Definisi Resensi Beserta Contohnya (Contoh Resensi Buku Fiksi dan Non Fiksi)

Definisi  Resensi Beserta Contohnya

definisi resensi beserta contohnya
thebookseller.com

Definisi Resensi Beserta Contohnya — Tindakan meresensi berarti memberikan penilaian, menangkap kembali isi buku, membahas atau mengkritik buku. Jadi bukan hanya menuliskan resumeannya saja.

Oh, ya resensi berbeda dengn review ya. Usahakan isi resensi menggambarkan secara detail dan mampu menggambarkan keseluruhan isi buku tersebut.

Untuk lebih lanjutnya, di bawah ini ada 2 contoh resensi buku. Yang pertama adalah contoh resensi buku fiksi dan yang kedua adalah contoh resensi non fiksi.  

Baca juga mengenai Contoh Resensi Buku Ilmu Pengetahuan

1. Contoh Resensi Buku Fiksi

Seberkas Cinta di Gelapnya Abad Silam

definisi resensi beserta contohnya bumi manusia
Bumi Manusia

Judul buku      : Bumi Manusia

Pengarang       : Pramoedya Ananta Toer

Editor              : Astuti Ananda Toer

Penerbit           : Lentera Dipantara, Jakarta

Tebal Buku      : 535 halaman

Seorang terpelajar harus juga belaku adil. Sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.

Begitulah petikan kalimat percakapan antara Jean Marais, pria Perancis veteran perang Aceh dengan tokoh utama Minke. Sebuah gambaran untuk generasi muda yang mengalami degenerasi persoalan kebangsaan dan menurunnya rasa nasionalisme.

Bumi manusia adalah caturlogi Pram yang pertama dari Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan terakhir Rumah Kaca. Pembagian ini dapat diartikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa episode.

Roman bagian pertama, Bumi Manusia menceritakan Minke seorang pemuda pribumi yang bersekolah di H.B.S. Pada masa itu yang dapat masuk ke H.B.S adalah orang-orang keturunan Eropa.

Tapi, ia bukan seorang pribumi biasa, di dalam tubuhnya mengalir darah para raja-raja Jawa. Oleh sebab itu ia bisa mengenyam pendidikan di H.B.S.

Sebagai manusia berdarah priyayi dan pelajar terpandai di H.B.S, Minke digambarkan sebagai sosok revolusioner. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya, pada kebudayaan Jawa, yang selalu membuatnya merasa rendah di bawah.

Ia tak menyukai jabatan, pangkat dan gaji. Karena di dalamnya hanya kecurangan-kecurangan yang ada. Meskipun ayahandanya adalah seorang bupati. Baginya ilmu, buku, dan pengetahuan adalah dunianya.

Yang membuka babak baru di bumi manusia. Membelah jiwa ke-Eropa-an yang menjadi simbol dan kiblat dari ketinggian pengetahuan dan peradaban.

Kisah ini sangat menarik ketika Minke bertemu dengan Nyai Ontosoroh, seorang gundik. Gundik adalah istri simpanan orang-orang non pribumi.

Gundik tidak mengenal perkawinan sah, melahirkan anak-anak tidak sah, menjual kehormatan untuk hidup senang dan mewah, sejenis manusia dengan kadar kesusilaan yang rendah.

Tapi Nyai Ontosoroh berbeda, ia tidak sama dengan nyai-nyai pada lazimnya, ia cerdas tiada bandingan. Semasa hidupnya ia gunakan untuk belajar dan belajar agar tidak dianggap rendah dan diakui sebagai manusia.

Baginya, untuk melawan penghinaan, kebodohan, dan kemiskinan hanyalah dengan belajar. Dari beliaulah, Minke belajar dan mendapat banyak pengalaman yang tak bisa ia dapatan di bangku sekolah sekalipun. Dari beliau pula, ia diperkenankan menjalin hubungan dan menikah dengan Annelies, puti Nyai Ontosoroh dengan alm. Tn. Melemma.

Sebuah pernikahan antara lelaki pribumi dengan wanita keturunan Indo-Belanda yang tak mendapat restu dari keluarga Minke. Hanya ibunda tercinta Minke yang setia menerima pernikahan beda budaya tersebut.

Sayangnya, kebersamaan dalam pernikahan itu tak berlangsung lama. Pernikahan mereka tidak diakui tanpa tata cara yang ditetapkan oleh pihak Belanda meski pernikahan mereka dianggap sah oleh hukum Islam.

Annelies harus dibawa pergi ke Belanda untuk diasuh oleh Maurizt Mellema, anak kandung dari istri sahnya alm.Tn.Mellema untuk mendapatkan seperenam bagian dari harta kekayaan alm.Tn.melema. Lalu bagaimana kisah Annelies dan Minke?

Membaca buku ini, kita seperti dibawa untuk kembali hidup di awal abad ke-20, di era membibitnya awal pergerakan nasional.

Kelebihan buku ini adalah Pram menuliskan kisah di dalmnya dengan bahasa yang sangat indah, kata-kata puitis beretebaran di sana-sini. Berbagai konflik dan ketegangan digambarkan Pram dengan sangat nyata. Melalui buku ini, Pram menggambarkan bagaimana keadaan pemerintah kolonialisme Belanda pada saat itu yang bersifat rasisme.

Sepandai apapun Minke, ia tetap warga kelas dua. Terpisahnya Annelies dari Minke juga karena perlakuan yang rasis dari Belanda. Selain itu, melalui sosok Minke, Pram juga memberi pesan yang sangat kuat, bahwa manusia semua sama; setara. Semua fitrah manusia sama di hadapan Tuhan.

Dengan berbagai revisi di tiap cetakan. Kiranya buku ini nyaris tanpa cela. Hanya saja bahasa yang digunakan terlalu tinggi, seingga butuh proses berpikir. Juga tidak ada gambar ilustrasi yang bisa membuat pembaca seolah-olah ada di masa itu.

Jika teman-teman adalah seorang predator book dan penyuka sastra, maka buku ini adalah bacaan wajib bagi anda, karena roman ini bukan hanya sastra semata. Tapi  juga teriakan Pram yang hendak menyuarakan kebenaran dan membangunkan kita dari buaian kebodohan.

Mengkrikitik budaya yang tidak sesuai, serta mengajak kita untuk kembali mengingat tujuan dan hakikat mulia pendidikan.

Ada juga Resensi Non Fiksi, Simak Selengkapnya di Contoh Resensi Buku Non Fiksi

2. Contoh Resensi Buku Non Fiksi

 Etika dan Filsafat Komunikasi

DEFINISI resensi beserta contohnya tentang komunikasi
Academic Indonesia

Judul buku      : Etika dan Filsafat Komunikasi

Pengarang       : Muhammad Mufid

Penerbit           : Kencana

Cetakan           : Pertama, 2009

Tebal Buku      : 314 halaman

Etika berasal dari bahasa Yunani ethos. Etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Sifat  dasar etika adalah sifat kritis. Filsafat adalah seperangkat keyakinan, sikap, cita-cita, aspirasi, tujuan, norma dan aturan etis.

Etika disebut filsafat moral. Berbicara mengenai tindakan manusia dan kaitannya dengan tujuan utama hidupnya. Membahas baik-buruk atau benar-tidaknya tingkah laku dan tindakan manusia serta sekaligus menyoroti kewajiban manusia.

Mempersoalkan bagaimana manusia seharusnya berbuat atau bertindak. Etika dibedakan menjadi etika deskriptif dan etika normatif. Etika normatif memberikan gambaran dari gejala kesadaran moral, dari norma dan konsep etis.

Adapun komunikasi diperlihatkan sebagai ilmu yang berhubungan dengan berbagai macam ilmu yang berhubungan dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang lain. Sementara etika  komunikasi mencoba untuk mengelaborasi standar etis yang digunakan oleh komunikator dan komunikan.

Kelebihan dalam buku ini adalah memberikan kita suatu pelajaran bagaimana kita harus mengunakan etika dimanapun dan sedang apapun. Sementara filsafat memberikan pengetahuan apa yang  dipikiran untuk ke depan dan masa lalu dan masalah dalam kehidupan.

Dalam dua konsep ini sangat berharga bagaimana kita dapat menjadikannya satu menjadi lebih baik untuk seorang individu dan individu lainnya.

Untuk kekurangan dalam buku ini adalah nyaris tiada kekurangan, hanya saja bahasa yang digunakan memang cukup tinggi.  Pembaca harus benar-benar memahami maksud dari yang dituliskan oleh penulis.

***

Hanya itu yang bisa kami ulas dari artikel ini. Karena resensi adalah ringkasan buku dengan menuliskan informasi beserta kelebihan dan kekurangan, maka tidak sulit menulisnya. Asalkan Anda mau mencoba untuk menulis.

Tertarik dengan Resensi Novel? Pelajari lebih dalam di Contoh Resensi Novel

Info Kampus dan Sumber Referensi Kuliah Terlengkap Fanspage Academic Indonesia Group Fb Info Kampus Seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *