Sejarah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)

Sejarah KAMMI — Mahasiswa adalah salah satu komponen bangsa yang memiliki peran penting untuk sebuah perubahan. Tidak hanya berkutat dalam dunia akademis saja, namun perannya sebagai agen of change sangat dibutuhkan untuk mewakili dan menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah.

logo Kammi
msyafaah.wordpress.com

Baca juga artikel mengenai sejarah IMM; Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa diharapkan dapat memberi sumbangan dan solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Peran tersebut menuntut mahasiswa untuk senantiasa aktif dan peka terhadap kondisi di sekitar mereka.

Melalui wadah bernama organisasi, seorang mahasiswa bisa mengasah skill dan akan terlatih untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi bangsa. Berangkat dari hal ini pula di era tahun 1998 dimana Indonesia saat itu mengalami krisis nasional lahir sebuah gerakan bernama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia).

KAMMI lahir dari sebuah gagasan yang muncul saat diadakannya pertemuan FSLDK Nasional ke-X di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tanggal 25-29 Maret 1998.  Perserta yang hadir adalah mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa dan iktikad untuk berperan aktif terhadap perubahan ke arah yang lebih baik, maka dirasa perlu dibentuk sebuah wadah. Wadah ini bertujuan untuk mengoordinasikan dan menyatukan berbagai LDK dan wadah tersebut harus berdiri dan tidak berada dalam FSLDK.

Maka, dari komisi acara FSLDK Nasional ke X melahirkan beberapa pernyataan. Salah satunya perlunya membentuk sebuah wadah untuk membangun sebuah kekuatan yang dapat berfungsi sebagai peace power untuk melakukan tekanan moral terhadap pemerintah. Sebuah wadah yang berkonsentrasi pada agenda politik.

Pada hari Ahad, tanggal 29 Maret 1998 bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H di Aula UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) dideklarasikan gerakan KAMMI dengan mendudukkan Fahri Hamzah sebagai Ketua Umum dan Haryo Setyoko sebagai Sekretaris Umum.

Baru tiga belas hari sejak hari lahirnya, KAMMI mampu menggelar “Rapat Akbar Mahasiswa dan Rakyat Indonesia” pada tanggal 10 April 1988 bertempat di lapangan Masjid Al-Azhar Jakarta. Rapat ini dilanjutkan dengan aksi berkelanjutan hingga puncaknya mampu melengserkan presiden Soeharto.

Filosofi KAMMI

Visi dan Misi KAMMI

Logo Kammi Resmi
klikkabar.com

KAMMI yang lahir dari gagasan para aktifis masjid memiliki Visi dan Misi yang berbeda dengan gerakan-gerakan lain. Visi dan Misi KAMMI adalah turunan dari cita-cita besar KAMMI untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang madani.

Visi KAMMI berbunyi “KAMMI adalah wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami” Dalam artian bahwa KAMMI adalah wadah untuk membentuk calon-calon pemimpin bangsa masa depan dengan sebutannya Muslim Negarawan.

Muslim Negarawan adalah output yang ingin dihasilkan oleh KAMMI. Dalam manhaj kaderisasi KAMMI 1427 H, Muslim Negarawan diartikan sebagai kader KAMMI yang memiliki lima elemen kunci.

Kelima elemen tersebut adalah: basis ideologi Islam yang mengakar, idealis dan konsisten, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa, serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.

Visi dan Misi KAMMI ini senantiasa mengalami perubahan redaksi. Sebab, visi dan misi tersebut senantiasa ditinjau ulang pada muktamar KAMMI. Perubahan yang dilakukan untuk menyesuikan kondisi yang ada, tentu dengan pertimbangan yang strategis.

Paradigma KAMMI

Selain visi dan misi, KAMMI juga memiliki paradigma gerakan. Paradigma atau cara pandang terhadap sesuatu dalam hal ini paradigma KAMMI menjadi kerangka berpikir dalam mengambil berbagai sikap. Ada empat paradigma KAMMI, yakni:

1. KAMMI adalah Gerakan Dakwah Tauhid (GDT)

Gerakan dakwah tauhid artinya adalah gerakan yang membebaskan manusia dari berbagai bentuk penghambaan terhadap sesama manusia, materi, nalar dan lainnya, serta mengembalikan pada tempat yang sesungguhnya yakni Allah SWT.

Sehingga KAMMI diharapkan menjadi gerakan yang menyerukan deklarasi tata peradaban manusia untuk kembali ke nilai-nilai universal wahyu ketuhanan yang mewujudkan Islam sebagai rahmat semesta.

Gerakan dakwah tauhid juga diartikan bahwa KAMMI adalah wadah perjuangan untuk menegakkan nilai kebaikan universal dan meruntuhkan tirani kemungkaran. Beberapa pengertian  terkait paradigma gerakan dakwah tauhid ini menjadi gagasan otoritatif  yang menjadi ruh dalam setiap gerak gerakan KAMMI.

2. KAMMI adalah Gerakan Intelektual Profetik (GIP)

Berasal dari dua kata, intelektual dan profetik, dimana kata intelektual dapat diartikan sebagai kaum terpelajar dan cendekiawan sedangkan profetik yang berati kenabian. Maka, tafsir paradigma KAMMI sebagai gerakan intelektual profetik memiliki arti kaum intelektual yang memiliki misi kenabian.

Seorang kader KAMMI yang memiliki sifat intelektual profetik, maka ilmu dan skill yang dimilikinya ditransformasikan dalam realitas sosial dengan spririt Ilahiyyah. Sehingga dalam hal ini terjadi kolaborasi antara langit sebagai simbol spriritual dan bumi sebagai simbol keduniaan dan kefanaan.

Gerakan Intelektual Profetik (GIP) merupakan gerakan untuk mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan, pencerahan, pembebasan dan pemberdayaan manusia secara organik.

Intelektual profetik lahir bukan hanya untuk berwacana dan fokus pada buku dan diskusi saja, namun untuk membentuk para pejuang Islam yang cerdas dan berpihak pada rakyat. Dengan mengandakan jaringan dan kekuatan internal, kader-kader KAMMI harus turun dan berjuang dalam memanfaatkan demokrasi untuk kepentingan yang baik.

3. KAMMI adalah Gerakan Sosial Independen (GSI)

Tafsir dari KAMMI sebagai gerakan sosial independen mengarah pada upaya untuk mewujudkan sebuah gerakan yang memiliki independensi. Dengan demikian tidak bergantung pada negara, instansi, partai maupun lembaga donor.

Gerakan sosial independen juga menyerukan peradaban manusia berbasis tauhid, berlepas dari peradaban bersifat materialistik. Tanpa pamrih, gerakan sosial ini sebagai wujud gerakan sukarela yang berakar pada nurani kerakyatan.

Dengan spirit pembebasan, gerakan sosial independen tidak akan bergantung pada hegemoni kekuasaan politik-ekonomi yang membatasi.

Konseksensi dari paradigma ini membawa KAMMI menjadi organisasi yang membawa misi pelayanan sosial. Perangkat yang dibentuk untuk misi ini adalah dibentuknya Sosial Service Center (SSC) KAMMI.

4. KAMMI adalah Gerakan Politik Ekstra Parlementer (GPE)

Ekstra parlementer memiliki arti mengambil posisi di luar pemerintahan atau sebagai opisisi. Maka siapapun yang memerintah Indonesia, KAMMI selalu mengambil sikap sebagai oposisi yang akan melakukan aksi-aksi untuk menyampaikan kepentingan rakyat.

Dalam arti lain, Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan sosial kultural dan struktural yang berorientasi pada penguatan rakyat secara sistematis dengan cara melakukan pemberdayaan institusi-institusi sosial dalam rangka mengontrol proses demokrasi formal.

Maka dengan tidak menginduk pada institusi parleman maupun pembentuk parlemen, KAMMI memiliki sikap independensi utuh tanpa adanya intervensi dari siapapun. Hal ini sebagai wujud representasi rakyat secara independen.

Prinsip Gerakan KAMMI

logo kammi pergerakan mahasiswa
kammibandung.org

Anda juga bisa menyimak sejarah singkat mengenai Sejarah Pergerakan PMII

Prinsip gerakan KAMMI merupakan transormasi ideologi gerakan KAMMI. Ideologi KAMMI lahir tahun 1999 pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Departemen Kaderisasi di Parung Bogor tanggal 9-15 Agustus 1999. Namun, sejak Muktamar III di Lampung tahun 2002 diganti menjadi prinsip gerakan.

Ada 6 prinsip gerakan yang semuanya merupakan tahapan periodesasi gerakan. Tahapan ini diambil dari  teoritisasi prinsip gerakan KAMMI ke dalam perluasan perjalanan dakwah KAMMI. Tujuannya untuk merapikan periodesasi gerakan dan selanjutnya mendisiplinkan dan menyemangati kader untuk memenuhi garis besar perjuangan.

1. Kemenangan Islam adalah Jiwa Perjuangan KAMMI

Prinsip pertama meyakini bahwasannya kemenangan Islam adalah sebuah kepastian dalam kamus perjuangan Islam. Hal ini mendapat jaminan dari Allah SWT yang tercantum dalam al-Qur’an sebagai kitab suci pegangan umat Islam. Allah SWT telah berfirman bahwa bumi ini akan diwarsikan pada hamba-hamba Nya yang sholeh.

Semangat inilah yang menjadi landasan bergerak dan mengambil setiap langkah sehingga menuju pada kemenangan Islam dan tujuan akhir yaitu ridho Allah SWT. KAMMI yakin bawa ada pertolongan Allah dalam setiap langkah-langkah dan sesungguhnya pertolongan tersebut amat dekat.

2. Kebathilan adalah Musuh Abadi KAMMI

KAMMI juga meyakini bahwa kebathilan dalam segala bentuknya merupakan penyakit yang perlu diperangi dan dimusuhi. Maka dalam salah satu misi KAMMI adalah meyadarkan umat akan hakikat kebatilan itu sendiri, sebab mengenal kebatilan adalah bagian dari integrasi Islam.

Standard penentu kebathilah yaitu al-qur’an dan as-Sunnah. Maka KAMMI  sebagai gerakan yang menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai pedoman, menyatakan perang terhadap segala bentuk kebatilan yang ditegaskan dalam kitab Allah dan sunnah Rasul Nya.

3. Solusi Islam adalah Tawaran Perjuangan KAMMI

Kehidupan di dunia yang melenakan dan keadaan umat manusia yang sedang dalam kondisi kezaliman membutuhkan sebuah solusi. Berbagai kerusakan, keguncangan dialami oleh manusia di seluruh fenomena kehidupan. Maka Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Dzat yang menciptakan bumi dan isinya memuat solusi dari semua permasalahan tersebut.

KAMMI yakin bahwa solusi dari semua permasalahan umat manusia adalah Islam. Islam satu-satunya jalan yang akan mengantarkan umat pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Islam adalah metode, jalan dan titik tolak perjuangan sekaligus Islam sebagai tujuan.

4. Perbaikan adalah Tradisi Perjungan KAMMI

Perbaikan atau islah menjadi tradisi yang melandasi setiap gerak KAMMI. Perbaikan tersebut dimulai dari perbaikian individu, keluarga, masyarakat sampai akhirnya menuju perbaikan bangsa dan negara.

Karena mengambil prinsip ini maka KAMMI senantisa menghindari gerakan yang membawa kerusakan meski mengandung sebuah manfaat. Dalam Islam setiap umat Islam diwajibkan untuk menjaga lima hal; agama, akal, jiwa, kehormatan, dan harta benda. Maka, KAMMI yang berasaskan Islam akan berorientasi pada perbaikan dan pemeliharaan kelima hal tersebut.

5. Kepemimpinan Umat adalah Strategi Perjuangan KAMMI

KAMMI adalah gerakan yang berkonsentrasi pada upaya untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan. KAMMI yakin bahwa kebahagian di Indonesia akan tegak manakala Islam mewarnai kehidupan masyarakatnya. Masyarakat yang shalih dan pemimpin yang shalih akan saling melengkapi menuju terwujudnya negeri yang sejahtera.

6. Persaudaraan adalah Watak Muamalah KAMMI

Dalam rangka mencapai cita-cita membangun negeri yang aman dan damai, tentunya tidak hanya dapat dilakukan oleh KAMMI sepihak. Oleh karena itu, KAMMI senantiasa menjalin persaudaraan dengan semua komponen yang memiliki visi perbaikan untuk bangsa ini.

Kredo Gerakan KAMMI

Selain prinsip gerakan, KAMMI juga memiliki kredo gerakan, kredo inilah yang melandasi aktifitas kader-kader KAMMI. Dengan adanya kredo ini, diharapkan kader-kader KAMMI memiliki sikap seimbang (tawazun) antara jasad, pikir dan ruhaninya.

Kredo gerakan KAMMI akan senantiasa dibacakan pada saat akhir acara rekrutmen anggota baru (Dauroh Marhalah), pelantikan pengurus dan juga menjadi bacaan wajib untuk acara peresmian anggota baru.

Lambang KAMMI

Lambang organisasi mewakili sebuah organisasi dalam bentuk visual. Dalam sebuah lambang atau logo organisasi tercermin makna filosofis dan misi dari organisasi. Maka, KAMMI pun memiliki lambang yang bertindak sebagai identitas dari KAMMI itu sendiri.

Lambang KAMMI berbentuk tangan kanan kekar yang sedang mengepal mengangkat globe dengan peta Indonesia.  Beberapa unsur dalam lambang KAMMI adalah globe, tangan kanan kekar yang mengangkat globe, lima kuntum bunga mawar, bunga, warna putih dan gradasi warna hijau.

Globe dengan warna biru laut menunjukkan dakwah universal yang menjadi ladang dakwah kader-kader KAMMI dimana pun berada. Tangan kanan kekar mengangkat globe memiliki arti dalam geraknya, KAMMI menggunakan kekuatan.

Bunga berarti ada sifat kelembutan dalam berdakwah dan lima kuntum bunga melambangkan rukun Islam. Warna putih sebagai lambang kesucian menjadi dasar warna logo KAMMI dan terakhir gradasi hijau adalah tahapan-tahapan dakwah KAMMI dalam mewujudkan ajaran Islam sekaligus sebagai perwakilan dari enam prinsip gerakan KAMMI.

Struktur Organisasi KAMMI

Dalam struktur organisasi KAMMI, pengurus pusat bertindak sebagai pimpinan tertinggi organisasi. Selanjutnya ada pengurus di tingkat wilayah, daerah dan komisariat (kampus). Setiap pengurus di tingkatannya memiliki peran masing-masing dan juga saling berkoordinasi.

1. Pengurus Pusat

Pengurus Pusat (PP) bertindak sebagai pimpinan tertinggi. Kantor sekretariatnya berada di Ibu Kota yaitu Jakarta dengan masa jabatan dua tahun terhitung sejak dilantik. Beberapa pos-pos jabatan yang ada di PP adalah: Ketua Umum, Sekretaris Jendral, Biro Kesekretariatan, Biro Umum, Biro Pengembangan Organisasi, Biro Humas, Ketua Departemen Kaderisasi, Ketua Departemen Kajian Strategis, Ketua Departemen Dana dan Usaha, Ketua Departemen Pembangunan Wilayah dan Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat.

Adapun nama-nama ketua KAMMI Pusat dari awal dideklarasikan tahun 1998 sampai dengan 2017 adalah sebagai berikut:

  1. Fahri Hamzah (sejak dideklarasikan pada tanggal 29 Maret 1998 hingga bulan November 1998)
  2. Fitra Arsil terpilih (periode 1998-2000)
  3. Andi Rahmat (periode 2000-2001)
  4. Akbar Zulfikar (periode 2001-2002)
  5. Muhammad Hermawan (periode 2002-2004)
  6. Yuli Widiastono (periode 2004-2006)
  7. Taufik Amrullah (periode 2006-2008)
  8. Rahman Toha (periode 2008-2009)
  9. Rijalul Imam (periode 2009-2011)
  10. Muhammad Ilyas (periode 2011-2013)
  11. Andriyana (periode 2013-2015)
  12. Kartika Nur Rakhman (Periode 2015-2017

2. Pengurus Wilayah

Sebelum berganti nama pengurus wilayah, pada awal terbentuknya KAMMI, pengurus wilayah adalah jaringan wilayah. Jaringan wilayah merupakan kumpulan KAMMI Daerah (Kamda) yang bertugas untuk mengkoordinasikan, menumbuhkan, menghidupkan dan mengarahkan beberapa KAMDA yang berdekatan atau berada dalam kawasan tertentu.

Pengurus wilayah adalah kesatuan organisasi yang dibentuk untuk mengkoordinir Pengurus Daerah. Masa jabatannya menyesuaikan dengan masa jabatan Pengurus Pusat.

3. Pengurus Daerah

Pengurus Daerah (PD) KAMMI adalah satu kesatuan organisasi yang dibentuk di Pusat Kota atau Ibu kota Propinsi/Kabupaten/Kota yang terdapat perguruan tinggi. Namun di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia, PD KAMMI merupakan kesatuan organisasi yang dibentuk di Ibu Kota Negara atau Pusat Kota di negara tersebut.

Selain puluhan KAMDA di Indonesia, KAMMI juga memiliki perwakilan di beberapa negara asing, yaitu: Kamda Jepang, Kamda Australia, Kamda Pakistan, Kamda Inggris, Kamda Jerman, Kamda Kanada, Kamda Amerika Serikat.

4. Pengurus Komisariat

Pengurus Komisariat adalah satu kesatuan organisasi paling bawah dalam struktur organisasi KAMMI. Pengurus Komisariat (PK) berada di bawah Pengurus Daerah yang berada di sebuah perguruan tinggi dengan beberapa fakultas. Masa jabatan Pengurus Komisariat adalah satu tahun.

Simak juga wawasan mengenai Logo HMI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *