Study in Serbia; Beasiswa Kuliah di Tempat Lahirnya Peradaban Pertama Eropa

80 views
Study in Serbia; Beasiswa Kuliah di Tempat Peradaban Pertama Eropa
Pixabay.com

Pada tahun 2012, saya mendapat kabar gembira karena mendapat notifikasi memperoleh beasiswa pemerintah Serbia di bawah tajuk program “World in Serbia”. Penerima beasiswa Serbia tahun 2012 tidak hanya saya tapi juga 2 orang teman yang lain, yaitu: Sabriana Jayaputri dan Willyam Noveri.

Saya mendaftar beasiswa pemerintah Serbia karena keinginan kuat saya dalam menuntut ilmu sangat besar, namun kemampuan finansial saya yang pas-pasan, maka mendapatkan beasiswa menjadi satu-satunya cara. Ketika mendapat beasiswa Serbia, jujur saya tidak tahu menahu apapun mengenai negara tersebut, namun sekarang saya tahu banyak hal mengenai Negara Serbia.

Ini pun bisa menjadi tips untuk teman-teman yang lain jika berminat mendaftar beasiswa Serbia, teman-teman pasti tahu sendiri bahwa setiap tahun kompetisi untuk mendapatkan beasiswa semakin meningkat, saingannya tidak hanya 1 atau 2 orang saja, tapi seluruh Indonesia.

Jika teman-teman susah menembus beasiswa mainstream seperti: AMINEF, DAAD, ADS, KGSP, Erasmus Mundus, dan beasiswa bergengsi lain, maka mendaftar beasiswa Serbia bisa menjadi alternatif, saya tidak bicara bahwa tingkat kompetisi untuk mendaftar beasiswa ini rendah, namun selalu bisa dicoba, siapa tahu rezeki kalian menuntut ilmu bisa jatuh ke negara Serbia ini.  Dalam tulisan ini, saya akan mengulik tuntas satu per satu tentang negara Serbia, suasana akademik jika menuntut ilmu di sana, dan lain-lain.

Sekilas tentang Serbia

Study in Serbia; Beasiswa Kuliah di Tempat Peradaban Pertama Eropa

Serbia atau secara resmi disebut Republik Serbia merupakan salah satu negara ex-Yugoslavia yang beribukota di Beograd (nama dalam bahasa Inggrisnya adalah Belgrade). Pada tahun 2003 hingga 2006, Serbia masih bergabung dengan Montenegro di bawah nama Uni Negara Serbia dan Montenegro. Pada tahun 2006, Uni negara tersebut mendeklarasikan kemerdekaannya dan secara resmi Serbia menjadi negara sendiri, sama halnya dengan Montenegro.

Secara geografis, lokasi Serbia berada di persimpangan Eropa Tengah dan Tenggara yang berbatasan langsung dengan Hungaria di sisi Utara, Bulgaria dan Romania di sisi Timur, Makedonia di sisi selatan dan Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, serta Montenegro di sisi Barat. Sedangkan Albania juga termasuk negara yang berbatasan langsung dengan Serbia di sisi Tenggara melalui Kosovo, wilayah di Serbia yang masih dipersengketakan.

Iklim di Serbia menggambarkan karakter iklim utara yang sejuk namun lembab saat musim panas. Selain iklim utara, iklim benua juga turut memberikan cuaca dingin dengan curah hujan yang bervariasi di setiap bagian wilayah Serbia termasuk turunnya hujan salju.

Sedangkan karakter bangsa Serbia terutama masyarakat mudanya sangat bangga terhadap negaranya dan mulai lebih terbuka dalam menerima budaya asing yang masuk. Pada umumnya, masyarakat Serbia tidak suka dan tidak ingin kekerasan akibat perang terulang kembali, maka sedikit demi sedikit pengaruh asing mulai mereka terima. Meskipun pada kenyataannya masih terdapat masyarakat Serbia yang tidak menyukai kehadiran orang asing, namun jumlahnya terbilang sangat kecil.

Mengapa Kuliah Serbia?

Beasiswa S2 Serbia

Pertanyaan fundamental yang susah-susah gampang untuk dijawab. Mengapa Serbia? Karena Serbia adalah salah satu negara di Eropa Tengah yang memiliki kualitas pendidikan tidak kalah dengan negara lainnya. Namun, ketika bertemu seseorang yang pernah atau sedang melanjutkan studi di sana, pasti banyak orang bertanya-tanya, mengapa Serbia?

Mungkin hal ini karena negara Serbia adalah negara yang terdengar sangat asing bagi sebuah tempat untuk melanjutkan studi. Meskipun pemain tenis Internasional asal Serbia yang bernama Novak Djokovic sangat dikenal di mana-mana atau nama mantan Presidennya yaitu Josip Broz Tito yang bersahabat dengan mantan Presiden kita, Soekarno. Beliau adalah salah satu pencetus Gerakan Non-Blok dari Yugoslavia sebelum disintegrasi pada tahun 1992.

Transisi menuju demokrasi yang ditandai salah satunya dengan jatuhnya rezim Slobodan Milosevic pada tahun 2000 serta berbagai perubahan yang terjadi dalam kurun waktu pasca-disintegrasi Yugoslavia hingga deklarasi kemerdekaan Montenegro dari Uni Negara Serbia dan Montenegro membuat Serbia menjadi negara yang harus menata ulang segalanya dari awal, mulai dari sistem politik, ekonomi serta sistem pendidikannya. Serbia menghadapi banyak tantangan akses dan kualitas pendidikan bagi rakyatnya sendiri.

Lantas bagaimana sebuah negara yang masih menata ulang sistem pendidikannya menawarkan suatu pendidikan yang layak bagi warga negara asing melalui program beasiswa? Program beasiswa Serbia ini bermula pada tahun 2006, Dewan Pendidikan Nasional ditugaskan oleh Parlemen Serbia untuk pengembangan pendidikan dan penjaminan mutu di bawah pengawasan Menteri Pendidikan.

Kemudian, Kementerian Pendidikan, Sains, dan Pengembangan Teknologi Republik Serbia bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Keuangannya mulai merealisasikan program beasiswa bertajuk “World in Serbia” pada tahun akademik 2010/2011.

Program ini merupakan program beasiswa untuk semua tingkat pendidikan, dimana termasuk tahun persiapan belajar bahasa Serbia sebelum dimulainya perkuliahan di Universitas Beograd. Peserta penerima program beasiswa ini antara lain negara-negara anggota Non-Blok, dimana Indonesia turut menjadi bagian dengan mengirimkan mahasiswa-mahasiswinya untuk melanjutkan studi ke Serbia.

Universitas Beograd sendiri termasuk dalam 500 Universitas terbaik berdasarkan Shanghai Jiao Tong University (Academic Ranking of World University/ ARWU) dan termasuk Universitas terbaik di Serbia. Hasil penilaian ARWU yang dilakukan pada 15 Agustus 2013, Universitas Beograd menduduki kelompok peringkat 301-400 dari sebelumnya berada dalam kelompok 401-500. Kenaikan kelompok peringkat ini didasarkan pada kriteria-kriteria, antara lain:

  • Penelitian Ilmiah;
  • Peranan Universitas terhadap ilmu pengetahuan;
  • Peranan Universitas dalam lingkup global;
  • Banyaknya kutipan ilmiah yang digunakan dalam berbagai karya yang dihasilkan;
  • Respon Ilmiah.

Meskipun ARWU tercatat sebagai “non formal-list”, namun termasuk memiliki prestige yang tinggi di jajaran universitas untuk masuk dalam daftar peringkatnya tersebut.

Studi Lanjut ke Serbia

Ketris dan Dubes Indo utk Serbia

Di Serbia ada enam universitas negeri dan beberapa fakultas negeri di kota kecil lain di Serbia, yang terbesar adalah Universitas Beograd. Berikut merupakan daftar universitas di Serbia:

  • Universitas Beograd (Univerzitet u Beogradu – bg.ac.rs)
  • Universitas Seni Beograd (Univerzitet Umetnosti u Beogradu – arts.bg.ac.rs)
  • Universitas Novi Sad (Univerzitat u Novom Sadu – ns.ac.rs)
  • Universitas NIS (Univerzitet u Nisu – ni.ac.rs)
  • Universitas Novi Pazar (Univerzitet u Novom Pazaru – np.ac.rs).

Pada saat saya memperoleh beasiswa Serbia “World in Serbia”, Universitas Beograd lah yang menjadi satu-satunya Universitas penempatan penerima beasiswa tersebut. Namun, sekarang penempatan Universitasnya menjadi lebih beragam pada Universitas-universitas negeri yang sudah disebutkan di atas. Biaya kuliah untuk mendaftar di Universitas Beograd sendiri tanpa program beasiswa pertahunnya antara 3000-3500 euro untuk orang asing.

Pada saat saya memperoleh beasiswa Serbia, 1 tahun pertama merupakan pembelajaran bahasa Serbia sehingga para penerima beasiswa ditempatkan di sebuah hotel di kaki gunung Avala, guru bahasa Serbia yang setiap harinya datang dan mengajar.

Setelah pelajaran bahasa Serbia tuntas dimana seluruh penerima beasiswa diharuskan lulus paling tidak A2, para penerima beasiswa akan dipindah ke asrama mahasiswa pada bulan awal Oktober, karena untuk S1 perkuliahan dimulai pada awal September.

Asrama mahasiswa terletak di daerah Novi Beograd dengan nama Studenski Grad (kota pelajar) yang mana memang asrama ini dikhususkan untuk pelajar. Studenski Grad ini terdiri dari 4 gedung utama yang setiap gedungnya berkapasitas kurang lebih 770 kamar, setiap kamarnya berisi 2 orang mahasiswa dengan tempat tidur terpisah yang dilengkapi dengan meja belajar, pantry kecil, wastafel, lemari baju dan kamar mandi dalam.

Secara umum Studenski Grad mempunyai berbagai fasilitas, antara lain: laundry, warung kecil, café, kantor pos, tempat belajar, perpustakaan, gedung teater, galeri seni pelajar, amphiteaer, kantin, kantor administrasi, lapangan olahraga dari basket hingga sepak bola, ruang olahraga indoor juga tersedia untuk karate, yoga, thai boxing, dan lain-lain.

Pengurusan berkas dan dokumen di fakultas pada umumnya dilakukan oleh para penerima beasiswa sendiri-sendiri, jadi semuanya harus proaktif, tidak ada yang menunggu dan berpangku tangan bahwa semua administrasi akan diurus oleh Kementrian Pendidikan.

Kementrian Pendidikan Serbia memang mengurus surat administrasi keabsahan status penerima beasiswa di fakultas, namun penerima beasiswa yang akan mengkrosceknya di fakultas masing-masing. Mulai dari pendaftaran di fakultas, pemilihan pembimbing thesis, sampai penentuan mata kuliah yang akan diambil.

Dalam beasiswa Serbia ini, saya mengambil S2 di fakultas filologi jurusan Bahasa, Sastra dan Budaya dengan konsentrasi Sastra Inggris. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, saya juga mengurus semuanya sendiri, dari mengecek keikutsertaan saya dalam program S2 di fakultas, syarat atau dokumen apa saja yang harus dilengkapi, dll. Saya mulai aktif ke kampus pada bulan Agustus, namun notifikasi keikutsertaan saya dalam program S2 baru terkonfirmasi pada bulan Oktober.

Setelah keikutsertaan program S2 saya terkonfirmasi, saya mendapat index, seperti buku rapot kecil untuk laporan studi selama di universitas. Untuk perkuliahan, para penerima beasiswa harus aktif mengecek website fakultas, karena perkuliahan dimulai berbeda-beda di setiap fakultasnya.

Dalam jurusan yang saya ambil, perkuliahan di mulai pada musim dingin pada bulan November sampai Maret, perkuliahan sebenarnya tidak wajib namun banyak sekali mahasiswa yang tetap datang dan mengikuti jalannya perkuliahan.

Program S2 yang saya ambil mempunyai durasi penyelesaian 1 tahun, namun jatah yang diberikan pemerintah Serbia dalam penyelesaian studi S2 adalah 2 tahun. Dalam program S2 saya, sistem perkuliahan hanya terjadi saat musim dingin saja yang terdiri dari 5 mata kuliah (1 mata kuliah wajib dan 4 mata kuliah pilihan).

Para mahasiswa S2 pada saat mulai masuk perkuliahan juga sudah mulai mencari calon pembimbing thesis, karena kompetisi untuk mendapatkan pembimbing thesis yang baik dan bagus sangat ketat, pembimbing thesis yang sibuk biasanya adalah para dosen idola.

Di Universitas Beograd, para mahasiswa bebas memilih kelas dosen mana saja sehingga hal ini kelihatan kentara sekali mana dosen idola dan mana dosen yang pelit nilai dan galak. Kelas dosen idola senantiasa ramai riuh dan penuh, sedangkan kelas dosen yang pelit nilai dan galak akan ada hanya segelintir mahasiswa, kecuali mahasiswa asing seperti saya akan bisa terjebak oleh pemilihan kelas matkul yang berdasarkan dosen ini.

Untung saja sejak awal perkuliahan saya selalu berani untuk PDKT kepada mahasiswa lain teman saya sekelas, saya tidak akan malu bertanya jika ada hal yang tidak saya mengerti dan alhamdulilahnya, mahasiswa-mahasiswa di fakultas saya sangat ramah dan siap membantu, bahkan dosen saya juga sangat baik, mereka dengan senang hati akan meluangkan waktu untuk membantu jika saya ada kesulitan.

Pada umumnya mahasiswa-mahasiswi Serbia sangatlah ramah dan baik hati, mereka mau membantu kepada hal-hal kecil dan memberikan informasi yang mungkin saya belum tahu di kampus. Bahkan ada beberapa teman mahasiswi yang dekat dengan saya, saya diajak ke kampung halamannya dan diperkenalkan dengan keluarga besarnya sehingga saya merasa bahwa saya mempunyai keluarga kedua di negara ini.

Sahabat dekat lain yang memang asli dari Beograd selalu mengecek keadaan saya, mereka bertanya apa saya butuh bantuan atau tidak, kalau tidak biasanya mereka mengajak saya hangout di luar, meski hanya sekedar minum kopi di café, makan bersama di sebuah restoran, menonton film di bioskop mal, menyaksikan acara seni teater, melihat galeri seni, mendengarkan recital piano atau violin, atau hanya jalan-jalan cantik keliling kota.

Kuliah S2 di Serbia

Sistem pendidikan S2 di fakultas filologi Universitas Beograd menurut saya sangatlah sederhana. Seperti yang telah saya sebutkan, mahasiswa S2 hanya wajib mengambil 5 mata kuliah, ketika perkuliahan sudah selesai maka mahasiswa wajib mengerjakan tes akhir.

Dalam mengerjakan tes akhir, saya melakukan negosiasi dengan dosen mata kuliah mengenai bahasa yang digunakan, alhamdulilah sebagian besar dosen mempermudah saya dengan mengizinkan penggunaan bahasa Inggris, namun ada satu dosen yang sedikit galak sehingga tidak mengizinkan saya memakai bahasa Inggris, harus tetap memakai bahasa Serbia.

Ketika sudha menjalani semua tes akhir untuk 5 mata kuliah, maka selanjutnya mahasiswa diperbolehkan mulai bertemu dengan dosen pembimbing thesis untuk berkonsultasi mengenai thesis tentang apa yang akan dikerjakan. Konsultasi thesis yang berlangsung tidak harus selalu tatap muka di kampus, namun bisa melalui email sehingga bisa lebih efektif dan efisien.

Atmosfir belajar di kampus sangatlah terasa, para mahasiswa-mahasiswi sibuk mendiskusikan perkuliahan mereka baik di kelas dengan dosen masing-masing ataupun melanjutkannya di café sambil minum kopi. Runag perpustakaan secara relative selalu ramai oleh mahasiswa yang hanya sekedar membaca dna belajar. Gedung perkuliahan di fakultas saya terletak di pusat kota, di daerah Knez Mihajlova. Sehingga ketika selesai kuliah, saya bisa menghilangkan penat dengan window shopping ataupun berjalan-jalan cantik sampai ke benteng Kalemegdan.

Saya telah menyebutkan sebelumnya bahwa saya adalah salah satu penerima beasiswa Serbia “World in Serbia”. Teman-teman pasti penasaran apa saja yang saya dapatkan ketika memperoleh beasiswa ini. Ketika saya sudah resmi menjadi penerima beasiswa Serbia, maka saya akan mendapat hak sebagai berikut:

  • Pembayaran uang kuliah sampai lulus (estimasi sampai lulus ini adalah 2 tahun, jika belum lulus dalam durasi 2 tahun, beasiswa akan dicabut dan harus membayar pakai uang pribadi)
  • Mendapat kursus bahasa Serbia (penerima beasiswa harus lulus tes bahasa Serbia paling tidak A2, kalau tidak hak menjadi penerima beasiswa Serbia bisa dicabut lalu dideportasi)
  • Mendapat uang saku sebesar 15.000 dinar/ bulan
  • Mendapat fasilitas tempat tinggal (asrama mahasiswa)
  • Mendapat fasilitas makan 3x sehari di kantin
  • Mendapatkan kesempatan wisata mengenal budaya Serbia
  • Mendapatkan asuransi kesehatan selama tinggal di negara Serbia
  • Gratis visa pelajar
  • Gratis pengakuan ijazah.

Jika teman-teman berkeinginan untuk mendaftar beasiswa Serbia ini, maka teman-teman harus selalu memantau website Kedutaan Besar Republik Serbia di Jakarta (http://www.jakarta.mfa.gov.rs/index.php), Blog KERIS (Ikatan Pelajar Indonesia di Serbia) di laman: https://keriserbia.wordpress.com/, twitter KERIS: @KerisSerbia, page FB KERIS: https://www.facebook.com/keriserbia/, dan IG KERIS: @kerisserbia.

Mulai tahun 2015, beasiswa Serbia tidak rutin diadakan setiap tahun tapi ada jeda, jadi ketika tahun 2015 tidak dibuka, tahun 2016 dibuka, dan tahun 2017 kemarin tidak dibuka, mungkin tahun ini insyaallah akan dibuka lagi. Demikian informasi pengalaman saya mendapat beasiswa Serbia, semoga bermanfaat, begitu. Salam pendidikan!

Oleh Asni Furaida

Lulusan S2 di Fakultas Filologi Universitas Beograd

Info Kampus dan Sumber Referensi Kuliah Terlengkap
Fanspage Academic Indonesia
Group Fb Info Kampus Seluruh Indonesia

One thought on “Study in Serbia; Beasiswa Kuliah di Tempat Lahirnya Peradaban Pertama Eropa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *