Sejarah Pramuka di Indonesia

Sejarah Pramuka di Indonesia — Mengetahui sejarah pramuka di Indonesia adalah hal yang wajib untuk diketahui oleh seluruh anggota pramuka yang ada di Indonesia. Entah itu anggota pramuka dari kelompok Penggalang, Penegak, Pandega atau Pembina.

sejarah pramuka indonesia
Tunas

Bahkan sebenarnya kelompok pramuka siaga juga tentunya sudah mulai diperkenalkan mengenai sejarah pramuka di Indonesia. Hanya saja materi sejarah pramuka dunia ataupun sejarah pramuka di Indonesia itu bisa disajikan dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Karena adanya sejarah Pramuka Indonesia adalah nyawa dari pramuka itu sendiri. Sebab bangsa yang besar aalah bangsa yang bisa mengenali sejarahnya. Jadi untuk lebih lanjutnya, mari mengetahui sejarah pramuka Indonesia itu sendiri.

Sejarah Pramuka Indonesia

Peraturan tentang adanya pramuka ini dimulai dari masa perintisan saat munculnya Ketetapan MPRS nomor II/MPRS/1960. Ketetapan ini ditetapkan pada tanggal 3 Desember 1960 yang mentapkan tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Dalam ketetapan ini bisa ditemukan Pasal 330 C yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Selanjutnya penertiban tentang kepanduan pasal 741 dan pendidikan kepanduan diminta supaya diintesifkan. Lalu menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka pada pasal 349 ayat 30. Selanjutnya kepanduanpun dibebaskan dari sisa-sisa Baden Powell.

Ketetapan ini memberikan kewajiban agar Pemerintah melaksankannya. Sebab pada tanggal 9 Maret 1961 Presiden atau Mandataris MPRS telah mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia. Mereka dikumpulkan dan ditempatkan di Istana Negara.

Saat itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada ada haruslah diperbaharui. Metode dan aktivitas pendidikan harus diganti. Serta seluruh organisasi kepanduan yang ada di berbagi wilayah Indonesia dilebur menjadi satu yang Pramuka dengan kepanjangan Praja Muda Karana.

Tidak lupa Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Profesor Prijono, Dr. Azis Saleh dan Menteri Trasnmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini sangat diperlukan untuk mengesahkan adanya pramuka.

Lalu terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 tahun 1961 pada tanggal 5 April 1961. Keputusan itu menjelaskan tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka. Adapun susunan keanggotaan seperti yang telah disebutkan oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Lalu pada tanggal 11 April tahun 1961, keluar juga Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 yang menetapkan tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota panitia ini sama halnya yang telah ditetapkan sebelumnya dengan penambahan anggota Muljadi dari Menteri Sosial.

Panitia itulah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961. Keputusan itu ditetapkan pada tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Kelahiran Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka ditandai dengan berbagai rangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

Adanya pidato presiden Soekano di hadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan. Pidato ini dilangsungkan pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa inilah yang kemudian disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.

Adanya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 pada tanggal 20 Mei 1961 ini mengatur tentang Gerakan Pramuka. Ditetapkannya Gerakan Pramuka ini adalah sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia.

Di mana organisasi ditugaskan sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Presiden Soekarno juga mengesahkan Anggaran Dasar (AD) Gerakan Pramuka.  AD inilah yang dijadikan sebagai pedoman, petunjuk, dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Jika di Indonesia tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Maka tanggal 20 Mei bagi Gerakan Pramuka diperingati sebagai tonggak sejarah untuk pendidikan. Peristiwa inilah yang kemudian hari disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.

Pada tanggal 30 Juli 1961, para wakil organisasi kepanduan di Indonesiapun ikut meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Meleburnya berbagai organisasi kepanduan ini  dilakukan di Istana Olahraga Senayan. Peristiwa inipun disebut sebagai Hari Ikrak Gerakan Pramuka.

Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1961, digelarlah sebuah pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara. Pelantikan ini diikuti oleh defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.

Pelantikan ini didahului dengan penganugerahan panji-panji gerakan pramuka. Gerakan pramuka ini terjadi pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa inipun disebut dan diperingati sebagai Hari Pramuka.

Gerakan Pramuka Indonesia Diperkenalkan

Pada tanggal 9 Maret 1961, presiden Soekarno berpidato untuk menegaskan keberadaan Pramuka di Indonesia. Ia juga berpidato menegaskan keberadaan Gerakan Pramuka di Indonesia pada peringatan Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.

Presiden Soekarno menyampaikan dalam pidatonya bahwa Gerakan Pramuka telah ada dan sudah dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu Keputusan Presiden (Kepres) RI No. 238 Tahun 1961 mengenai Gerakan Pramuka, organisasi ini harus memiliki pengurus dan juga anggota.

Lalu berdasarkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS). Di dalam MAPINAS ini di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.

Kemudian dengan adanya Keppres RI No.447 Tahun 1961 pada tangagal 14 Agustus 1961 jumlah anggota MAPINAS pun telah beranggotakan 70 orang. Di mana rincian dari 70 anggota itu adalah  17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas. Lalu 8 orang adalah anggota Kwarnas yang juga ikut menjadi anggota Kwarnari.

MAPINAS ini sendiri diketuai langsung oleh presiden RI, Ir. Soekarno. Lalu Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai wakli ketua II dan Brigjen TNI Dr.A.Aziz Saleh sebagai wakil ketua MAPINAS II.

Adapun kepengurusan dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat sebagai Ketua. Lalu Brigjen TNI Dr.A.Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap sebagai Ketua Kwarnari.

Sementara itu Gerakan Pramuka sendiri secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Diperkenalkannya Gerakan Pramuka di Indonesia ini bukan hanya dilakukan di Ibukota Jakarta saja.

Akan tetapi perkenalan ini juga dilakukan kota-kota lain yang dirasa penting di Indonesia. Bahkan di Jakarta Gerakan Pramuka sendiri sudah memiliki anggota sekitar 10.000 orang. Mereka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan di depan Presiden Soekarno dilanjutkan dengan keliling Jakarta.Sebelum kegiatan pawai dimulai, Presiden Soekarno juga melantik anggota MAPINAS , Kwarnas dan Kwarnari.

Nah, peristiwa perkenalan Gerakan Pramuka yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 1961 inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Pramuka. Maka setiap tahunnya pada tanggal 14 Agutus, Hari Pramuka ini diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Jadi jangan mengaku anggota pramuka ya, kalau hari lahir pramuka sendiri lupa. Nah, sejarah pramuka di Indonesia ini adalah salah satu materi pramuka yang harus diketahui oleh setiap anggotanya.

Demikian yang bisa kami ulas mengenai sejarah pramuka di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Info Kampus dan Sumber Referensi Kuliah Terlengkap Fanspage Academic Indonesia Group Fb Info Kampus Seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *