Mengurai Benang Merah Komunikasi Non Verbal Lengkap dengan Contohnya

A. Pendahuluan Komunikasi

KOMUNIKASI NON VERBAL-Setiap manusia tidak bisa tidak komunikasi. Itulah mengapa pentingnya komunikasi. Dengan komunikasi, manusia dapat mengetahui yang belum diketahui. Dengan komunikasi, manusia dapat mengerti dan paham apa maksud diciptakannya hidup di bumi.

Baca juga mengenai penjelasan Komunikasi Verbal

katyjon.com
katyjon.com

Bayangkan bila di dunia ini tanpa ada komunikasi. Ya, dunia akan terasa hening dan sepi. Baynagkan lagi, hidup seperti tenang, hidup seperti tak hidup sebab hidup tanpa komunikasi seperti mati.

Tanpa komunikasi, Anda tak bisa bergerak, bahkan berpikir pun tak bisa sebab tidak ada pesan yang saling berinteraksi. Tak ada pesan yang saling berpagutan.

Oleh sebab itu, bersyukurlah kepada Illahi hari ini kita dianugerahi kemampuan untuk berkomunikasi. Di luar sana mungkin banyak yang tak bisa berkomunikasi secara normal seperti kita.

Di luar sana pula, barangkali ada beberapa orang yang sudah tak sempat lagi berkomunikasi. Ya, sebab jatah umur mereka telah habis. Maka dari itu bersyukurlah. Perbanyaklah komunikasi dengan Illahi melalui sholat dan bacaan ayat suci.

B. Komunikasi Verbal dan Komunikasi Non Verbal

Komunikasi adalah proses interaksi antara dua orang atau lebih guna menyampaikan suatu pesan. Definisi komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses interaksi untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari satu pihak ke pihak lain.

Di dalam perkembangannya, komunikasi sendiri ada yang beranggapan bahwa manusia dapat berkomunikasi secara pribadi, baik itu melalui perenungan, pemikiran atau kegiatan dari dalam diri sendiri.

Namun demikian, pendapat yang banyak digunakan lebih mengarah pada komunikasi yang terjadi antara dua pihak. Tidak menuntup kemungkinan pula bahwa komunikasi personal juga dapat diartikan sebagai komunikasi sebab hal tersebut juga termasuk salah satu bagian dari ilmu.

Mengenai pelakunya, orang yang mengkomunikasikan komunikasi disebut komunikator. Sedangkan orang yang diajak komunikasi atau orang yang menerima pesan biasa disebut komunikan. Pesan sendiri bermaksud sesuatu yang perlu disampaikan untuk menyatakan tujuan.

Adapun komunikasi yang dikomunikasikan disebut wacana. Ya, wacana adalah ungkapan kata, perbuatan ataupun berupa tulisan. Karena luasnya komunikasi yang dikomunikasi, di dalam ilmu komunikasi dibagi menjadi dua yakni komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang merupakan inti pembicaraan. Maksudnya, jenis komunikasi ini adalah komunikasi utama dalam penyampaian pesan. Contohnya bisa berupa perkataan pidato, sambutan-sambutan dan lain sebagainya.

Begitu sebaliknya, komunikasi non verbal adalah komunikasi yang merupakan tambahan dari komunikasi utama. Seorang orator tidak akan terasa sempurna bila ia tidak menggerakkan tangannya, bila ia tidak melihat secara mneyeluruh ke arah audiensnya atau ia tidak memainkan nada dalam orasinya.

C. Pengertian Komunikasi Non Verbal

studyfinancing.eu
studyfinancing.eu

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan kepada Anda mengenai komunikasi non verbal. Setalah mengetahui apa makna komunikasi non verbal, ada baiknya kita juga tahu makna komunikasi non verbal secara spesifik dan mendalam.

Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan nonverbal melalui semua isyarat yang bukan kata-kata maupun tulisan.

Menurut pandangan Larry A. Samovar dan Richard A. Porter, komunikasi non verbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi.

Rangsangan tersebut dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima, mencakup perilaku disengaja dan tidak disengaja.

Secara spesifik, komunikasi non verbal adalah komunikasi berupa gerak tubuh, gerak postur tubuh atau dengan menggunakan isyarat-isyarat.

Contoh dari komunikasi non verbal sendiri bisa berupa kontak mata dengan audiens, gerak tangan atau berupa lambaian tangan.

D. Fungsi Komunikasi Non Verbal

Timbullah pertanyaan, lalu apa fungsi dari komunikasi non verbal? Anda benar! Fungsi dari komunikasi non verbal adalah untuk menambah kekuatan dalam penyampaian pesan. Dengan komunikasi non verbal pula, komunikasi menjadi menarik, bergairah dan terasa hidup.

Semua komunikasi mempunyai fungsi. Lebih-lebih bila Anda hanya berkedip itu saja bisa dinamakan komunikasi. Nah, mata berkedip hanyalah salah satu contoh komunikasi non verbal. Anda pasti tahu dan mengerti bentuk-bentuk komunikasi non verbal.

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin membawakan contoh komunikasi non verbal yang bisa dilakukan dengan kedua bola mata. Tahukah Anda bahwa mata memiliki peranan penting dalam komunikasi, terlebih bagi Anda yang biasanya berprofesi sebagai orator, master of ceremony atau profesi-profesi lain di bidang public speaking.

  • Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal, seperti anggukan kepala ketika mengatakan “ya’ dan gelengan kepala ketika mengatakan “tidak’
  • Memperteguh, menekankan, atau melengkapi perilaku verbal, misalnya melambaikan tangan secara mengucapkan selamat jalan
  • Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, berdiri sendiri, menggoyangkan tangan dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai pengganti kata tidak)
  • Perilaku nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal, misalnya anda sebagai mahasiswa melihat jam pada saat kuliah sehingga dosen segera menutup kuliahnya
  • Perilaku noverbal dapat membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal, misalnya seorang suami mengatakan “bagus-bagus’pada istrinya, seraya terus membaca surat kabar

Berikut ini adalah fungsi komunikasi non verbal menurut Paul Ekman. Paul Ekman menyebut 5 fungsi pesan nonverbal yang bisa dilakukan dengan mata. Simak point-pointnya berikut ini:

1.Emblem

Gerakan mata, seperti kedipan mata dapat mengatakan “saya tidak sungguh-sungguh”

2. Ilustrator

Pandangan kebawah dapat menunjukkan depresi atau kesedihan

3. Regulator

Kontak mata berarti saluran percakapan terbuka

4. Penyesuai

Kedipan mata yang cepat meningkat ketika orang berada dalam tekanan

5. Affect Display

Pembesaran manik mata menunjukkan peningkatan emosi

E. Pengklasifikasian Komunikasi Non Verbal

Begitu luasnya komunikasi non verbal. Anda dapat menemuinya hampir di setiap komunikasi verbal. Oleh sebab itu, kiranya perlu penyederhanaan agar belajar kita menjadi mudah dan ringan.

Menurut Jurgen Ruesch, ia mengklasifikasikan komunikasi non verbal ke dalam tiga hal. Apa saja tiga hal tersebut, mari kita ulas bersama.

1.Bahasa tanda

Acungan jempol untuk numpang mobil secara gratis, bahasa isyarat tuna rungu

2. Bahasa tindakan

Misalnya berjalan

3. Bahasa objek

Pertunjukan benda, pakaian dan lambang nonverbal bersifat publik lainnya.

F. Bahasa Tubuh Komunikasi Non Verbal

Bidang yang menelaah bahasa tubuh adalah kinesika (kinesics), istilah yang dikemukakan Ray L. Birdwhistell. Bidang ini memperdalam mengenai makna bahasa tubuh dalam pengaplikasian komunikasi manusia.

Ya, bahasa bukan hanya berupa kata-kata, namun bahasa bisa juga berasal dari gerak tubuh kita baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Setiap anggota tubuh seperti wajah (termasuk senyuman dan pandangan mata), tangan, kepala, kaki dan bahkan tubuh secara keseluruhan dapat digunakan sebagai isyarat simbolik.

Syarat-syarat itulah yang nantinya akan mempengaruhi gaya komunikasi verbal kita. Nah, sekarnag coba amati diri Anda, bahasa tubuh seperti apa yang telah Anda lakukan baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar?

G. Contoh-contoh Bahasa Tubuh Komunikasi Non Verbal

1. Isyarat Tangan

Penggunaan isyarat tangan dan maknanya berlainan dari budaya ke budaya

2. Gerakan Kepala

Di Bulgaria, anggukan kepala berarti tidak dan gelengan berarti iya

3. Postur Tubuh dan Posisi Kaki

4. Postur tubuh sering bersifat simbolik

5. Postur tubuh mempengaruhi citra diri

6. Ekspresi Wajah dan Tatapan Mata

H. Penampilan Fisik dalam Komunikasi Non Verbal

1. Busana

Nilai-nilai agama, kebiasaan, tuntutan lingkungan, nilai kenyamanan, dan tujuan pencitraan, semua itu mempengaruhi cara kita berdandan

2. Karakteristik fisik

Dibeberapa daerah di Indonesia timur, kumis dapat dianggap ciri kedewasaan.

Banyak kaum wanita mendambakan rambut lurus, ini nampaknya karena iklan produk kecantikan

Contoh-contoh Penampilan Fisik dalam Komunikasi Non Verbal

1. Bau-bauan

Wewangian juga digunakan untuk menyampaikan pesan

2. Orientasi dan Jarak Pribadi

Proksemika (proxemics) merupakan istilah persepsi manusia atas ruang

Ruang pribadi vs ruang publik

Posisi duduk dan pengaturan ruangan

3. Konsep Waktu

Waktu menentukan hubungan antar manusia. Kronemika (chronemics) adalah studi dan interpretasi atas waktu

Pembagian konsep waktu

Monokrotik :

4. Diam

Ruang dan waktu adalah bagian dari lingkungan kita yang juga bisa diberi makna

Pandangan timur tentang diam berbeda dengan pandangan barat

Dalam beberapa budaya diam kurang disukai daripada berbicara

5. Warna

Kita sering menggunakan warna untuk menunjukkan suasana emosional, cita rasa, afiliasi politik, dan bahkan mungkin keyakinan agama kita

6. Artefak

Benda apa saja yang dihasilkan kecerdasan manusia

I. Contoh Komunikasi Non Verbal dalam Kehidupan Sehari-hari

Mari kita beri contoh satu persatu mengenai komunikasi non verbal ini. Nantinya, Anda akan mengerti bahwa ilmu komunikasi itu sangat luas dan semua saling berkaitan. Maka dari itu, perhatikanlah dengan saksama bagaimana cara mengidentifikasinya.

Contoh pertama mari kita ambil dari bidang politik. Pernah Anda melihat foto Presiden Soeharto di truk-truk angkutan? Bila pernah apa yang ada di dalam tulisan gambar tersebut? “Iseh penak jamanku tho?”

otoradians.blogspot.com
otoradians.blogspot.com

Kurang lebih kata-katanya seperti itu. Lambaian tangan dari seorang Presiden Soeharto tersebut apa yang Anda pikirkan? Tentu saja sebuah kenyataan bahwa sekan-akan hari ini adalah pahit. Seakan-akan zaman dahulu dapat hidup enak dan melimpah.

Coba Anda bayangkan bila Anda hidup di zaman pak Presiden Soeharto dulu, lambaian tangan yang ada di foto akan berbeda makna dengan lambaian tangan yang sesungguhnya ketika Soeharto menjadi presiden.

Ya, sebab orang yang menerima dan membentuk komunikasinya pun berbeda. Di komunikasi non verbal pertama tentu saja lambaian tangan Pak Soeharto tersebut sebagai penguat pesan bahwa zaman dahulu seakan-akan lebih enak keadaannya.

Dengan penggambaran tersebut, pembuat komunikasi menggunakan lambaian tangan dan sebuah senyuman manis dari seorang presiden. Simak Contoh lambaian tangan dari seorang juru dakwah Habib Syech.

Sedangkan kasus kedua, Anda tahu bahwa ketika seorang presiden melambaikan tangan berarti ia sedang ingin menyapa hangat rakyat-rakyatnya. Gerak lambaian tangan seperti ini sudah lumrah dilakukan oeh banyak presiden sebab presiden adalah orang nomor satu di negaranya.

Nah, dari 1 contoh di atas berbedakan maknanya. Satu contoh dua makna tersebut mengajarkan kita bahwa yang namanya komunikasi non verbal berfungsi untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator.

Oleh sebab itu, pada dasarnya meskipun komunikasi non verbal adalah hal-hal kecil seperti lambaian tangan, lirikan mata atau posisi tubuh, namun semua itu di sengaja dan ada maksud tertentu terkhusus dalam penyampaian pesan.

Hikmahnya, bila Anda sedang komunikasi denngan individu lain, atau bahkan berkomunikasi di depan ribuan audiens jangan sampai komunikasi non verbal Anda kurang tepat. Adanya komunikasi verbal yang kurang tepat biasanya adalah faktor kegugupan, kegrogian atau jenis-jenis lain dari demam panggung.

Adanya komunikasi non verbal dengan tidak tentunya akan berpengaruh. Bila komunikasi non verbal Anda kurang tepat, bisa-biasa pesan yang Anda sampaikan tidak akan tersampaikan. Bahkan, bisa-bisa Anda akan menjadi bahan tertawaan sebab tidak ada kecocokan antara apa yang Anda katakana dengan Anda gerakkan.

Misal, dalam sebuah panggung ribuan audiens telah menanti Anda dengan ide Anda. Karena Anda kurang percaya diri atau masih sering merasakan demam panggung, Anda mengucapkan “lima” namun komunikasi non verbal Anda, gerak jari Anda memposisikan 4 jari.

Nah, kasus di atas adalah contoh kasus yang kurang tepat. Bisa jadi orasi yang sudah Anda siapakan berbulan-bulan bisa kacau gara-gara Anda keliru menyebutkan bilangan antara komunikasi verbal dengan non verbal.

Akhirnya, marilah kita perlahan-lahan menyadari bahwa yang kecil-kecil itu pasti ada gunanya. Pasti akan berdampak dan pasti akan banyak mempengaruhi. Dari hal-hal yang kecil pula sesuatu akan menjadi besar.

Contoh komunikasi non verbal adalah salah satu contoh kecil bagaimana kita seharusnya menyikapi hal-hal yang kecil. Bila kita benturkan di ranah komunikasi Islam, bahwa Tuhan dalam memberikan ajaran-ajaran kepada hambanya tidak membedakan kecil ataupun besar.

Yang kecil dapat membawa murka Allah melalui perbuatan yang sering kita sepelekan. Yang kecil pula dapat membawa kita kea rah syurga yang abadi dan hakiki. Dua-duanya sama kecil, namun hakikatnya besar. Maka bersyukurlah bila sedang besar ataupun sedang kecil.

Founder ACADEMIC INDONESIA — Mahasiswa Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Follow me @zamhari_jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *