Godaan Itu Bernama Kebaikan; Sebuah Renungan Mahasiswa Tingkat Akhir

Penulis

  • Khansa S@F
  • Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)

Tulisan ini hadir untuk teman-teman baik yang sedang mengerjakan tugas akhir (skripsi) maupun mengerjakan tugas yang lainnya. Semoga hadirnya tulisan ini bermanfaat. InsyaAllah.

Pernah dapat wejangan atau nasihat dari kakak-kakak tingkat kita yang sekarang sudah lulus menjadi sarjana?

Saya pernah mendapat nasihat dari kakak tingkat saya, dan ternyata memang apa yang dikatakan oleh mereka sekarang saya rasakan sendiri.

Gdaan-Godaan Skripsi
meetriver.com

Godaan-godaan di saat mengerjakan tugas akhir itu buanyak sekali, mulai dari A sampai Z pasti godaan itu datang silih berganti.

Kata teman-teman saya, godaan yang paling berat pada saat skripsi adalah…. malas!. Kata mereka, malas merupakan godaan yang paling berat. Namun uniknya, ada satu godaan yang sebenarnya itu bersifat ‘baik’ tapi karena kita salah mengartikan sehingga kitapun terayu dan akhirnya karena menurut kita ‘baik’ itulah membuat kita masuk bahkan terbuai. Hasilnya, mengerjakan skripsi engga fokus dan engga kelar-kelar. Na’uzubillah.

Godaan macam apakah itu? Penasaran? Baiklah mari kita bahas.

Kakak tingkat waktu itu pernah berkata kepada saya,

“Vi, nanti kalau udah semester akhir, kalau bisa dan memang kudu wajib fokus ngerjain, pasti akan banyak godaannya tapi harus diinget kamu kudu wajib selesaikan skripsi dulu, insya Allah kalau udah selesai skripsi, kamu bebas mau ikut kegiatan apapun”

Ketika itu, saya mengiyakan dengan semangat dibaluti dengan tekad yang kuat.

Tibalah saatnya saya memasuki masa-masa skripsi. Tahukah? Pada masa itu pula segala bentuk kebaikan kebaikan datang silih berganti.

Pusing karena skripsi
essay-writing.science

Pada saat itu, manakala hati ingin mendalami dunia kepenulisan, datanglah BC an/tawaran tentang pelatihan kepenulisan, manakala hati ingin memperdalam ilmu agama, datanglah BC an /tawaran dauroh-dauroh yang keren-keren, manakala hati berkata ingin melatih kemampuan kepemimpinan datanglah BC an/tawaran tentang itu pula.

Manakala hati ingin ini dan itu, seolah pada saat itu semua datang menghampiri. Bukankah semua itu baik? Tentu semuanya baik. Tapi… bagi saya orang yang sedang di kejar skripsi plus orang yang kurang mahir dalam membagi waktu itu adalah godaan dan saya harus menahan hawa nafsu saya. Tulisan ini tidak berlaku bagi mereka yang benar-benar bisa membagi waktu ya.

Akhirnya, sayapun termemung, ada apa ini? Ko di saat saya ingin itu dan ini seolah semuanya menghampiri? Alhamdulillah Allah selalu menegur saya manakala saya hendak melakukan ini dan itu. Misalnya begini, tatkala saya ingin mengikuti pelatihan atau ada dauroh, hati saya selalu berucap “Sabar, selesaikan dulu yang ini”.

Namanya juga nafsu, pasti akan selalu saja ada. Saya sangat bersyukur kepada Allah karena manakala saya ingin ini dan itu kata “sabar” selalu mendominasi.

Sabar teman, semua ada masanya. Banyak orang beralasan nunda skripsi karena ini dan itu. Saya akan coba bahas satu persatu alasannya, Insya Allah.

Alasan pertama, saya malas mengerjakan skripsi karena bagi saya lebih baik saya ikut dauroh

/pelatihan/kelas ini karena disana dipelajari ilmu agama yang banyak, saya merasa waktu yang saya punya tidak terbuang cuma-cuma. Hmmm… bukankah itu baik?

Belajar ilmu agama siapa yang tidak mau? Pasti maulah apalagi kalau gratis. Tapi eitss tunggu dulu. Ada skripsi menantimu nak, fokuslah pada yang ini dulu, jangan anggap mengerjakan skripsi hanya membuang-buang waktu dan tidak bermanfaat loh, itu anggapan yang salah besar.

Nih saya kasih tau, cobalah rubah mindset kita, kerjakanlah skripsi karena Allah bukan karena yang lain, insya Allah lelahnya kita, kurang tidurnya kita, susahnya kita akan Allah nilai sebagai jihad. Insya Allah.

Alasan kedua, saya tidak mengerjakan skripsi karena saya masih dibutuhkan di kampus, masih banyak amanah yang harus saya selesaikan. Bukankah ini alasan baik? Tapi tunggu dulu, bukankah skripsi juga salah satu amanah yang harus diselesaikan?

Jangan berpikiran karena kita sudah skripsi amanah kita atau tugas kita di organisasi kampus akan terbengkalai, wahai para pemegang amanah, tahukah? Salah satu ciri orang yang amanah adalah bersungguh-sungguh menjalankan manah tersebut.

Bagaimana mau amanah wong ngerjain skripsinya aja enggak sungguh-sungguh. Sekalipun banyak teman saya yang walaupun belum selesai skripsi amanah, tapi saya merasakan semacam perbedaan antara orang yang amanah dengan mengerjakan skripsi dengan baik artinya (tepat waktu atau sedikit tidak tepat waktu artinya jedanya tidak terlalu jauh) dengan orang yang ananah dengan skripsi yang tidak kelar-kelar.

Saya merasakan saja perbedaannya, kalau bahasa gaulnya, aura/karisma yang di pancarkan sangat berbeda sekalipun keduanya sama-sama amanah. Kalau mau merasakan, coba praktekan sendiri dan rasakan perbedaannya hehe… Wallahu’alam ini hanya pandangan saya.

Alasan ketiga, saya engga ngerjain skripsi karena saya mau fokus hafal Qur’an. Bukankah ini alasan baik?memang baik tapi… fokusin skripsi dulu nak, Emang pas lagi ngerjain skripsi engga bisa ngafal Qur’an? Jangan jadikan alasan menghafal Qur’an untuk tidak mengerjakan skripsi.

Kalau masalah ini bagi orang yang pinter bagi waktu bisa saja, tapi bagi kita-kita? Saya ingatkan sekali lagi, target kuliah itu empat tahun, pihak kampus sendiri yang buat target. cobalah bersabar sedikit nak, ingat! Itu godaan kawan.

Jika alasannya ingin fokus ngafal Qur’an buat apa awal-awal mutusin untuk kuliah, ngabisin uang orangtua saja, belum lagi waktu tenaga pikiran dan lain-lain. Jangan jadikan alasan menghafal Qur’an untuk tidak mengerjakan skripsi, lihat para sahabat nabi, ujian mereka lebih besar di banding kita.

Ujian mereka berperang pertaruhkan nyawa lah ujian kita hanya fokus di skripsi apa susahnya? Saya punya jargon untuk alasan yang ketiga ini “Selesaikan skripsi karena Al-Qur’an menanti” hehehe

Banyak alasan-alasan lain yang harusnya saya sebutkan, namun qodarullah belum bisa disebutkan. Hehe…

Pada intinya sebenanrnya sesuatu itu baik namun sesuatu itu bisa menjadi tidak baik karena ulah/hawa nafsu kita sendiri.

Cobalah untuk berpikir jernih…
Cobalah bertanya pada hati yang bersih….
Teman, kerjakanlah skripsi karena Allah, tak bisa dipungkiri banyak tawaran pekerjaan atau dauroh yang diberikan kepada saya, tapi saya tahan dan saya anggap itu ujian dan cobaan yang Allah berikan. Lagi pula ada amanah orangtua yang harus segera ditunaikan, tak bisa di pungkiri keinginan mereka ingin melihat anaknya pake toga.

Saya pernah menghadiri salah satu teman saya wisuda, di sana banyak sanak famili yang terlihat amat bahagia, bukankah membuat orang bahagia itu berpahala? Apalagi membuat orangtua bahagia hehehe. Sebenarnya bagi saya yang terpenting ialah skripsi ini adalah jalan Allah untuk menguji kesungguhan saya.

Kita boleh ikut ini dan itu di masa skripsi tapi ingat ada kewajiban yang lebih harus kita penuhi, yaitu tetap fokus dan prioritaskan skripsi dulu. Semua itu ada masanya insya Allah dengan kita bersabar, akan menghasilkan kebaikan yang manis.

fokus skripsi
madeandi.com

Saya ingatkan sekali lagi, berabarlah kawan…Semua ada masanya.

Bagi yang tidak setuju dengan tulisan saya, silakan komentari dalam bentuk karya tulis juga mudah-mudahan dengan tulisan kita ada orang yang mendapatkan kebaikan.

Wallahu’alam….

Kirim tulisan Anda baik meliputi catatan hikmah kehidupan Anda, cerpen, puisi, artikel, materi pelajaran atau yang lainnya. Tulisan dapat Anda kirim ke redaksiacademic@gmail.com dengan jumlah kata antara 500 kata sampai 2000 kata.

4 thoughts on “Godaan Itu Bernama Kebaikan; Sebuah Renungan Mahasiswa Tingkat Akhir

  1. setujuu ^o^.. aku dulu juga pas bikin skripsi , harus berusaha sekuat tenaga utk ga tertarik ama yg lain2nya… fokus fokus fokus… supaya cepat kelar, cepat tamat, cepat balik ke indo, dulu gitu mikirnya… alhamdulillah selesai tepat waktu, dan berasa legaaaa :D.. balik ke Indo baru deh mikir yg lain2… tapi yg jd target berikutnya jelas fokus cari kerja :D..

  2. Enaknya sih jalan barengan…hehe. Kegiatan kegiatan itu juga penting, tapi jgn sampai mengabaikan skripsi. Asal bisa manage waktu mungkin bisa keduanya dilewati dengan baik. Malah itu akan jadi nilai tambah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *