7 Alasan Mengapa Mahasiswa yang Dulunya Mengabdi di Masjid Layak Diperhitungkan menjadi Pemimpin Masa Depan

Masa muda tak pernah datang dua kali. Beruntunglah bagi mahasiswa yang menyibukkan dirinya dengan kegiatan-kegiatan positif. Kegiatan-kegiatan positif tersebut bisa berupa aktif di berbagai organisasi, menjadi wirausaha atau melakukan gerakan-gerakan sosial kemasyarakatan. Berikut ini akan diulas mengapa mahasiswa yang semasa kuliah menjadi pengurus masjid baik masjid kampus maupun masyarakat layak direkomendasikan sebagai pemimpin.

1. Memiliki Jiwa Pengabdian yang Tinggi

Sumber www.dribbble.com
Sumber www.dribbble.com

Mahasiswa yang mengabdi di masjid kampus tidak jauh berbeda dengan masjid-masjid masyarakat lainnya. Bila di masjid masyarakat biasanya dikelola oleh mahasiswa dengan masyarakat, begitu pula di masjid kampus yang dikelola langsung oleh mahasiswa dan dosen-dosen.

Kehidupan mahasiswa yang aktif terjun di masjid biasanya dilandasi akan pengabdian yang tinggi. Tidak jarang mereka hanya di beri hadiah uang lelah (bisyarah) dari jamaah, atau tempat tinggal sederhana. Meskipun demikian, mereka beranggapan bahwa mengurus masjid sama saja dengan mengurusi rumah Tuhan. Pengabdian mulia dan berkah terbaik adalah ciri khasnya.

Dengan membiasakan sikap pengabdian, lambat laun akan menjadi habits yang baik. Bila dibenturkan dengan kepemimpinan, hal ini sangat bermanfaat karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang didasari dengan tulus pengabdian, bukan pemimpin yang bertujuan mengejar uang.

2. Dituntut Menjadi Sosok Inspiratif

Sumber www.fastcompany.com
Sumber www.fastcompany.com

Orang yang sanggup menginspirasi hanyalah orang-orang yang tulus menunaikan pengabdiannya. Kata pepatah tersebut tepat untuk point yang kedua ini. Mahasiswa yang mengabdikan dirinya di masjid, setiap harinya tak terlepas dari usaha untuk membuat kegiatan-kegiatan pemberdayaan sekreatif mungkin. Kegiatan-kegiatan inilah yang dibutuhkan ummat sehingga dalam implementasinya begitu luas dan lengkap meliputi semua lini kehidupan.

Di berbagai event, mahasiswa juga diberikan kepercayaan penuh untuk merancang sebuah master plan kesejahteraan jamaahnya. Di sinilah peran mahasiswa untuk mengimplementasikan ide-ide atau ilmu yang dipelajari dari meja perkuliahan baik melalui tema kegiatan, pembicara sampai pencarian dana.

3. Sabar

Sumber www.askideas.com
Sumber www.askideas.com

Demi melayani kebutuhan jamaahnya, masjid-masjid biasanya menyediakan kontak person ataupun surat saran. Hal tersebut tak terlepas dari adanya berbagai masalah dan persoalan baik berupa kehilangan barang, kebersihan hingga tuntutan untuk senantiasa tepat waktu dalam menyeru ibadah rutin.

Dari berbagai persoalan di atas, pengurus masjid menjadi tempat penerima keluhan dari para jamaahnya. Bahkan tak jarang bila sampai ada yang menyalahkannya. Namun itulah resiko menjadi pengurus ummat, mau tidak mau akan berhadapan dengan situasi dan kondisi seperti itu. Dalam konteks kepemimpinan yang lebih luas, kejadian seperti itu adalah makanan sehari-hari bagi pemimpin. Selain sudut pandang yang berbeda, juga meluasnya akses informasi yang dapat dilakukan dengan mudah.

4. Merangkul Semua Golongan

Sumber www.commons.wikimedia.org
Sumber www.commons.wikimedia.org

Mengingat banyaknya golongan keislaman yang berkembang, para aktivis masjid mau tidak mau terus memperbaiki pandangannya terhadap fungsi masjid. Hal demikan dilakukan agar masjid mampu menjadi rumah ummat yang sanggup mewadahi berbagai warna keislaman.

Lebih dari itu, masjid juga dituntut untuk menjadi pendorong kebaikan terdepan. Bukan lagi berbagai warna keislaman, namun juga semua orang yang berhak menerima kebenaran. Di zaman Rosulullah Saw dahulu, seorang Badui mengencingi masjid. Apa yang dilakukan Rosulullah Saw bukanlah marah dan memaki-maki laki-laki tersebut, namun menyapanya dengan hangat yang menyebabkan laki-laki tersebut yakin bahwa Nabi Muhammad adalah pemilik akhlak yang mulia.

5. Managemen Waktu yang Baik

Sumber www.stuffparents.com
Sumber www.stuffparentslike.com

Semakin sibuk semakin cerdas. Kiranya slogan tersebut terbiasa ditanamkan bagi para pejuang subuh. Mulai dari sebelum subuh hingga ingin beranjak tidur, para mahasiswa yang aktif di masjid padat kegiatan. Padatnya kegiatan seperti ini tentu membutuhkan manajemen waktu yang baik. Dengan manajemen waktu yang baik, urusan akademisi lancar, mengurus masjid pun lancar.

Manajemen waktu sangatlah penting mengingat waktu adalah kesempatan yang paling berharga. Dengan menghargai waktu, mahasiswa tipe seperti ini tidak akan melewatkan dengan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat. Di samping kedisiplinan yang kuat, mahasiswa seperti ini juga memiliki target sehingga semua rencana atau kegiatan dapat berjalan lancar sesuai rencana.

6. Mudah Bergaul

Sumber www.brandonsteiner.com
Sumber www.brandonsteiner.com

Faktor yang tak kalah penting adalah komunikasi. Mahasiswa yang menjadi aktifis masjid biasanya menjadi penyambung pesan dari jamaah hingga ke pengurus. Selain membutuhkan skill yang baik dalam hal komunikasi, juga diperlukan aura kepercayaan demi kelancaran organisasi.

Kebiasan menjalin interaksi dengan para tokoh masyarakat itulah proses membangun pribadi yang matang. Bisa melalui nasehat-nasehat, bimbingan keilmuan maupun tips-tips dari yang sudah berpengalaman. Dari berbagai nasehat tersebut, seseorang akan terus merekam dan mengendapkannya melalui impementasi-implementasi nyata.

7. Problem Solving

Sumber www.everydayinterviewtips.com
Sumber www.everydayinterviewtips.com

Meskipun masih minim kebijaksanaan, perlu apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa yang berusaha memecahkan masalah-masalah ummat. Hal tersebut terjadi sebab masalah ummat yang hadir terlalu kompleks. Belum selesai masalah yang satu, biasanya sudah muncul masalah yang baru. Hal tersebut bukan hanya berlaku dalam sehari, namun tiap berganti hari, berganti pula problemnya.

Karena terbiasa menghadapi masalah, otomatis mahasiswa yang aktif di masjid telah terbiasa turut memecahkan masalah, memikirkan ummat dan turut berusaha berkontribusi membangun ummat. Masalah-masalah itulah yang kedepannya menjadi berkah. Karena untuk menjadi pemimpin, bukan hanya diperlukan orang yang bisa menyelesaikan masalah, namun juga pemimpin yang cekatan dalam menyelesaikan masalah.

Blogger Jogja Ambil Keilmuan Jurnalistik — Hobi Men-SEO-kan Konten — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Gabung dan Dapatkan Berbagai Info Kampus di Komunitas Academic Indonesia Whatsapps di 0812-8307-7972

One thought on “7 Alasan Mengapa Mahasiswa yang Dulunya Mengabdi di Masjid Layak Diperhitungkan menjadi Pemimpin Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *