Tidak Suka Air Putih? Baca Ulang Wawasan Anda

16 views
Air Putih
pixabay.com

Penulis Henydhar Bramastivira Mahdani 

Mahasiswi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang

Air Putih — Akibat aktivitas yang terlalu padat membuat kita lupa untuk menjaga diri dengan cara minum air putih. Padahal di setiap kita melakukan kegiatan yang mengeluarkan tenaga dan pikiran pasti banyak ion-ion tubuh kita yang terbuang. Salah satu cara untuk mengisi ulang ion-ion yang terbuang tersebut adalah minum air putih.

Banyak orang bilang, “Minumlah air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari supaya tubuhmu sehat”. Ternyata itu bukan sebuah ucapan belaka. Minum air putih minimal 8 gelas per hari ini memang mempunyai banyak manfaat.

Kesehatan harusnya kita jaga dalam hal apapun. Seperti menjaga lingkungan yang bersih, menjaga pikiran agar tidak stres, dan menjaga fungsi-fungsi organ tubuh agar tidak mudah diserang oleh penyakit. Semakin sibuk orang melakukan aktivitas haruslah semakin banyak ia menjaga kesehatan: berolahraga; makan buah dan sayur; dan minum air putih.

Kombinasi dari ketiga hal tersebut sudah mulai terlupakan mengingat kegiatan yang semakin sibuk. Juga ada sebagian orang yang menjaga kombinasi ketiga hal tersebut di sela-sela kesibukannya. Hanya sedikit dari bagian orang-orang yang tidak bisa melakukan kombinasi tersebut.

Berdasarkan riset di 13 negara yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition, saat ini 1 dari 4 anak di Indonesia masih kurang minum air putih. Sebanyak 30% yang dikonsumsi bukanlah air putih. Sungguh sangat menyedihkan. Lalu apakah hal yang terjadi jika kita tidak mulai membiasakan minum air putih?

Kebiasaan

Menurut Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG), dr. Budi Wiweko, minum air sejak kecil sangat penting. Ada data yang menunjukkan saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami peningkatan jumlah pasien penyakit degeneratif yang sangat tinggi.

Penyakit degeneratif meningkat salah satunya karena kurangnya mengkonsumsi air putih dalam kondisi yang minim. Sekitar 15% populasi warga Indonesia mengkonsumsi gula melewati ambang batas dari minimum. Padahal seharusnya konsumsi tidak boleh lebih dari 10%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *