Pengertian Semiotika Komunikasi; Sebuah Teori Dusta

38 views
Pengertian Semiotika

Salah seorang pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan bahwa hari ini, media baik offline maupun online tak ubahnya seperti brosur pemerintah yang tiap harinya berisi program-program dan sanjungan kepada pemerintah. Beliau juga mengungkapkan bahwa dalam akhir-akhir ini, media seakan “bunuh diri” lantaran pemberitaannya yang berat sebelah. Di Metro TV sudah jelas bahwa ia memihak kubu Jokowi, sedangkan TV One sudah jelas berpihak di kubu Prabowo. Model-model media semacam ini sangat buruk untuk kelanggengan demokrasi.

Fakta di atas bukanlah khayalan semata, namun sudah riil di depan mata. Masyarakat sebagai pemirsa seakan-akan dijadikan penonton yang harus memilih antara Jokowi atau Prabowo. Pikiran masyarakat dipersempit sedemikian rupa menjadi dua kubu hingga seakan-akan tidak ada kubu lain yang berhak menjadi presiden daripada keduanya.

Dalam hal bermedia, tentu keadaan ini bukanlah sesuatu yang mengalir begitu saja, di dalamnya pasti terdapat berbagai kepentingan dari media tersebut. Pada dasarnya, media mempunyai dua kepetingan yang tidak bisa diganggu gugat yakni kekuasaan dan kepetingan ekonomi. Mengenai kekuasaan, hari ini pemilik media banyak yang mengajukan diri untuk menjadi caleg, begitu pula dalam hal ekonomi, tak sedikit pula media yang menjadi corong pemerintah demi mendapatkan dana segar.

Di samping itu, masih terdapat berbagai upaya media online untuk menghalalkan segala cara meraup pundi-pundi rupiah di tengah eksisnya media-media non-mainstream yang secara tidak langsung menjadi kompetitornya. Salah satu yang diunggulkan adalah, kecepatan produksi berita tanpa mengindahkan keakuratan, penggunaan judul-judul click bait dan lain sebagainya. Media mulai kehilangan akal sehatnya untuk mempertahankan kualitas dan keberimbangan, semuanya bergeser menjadi jurnalisme sensasi demi keuntungan ekonomi.

Media dan Konstruksi Realitas

semiotik berasal dari kata Yunani ‘semeion’ yang berarti tanda.Tanda itu sendiri dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dasarnya memang sudah terbangun jauh-jauh sebelumnya, tentu  saja dalam hal ini tanda bisa mewakili sesuatu makna
Pada dasarnya, media bukanlah sesuatu yang biasa-biasa saja. Media menunjukka dirinya sebagai penyampai informasi yang luar biasa dan berani beda. Hal ini bisa dilihat mulai bagaimana sebuah media merekrut calon reporter, wartawan dan seluruh awak media. Bukan hanya soal bagaimana media memilih HRD untuk menyeleksi calon awak media, lebih dari itu, media juga menggunakan syarat-syarat tertentu untuk mengambil tenaga  kerja sebagai awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *