Kajian Budaya Populer; Analisis Wacana Film Double Azab di Indosiar

15 views

Budaya Populer; Analisis Wacana Film Azab di Indosiar

Film sebagai Sarana Dakwah

Komodifikasi Agama di Dalam Film Azab; Kain Kafan Menghitam dan Jenajah Tersedot Lumpur karena Menjual Kerupuk Kulit dari Limbah Sepatu

Profil FTV

  Judul                           : Kain Kafan Menghitam dan Jenajah Tersedot Lumpur Hidup                                  Karena Menjual Kerupuk Kulit Dari Limbah Sepatu.

Genre                              : Religi.

Penulis Skenario          : Tim Kreatif MKF.

Penata Artistik             : Opan CJR.

Penata Kamera            : Catur Rizky Nugraha.

Penata Suara               : Iwan.

Editor                          : Taufik Kodra.

Penata Musik              : Fathir.

Koordinator Produksi : Gr. Hendra.

Sepervisi Pc Produksi : Norman Benny.

Produser                      : Sonu S, Sonya, Shalu Mulani.

Eksekutif Produser     : Subagio S.

Sutradara                     : Toto Hoedi.

Backsong                     : Bila Tiba dan Sesungguhnya (Ungu)

Actor Utama               : Vergi, Ega Olivia, Kenzi “Banyu”.

Film Azab di Indosiar
Film Azab di Indosiar

Analisis Wacana FTV Kain Kafan Menghitam dan Jenajah Tersedot Lumpur Hidup karena Menjual Kerupuk Kulit dari Limbah Sepatu.

Pada dasarnya, film adalah hasil dari representasi sosial yang sesungguhnya. Artinya, film dibuat untuk menegaskan kembali budaya-budaya film yang sebenarnya telah terjadi di masyarakat. Kami mencoba menganalisis sebuah film yang di dalamnya banyak kami temukan kejanggalan-kejanggalan yang menurut kami banyak bias di dalamnya, baik dari segi content, pengalaman pribadi maupun relasi sosialnya.

Analisis sederhana ini lebih berfokus pada teks dan gambar guna menggali wacana dibalik struktur. Analisis ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif dibantu pisau analisis wacana milik Van Djik. Adapun strukturnya meliputi struktur makro, superstruktur dan mikro.

1. Struktur Tematik

Elemen tematik adalah gambaran umum dari suatu teks. Bisa juga disebut gagasan inti, ringkasan, atau yang utama dari suatu teks. Topik atau tema menggambarkan apa yang ingin diungkapkan oleh penulis dalam ceritanya. Dalam analisis, topik atau tema suatu sinetron baru bisa disimpulkan kalau selesai menonton sampai tuntas sinetron tersebut. Dalam topik kita bisa mengetahui masalah dan tindakan yang diambil oleh redaktur.

Tematik film ini mengambil tema Azab; Kain Kafan Menghitam dan Jenajah Tersedot Lumpur karena Menjual Kerupuk Kulit dari Limbah Sepatu. Mengapa tema besar film tersebut tidak menggunakan kata “hukuman”, “siksaan” namun lebih memilih kata “azab”? Pemilihan kata “azab” bukan tanpa maksud, seorang sutradara sengaja memilih kata tersebut untuk menekankan bahwa kata tersebut merupakan hiperbola untuk menggambarkan kondisi yang sangat buruk.

Judul Kain Kafan Menghitam dan Jenajah Tersedot Lumpur karena Menjual Kerupuk Kulit dari Limbah Sepatu juga menggunakan sifat judul yang naratif, artinya judul memang dibuat berlebihan untuk menarik minat penonton. Hal itu juga didukung dengan pemilihan kata seperti “menghitam” dan “tersedot”.

2. Struktur Skematik

Struktur skematik adalah sebuah alur dari sebuah cerita yang terbagi ke dalam sejumlah kategori atau pembagian umum, yaitu pendahuluan, isi, kesimpulan, pemecahan masalah, penutup dan sebagainya. Alur tersebut menunjukkan  bagaimana bagian–bagian  dalam  teks  yang  disusun  atau diurutkan sehingga membentuk satu kesatuan.

Di dalam film ini, tentu saja alur yang diteliti adalah alur Film Azab. Kami menganalisis bahwa film ini memainkan alur yang tidak selazimnya. Film ini didahului dengan klimaks cerita yang memancing penontong untuk terus mengikuti jalan ceritanya.

c  . Struktur Retoris

Strategi dalam level retoris adalah gaya yang diungkapkan oleh seseorang ketika berbicara atau menulis bisa dilihat dari grafis visual, metafora dan ekspresi. Elemen metafora yaitu penyampaian pesan melalui kiasan dan ungkapan. Metafora tertentu digunakan sebagai landasan berpikir, alasan pembenar atas pendapat atau gagasan tertentu kepada khalayak.

Di dalam Film Azab, terdapat gambar-gambar atau scene yang justru melebih-lebihkan suasana seperti halnya kepanikan dan eksploitasi wanita seperti saat istri Pak Eko menangis.

Pembahasan

Setelah mengetahui gambaran data yang ada di Film Azab, kami akan membahas bagaimana struktur film memainkan perannya.

Komodifikasi Agama

Komodifikasi bisa diartikan sebagai usaha untuk menjadikan sesuatu menjadi objek dagangan, dalam hal ini adalah komodifikasi agama. Di Film Azab, judul di atas menggunakan prinsip jurnalisme kuning (yellow journalism) yang memainkan peran di dalam pembuatan judul. Pembuatan judul tersebut digunakan untuk membuat viral sinetron tersebut sehingga rating film ini bisa naik. Jurnalisme kuning itu sendiri adalah istilah yang lahir di Barat manakala terdapat surat kabar yang wajah utamanya didominasi warna kuning untuk menarik perhatian para pembacanya.

Di unsur skematik, Film Azab memainkan alur maju mundur yang sangat mengobrak-abrik emosi penontonnya. Dengan demikian, penonton bisa setia menyaksikan film dari awal sampai akhir. Hal tentu juga berkaitan dengan sebuah upaya pengkomodifikasian agama demi sponsorship.

Sedangkan retorisnya, film ini menggunakan berbagai sudut pandang untuk mengambil gambar, baik di kebun, rumah, jalan, dan di tempat-tempat lainnya. Pada dasarnya, gambar digunakan untuk memperkuat pesan dakwah yang disampaikan, seperti halnya juga disertakan berbagai percakapan yang keras antara Pak Eko dengan istrinya, juga dibumbui dengan musik-musik yang mendukung.

Pendangkalan Agama

Meskipun film ini tidak dipungkiri banyak memberikan pesan dakwah, namun cara penyajiannya tidak terlepas dari pengemasan-pengemasan yang cenderung melalaikan pesan dakwah tersebut. Sepertihalnya unsur tematik dalam film ini menggunakan kata “azab”, secara perlahan dan halus tanpa disadari akan berdampak pada ummat Islam dalam memandang sifat-sifat Tuhan.

Sebagai contoh, ummat saat ini menjadi generasi sumbu pendek karena film ini, sebab ummat berpikiran bahwa murka (baca azab) Tuhan lebih memenuhi hati daripada kasih sayang Allah. Tak heran bila saat ini banyak orang menuhankan agama dengan dalih untuk peduli dan takut akan azab Allah tanpa mengindahkan proses penyampaian pesan dakwah.

Struktur skematik juga bukan tanpa alasan alur cerita dibuat klimaks terlebih dahulu. Film ingin menunjukkan bahwa hal yang paling ditonjolkan adalah tentang azab. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa Islam adalah agama yang “mengerikan” sehingga citra Islam menjadi agak geseh.

Di bagian retoris, kami menyorot bagaimana Film Azab ini lebih mengeksplore proses awal jenazah sampai akhir. Hal ini tentunya memberikan pengaruh negatif kepada masyarakat, terlebih penggambarannya sangat menyeramkan baik gambar maupun musiknya. Bayangkan saja, berapa ummat yang saat ini takut untuk memandikan keluarganya yang sudah mendahului gara-gara film tersebut? Bahkan, menyolatinya pun enggan karena merasa takut kalau-kalau terjadi sesuatu.

Baca juga Contoh Resensi Film, Pasti Menarik….

Kesimpulan

Film ini sebenarnya mengandung banyak pesan dakwah, terlebih menjadi pengingat bagi umat manusia untuk tidak melakukan kejahatan dalam bentuk apapun. Sayangnya, pengkomodifikasian telah menyebabkan agama sebagai objek jualan yang ujung-ujungnya hanya bermuara di tataran ekonomi semata.

Bahkan, nilai-nilai agama yang seharusnya menjadi panutan pun perlahan-lahan malah dijauhi lantaran penyajian yang kurang berimbang. Dari pemaparan di atas, kami menyimpulkan bahwa adanya struktur Film Azab; Kain Kafan Menghitam dan Jenajah Tersedot Lumpur karena Menjual Kerupuk Kulit dari Limbah Sepatu yang dibuat sedemikian rupa sebenarnya ada ideologi kapitalisme yang bermain.

 

Penulis 

Zanny

Ali Ridho

Alfazri

Zamhari

Pemilik ACADEMIC INDONESIA — Mahasiswa Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Follow me @zamhari_jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *