Konsep Rejeki ala Cak Nun

Konsep Rejeki ala Cak Nun — Rejeki. Rejeki memang unik. Bila ada yang mencarinya setengah mati, bukan berarti Ia langsung mendapat rejeki banyak.

konsep rejeki ala cak nun
Academic Indonesia

Adapula yang mencarinya dengan kalem, tiba-tiba ada rejeki “nomplok” datang kepadanya.

Begitulah uniknya rejeki, datang tak disangka-sangka, pergi pun tak diduga.

Cak Nun dalam sebuah pituturnya mengatakan bahwa dirinya tak pernah melakukan transaksi dengan TV mana pun. Jadi, acara-acara yang ada di TV tersebut tidak lain hanyalah sodaqoh.

Ia juga menngungkapkan selama ini tidak pernah woro-woro. Baginya, mau yang datang 40 ribu orang atau hanya 3 orang tidak akan membuat dirinya “patheken” sama sekali.

Baginya, apa yang ada ya dilakoni, tetap begitu meskipun keadaanya tak menentu.

Penulis sekaligus budayawan tersebut menegaskan bahwa rejeki bukan hanya berarti hari ini kita oleh piro  (dapat berapa), melainkan seberapa tambah syukur kita kepada Allah. Banyak disyukuri, sedikit disyukuri.

Maka dari itu, dalam berdagang hendaknya mengutamakan kenyamanan pembeli. Bila pembeli menginginkan harga tertentu, iyohi saja. Laba sedikit tidak apa-apa yang penting tambah saudara.

Bisa jadi bila kita berdagang tanpa memprioritaskan transaksi, pembeli akan lebih merasa puas dan menjadi pelanggan Anda.

Lingkaran Rejeki

Konsep rejeki ala Cak Nun menggambarkan bahwa rejeki manusia bisa dianalogikan seperti lingkaran.

Bila pendapatan Anda tak seberapa (yang tak memprioritaskan transaksi), Anda bisa mendapat rejeki yang datang tiba-tiba baik dari mulut ke mulut bahwa cara berdagang Anda menarik, bijak dan lain sebagainya.

Ketika Anda memberikan harga yang sesuai dengan pembeli, posisi Anda sebenarnya akan semakin dipercaya. Bahkan, bila pembeli itu datang lagi ke Anda, secara naluri Ia akan memberikan lebih dari harga yang Anda tawarkan sebelumnya.

Lebih dari itu, rejeki yang sebenarnya bukan hanya soal uang, persaudaraan, kesehatan sampai tentramnya hati sebenarnya merupakan rejeki yang sangat mahal.

Berapa banyak orang yang mempunyai banyak rejeki namun hatinya masih tersangkut masalah-masalah di sana-sini.

Maka dari itu, di dalam mencari dan memandang rejeki hendaknya jangan hanya memandang fisiknya saja, perhatikan juga sisi-sisi yang tak terlihat oleh manusia.

Konsep Rejeki ala Cak Nun memberikan pesan kepada kita agar jangan susah-susah mencari rejeki (sampai lupa mencari Allah). Justru rejekilah yang seharusnya mencari kita.

Profil Cak Nun di Sini

 

 

Blogger Jogja Ambil Keilmuan Jurnalistik — Hobi Men-SEO-kan Konten — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Gabung dan Dapatkan Berbagai Info Kampus di Komunitas Academic Indonesia Whatsapps di 0812-8307-7972

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *