yang lebih penting untuk dikerjakan terlebih dahulu. Bisa jadi hal-hal kecil seperti ini membuat banyak orang kecewa. Selain terlihat culun, terkadang juga kurang menggunakan akal sehat.

Dari berbagai interaksi, sering orang yang mempunyai prioritas cenderung mengikuti arus teman-temannya. Baik itu yang bermanfaat maupun tidak bermanfaat semua diikuti. Bila sudah seperti ini bisa menyebabkan hal-hal yang penting tidak dikerjakan. Fenomena semacam ini memang sering terjadi dengan dalih tidak enakan dengan teman.

5. Minim Pengetahuan

penyebab malas
Sumber www.idisciple.org

Posisi stagnan membuat seseorang tidak ada niat kemajuan. Hidupnya mengalir dan tanpa target yang jelas. Meskipun ada yang beranggapan bahwa hidup tak perlu mempunyai target, namun sebenarnya mereka bisa disiplin juga melalui proses target.

Suatu saat Anda pasti akan merasakan bahwa bila sudah terbiasa disiplin memang tak perlu memasang target. Disiplin dari kesadaran hati akan membuat seseorang profesional dan tak sadar bahwa sebenarnya ia mempunyai target.

Di situlah pentingnya ilmu, dalam bahasa motivasi menuliskan bahwa untuk mengalahkan Jepang jangan menggunakan cara Jepang, namun gunakanlah cara Indonesia sendiri. Setiap orang mempunyai caranya masing-masing untuk menentukan keberhasilannya.

Bagi orang yang mampu menemukan sendiri solusi menghilangkan rasa malas tentu akan lebih istiqomah. Dan itu tentu saja di dapat dari ilmu dan rajin mencoba untuk tidak malas.

6. Terlalu Banyak Mencari Alasan

penyebab malas
Sumber www.philosophyofbrains.com

Dari kelima point di atas intinya adalah alasan. Banyak orang yang malas selalu mencari alasan. Bila tidak ada alasan, ia bersusah payah untuk mencari alasan sampai ketemu. Seakan-akan hidupnya hanya untuk mencari alasan.

Alasan-alasan yang tidak baik seperti ini perlu dihindari sebab dalam beralasan bisa jadi itu hanya pembelaan semu yang sebenarnya menipu.

Kuliah Takut Berpikir

Kuliah Takut Berpikir

Setiap pertengahan tahun, bagi yang pernah merasakan dunia kampus pasti akan menemukan wajah-wajah asing nan polos. Dialah mahasiswa baru.

Mahasiswa yang masih bimbang menentukan siapa dirinya. Mahasiswa yang masih mengutamakan ego daripada nalar. Mahasiswa yang masih mempertimbangkan sesuatu dengan alasan suka atau tidak suka. Dan kadang, yang disukai pun belum tentu jelas tujuannya. Ya, mahasiswa seperti ini yang penting kuliah.

Perdalam wawasan berpikir Anda dengan membaca Kata-kata Mutiara ala ACADEMIC INDONESIA

Sumber www.blogdailyherald.com
blogdailyherald.com

Di kampus itu juga banyak orang melamun. Mungkin bingung. Bingung apa yang sedang dibaca, dan mungkin ada yang bingung mau membaca apa. Di antara yang banyak itu, ada juga beberapa orang yang sudah masuk kelas. Sewaktu ada temannya yang presentasi, mereka begitu aktif menyanggah, bicaranya lincah dan kerap membuncah.

“Menurut buku yang saya baca…”
“Menurut referensi yang saya cari…”
“Mengutip dari buku…”

Hidupnya seperti buku berjalan. Setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan buku. Alih-alih bertanya kepada temannya, lebih dari itu, ia cenderung percaya pada buku. Setiap buku Ia samakan dengan sebuah kebenaran mutlak. Bila dicermati, bukunya hanya satu rumpun.

Ia beranggapan bahwa manusia harus menguasai satu bidang saja, tak perlu mengetahui yang lainnya. Ia menjadi pembelajar yang minim referensi. Tak heran bila beberapa temannya menjadi korban ketidakwarasan nalarnya.

Suatu ketika, Ia di datangi temannya. Ia dipercaya karena nilainya selalu bagus bila UTS. Selain itu pula Ia juga dikenal dengan penulis jawaban paling tepat mulai dari kalimat, jumlah kata, tanda baca sampai halaman di buku. Sang teman pun bertanya dengan keingintahuan yang tinggi.

“Penelitian kualitatif itu otomatis menyertakan sudut pandang subyektifkan ya?”, tanya orang yang menghampirinya.
“Dari mana referensinya?”, ia balik tanya.
“Tadi saya merenungkannya sebentar”, jawab temannya
“Wah kamu salah besar, baca buku dulu sana!”, jawabnya ketus.
Temannya pun berlalu pergi.

Hari demi hari pun berlalu, ia yang kutubuku tetap rajin membaca buku. Ia tak peduli lingkungan sekitar. Alih-alih mengikuti organisasi, berbicara dengan temannya pun dianggap mubadzir.

Waktunya hanya ia habiskan untuk membaca buku, buku, buku dan buku. Tak heran, hidupnya suka menyendiri, kurang pandai bergaul dan perkataannya pun cenderung ketus.

Menjelang UAS, ada presentasi individu untuk menjelaskan pelajaran mengenai penelitian kualitatif. Dengan panjang lebar, berbagai buku pun menjadi rujukan.

Namun masih seperti di awal, baginya perbedaan itu tidak ada. Hanya bukunya yang dianggap paling benar. Tiga puluh menit pun berlalu, dengan semangat ia menutup presentasinya dan mulai membuka sesi pertanyaan.

“Maaf, di antara materi yang Anda sampaikan, mana hasil pikiran Anda, mengapa semua seakan buku yang mengendalikan seseorang?”, tanya salah seorang temannya.

Ia yang buku maniak pun perlahan-lahan membuka lembar demi lembar buku yang di bawanya. Tak tanggung-tanggung, selama presentasi Ia telah mempersiapkan jauh-jauh hari buku yang harus dibawa. Sampai-sampai Ia ingin di juluki bahwa ia cerdas karena banyak membaca buku.

Ia masih membuka buku lembar per lembar. Berharap menemukan jawabannya, Ia terus mencari dari lembar ke satu sampai halaman terakhir, dari buku satu ke buku lainnya. Ia pun mulai tergagap.

Ia mulai sadar bahwa apa yang dilakukannya ada yang belum tepat. Selama ini, Ia hanya bersandar dan terpaku pada isi teks buku. Alhasil, bila dihadapkan dengan masalah-masalah baru ia tak bisa menjawab. Ia terbiasa dengan menghafal soal dan menghafal jawaban.

Dengan wajah memerah, Ia pun menjawab “Tidak tahu”. Ia pun menanggung malu yang teramat sangat. Ia kembali ke tempat duduk seperti sedia kala dengan perasaan yang takut dan cemas.

Ya, Ia mulai berani berpikir. Kepalanya seakan dibentur-benturkan dengan berbagai refensi yang saling bertolak belakang. Ia tak tahu sebab Ia tak pandai bergaul. Wawasannya sempit sesempit jawabannya yang “saklek” pada isi buku.

Anda mahasiswa baru? Ingin tahu tips agar dapat berpikir kritis? Simak viral konten kami bertajuk Tips Menjadi Mahasiswa Baru yang Kritis