Terlanjur Banyak Dosa? Berikut Tips Enjoy Menghafal Al Quran sambil Kuliah

Al Quran adalah anugerah terindah. Diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi semesta. Tak sedikit yang terinspirasi oleh kalam-Nya. Ilmu pengetahuan yang telah terbukti melalui berbagai penelitian ilmiah. Inilah perbedaan antara berita media massa dengan berita Al Quran. Media massa memberitakan hal yang telah terjadi, sedangkan berita di Al Quran adalah berita yang memberitakan kejadian di masa yang akan datang.

Oleh karena mulianya Al Quran, setiap manusia laki-laki perempuan, tua muda, miskin kaya semua ingin menghafalnya. Selain isinya sebagai petunjuk hidup yang membahagiakan, Al Quran juga mudah dihafalkan agar menjadi pelajaran (Al Qomar ayat 17). Di dalam Al Quran semua dijelaskan mulai dari pola hidup terkecil hingga terbesar.

Sumber www.shirotolmustaqim.wordpress.com
Sumber www.shirotolmustaqim.wordpress.com

Pertanyaannya, mengapa menghafal lebih diprioritaskan daripada kuliah? Judul di atas sengaja dibubuhkan sebab dalam hal beragama lebih baik dikedepankan. Bahasa simpelnya kejarlah akhirat, maka dunia akan mengejar. Manusia yang mendahulukan Al Quran pasti akan senantiasa diikuti kemuliaan. Bila Allah menghendaki, semua perkara dunia termasuk kuliah akan dimudahkan. Hidup mudah tidak pernah merasa lelah.

Di bawah ini akan diulas beberapa tips enjoy bagaimana agar bisa menghafal Al Quran sekaligus sukses dalam menjalani kuliah.

1. Niat Demi Keridhoan Allah

Sumber www. azimuth02.blogsppot.com
Sumber www. azimuth02.blogsppot.com

Menghafal Al Quran itu banyak tantangannya, namun bisa dilakukan. Salah satu dasar agar dapat menaklukkan tantangan tersebut berasal dari niat suci. Jika niat sudah lurus, insyaAllah dalam situasi dan kondisi apapun senantiasa setia untuk bersama Al Quran. Keridhoan adalah tujuan, sedangkan hasil adalah wilayah Allah. Maka dari itu, hafidz Quran sejati adalah hafidz Quran yang senantiasa menghafal (meskipun hafalannya masih sedikit), memurojaah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Taubatan Nasuha

Sumber www.productivemuslim.com
Sumber www.productivemuslim.com

Tahap yang dilakukan selanjutnya untuk menghafal Quran adalah taubatan nasuha. Taubat ini berkaitan dengan sepuluh dosa besar menurut Al Quran, diantaranya; syirik (An-Nisa 48), berputus asa dari berharap mendapatkan rahmat Allah (Yusuf 87), merasa aman dari ancaman azab Allah (Al A’raf 99), durhakan kepada kedua orang tua (Maryam 32), membunuh (An-Nisa 93), menuduh wanita baik-baik berbuat zina (An-Nur 23), memakan riba (Al-Baqarah 275), lari dari medan pertempuran (Al-Anfal 16), memakan harta anak yatim (An-Nisa 10), berbuat zina (Al-Furqon 68-69).

Taubatan nasuha dapat dilakukan dengan dzikir tazkiyatun nafs. Pembersihan jiwa yang dilalui melalui perenungan-perenungan 10 dosa-dosa besar yang telah disebutkan di atas. Seperti yang dilakukan pada umumnya, kegiatan ini dilakukan dengan dzikir kalimah tauhid 100 kali setiap pagi dan dzikir istigfar 100 kali setiap sore hari.

Tazkiyatun nafs dilakukan selama sepekan, namun bila ada yang ingin menjadikannya sebagai kegiatan rutin itu lebih baik. Dengan seperti itu, semoga jiwa-jiwa dibersihkan dari berbagai noda yang selama ini kita lakukan. Kenanglah bahwa hanya hati yang senantiasa dibersihkan yang dapat menerima Al Quran dengan lapang.

3. Bangun Jam 02.00 Malam

Sumber www.blog.officeshop.co.uk
Sumber www.blog.officeshop.co.uk

Di jam ini, menurut beberapa penelitian menyebutkan bahwa otak sedang berkembang sehingga sangat baik digunakan untuk belajar maupun menghafal. Otak akan cepat menangkap apa yang kita lafalkan sehingga menjadikan ilmu yang kita pelajari ataupun bacaan Al Quran semakin berkesan. Hal ini sesuai surah Al Muzammil ayat 4-7.

Di dalam shahih hadits juga disebutkan bahwa Allah akan turun ke langit dunia pada waktu itu. “Rabb kita Tabaraka Ta’ala turun ke langit dunia setiap sepertiga malam akhir. Ia lalu berkata; barangsiapa yang berdoa, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar“. (HR. Bukhari 1145, Muslim 758).

4. Perbanyak Interaksi dengan Al Quran

Sumber www.abuzahra.com
Sumber www.abuzahra.com

Agar bisa berinteraksi, usahakan mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat. Seperti halnya mendengarkan musik yang bermuatan negatif, tertawa berlebihan dan bentuk komunikasi-komunikasi lainnya. Manfaatkan waktu luang untuk membaca atau mendengarkan Mp3 Al Quran, mulai menyempurnakan makhrajnya, membaca terjemahannya hingga memperdalam berbagai tafsir para ulama adalah lebih baik.

Bila Al Quran sudah menjadi pegangan, cobalah berpikir tentang materi-materi perkuliahan yang sedang Anda pelajari. Integrasi-interkoneksikan keilmuan perkuliahan dengan pedoman Al Quran. Di situlah nanti setiap orang akan merasakan betapa ilmu Allah itu sangat luas, dan apa-apa yang kita miliki belum ada apa-apanya.

5. Menabung Hafalan

Sumber www.hafalquran.com
Sumber www.hafalquran.com

Selanjutnya dengan menabung hafalan. Setiap manusia pasti memiliki masalah dalam hidup. Inilah fungsi Al Quran sebagai penawar. Al Quran menyediakan semua solusi dari berbagai masalah-masalah kehidupan manusia. Oleh karena itu, bila kita menemukan masalah dalam hidup, tidak perlu jauh-jauh untuk mencari obatnya. Cukup searching ayat yang berkaitan dengan masalah yang kita hadapi, baca, resapi dan amalkan.

Dengan demikian, Al Quran akan senantiasa standby di setiap langkah kita. Bila kita mengembalikan semua pada Al Quran, insyaAllah ayat yang berkaitan tersebut lebih mudah dan berkesan untuk dihafalkan. Inilah kemudahan-kemudahan menghafal Al Quran. Semoga dengan Al Quran, kita dapat selamat dunia-akhirat. Bagaimana dengan tips Anda?

Founder ACADEMIC INDONESIA — Mahasiswa Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Follow me @zamhari_jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *