Kumpulan Tembang Macapat Terlengkap beserta Makna dan Wataknya

Tembang Macapat – Masih ingatkah Anda? Dulu, ketika kita masih Sekolah Dasar (SD), kita pernah belajar Bahasa Jawa. Di dalam pelajaran tersebut salah satunya mengenai tembang macapat. Lalu, apa tembang macapat itu?

Tembang berarti lagu atau puisi, sedangkan macapat berarti perjalanan hidup. Ya, tembang macapat adalah salah satu warisan budaya yang sampai saat ini masih dilestarikan baik di lembaga sekolah maupun di ranah keluarga Jawa.

Asal-usul Tembang Macapat

Tembang macapat berasal dari suku Jawa. Menurut beberapa pendapat, tembang macapat ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Tepatnya di masa-masa akhir. Setelah itu, Islam kemudian datang dan diarransemen ulang para Walisongo untuk berdakwah.

Arti Tembang Macapat

Dari berbagai pendapat mengenai arti tembang macapat. Dapat disimpulkan bahwa tembang macapat adalah penggambaran proses kehidupan manusia dari mulai ditiupkannya ruh Illah sampai batas waktunya berakhir.

Oleh karena tembang macapat merupakan proses yang terjadi pada manusia, tembang ini berurutan dalam pengartian maknanya. Bisa dibilang, bila susunan tembang macapatnya kurang tepat, maka prosesnya pun kurang rapi.

Watak Tembang Macapat

Di dalam tembang macapat, bukan hanya mendefinisikan proses terjadinya kehidupan manusia dari lahir sampai berakhir. Di dalam tembang tersebut juga dipaparkan mengenai watak dari tembang-tembang tersebut.

Tentu saja, watak tersebut menggambarkan fitrah manusia yang cenderung merasa bahagia, was-was, sedih dan segala perasaan lainnya.

Watak tembang macapat pun bukan hanya menggambarkan suasana hati saja, namun di dalamnya juga terdapat banyak hikmah yang perlu dipetik bagi setiap manusia.

11 Tembang Macapat

Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menyelami lebih dalam mengenai tembang macapat. Tembang yang di dalamnya terdapat petuah-petuah guna menjaga karakter keaslian prang Jawa yang mencintai kebijaksanaan, lembut, tegas dan ramah. Sumonggo.

1.Tembang Macapat Maskumambang

tembang macapat maskumambang
ibudanbalita.com

Tembang macapat maskumbang merupakan tahap pertama dalam perjalanan hidup manusia. Maskumambang melambangkan berawalnya ruh ditiupkan di dalam rahim.

Inilah salah satu anugerah tak terkira. Ruh yang ditiupkan Illah adalah ruh-ruh pemenang. Sebelumnya, telah bertarung berbagai ruh untuk mendapatkan kesempatan hidup di dunia.

Maka bersyukurlah sebab kita semua saat ini adalah pemenang yang telah ditakdirkan oleh Allah sebagai khalifatullah fil ardh.

Arti Tembang Macapat Maskumambang

Secara arti, maskumambang berasal dari dua kata yang berbeda yakni mas dan kumambang. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan “emas terapung”. Selain maskumambang, tembang macapat tahap pertama ini juga sering disebut sebagai tembang macapat maskentir. Artinya “emas terhanyut”.

Watak Tembang Macapat Maskumambang

Adapun watak yang terdapat dalam tembang macapat maskumambang ini adalah ketidakberdayaan. Maksud dari ketidakberdayaan adalah ruh yang masih di dalam janin belum bisa melakukan aktivitas apapun.

Selanjutnya, ketidakberdayaan juga menyiratkan bahwa sebelum ruh menggunakan jasa, manusia belum bisa banyak bergerak.

Dari segi nasehatnya, tembang macapat maskumambang ini memberikan petuah kepada manusia hendaknya manusia sadar bahwa daya manusia memang kecil. Maka dari itu, hendaknyalah Allah menjadi tempat kebergantungan sebab kebergantungan kepada Allah adalah kekuatan yang sebenarnya.

Modal inilah yang harus dimiliki setiap anak adam yang bila melanjutkan watak tembang macapat maskumambang adalah rasa harap-harap cemas.

Dengan kebergantungan kepada Allah, harap-harap cemas akan hilang karena manusia sudah sadar semua hanyalah milik-Nya dan bisa kapan saja diambil-Nya.

2. Tembang Macapat Mijil

Fase dalam tembang macapat selanjutnya biasa disebut mijil. Fase ini adalah fase ketika anak manusia lahir ke dunia. Dalam istilah Jawa, tempat lahirnya disebut gua garba. Adapun istilah dasanamanya wijil ada wiyos, wijil, raras, medal, sulastri.

Arti Tembang Macapat Mijil

Arti tembang macapat ini adalah keluar. Dari dasanama di atas semua berarti keluar. Nah di sinilah penulis tekankan bahwa Jawa mempunyai banyak persamaan kata, bukan hanya sinonim, namun juga dasasinonim.

Adapun makna dari tembang macapat mijil ini meberitahukan kepada kita bahwa Allah-lah yang Maha Berkehendak. Dialah yang berkehendak setiap manusia lahir dari ayah ibu siapa. Anak adam tak bisa memilih dengan siapa ayah ibu yang melahirkannya.

Karena kehendak manusia yang nihil, maka sepatutnyalah manusia taat kepada Allah dengan mematuhi segala perintahnya. Salah satunya bila mengambil contoh di atas adalah berbakti kepada kedua orang tua.

Ya, siapapun bapak ibu kita, dalam Jawa berbakti kepada orang tua menjadi sebuah keharusan. Siapa yang durhaka, maka akan mendapatkan hitamnya dosa dan murka.

Watak Tembang Macapat Mijil

Watak tembang macapat sendiri adalah welas asih, laku prihatin, pengharapan dan nasehat penuh cinta. Watak welas asih merupakan watak lemah lembut kepada alam maupun kepada manusia.

Hal ini juga merupakan contoh telada Nabi dan jelas pula di perintahkan dalam Al Quran. Ya, berlemah lembut merupakan kunci mengapa orang Jawa selalu di terima di mana saja.

Watak yang kedua adalah pengharapan. Harapanlan yang membuat bahagia. Dengan harapan, gairah hidup manusia akan senantiasa bertambah. Harapan-harapan inilah yang nantinya akan menghiasai perjalanan anak adam, akankah menagrah ke syurga atau ke neraka.

Nah watak selanjutnya adalah watak laku prihatin. Laku prihatin adalah mengkonsumsi sesuatu dengan secukupnya. Arti cukup sendiri bukan sejahtera, namun cukup di sini adalah kesederhaan dalam hal berperilaku.

Contoh dari laku prihatin sendiri bila dikaitkan dengan pengharapan adalah sebuah usaha. So, semakin laku prihatin seseorang tinggi, maka akan semakin berhasil pula pengharapan yang selama ini didamba-dambakan.]

3. Tembang Macapat Sinom

tembang macapat sinom
youtube.com

Tahap selanjutnya dari tembang macapat adalah sinom. Tahap ini merupakan tahap ketiga dalam tembang macapat yang mengarah pada masa muda.

Semua orang tahu bahwa masa muda adalah masa produktif. Masa yang tak akan berulang dua kali. Di masa ini tembang macapat menggambarkan arti pentingnya seorang pemuda. Bisa dikatan masa muda adalah masa-masa untuk bersusah payah. Maka dari itu, setiap pemuda harus seproduktif mungkin.

Arti Tembang Macapat Sinom

Dari segi arti istilah, sinom berarti daun yang muda. Sinom juga berarti enom, si enom atau isih enom (masih muda). Nah, jika sinoman bisa beda lagi, sinoman merupakan aktivitas anak muda untuk menghibur pengantin baru sebelum menjelang pernikahannya atau pas pernikahannya.

Watak Tembang Macapat

Watak tembang mocopat ada beberapa, diantaranya yaitu watak semangat dan bijaksana. Watak semangat ini tentu saja berkaitan dengan masa muda. Masa mudalah masa yang digunakan untuk mencoba apa saja. Hikmahnya, masa muda adalah masa untuk menghabiskan kegagalan. Jangan sampai sudah tua baru mencoba-coba.

Watak yang kedua adalah watak kebijaksanaan. Ya, msa muda memang sering mencoba, sering salah namun semua itu tidak lain digunakan untuk mencari sebuah kebijaksanaan.

Dalam tembang macapat sinom, pemuda dalam pandangan Jawa adalah pemuda yang digambarkan dengan gagah perkasa, bijaksana dan sakti.

4. Tembang Macapat Kinanthi

tembang macapat kinanti
hipwee.com

Fase selanjutnya dalam tahapan orang Jawa adalah kinanthi. Kinanthi bahasa sederhananya adalah masa-masa pembimbingan menjadi manusia utuh. Dalam proses pembimbingannya, fase ini memerlukan kesabaran bagi para orang tua untuk menemukan karakter yang tidak lupa akan Jawanya namun juga mampu bersaing dengan dunia global.

Ya, di masa kinanthi ini, seorang pemuda bukan hanya labil, Ia bahkan meniru sana-sini untuk menemukan jati dirinya. Dalam perjalanannya, manusia mempunyai peran penting yakni otak sebagai laboratorium pengalaman yang akhirnya nanti akan diputuskan menjadi sebuah sikap. Nah, sikap itulah yang nantinya terbiasa dan akan menjadi karakter.

Watak Tembang Macapat Kinanthi

Watak dari tembang macapat kinanthi ini adalah kasmaran. Ya, masa-masa muda menuju perbaikan diri seperti inilah masa-masa yang di dalamnya ada perasaan terhadap lawan jenis.

Bila Anda mau mengingat masa lalu, tentu saja masa-masa itu juga pernah kita alami sebelumnya. Sewaktu bertemu dengan lawan jenis pasti kita ingin tampil sempurna baik dari fisik ma

tembang macapat asmaradhana
m.tempo.co

upun akhlak.

Hal inilah yang menitikberatkan mengapa dalam tembang macapat kinanthi watak kasmaran ada tambahannya dengan watak senang dan asih.

5. Tembang Macapat Asmaradhana

 

Tahap kelima dari proses perjalanan hidup manusia adalah asmaradhana. Proses ini merupakan puncaknya asmara. Ya, hati bergejolak ingin mengungkapkan cinta. Di dalam proses ini, pemuda mengalami jatuh hati kepada lawan jenis.

Arti Tembang Macapat Asmaradhana

Arti tembang macapat ini tidak lain adalah gejolak asmara. Hikmahnya, bagi orang Jawa cinta itu adalah lumrah dan pasti terjadi. Rasa cinta itu menjadi pemantik semangat bagi para lelaki untuk bersikap ksatria.

Adapun sikap ksatria mempunyai pengertian sebagai sikap yang berani face to face dalam menghadapi masalah, termasuk dalam hal asmara. Maka, bagi pemuda Jawa mengungkapkan perasaan itu juga merupakan suatu yang penting, tentu saja melamar langsung ke rumah lawan jenisnya.

Dalam tembang gejolak asmara, hal yang dibahas bukan hanya cinta kepada manusia, lebih dari itu cinta yang dibahas juga meliputi cinta alam semesta terlebih cinta kepada Yang Maha Kuasa.

Watak Tembang Macapat Asmaradhana

Sebagaimana tahap-tahap tembang Jawa di atas, tembang macapat asmaradhana pun memiliki watak yang menggambarkan seorang pemuda berbunga-bunga karena cintanya diterima, namun ada pula yang memberikan petuah karena cintanya di tolak.

6. Tembang Macapat Gambuh

tembang macapat gambuh
hipwee.com

Tahap keenam menginjak tahap pencarian telah selesai. Ya, menemukan tambatan hati memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Sigaring nyawa terkadang membutuhkan pengorbanan yang lebih, bahkan bagi pemuda perjuangannya itu merupakan sebuah bukti yang ingin dibuktikannya.

Arti Tembang Macapat Gambuh

Arti dari gambuh sendiri sebenarnya mengandung arti cocok. Jodoh adalah soal kecocokan, dengan kecocokan dua insan akan mengarungi hidup dengan seiring sejalan. Konkritnya, rumah tangga yang dibangun bukan hanya sebatas rumah tangga tanpa visi, namun rumah tangga yang berdasarkan planning membentuk keluarga bahagia.

Di dalam tembang ini juga menyiratkan pesan bahwa kecocokan bukan hanya kecocokan antar individu. Terlebih merupakan kecocokan antara dua keluarga besar karena haikatnya menyatukan dua hati sama saja menyatukan dua keluarga besar.

Watak Tembang Macapat Gambuh

Watak tembang macapat gambuh salah satunya bijaksana. Maksud bijaksana adalah melakukan secukupnya, atau istilah sederhananya sesuai porsinya.

Maksud cocok dan sesuai ukurannya tentulah mengarah pada hubungan yang ritmenya tetap namun langgeng. Ya, jodoh adalah hal yang pertama dan terakhir.

7. Tembang Macapat Dhandang Gula

Tembang macapat Dhandang Gula merupakan mas di mana seorang pemuda memiliki sebuah harapan. Harapan itu tentu saja yang akan membuat hatinya gembira.

Nah di dalam tembang macapat Dhandang Gula tersendiri proses untuk mencapai kebahagiaan itulah setiap manusia harus melakukan laku prihatin. Artinya, setiap harapan yang ingin diraih memerlukan pengorbanan yang lebih.

Arti Tembang Macapat Dhandang Gula

Arti dhandang sendiri bukanlah mengacu pada dhandang untuk masak air. Bukan itu. Dhandang merupakan kata Jawa yang berarti gegadhangan yang berarti cita-cita.

Namun, adapula yang mengartikan lain yakni dhandang adalah burung gagak. Dalam mitos irang Jawa, burung gagak merupakan burung yang bila datang ia membawa kabar duka.

Sedangkan gula adalah makanan sehari-hari yang rasanya manis. Maka dari kata itu pulalah makna gula adalah  hidup yang indah, manis dan bahagia.

Watak Tembang Dhandang Gula

Adapun sikap dari tembang seperti luwes. Ya, manusia pasti diuji baik dalam keadaan senang maupun sedih. Dhandang gula mngajarkan kepada anak adam bahwa sedih bahagia itu seperti roda yang bergiliran menunggu waktunya. Selain watak luwes, tambang ini juga mempunyai watak yang senang, indah dan sangat cocok.

8. Tembang Macapat Durma

Tahap kedelapan adalah durma. Tahap ini adalah tahap yang melalaikan. Sebelumnya, anak adam pastilah sering mengadu kepada Tuhan-Nya sebab Ia rajin meminta. Giliran semua sudah dituruti, hal-hal keduniawian perlahan-lahan mulai menggerogoti hati tuk cenderung berfoya-foya.

Tembang macapat durma ini sering disebut-sebut sebagai tembang yang menggambarkan manusia kufur. Di dalam kekufurannya, manusia sudah tidak lagi memperhatikan etika. Dalam Istilah Jawa keadaan semacam ini disebut dengan istilah munduring tata krama.

Terkadang, kekuasaan sering melupakan kekuasaan Yang Mahas Esa. Ya, dengan kekuasaan dan jabatan yang dimiliki manusia, manusia seakan-akan menjadi angkuh dan berpendapat bahwa kehendak dirinyalah yang bisa merubah semuanya.

Keadaan semacam ini menjadi noda yang akan melahirkan sikap-sikap sombong, congkak, ingin menang sendiri, egois dan watak-watak kasar lainnya karena merasa dirinya paling berkuasa.

9. Tembang Macapat Pangkur

Tembang macapat pangkur adalah proses sampainya manusia pada titik keinsyafan. Di sini, manusia perlahan-lahan mulai menyadari diri bahwa ada sebagian organ yang pela-pelan mulai rapuh. Bahkan tidak berfungsi.

Pangkur bisa disamakan dengan kata mungkur yang artinya undur diri. Ya, di saat-saat usia senja seperti itu, manusia sudah tidak ingin menuruti hawa nafsunya lagi, kala itu seakan-akan semua yang bersumber dari jasadiyah ingin beralih kea rah spiritual kejiwaan.

Watak dari tembang pangkur itu sendiri adalah tembang yang sering digunakan oleh orang Jawa sebagai pitutur (nasehat), pertemanan dan kasih sayang. Ya, di masa-masa itu nasehat bisa masuk tanpa halangan, tentu saja dengan kasih sayang.

10. Tembang Macapat Megatruh

Proses megatruh adalah proses megat dan ruh. Megat berarti pisah sedangkan ruh itu yang jiwa. Jadi, tahapan itu adalah proses berpisahnya ruh di dalam tubuh manusia.

Yang perlu mendapat perhatian dari pesan tembang macapat tahap ini ialah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mengalami mati. Oleh karena tembang ini adalah tembang kesedihan, penyesalan dan getun maka alangkah lebih baiknya bila setiap manusia bisa mengambil hikmahnya, yakni menyesal di awal.

11. Tembang Macapat Pucung

Fase terakhir dalam tembang macapat ada;ah pucung. Pucung bisa diartikan pocong/pengkafanan jenazah. Bisa juga berarti ketika jenazah sudah dikucir untuk dikembalikan kepada sang penciptanya.

Tahap terakhir kehidupan manusia ini merupakan sebuah talqin akan datangnya kepastian bernama kematian. Maka dari itu, hendaknya setiap manusia senantiasa nyepakke bekal buat perjalanan panjang di kampong akhirat.

Adapun watak tembang macapat pucung ialah sembrana parikena. Maksudnya, watak tembang ini menceritakan hal-hal yang ringan, jenaka atau teka-teki. Ya, meskipun ringan, namun di dalamnya mengandung nasehat-nasehat bijak bagaimana menjalin relasi antara alam, lingkungan, manusia dan Tuhan-Nya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *