14 Pilihan Prospek Kerja Jurusan Sastra Arab

Prospek Kerja Jurusan Sastra Arab — Memilih jurusan memang kadang gampang-gampang susah. Nah, kalau Anda mendengar jurusan Sastra Arab, kira-kira apa yang di pikiran Anda? Mereka akan jadi calon ustadzkah? Atau lebih tepatnya lagi, Anda akan menerka mahasiswa yang mengambil jurusan Sastra Arab akan jadi onta Arab?

Jurusan Sastra Arab
pixabay.com

Biasanya sih, mahasiswa sastra sangat dikenal dengan puisi-puisi indahnya, kutu buku, kadang juga sering dikatakan introvert dan sering sekali ditanyakan mau jadi apa besok.

Padahal, jika Anda mahu melihat prospek kerja mahasiswa Sastra Arab akan terkesima. Hal ini sebanding dengan sulitnya menjadi mahasiswa Sastra Arab, mulai dari harus mengusai tata bahasa bangsa Arab, budaya, dialeg dan lain sebagainya.

Tenang dulu ya! Karena dibalik perjuangan bertubi-tubi itu akan datang sebuah hasil yang membanggakan. Mahasiswa Sastra Arab akan dibutuhkan di hampir semua bidang.

Prospek Kerja Jurusan Sastra Arab

Prospek Kerja Jurusan Sastra Arab
Pixabay.com

Kadang, menjadi mahasiswa jurusan sastra, khususnya Sastra Arab  seringkali dipandang sebelah mata. Kadang ada juga yang mengatakan “huuh, anak Sastra Arab, mau jadi apa kamu besok? Mau jadi penyair ya? Mau jadi penggombalya? Atau maju jadi???” begitu tanyanya kepada mahasiswa jurusan Sastra Arab.

Tetapi bagi Anda yang mengambil jurusan sastra, khususnya Sastra Arab. Saya tekankan lagi bahwa kedepannya, peran atau prospek kerja jurusan Sastra Arab ini akan banyak bersinggungan dengan dunia Arab.

Terlebih, di Indonesia ini mayoritas agamanya adalah agama Islam, tentu saja sangat potensial bila Anda memiliki skill berbahasa Arab, mengingat masih jarangnya penguasaan bahasa Arab.

Nah, bagi Anda yang mengambil jurusan Sastra Arab, ada banyak prospek yang bisa kerjakan sehabis lulus kuliah. Ada beberapa alternatif yang cocok dan menguntungkan sesuai bakat Anda terkait jurusan Sastra Arab.  Simak ya!

1. Penerjemah

Penerjemah Mahasiswa Sastra Arab
pixabay.com

Menjadi seorang penerjemah cocok buat Anda, apalagi sangat sedikit sekali para penerjemah, baik itu berupa penerjemah novel, berita atau penerjemah-penerjemah teks lainnya yang berkaitan dengan bahasa Arab.

Jika Anda orang yang hobi bekerja di rumah, tidak terlalu senang bekerja kantoran, pilihan menjadi penejemah sangat cocok buat Anda. Anda hanya perlu mempersiapkan bahasa Arab dan mengulangi pelajaran-pelajaran tentang penerjemah supaya tidak sia-sia apa yang Anda perjuangkan semasa kuliah.

Melihat budaya literasi yang semakin berkembang akhir-akhir ini, tak sedikit penerbit di Indonesia mencari bibit-bibit penerjemah bahasa yang handal. Apalagi saat ini banyak sekali buku-buku khususnya tentang Sastra Arab yang belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Menjadi seorang penerjemah banyak yang Anda dapatkan mulai dari fee, ilmu dan keterampilan mengelola bahasa plus Anda bisa berjejaring dengan para penerjemah di Indonesia.

2. Guru atau Dosen

Menjadi seorang guru tidak hanya bisa dikerjakan oleh mahasiswa yang mengambil jurusan pendidikan saja, namun mahasiswa Sastra Arab pun bisa menjadi dosen dan guru. Intinya, Jika Anda mempunyai kemampuan, senang mengajar dan menyukai anak-anak didik, Anda bisa melakukannya, khususnya bagi Anda mahasiswa Sastra Arab.

Sering sekali orang-orang berpikiran bahwa mahasiswa Sastra Arab mentok-mentok menjadi guru ngaji dan agama. Tunggu dulu, mahasiswa Sastra Arab bisa loh mengajar sejarah Arab, bisa juga mengajar bahasa Indonesia atau bahasa Arab.

Mahasiswa Sastra Arab juga bisa mengajar tentang ilmu budaya karena ketika mempelajari Sastra, orang tidak bisa lepas mengkaji budaya dengan teori-teori kebudayaan.

Pekerjaan guru ini biasanya disenangi oleh perempuan. Terlebih bila Anda mahasiswi yang mengambil jurusan Sastra Arab, tidak ada salahnya Anda memilih profesi sebagai guru  atau seorang dosen.

3. Jurnalis

Jurnalistik merupakan pekerjaan yang banyak berkecimpung di dunia tulis-menulis. Tulis-menulis ini sudah lumrah dikerjakan oleh mahasiswa Sastra, khususnya mahasiswa Sastra Arab. Hal ini dikarenakan mahasiswa sastra sangat akrab dengan tata bahasa dan sangat peka dengan kata; mudah dipahami dan kata yang tidak mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, mahasiswa Sastra Arab jaga bisa menjadi jurnalis TV loh! Cukup bermodalkan mental dan berani bicara.

Anda juga bisa mencoba berkarir ke media-media besar seperti Kompas, Tempo, Jawa Post, Jogja Post dan lain-lain. Selain media-media itu memberitakan tetang isu-isu nasional, media-media besar tersebut juga memuat berita-berita internasional. Contoh media yang rubriknya khusus membahas tentang kondisi Timur-tengah adalah Kompas dan Republika.

Jika Anda tidak menguasai bahasa Arab, ketika ingin terjun untuk mewancarai orang-orang di sekitar, Anda akan kesulitan dan bahkan Anda tidak akan mengerti apa yang dikatakan orang yang Anda wawancarai tadi. Alhasil, berita yang Anda buat jadi rancu.

Bekerja sebagai jurnalistik juga tidak hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa yang mengambil jurusan Ilmu Komunikasi saja, namun mahasiswa Sastra Arab pun bisa bekerja sebagai jurnalis. Ditambah dengan background tulis-menulis dan belajar tata bahasa yang selama ini ditekuni, tentu saja menjadi nilai lebih.

4. Bidang Pariwisata

Mahasiswa-mahasiswi Sastra Arab
pixabay.com

Memiliki kemampuan berbahasa asing memungkinkan bagi mahasiswa jurusan Sastra Arab mendapatkan pekerjaan di bidang pariwisata. Anda tahu gak sih? Bidang pariwisata membutuhkan skill orang-orang yang pandai berbahasa plus ramah dengan turis.

Jika kita melihat berita di media sosial tentang datangnya Raja Arab Raja Salman ke Indonesia bulan lalu, ketika itu Indonesia disoroti oleh berbagai negara di dunia, khususnya orang-orang Timur-Tengah sendiri. Sebab, antara Indonesia dan Arab memang secara tidak langsung ada kedekatan, baik dalam hal spiritualitasnya, budaya maupun bahasanya.

Mau tidak mau memang Indonesia sudah disoroti. Terlebih ketika Raja Salman pergi ke Bali, daerah wisata yang cukup termasyur di Indonesia. Di momen-moment seperti itu, tentunya orang yang pandai berbahasa Arab akan diperlukan. Tentu tidak hanya untuk Raja Salman saja, namun untuk setiap orang dari penjuru Arabian yang akan berwisata di Indonesia.

Kalau “takut” dengan Raja Salman, Anda bisa menjadi pemandu wisata ke Timur-Tengah dan membuka tempat traveling di sana. Sedangkan di zaman sekarang, banyaknya turis-turis dari Timur-Tengah yang datang ke Indonesia untuk berliburan sangat membuka peluang-peluang bisnis di sector pariwisata.

Ditambah, kini Indonesia sudah menjadi tujuan pariwisata berkelas dunia dan banyak mendapatkan lirikan dari turis. Nah, cocok buat Anda nih, dapat fee, ilmu, saudara sekalian jalan-jalan.

5. Bekerja Peneliti Budaya

Prospek Kerja Sastra Arab
Pixabay.com

Selain menjadi pemandu wisata, seorang sarjana Sastra Arab juga bisa bekerja sebagai seorang peneliti  budaya asing. Contohnya sebagai seorang pengkaji atau peneliti budaya Timur-Tengah di Pusat Studi KajianTimur-Tengah; baik di sebuah lembaga swasta ataupun di universitas.

Seorang pengkaji wilayah Timur-Tengah sangat jarang dan bahkan kalau Anda yang bekerja sebagai pengkaji wilayah Timur-Tengah, Anda bisa pergi ke Timur-Tengah untuk berperan sebagai pengkaji budaya di sana secara langsung langsung.

Nah, kalau Anda senang meneliti baik mengenai sejarah, budaya, pemikiran dan  sebagainya. Cocok banget nih buat Anda. Selain bisa meneliti secara langsung ke tempat yang Anda ingin kaji, Anda juga bisa memantapkan jenjang karir sebagai pengajar budaya Timur-Tengah.

6. Entrepreneur

Menjadi seorang wirausaha atau entrepreneur merupakan pekerjaan yang diidolakan. Selain belajar membuka usaha sendiri, seorang pengusaha juga bisa menentukan jam kerja sesuai yang diinginkan— mandiri.

Menjadi wirausaha tidak harus menjadi mahasiswa jurusan ekonomi terlebih dahulu loh. Pertanyaan yang sering muncul kepada mahasiswa jurusan Sastra Arab yang ingin bekeja di tempat wisata “Apakah mahasiswa Sastra Arab bisa menjadi wirausaha?”

Jawab saja “Bisa dong!” Karena menjadi wirausaha tidak harus menjadi mahasiswa jurusan ekonomi atau bisnis. Mahasiswa Sastra Arab juga bisa melakukannya. Mulai dengan membuka agen wisata ke jazirah Arabian, membuka jasa penerjemah, menyediakan les privat bahasa Arab dan lain sebagainya.

7. Penulis

Sastra Arab Kerja Apa
pixabay.com

Berprofesi sebagai seorang penulis adalah pekerjan yang  bisa dibilang akrab dengan jurusan Sastra, khususnya Sastra Arab. Di dalamnya, mahasiswa Sastra Arab bisa menjadi seorang cerpenis, novelis, prosais, penyair dan Anda juga bisa menjadi seorang kritikus.

Lah, apakah nyambung tuh mahasiswa Sastra Arab sebagai penulis? Sedangkan mahasiswa Sastra Arab hanya belajar bahasa Arab dan tidak mempelajari bahasa Indonesia.

Jangan salah dulu yaa! Selain mahasiswa Sastra Arab diajarkan tata bahasa Arab, ia juga diajarkan bagaimana menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain harus menguasai bahasa Arab, mahasiswa Sastra Arab juga harus menguasai bahasa Indonesia loh. Hebatkan?

Kalau Anda bercita-cita sebagai penulis, Anda tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang bisa melemahkan potensi Anda, misalnya sindirian; “Ngepain jadi penulis? Gak takut melarat?“

Anda tidak usah khawatir, banyak kok para penulis yang sukses dan bisa Anda jadikan contoh. Seperti halnya Tere Liye, Dewi Lestari, Ayu Utami, Gunawan Muhammad, Seno Gumira Adi Darma, Mahfud Ikhwan dan masih banyak lagi para penulis sukses yang bisa Anda jadikan contoh.

Bahkan menjadi penulis bisa mejadi profesi utama loh! Apalagi sebagai penulis Anda tidak harus berpakaian rapi dan tidak akan diperintah. Karena sebagai penulis, Anda akan bebas mengembangkan seluruh imajinasi Anda. Tinggal persiapan ide, gagasan dan setelah itu menulislah dengan gaya Anda sendiri.

Sebagai penulis, Anda tidak perlu cemas jika tidak diberi subsidi dari negara, karena kebijkan terbaru sesuai keputusan menteri pendidikan tahun 2016 lalu, mulai tahun itu pula seorang penulis akan mendapatkan dana.

Tujuan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut ingin memajukan dunia literasi, khususnya tentang kesusastraan Indonesia agar mendunia. Salah satu kebijakannya adalah semacam beasiswa bagi penulis untuk menghasilkan karya.

Selain mendapatkan dana, Kementrian juga akan meningkatkan kualitas-kualitas karya Sastra selanjutnya, karya setiap penulis akan ditejemahkan ke dalam bahasa Asing.

8. Ahli Bahasa

Prospek Kerja Mahasiswa Sastra Arab
pixabay.com

Ahli bahasa bisa menjadi pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mahasiswa bahasa dan tak terkecuali mahasiswa Sastra Arab. Selain memang ahli bahasa sangat erat dengan jurusan Sastra,  melalui pekerjaan sebagai ahli bahasa, hal tersebut dapat mempermudah Anda untuk lebih mengenal bahasa yang Anda kuasai.

Jangan salah sangka, ahli bahasa juga merupakan pekerjaan intelektual yang sangat dihormati sebab tak mudah untuk menjadi seorang ahli.

Sepengetahuan saya, lantaran ahli bahasa, khususnya bahasa Arab di Indonesia ini sangat sedikit, profesi sebagai ahli bahasa sangat dihargai, dihormati baik dari segi kelayakan fee ataupun karirnya di sebuah lembaga maupun perusahaan.

9. Menteri Luar Negeri

Berprofesi sebagai menteri luar negeri tidak harus lulusan jurusan Hubungan Internasional. Lulusan sarjana Sastra pun bisa berkesempatan untuk menjadi seorang menteri. Pengetahuan tentang bahasa dan budaya asing adalah pilar acuan awal untuk menjadi menteri luar negeri.

Mahasiswa jurusan Sastra Arab juga bisa menjadi duta Indonesia untuk negara-negara yang berada di kawasan Timur-Tengah. Bisa juga Anda akan menjadi perwakilan Indonesia untuk Mesir dan sebagainya. Kerenkan?

Siapa sih yang tidak ingin menjadi seorang Menteri Luar Negeri, pastinya semuanya ingin.

Bagi Anda mahasiswa Sastra Arab, pastikan bahwa kuliah Anda bukan hanya di kelas saja, namun juga melanglangbuana agar nantinya Anda bisa lebih bisa mempadukan antara teori dengan kunjungan di lapangan.

Menjabat menteri luar negeri untuk wilayah Timur Tengah pun tak ada yang tak mungkin.

10. Sutradara

Mahasiswa Sastra Arab
pixabay.com

Menjadi seorang sutradara tidak hanya bisa dikerjakan oleh mahasiswa seni atau mahasiswa jurusan perfilman saja, namun mahasiswa Sastra, khusunya mahasiswa Sastra Arab pun bisa bekerja sebagai sutradara.

Hal yang menunjang Anda bisa menjadi sutradara antara lain dari terbiasanya menulis naskah drama atau teater untuk tugas ketika kuliah. Sebab, modal awal menjadi sutradara adalah kelihaian membuat naskah yang baik, dinikmati dan dimengerti oleh orang lain. Bukan dari apa lulusan Anda.

Perbedaan sutradara film atau drama sebenarnya hanya terletak dari segi tempat berlangsungnya saja. Kalau drama show-nya di panggung sedangkan film show-nya bisa langsung. Ketika Anda mau menjadi sutradara, baik itu film atau drama, paling tidak Anda mempunyai basic, basic Anda yaitu bisa menulis sebuah naskah.

11. Bekerja di Perusahaan Multinasional

Saat ini perusahaan Multinasional seperti Google, Electronic Arts.Gameloft dan berbagai aplikasi smart phone membutuhkan ahli bahasa, orang yang mampu berkomunikasi cakap dan mampu diajak kerjasama.

Perusahaan multinasional ini juga sangat membutuhkan orang yang ahli dalam bahasa Arab agar orang-orang Arab yang ingin membuka ataupun memainkan aplikasinya bisa dengan mudah dipahami dan dijalankan.

12. Editor

Nah, profesi berikutnya, sebagai mahasiswa Sastra Arab, Anda juga bisa memilih menjadi seorang editor. Apa saja sih pekerjaan sebagai editor?

Pekerjaan sebagai editor sangat cocok juga, karena menjadi editor perlu adanya kepekaan bahasa yang tinggi. Biasanya kepekaan bahasa ini ada pada mahasiswa Sastra. Apalagi mahasiswa Sastra Arab banyak mempelajari tentang keindahan— tentang nilai-nilai keindahan dalam bahasa Arab itu sendiri.

Lebih lagi jika Anda senang mambaca dan menulis, pastinya sangat cocok memilih profesi sebagai editor. Adapun ruang lingkup menjadi seorang editor bisa berperan sebagai penyunting naskah buku, majalah, koran dan pembuat ilustrasi.

13. Bekerja di Lembaga Asing

Sebagai serjana Sastra Arab, Anda bisa berkesempatan bekerja untuk organisasi-organisasi Asing yang berada di Indonesia. Contohnya, Anda bisa bekerja di United Arab Emirates Embassy yang berada di Indonesia. Karena adanya lembaga yang dinaungi arab, Anda tidak perlu repot-repot melamar keja jauh-jauh ke negeri Arabian. Cukup Anda mendaftar di Indonesia saja.

14. Menjadi Sastrawan

Sastra Arab
Pixabay.com

Pekerjaan yang bisa Anda lakukan sebagai mahasiswa Sastra adalah menjadi seorang Sastrawan. Gelar menjadi sastrawan tidak harus Anda mengambil jurusan Sastra Indonesia untuk menjadi sastrawan. Karena menjadi seorang Sastrawan, Anda hanya akan dituntut mempersiapkan keilmuan tentang sastra baik budaya, sastra, seni dan tak lupa menciptakan sebuah karya fenomenal.

Kadang ada yang mengatakan; “Ngapain jadi sastrawan? Kuliah saja jarang-jarang kok. Terus mau jadi Sastrawan. Mau pandai mengkhayal?”. Ada juga yang mengatakan “Mau jadi sastrawan Arab atau bagaimana?.”

Ketika Anda bisa berada di jalan lurus menjadi seorang sastrawan, kedepannya banyak yang akan mengenal profil dan karya Anda. Satu pilihannya toh, Anda dari jurusan Sastra Arab bisa menjadi seorang Sastrawan fenomenal!

***

Nah, ada 14 pekerjaan yang bisa Anda kerjakan setelah lulus dari jurusan Sastra Arab. Anda tidak perlu berkecil hati dengan teman-teman Anda yang mengambil jurusan lain— yang katanya lebih “menjanjikan”. Anda akan merasa lebih keren ketika memang pekerjaan Anda sangat cocok dengan passion Anda.

Anda bisa abaikan orang-orang yang menganggap jurusan Anda itu gak keren atau jurusan buangan dan perkataan yang harus diabaikan ketika ada orang yang mengatatakan “Ngapain ngambil jurusan Sastra Arab? Mau jadi TKI di Arab ya”.

Terkadang, Anda perlu sadarkan mereka yang menganggap mahasiswa Sastra Arab menjadi seorang kutu buku, calon TKI di Arab, atau yang mengatakan mahasiswa yang mengambil jurusan Sastra akan lulus lebih lama.

Tenang saja, orang-orang yang menganggap jurusan Anda itu sebagai jurusan buangan; barangkali belum mengerti potensi-potensi di dalamnya. Sebab, memang pengetahuan manusia terbatas, dan komunikasilah jembatan yang tepat untuk saling berbagai mengenai berbagai prospek kerja jurusan kuliah.

Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *