Sungkem (Mencium Kaki Ibu): Sebuah Tradisi Revolusi Mental di Hari Raya

Revolusi Mental di Hari Raya-Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita di Hari Raya Idul Fitri kali ini. Semoga kita dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin. Ya, bersuka ria namun di dalamnya ada banyak ibadah untuk senantiasa taat kepada-Nya. Baca mengenai contoh teks khutbah Idul Fitri selengkapnya.

suaramerdeka.com
suaramerdeka.com

Beberapa hari lalu, salah seorang teman saya bertanya; “Bos, ajari aku sungkem marang wong tua?”

Pertanyaan tersebut membuat saya larut dalam syukur menjelang Hari Raya Aidil Fitri kali ini. Hal yang paling membuat saya bersyukur adalah di moment hari raya kali ini saya masih bisa bersama dengan kedua orang tua.

Orang Tua Kitalah yang Menjadikan Kita Muslim

Barangkali, di luar sana ada beberapa teman kita yang sudah tidak bisa bersama orang tuanya lagi di Hari Raya Aidil Fitri. Sungguh, berhari raya bersama orang tua adalah satu kenikmatan yang tak terperi.

Namun, dibalik besarnya nikmat yang telah Alllah berikan, ada beberapa saudara kita yang enggan mensyukurinya. Bahkan, nikmat yang dirasa tak cukup sebab hanya harta yang ada di pikirannya.

Pepatah mengatakan bahwa; “Sesuatu yang telah hilang baru akan terasa keberadaannya”. Barangkali pepatah tersebut harus kita ambil hikmahnya dalam-dalam sebelum kita menyesal ke akhirnya.

Sebelum kita kehilangan semuanya hendaknya kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik. Terlebih kepada kedua ibu bapak yang telah menjadikan saya dan Anda muslim sehingga kita bisa menikmati keindahan hidup berhari raya pada kesempatan kali ini.

Sudah sepantasnya di hari raya kita meminta maaf kepada kedua orang tua kita. Dalam bahasa jawa sering disebut sungkem ataupun ujung. Tak perlu malu, sebab untuk kebaikan tak perlu ada rasa malu.

Nah, bila biasanya kita membangun mental melalui pencegahan agar tidak korupsi maka lebih sempurnanya bila kita juga membangun mental melalui sungkem. Ingatlah bahwa keikhlasan Allah juga tergantung keikhlasan orang tua.

Bila orang tua telah ikhlas terhadap anaknya, insyaAllah setinggi apapun cita-cita akan mudah digapainya. Begitu pula seandainya orang tua telah ridha kepada anaknya, sebesar apapun godaan di dunia untuk berbuat dosa akan senantiasa tahan menghadapinya. Sebab doa-doa orang tua senantiasa tulus menjaganya.

Mari kita lebur segala dosa kita di hari raya ini dengan sungkem. Semoga perkataan “ah” yang telah kita ucapkan beribu-ribu kali kepada ayah ibu kita semua terampuni. Kenanglah bahwa kasih sayang ibu, kasih sayang Allah juga….

Kata-kata Sungkem

Kepareng matur dhumateng bapak/ibu/simbah/dll sowan kula wonten ing mriki ingkang sepisan silaturahmi. Ingkang kaping kalihipun ngaturaken sugeng riyadi ngaturaken sedaya  lepat nyuwun pangapunten.

Kaping tiga kula nyuwun donga pangestunipun supados kula saged dados putra ingkang sholeh migunani dhateng agami, nusa, bangsa lan nagari. Lancar anggenipun pados ilmu ingkang manfaat, gampil anggenipun pados rejeki ingkang halal lan thoyyib saha sukses nglampahi gesang wonten ing dunya lan akhirat.

Setalah kita sungkem, biasanya beliau orang yang kita sungkemi akan menjawab seperti ini;

Yo lee, sowanmu mrene tak tampa. Semana uga aku wong tua akeh lupute. Muga-muga isa kalebur ing dina riyaya iki. Tak dongakke apa sing dadi panggayuhanmu dikabulake marang gusti Allah.

 

Blogger Jogja Ambil Keilmuan Jurnalistik — Hobi Men-SEO-kan Konten — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Gabung dan Dapatkan Berbagai Info Kampus di Komunitas Academic Indonesia Whatsapps di 0812-8307-7972

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *