Nestapa dan Kebangkitan Komik Indonesia

  • Joseph Sebastian Nazareno Silaen
  • Lulusan dari Univeritas Negeri Yogyakarta, Jurusan sejarah
  • Menyukai Dunia Komik

Kamu yang suka dengan novel grafis atau komik silakan baca ini. Ini bukan kiat-kiat dalam membuat komikmu sukses di pasar.

Saya membicarakan bagaimana komik Indonesia dalam menantang budaya baca karya komikus terkenal semacam Stan Lee atau Masashi Kishimoto. Indonesia sudah jauh memiliki komikus sejak zaman pendudukan kolonial, namun belum ada penelitian lebih lanjut tentang perkembangannya.

Pasca kemerdekaan Indonesia, tokoh semacam Affandi, maestro pelukis membuat ilustrasi kasar yang menjadi poster memperkenalkan kemerdekaan. Maklum, saat itu angka buta huruf sangat banyak, sedangkan sekolah adalah barang mahal.

Seseorang yang mengerti huruf arab gundul adalah sebuah kemewahan, maka untuk memperkenalkan kemerdekaan, gambar-gambar ilustrasi dan bahasa-bahasa yang dimengerti masyarakat menjadi senjata perkenalan Republik. Di sinilah perkembangan komik modern dimulai dari sekumpulan seniman senirupa yang tergabung dan membuat beberapa sekolah.

Dari sekian sekolah yang dibuat di Jakarta, Yogyakarta, dan kota lain- Yogyakarta tampil cukup pesat dengan nama “ASRI”. ASRI sendiri merupakan sekolah yang mengajarkan macam-macam aliran seni.

ASRI sendiri dibuka pada tahun 1950, pasca berakhirnya Revolusi Fisik, masa mempertahankan negara dari serangan bangsa lain. ASRI berdiri atas dasar surat Keputusan Menteri PP dan K No. 32/Kebud., tanggal 15 Desember 1949.

Peresmiannya dilakukan pada tanggal 15 Januari 1950 oleh Menteri PP dan K saat itu, yaitu S. Mangunsarkoro di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, dengan mengangkat direktur pertamanya RJ. Katamsi.

Pada awal perkembangan komik Indonesia, ada dua golongan komikus; Pertama, mereka yang mengembangkan potensi secara otodidak beberapa masuk organisasi dan belajar di sana. Sedangkan yang lain belajar melalui intituisi pendidikan dan berkembang.

komik asli Indonesia populer
freshnbrite08.wordpress.com

Pilih R.A. Kosasih atau Hasmi? Jawablah dengan Segera!

R.A.? Kamu memikirkan singkatan sama dengan R.A. Kartini ? Tentu saja pikiranmu salah jika memikirkan ini sama. Nama panjang adalah Raden Ahmad Kosasih, dia adalah bapak sebenarnya dari para komikus.

R.A. Kosasih memulai goresan tangan terhadap komik pada 1953. Berawal dari sketsa, dari sana dia membangun komiknya. Komiknya menceritakan cerita wayang, dengan penggambarannya yang lebih terang dan halus.

Berbicara detail, Kosasih sangat teliti dalam menggambar tokoh. Penggambarannya menggambarkan lakon-lakon dalam wayang orang menjadi kedekatan yang digunakan. Cerita R.A. Kosasih mengambil sumber dari cerita Mahabharata versi Jawa dan Sunda sebagai bahan utama.

Selain itu dia meciptakan tokoh superhero wanita yang dekat dengan budaya Indonesia, namanya Sri Asih. Lebih dari itu, komik-komik R.A. Kosasih sangat disukai masyarakat pada zamannya, karena dekat dengan kesukaan masyarakat saat itu. Seperti cerita tokoh-tokoh Raja berwibawa Jawa yang sumbernya didasarkan cerita tradisional.

Dari R.A. Kosasih ini lahir sejumlah komikus yang memiliki gaya cerita serupa yang berusaha mengangkat tokoh dekat dengan masyarakat. Ganes TH yang dikenal dengan komik Si Buta dari Gua Hantu, Jaka Gledek dengan Djair Warni serta Sawung Kampret karya Dwi koen yang menampilkan jagoan –jagoan silat sebagai cerita utama.

Garis penghubung adalah budaya, mereka mungkin berbeda generasi dan gaya gambar. Sejumlah komikus ini mengambil ide cerita yang sama yaitu budaya. Contohnya ketika R.A. Kosasih mengangkat budaya wayang, dan sukses sampai diangkat menjadi animasi.

Dwi Koen mengambil silat sebagai pendekatan selain kata pendekar. Hal ini menjadikan komik Dwi Koen mempunyai pembaca yang mencintai karyanya. Baik Ganes TH dan Dwi Koen sempat diangkat kelayar kaca, dan bahkan Si Buta dari Gua Hantu diangkat menjadi film dengan beberapa sekuel.

Penantang komik di atas adalah komik superhero, Gundala Godam

, Jin Kurtubi, Sembrani dan masih ASRI tapi tidak sampai lulus. Goresan tangannya, menciptakan Gundala si Putra Petir, yang menjadi kesukaan masyarakat yang suka komik dari Paman Sam. Sekilas komik Gundala mengingatkan dengan Captain Amerika, dan kemampuan mengendalikan petir mirip kisah Ki Ageng Selo.

Gaya cerita fantasi menjadikan cerita superhero mampu merebut perhatian masyarakat, bukunya terjual dalam angka ratusan ribu kopi dalam 1 bulan. Menunjuk tahun 1980-an, penjualan ini merupakan penjualan terbaik. Menjelang tahun 1990-an, ekspansi komik Jepang kian menguat, ditambah kebijakan sekolah dan praktisi pendidikan untuk menjauhkan komik dari pelajar. Kondisi yang membuat komikus makin sulit.

Formasi Baru dengan Manga dan Teknologi

komik indonesia nusantarangers1
agengindra.wordpress.com

Inovasi komikus Indonesia tidak pernah mati. Komikus Indonesia ingin menjadi tuan dalam negerinya sendiri, membangun industri komik, toh komik Jepang bukannya tanpa sisi positif. Sama dengan kasus Hasmi yang terbantu dengan gaya komik Amerika dari gambar lebih realistis dan gelap.

Komik Jepang atau manga memberikan sinyal positif. Ketika Is Yuniarto menggebrak dengan komik Garudayana, komik yang mengangkat cerita sendiri dengan sentuhan Jepang dan Indonesia.

Komik ini menjadi primadona di kalangan pencinta komik, karena lagi-lagi dekat dengan kehidupan di masyarakat. Ketika kita dekat Dragon Ball, Bleach, dan Naruto; komik Garudayana atau the Grand Legend dalam majalah Re: ON adalah penegasan dari kami siap berkompetisi merebut hati konsumen. Perkembangannya menuju komik online, ketika perubahan menulis di dunia online makin menyatakan peranan.

Para komikus yakin bahwa kita bisa seperti manga, yang bisa di bawa ke arah online secara cepat dan mudah. Sekumpulan anak muda seperti Shani Pandita merancang Nusantarangers dalam sebuah web medio 2014, komik yang memancing minat baca, karena keunikan kisah.

Dalam sejarah komik, inilah kali pertama jagoan macam Super Sentai dan NusantaRangers lahir sebagai komik Indonesia. Komik online menjadi sarana yang sama dengan media cetak untuk  menjual perhatian atas karya. Toh kita harus bijak untuk menghargai karya orang, sebagai ide dan gaya pikir mereka.

komik indonesia nusantarangers
otaku-indon.blogspot.com

6 thoughts on “Nestapa dan Kebangkitan Komik Indonesia

  1. Saya juga suka komik luar negeri seperti Naruto, HunterxHunter, Bleach, Fairy Tail dan One Piece. Tapi tidak melupakan komik Indonesia, kalau aja ada situs onlinenya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *