5 Cara “Jual Diri” yang Sehat dan Berkualitas

5 Cara “Jual Diri” yang Sehat dan Berkualitas – Selamat pagi Academers! Senang berjumpa dengan para pembaca budiman. Pada kesempatan kali ini, kami ingin menyampaikan terkait cara-cara “jual diri” yang sehat dan berkualitas. Tentu saja sebelum melangkah ke jenjang lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui apa sih pengertian “jual diri” itu?

cara branding
innovazioninteractive.wordpress.com

Pengertian “Jual Diri”

“jual diri” adalah sebuah kegiatan mempopulerkan skill yang dimiliki setiap individu. Konkritnya, “jual diri” adalah sebuah kegiatan membranding skill atau keahlian seseorang agar dikenal orang lain.

Adapun tujuan dan manfaat “jual diri” banyak sekali. Dapat diambil contoh, dengan branding diri, secara otomatis orang lain tahu bagaimana kita mempunyai skill dan keahlian khusus.

Karena kita dikenal memiliki beberapa keahlian khusus, orang lain akan tertarik menggunakan jasa keahlian kita. Selanjutnya, orang lain akan memberikan upah kepada Anda sebagai feedback dari kerja dan layanan jasa dari “jual diri” Anda.

Selain Anda mendapatkan rejeki, Anda juga bisa mendapat manfaat lain seperti halnya Anda dianggap paling ahli. Bahasa umumnya biasa disebut sebagai pakar. Dengan demikian, Anda bisa bermanfaat dengan menyebarkan informasi yang Anda miliki.

Pentingnya Branding Diri

Sebelum penulis bercerita lebih jauh mengenai bagaimana cara “jual diri” yang sehat sekaligus berkualitas, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan akibat bila diri tak pandai membranding diri. Pointnya sebagai berikut.

“jual diri” atau membranding diri itu sama saja apa yang kita inginkan juga ditangkap oleh orang lain dengan makna yang sama. Itu berarti, setiap wacana yang kita keluarkan, baik perkataan, perbuatan, maupun komunikasi simbolik semua adalah upaya untuk mengenalkan siapa kita.

Baik komunikasi verbal dan non verbal, seharusnya disadari bahwa hal itu termasuk branding diri. Ya, bila Anda seorang pembohong, sebenarnya Anda ingin dikenal seorang pembohong (seharusnya). Bila Anda seorang pecundang, sebenarnya Anda ingin dikenal pula sebagai pecundang.

Sayangnya, sedikit uyang menyadari hal di atas, walhasil bukan hanya terjadi kerancuan, namun juga terjadi perlawanan dua arah. Ada yang membranding anti korupsi di media, namun kenyataannya Ia melakukan korupsi besar-besaran. Inilah branding yang kurang tepat.

Cara “Jual Diri”

Itulah pengantar mengenai branding, sebuah kegiatan “jual diri” untuk menjemput rezeki. So, [erhatikan beberapa tips dan trik cara “jual diri” berikut ini:

1.Temukan Passion Anda

jual diri
theodysseyonline.com

Salah satu hal yang terpenting untuk men”jual diri” adalah menemukan pasiion. Ya, dengan menemukan passion, seseorang akan merasa bangga dan senang terhadap keberadaan dirinya sendiri.

Dengan menemukan passion, seseorang kemungkinan besar akan lebih banyak bersyukurnya, sehingga saking banyak syukurnya, ia menutupi semua keluh kesah dan kegelisahan akan kufur nikmat bagi dirinya.

Passion juga membawa seseorang bagaimana menentukan sikap untuk mendukung passionnya. Misal, bila Anda memiliki passion sebagai seorang pemimpin, maka sikap Anda adalah serius dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan umum.

Bisa juga dimulai dari hal terkecil misal jual nutrisi hidroponik. Ya, tanam saja di sekitar rumah Anda.

Berbeda pula bila Anda adalah seorang humoris, tentu saja tugas utama Anda adalah menghibur orang lain dengan hiburan yang berkualitas. So, jadikan semua gerak Anda adalah upaya branding dan “jual diri” Anda.

2. Setiap Perkenalan adalah “Jual Diri”

jual diri saat perkenalan
facultyecommons.com

Coba ingat kembali, bila Anda kembali ke masa lalu, tentu Anda juga pernah bertemu dengan orang yang barangkali bertemunya hanya sekilas. Ya, sekali bertemu langsung saling pergi.

Bila Anda pernah seperti itu, ada baiknya Anda mulai sekarang untuk mendata orang-orang yang hanya sekilas kenal. Meskipun sekilas kenal, paling tidak Anda sempat memperkenalkan diri Anda tentang keahlian Anda.

Selain Anda memperkenalkan diri Anda, hal yang harus Anda jaga dari pertemuan singkat dengan orang-orang adalah attitude Anda. Meskipun pertemuan singkat, jangan sampai Anda dikenal sebagai orang yang tidak berintegritas. Berilah kesan yang baik, siapa tahu suatu saat nanti akan bertemu kembali.

3. Buatlah Kartu Nama

jual diri lewat kartu nama
inno.volar.sg

Bila Anda ingin simple. Ada baiknya Anda menyiapkan kartu nama. Ya, jelaskan secara singkat dan jangan lupa sertakan no hp yang bisa dihubungi.

Dengan kartu nama, Anda meringankan beban orang lain baik dari segi perkenalan, maupun dari segi dokumentasi. Kenanglah bahwa suatu saat nanti moment yang berbeda akan kembali ditemu dari kartu nama yang Anda beri.

4. “Jual Diri” Online

jual diri
blogtrepreneur.com

Ada hal-hal menarik agar produk, skill atau keahliannya dikenal khalayak. Misal, ada beberapa toko online yang secara rutin berorasi di tengah jalan. Sambil berteriak, tak lupa meneriakkan slogan-slogan toko onlinennya.

Ada lagi contoh yang unik, salah seorang sahabat saya syukur sudah berumur 50-an ke atas. Beliau mempunyai usaha Srempe Arumanis. Tahukah Anda apa yang dilakukan beliau?

Setiap event, seminar ataupun workshop, beliau selalu membagikan Srempe Arumanisnya satu-satu kepada para hadirin. Ya, bukan hanya berkesan dan membekas di hati para teman bisnis, namun juga menjadi daya tarik tersendiri bagi orang lain.

Ada lagi yang termudah. Anda benar! Tulislah status di media sosial. Anda bisa menggunakan instagram, facebook, sampai blog. Nah, tulislah terkait apa yang Anda lakukan, tentu saja dengan bahasa yang halus dan tidak terkesan sombong.

5. Buatlah Aksesories yang Menarik

jual diri online
roandcostudio.com

Selain hal di atas, ada lagi cara untuk “jual diri”. Anda pernah melihat gantungan kunci? Atau Anda pernah melihat dompet passport? Atau stiker yang tertempel baik di motor, sepeda sampai dinding-dinding.

Ya, mereka melakukan bukan tanpa maksud. Mereka mempunyai tujuan untuk “jual diri”. Semakin produk Anda dibaca banyak orang, akan semakin populer produk atau keahlian Anda.

Itulah cara-cara “jual diri” bermartabat. Anda bisa melakukan hal-hal lain yang lebih heboh dari yang dilakukan di atas. Cobalah menggali para seniman-seniman yang mempunyai kreatif tinggi.

Hal yang perlu diingat adalah kesabaran. Membranding diri bukanlah perkara mudah. Semua butuh waktu dan pembuktian. Seiring waktu berjalan, selaraskan dan pantaskanlah segala tindakan Anda agar branding berjalan sempurna.

Ketahuilah bahwa branding itu sama saja seperti hegemoni. Perlahan-lahan, sedikit-sedikit, halus namun terus-menerus. Teruslah melakukan branding secara continue, semoga membekas di hati dan pikiran para konsumen Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *