Gemilang Prestasi Totti di AS Roma

  • Joseph Sebastian Nazareno Silaen
  • Lulusan dari Univeritas Negeri Yogyakarta, Jurusan sejarah
  • Menyukai Dunia Bola

Menonton Roma akan menjadi lengkap dengan keberadaan seorang Totti. Kalimat itu wajar jika Anda pendukung Roma atau pendukung Totti. Bagi warga Roma, Totti adalah segala, dialah pemain yang mengikuti Roma lebih dari dua dasawarsa.

Sebagai Kapten, dialah sosok yang mengetahui bagaimana Roma mengalami pasang surut sejumlah pemain hingga pelatih datang dan pergi. Bahkan kemarahan warga Roma meledak ketika Adrian Mutu mengaku lebih baik dari Totti.

Bagi penikmat sepak bola Italia, Totti fenomena kecintaan serta loyalitas antara pemain, klub, dan pemain. Totti adalah sosok yang berbeda karena pemainan yang memiliki olah bola baik dengan naluri mencetak gol tinggi di belakang striker.

Dia adalah pencetak gol cantik ke gawang Real Madrid ketika musim 2001-2002. Lebih baru dia aktor utama dari kemenangan Roma atas Torino dan Napoli kemarin, saat kritik dan isu penyingkiran atas dirinya menaik.

Sebuah gol bagi Totti adalah pembuktian, namun mungkin tidak bagi seorang Alessio yang menyaksikan duo gol sang kapten. Bagi Alessio Totti adalah pemain yang kelewat spesial, bahkan dia merasa takjub ketika diajak menonton sesi latihan dengan idolanya.

Bersama ngobrol layak sahabat dan diberikan baju spesial adalah bentuk terlalu spesial untuk Romanisti yang lahir sebelum debut Totti. Bahkan, moment inilah moment terbaik yang diberikan Totti setelah “ditelanjangi” saat Roma scudetto.

Seorang Gareth Bale harus datang ke ruang ganti Roma untuk sekedar minta tandatangan dengan Totti, idolanya. Bahkan pemain tersebut rela dicaci akibat perlakuan menunggui Totti. Totti dalam kiprah menunjukan bahwa sepak bolanya kebilang baik, dialah sosok yang mengawali permainan 4-6-0, di tangan Spalletti formasi ini dikenal dengan 4-2-3-1.

Posisi ini memberikan segala kemudahan Totti berkreasi atas umpan rekannya. Roma di tangan Spalletti era pertama dikenal dengan sepakbola cepat dan mengandalkan penguasaan bola.

Awal Permainan Totti

footballaustralia.com.au
footballaustralia.com.au

Di kala menduduki posisi pelatih, Spalletti mendapatkan kekuarangan Roma dengan sejumlah posisi; bek tengah, bek kiri, dan striker.  Waktu yang mengiringkan Spaletti percaya dengan duet Chivu dan Mexes yang kian padu, ditambah dengan pembelian Curfe dan akhirnya Tonetto membuat pertahanan Roma meningkat dalam kinerja.

Kurangnya posisi Striker menjadikan Roma menerapkan totti sebagai Striker tunggal, hal ini ketika ketergantungan pada Totti menjadi mengkilapnya sang Pangeran. Di tangan Spalletti Totti meningkat dari gelandang pengatur permainan menjadi Goalgetter macam Del Piero.

Situasi yang menjadikan pertanyaan siapa yang lebih baik akan keduanya? Keduanya tidak pernah mendebatkan siapa dan apa alasannya dari mereka menjadi terbaik. Karena sejatinya setiap pemain punya guru pebimbingnya.

Pirlo sosok yang dikenal dengan kemampuan mebagi dan mengalirkan bola di Juventus dan AC Milan mendapatkan bimbingan dari Roberto Baggio sebagai pemain tambah. Hampir berberapa kali dia ikut dari transfer Roberto Baggio.

Dari Baggio-lah bagimana skill Pirlo sedikit terasah, berkembang dari Gelandang Bertahan sampai Gelandang tengah (Playmaker) bersama Brescia. Ketika hijrah ke AC Milan peran Pirlo dikembangkan sebagai geladang tengah yang menjaga alur permainan di bawah pengawasan faith Terim dan Carlo Ancelotti menjadi pilihan utama AC Milan dan Timnas Italia.

Sedangkan sosok Del Piero jauh lebih unik, dia di kelilingi Striker Italia terbaik macam  Gianluca Vialli, Fabrizio Ravanelli serta Filipo Inzaghi.

Belum lagi kemampuan mengolah bola dengan rekan Pavel Nedved dan Zidane yang pernah bersama bermain untuk Juventus. Sedangkan sosok pembimbing Totti praktis sangat sedikit, hampir semua pemain senior datang ketika dia memiliki ban kapten.

Berbicara sosok yang melatih dia adalah merujuk peranan pelatih Roma. Semua pelatih memiliki pengaruh yang besar baik dari startegi, penempatan posisi, sampai filisofi permainan. Adalah 4 sosok yang membina Totti hingga menjadi pemain sekarang.

Vito Scala adalah pelatih yang membentuk Totti, dia yang menemukan Totti di pinggiran jalan sedang bermain bola. Melihat Totti kecil bermain, ia meminta Totti kecil mengajaknya ke rumah untuk menemui orang tauanya.

Di sini awal bagaimana dia menjadi pemain Roma, Vito Scala bagi Totti adalah ayah keduanya. Bahkan Scala menjadi pelatih yang paling mampu mengatur tindak tanduk pemain, bahkan ketika Piala Dunia 2006 Scala adalah rombongan khusus untuk memberikan porsi latihan untuk Totti.

Carlo Mazzone adalah pelatih bagimana permainan Totti saat Remaja, dialah sosok yang membina Totti pada walnya. Memang dia bukan orang yang memasukan Totti untuk debutnya, dia datang setelah Vujadin Boškov pada akhir maret 1993.

Dia yang memberikan kepercayaan dalam melatih hasil akademi Roma ini. Selama 3 tahun melatih Roma, dibuatnya Totti menjadi pemain muda bertalenta dengan 16 gol.

Pelatih selanjutnya adalah Zdenek Zeman adalah bagaimana kemampuan merubah Totti dari Gelandang tengah menjadi Playmaker. Dialah yang membuat permainan totti lebih ciamik dibandingkan Carlo Mazzone.

Posisi Totti menjadi tampil habis-habisan setelah Capello datang dengan menarik Totti di belakang striker. Roma yang memiliki duet striker hebat Bastituta dan Delvecchio, sebelum berganti dengan adanya Montella. Bisa dikatakan periode 2000-2003 adalah awal manis bagi Roma yang dikelilingi Striker kelas atas.

Ketergantungan Totti

eurosport.co.uk
eurosport.co.uk

Memasuki 2004, prestasi Roma sering menurun, bahkan bisa dikatakan musiman. Ketergantungan pada Totti dan kurangnya pemain yang bisa bermain baik adalah alasan Roma bermain baik. Inilah di mana Totti sadar dengan pontesi dirinya, bakatnya yang besar, bukan jaminan menjadi kekuataan klub.

Agaknya pengalaman yang menjadikan Totti sebagai pemain yang kuat. Dia rela lebih banyak duduk dibangku cadangan di masa Rudy Garcia dan Spalletti demi permainan Roma yang sedang baik.

Tapi sangat sulit mengubah paradigma, Roma adalah Totti dan Totti adalah Roma. Dalam berberapa laga Roma mungkin kuat dalam menyerang, tapi dalam menjaga konsistensi dan menjaga konsentrasi sangat sulit.

Totti terlihat menjadi begitu penting, bahkan kedewasaan dia yang lebih tambah bukan menekan lawan dengan komentar. Baik dari Rudy Garcia lebih menjaga sebagai keluarga. Karena perannya bisa saya akan digantikan.

Usia Totti bukan muda untuk usia olahragawan, bahkan dalam skala posisi Di natale saja yang mampu saingi. Cepat atau lambat dia, akan selesai bermain untuk Roma.

Roma harus Berjaya tanpa seorang Totti, setidaknya menikmati bagaimana Totti bermain. Inilah kekuataan yang baik untuk dipertahankan dan dipuja sebagai Romanisti.

Blogger Jogja Ambil Keilmuan Jurnalistik — Hobi Men-SEO-kan Konten — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Gabung dan Dapatkan Berbagai Info Kampus di Komunitas Academic Indonesia Whatsapps di 0812-8307-7972

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *