Strategi Membangun Sistem Perusahaan

Pengertian Sistem Perusahaan

Tulisan kecil ini mungkin minim manfaat. Namun saya yakin, tulisan ini akan bermanfaat 10-20 tahun yang akan datang bagi bangsa Indonesia. Bila tidak, saya berharap tulisan ini setidaknya menjadi memori yang indah bahwa kita pernah bekerja keras mewujudkan mimpi.

Dalam hal ini, saya berterima kasih kepada teman-teman saya yang menaati peraturan. Saya juga sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sengaja melanggar peraturan, tidak sengaja melanggar peraturan, yang tidak tertib, atau karena memang kewalahan menghadapi arus kerja yang berseliweran. No problem Overall its Okey.

Di kesempatan pagi yang segar ini, rasanya ingin menulis mengenai fungsi organisasi, terlebih fungsi manajemen maupun sistem perusahaan. Mengapa saya berterima kasih kepada mereka teman saya yang tidak taat tata tertib dan berterima kasih kepada yang taat peraturan?

Sebab, bagi saya dua-duanya ada hikmahnya. Ada pelajaran yang perlu dikoreksi untuk dikembangkan menjadi sistem yang lebih tepat. Dengan adanya pihak yang tak taat aturan, hal ini tentu saja mengundang pikiran bahwa kiranya terdapat kesalahan dan kekurang tepatan.

So, saya jadikan ini sebagai anugerah sebab hanya orang-orang yang menguasai masalah-lah yang dapat menyelesaikan masalah.

Merintis Perusahaan

pengertiankomplit.blogspot.co.id
pengertiankomplit.blogspot.co.id

Belum lama ini, saya dan teman-teman merintis sebuah perusahaan. Ada dua macam perbedaan ketika merintis perusahaan, pertama adalah perusahaan yang dirintis oleh perseorangan. Dalam hal ini, modal dan semua saham milik satu orang.

Kedua adalah perusahaan yang dirintis oleh beberapa orang. Model seperti ini bisa berbentuk cv atau perusahaan langsung.

Bila kita menilik perusahaan yang dibangun oleh satu orang, biasanya perintisan dilakukan oleh satu orang dan dalam jangka waktu yang sangat lama hingga puluhan tahun. Dengan demikian tidak memerlukan sebuah system untuk mengatur rekan kerja lain di masa perintisannya.

Berbeda dengan merintis perusahaan dengan melibatkan beberapa kelompok atau group. Model ini tentu saja memasang target yanglebih cepat dan akurat. Di sinilah peran sebuah system untuk memudahkan perusahaan mencapai goal setting.

Sistem sendiri menurut Musanef dapat diartikan sebagai suatu sarana yang menguasai pekerjaan dan keadaan agar mampu menjalankan tugas dengan teratur.

So, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa system adalah sebuah aturan agar orang dapat bekerja teratur, tanpa beban dan tentu saja tercapainya tujuan.

Pertanyaannya, mengapa sebuah system perlu dibuat?

Ya, kita sering kali dalam membangun lupa akan alat. Maksud saya, dalam menentukan target lupa akan cara dan pembagian yang teratur. Dalam kata lain, ingat visi namun lupa misi.

Pertanyaan di atas dapat dijawab dengan pengertian system yang kedua menurut Henry Prat Fairchild dan Eric Kohler. Menurut beliau, system adalah sebuah rangkaian yang saling terkait antara beberapa bagian dari yang terkecil. Jika suatu bagian/sub bagian terganggu, maka bagian yang lainnya ikut merasakan ketergangguan tersebut.

Ya,bila belum ada system, kerja menjadi tidak teratur. Tentu saja hal ini akan menimbulkan beberapa problem-problem dan pelanggaran. Mari kita jabarkan apa saja yang menyebabkan gangguan-gangguan di atas muncul dalam beberapa point di bawah ini:

1.Tidur di saat jam kerja

2. Sering Membolos Kerja

3. Kerja tidak maksimal

Problem-problem di atas memang terkesan sepele. Namun bagi individu yang telah terbiasa dididik keras untuk disiplin tentu pelanggaran di atas akan menjadi usikan yang sangat mengusik.

Parahnya, lagi-lagi ditambah dengan ulah yang memang tidak masuk nalar. Misal, pernahkah Anda kesal dengan rekan kerja Anda yang hanya bangun saja minta dibangunkan. Mau bangun tidur saja menuntut orang-orang tertentu untuk membangunkannya.

Bagi saya, Itu hanya level-level yang cocok disandang bagi orang berprofsesi sebagai sleeping preneur, bagaimana bila Anda dan group Anda mempunyai cita-cita sebagai entreprepreneur? Tentu saja orang tersebut hanya akan ditertawakan.

Bagi sebagaian orang yang terbiasa dididik disiplin, tentu saja alasan-alasn di atas adalah alasan-alasan “anak kecil”. Ya, sikapnya masih kecil dalam tataran suka atau tidak suka. Dan yang ada, orang-orang seperti itu hanya ingin dituruti tanpa mengalami proses perbaikan.

Namun kembali ke awal bahwa kita tidak boleh membenci manusianya. Kita hanya dianjurkan untuk membenci sikap buruknya. Adapun bila ada kembalian yang baik, maka tugas kita memaafkannya.

Oleh sebab itu, kesalahan bukan mutlak terjadi pada manusianya. Bisa jadi sistemnya yang kurang tepat bagi rekan-rekannya. Atau? Mari kita bahas lebh lanjut.

Manfaat System Kerja

berpeluang.com
berpeluang.com
  1. Mengatur Jam Kerja

Saya terhenyak oieh salah satu postingan gambar dari teman saya yang mengatakan bahwa keteraturan adalah kunci keberhasilan meraih tujuan. Di sana dijelaskan bahwa keteraturan menjadi kunci lahirnya kerja yang efektif, efisien, ringan dan bertanggung jawab.

Ya, bila waktunya tugas A, semua harus melakukan tugas A. Tidak ada yang tidur, pergi atau ngopi. So, semua dilakukan secara bersama-sama, kebersamaan dan milik bersama.

  1. Mencatat Absen Jam Kerja

Ini adalah tugas sekretaris. Dengan adanya system jam kerja, semua jam kerja telah diatur sedemikian rupa. Otomatis kita sudah menggunakan system yang professional. Bila memang tidak bekerja, harus dicatat tidak masuk kerja. Begitu juga bila ada kerja lembur, semua harus kerja lembur.

  1. Meringankan Beban Pikiran

Saya amati, sebagian teman memang terasa ada pikiran yang berat. Termasuk saya hehe. Ya, sebab parameter yang digunakan lebih menuntut pekerjaan harus selesai sekarang, bukan kerja di waktu ini sampai itu.

Tentu saja hal ini bukan bermaksud untuk menyepelekan target, namun alangkah bijaknya bila yang ditekankan adalah keteraturan terlebih dahulu. Ya jam kerja. Semua teratur dan semua bisa diatur.

Dengan adanya pemetaan melalui jam kerja, diharapkan dapat meringankan kerja dan beban pikiran rekan kerja. Lebih jelasnya tidak akan ada gress pikiran, baik dalam pelaksanaan tugas. Misal, mengerjakan hal A belum selesai namun sudah mengerjakan B, begitu seterusnya.

  1. Meminimalisir Kecemburuan Sosial

Inilah kekuatan group, terletak di kekompakannya. Bila telah disekapakati ada program A, ya semua suka tidak suka harus menjalankannya. Bila ada satu saja yang mbalelo, saya yakin itu akan menjadi virus dan akan merambat pada divisi-divisi lainnya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai sistem perusahaan mengenai pentingnya jam kerja. Ya, semua dikembalikan kepada Anda, apakah Anda ingin berhasil mencapai tujuan atau tidak. Sebab keberhasilan untuk mencapai tujuan tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan bejo dari langit, atau menanti bintang jatuh.

Ya, semua butuh kerja keras dan kesabaran. Sabar dalam menaati tata tertib, terlebih sabar dalam menjaga amalan-amalan akhirat. Akhir kata, penulis mengingatkan agar tetaplah menjaga kekonsistenan; berjuang memang pahit, sebab syurga itu manis hehe…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *