2 Contoh Laporan Perjalanan Wisata Singkat Paling Konkrit! (Formal dan Non Formal)

Contoh Laporan Perjalanan Wisata — Berwisata, nge-trip, study tour, sampai kunjungan dinas merupakan hal yang lumrah dilakukan setiap orang. Bahkan hal tersebut diperlukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan di samping melepaskan rasa penat akan padatnya aktivitas kehidupan. Asal bukan untuk mengikuti tren kekinian dengan alasan kalau nggak nge-trip sama saja nggak keren.

contoh laporan perjalanan wisata
ragampariwisatajogja

Anda juga bisa membaca artikel mengenai Contoh Laporan Perjalanan Versi Terlengkap

Saya paling tidak suka alasan ini entah kenapa. Ya masak kita nge-trip hanya untuk dibilang keren? Nggak ada manfaatnya kan? Akan lebih bermanfaat kalau kita nge-trip sambil membagi pengalaman perjalanan dengan orang lain. Betul kan? Hehehe…

Masalahnya, tidak semua orang suka menulis perjalanan yang sifatnya formal. Terlebih harus membuat laporan perjalanan wisata yang harus pakai latar belakang, tujuan dan thethek-mbengeknya itu. Susah apalagi harus pakai bahasa yang resmi dan terkesan membosankan.

Nah kali ini saya punya solusi sekaligus saya jelaskan tentang contoh laporan perjalanan singkat. Yap, laporan yang satu ini yang jelas bisa menjadi solusi alternatif. Sangat direkomendasikan buat anda yang ingin bereksplorasi dalam membuat laporan perjalanan. Tentunya dengan kemasan yang lebih luwes dan happy fun. Hehehe…

Pengertian Laporan Perjalanan Wisata Singkat

Pada dasarnya laporan perjalanan punya banyak bentuk yang disesuaikan dengan berbagai kondisi dan kebutuhan si penulis maupun institusi.

Anda juga bisa mengerti apa pengertian esai, baca selengkapnya mengenai Pengertian Esai

Seperti yang ada dalam laporan perjalanan lengkap, laporan perjalanan hanya membutuhkan feel dan experience. Jadi bisa ditulis dengan santai namun bisa juga dengan prosedural, tinggal melihat kebutuhannya.

Nah, untuk contoh laporan perjalanan wisata singkat biasanya justru dibutuhkan untuk review ringan sampai kebutuhan jurnalistik. Tentunya lebih simpel dan mudah pembuatannya ketimbang laporan perjalanan dinas atau formal. Satu lagi, contoh laporan perjalanan wisata singkat cukup ditulis layaknya kita menulis artikel atau essay.

Karena itulah contoh laporan perjalanan wisata singkat Ini lebih mudah penulisannya, ketimbang laporan perjalanan formal. Feel-nya lebih terasa kuat jika dibandingkan experience-nya walaupun keduanya saling melengkapi. Jadi tinggal mengutarakan apa yang Anda pikirkan dan perasaan.

Nah, ada satu lagi bentuk dalam menulis perjalanan wisata singkat. Biasanya laporan singkat semacam ini bisa dikembangkan ke tulisan yang lebih kecil dan padat layaknya artikel. Karena bentuknya yang simpel dan mudah sehingga memungkinkan siapa saja untuk membaca.

Jadi secara teknis, contoh laporan perjalanan wisata singkat bisa ditulis menjadi dua macam. Pertama bisa ditulis secara formal sesuai urutan kegiatan dan yang kedua bisa ditulis non formal seperti artikel atau essay.

Itulah kenapa saya katakan contoh laporan perjalanan wisata singkat dibutuhkan (salah satunya) untuk kebutuhan jurnalistik. Karena contoh laporan perjalanan wisata singkat bisa diringkas lagi ke dalam bentuk artikel yang lebih ringkas. So, Anda bisa mengirim artikel perjalanan wisata singkat itu ke surat kabar atau majalah yang menyediakan tema perjalanan.

Asal tahu saja, contoh laporan perjalanan wisata singkat ini bisa ditulis layaknya kita menulis kegiatan harian atau sering disebut dengan diary. Tahu kan diary? Catatan kegiatan sehari-hari yang ditulis kayak nulis curhat. Hehehe, kenyataannya iya kok mirip. Jadi feel yang dirasakan ketika menulis laporan singkat ini jadi lebih dapet.

Jadi bisa dikatakan contoh laporan perjalanan wisata singkat ini perpaduan antara laporan perjalanan formal yang dibikin artikel dengan rasa ala diary. Tinggal eksplorasi saja apa yang anda rasakan selama perjalanan dan tulis saja seluwes mungkin.

Cara Menulis Contoh Laporan Perjalanan Wisata Singkat

Menulis jenis laporan yang satu ini tidaklah serumit menulis laporan perjalanan formal, meskipun waktunya bisa ditulis secara mendetail. Tergantung kebutuhan apakah hanya untuk menggambarkan situasi atau keinginan lembaga/institusi. Karena sifatnya lebih fleksibel dan mudah ditulis.

Baca juga bagaimana Cara Membuat Esai, simak sampai tuntas ya…

Sebelum menulis contoh laporan perjalanan singkat, terdapat beberapa unsur yang mungkin patut diperhatikan.

1. Tempat Kegiatan

Dalam menulis laporan perjalanan, tempat kegiatan merupakan hal yang paling utama. Namun apabila tempat kegiatan yang dikunjungi lebih dari satu, anda harus cermat dalam mengurutkan penulisannya. Mulai dari tempat awal kegiatan sampai akhir harus runtut.

2. Waktu

Hampir sama tempat kegiatan, waktu yang dituliskan juga harus mendetail. Informasi mengenai waktu diperlukan terutama untuk membatasi kegiatan agar tidak terkesan lama.

3. Kesan-kesan

Setiap tempat yang dikunjungi pasti memiliki keunikannya sendiri. Jadi alangkah baiknya tulis feel yang didapat selama dalam perjalanan.

4. Penutup

Bagian akhir isilah dengan kesimpulan perjalanan. Mulai dari hal yang belum diketahui sebelum perjalanan sampai urusan fasilitas, pelayanan, dan lain sebagainya.

5. Dokumentasi

Contoh laporan perjalanan wisata singkat sebenarnya juga mengharuskan adanya dokumentasi, minimal foto kegiatan. Namun karena ini laporan singkat, dokumentasi yang disajikan tidak perlu banyak-banyak.

Tujuh foto sudah cukup untuk contoh laporan perjalanan wisata singkat. Bahkan untuk dikirimkan ke media massa jumlah itu sudah lebih dari cukup. Tapi pilih ya foto yang paling kece dan bagus, biar redaksi tertarik untuk menerbitkannya. Hehehe…


Tidak ada perbedaan signifikan sebenarnya laporan perjalan singkat formal maupun non formal. Namun untuk laporan perjalan singkat yang bersifat formal, waktu perjalanan benar-benar harus diperhatikan jam dan waktunya sedetail mungkin (mulai dari jam berapa sampai jam berapa).

Sedangkan untuk laporan perjalanan non formal, hal itu tinggal disingkat dengan menunjuk pagi, siang atau malam hari. Penulisannya juga tidak perlu panjang-panjang, cukup 200-300 kata saja sudah termasuk panjang untuk sebuah artikel yang akan diterbitkan media massa. Jika di blog bisa lebih panjang, sekitar 500-1000 kata bisa ditulis lengkap.

Contoh Perjalanan Wisata Singkat Formal

contoh laporan perjalanan wisata makam raja-raja imogiri
hello-pet.com

Ziarah Makam di Wilayah Imogiri bersama Academic Indonesia

Hari Senin (24/01/2017) saya dengan rombongan Academic Indonesia mengunjungi berbagai makam yang ada di wilayah Imogiri, kabupaten Bantul Yogyakarta.

Tujuan utamanya yaitu untuk studi destinasi wisata ziarah yang ada di Jateng & DIY. Namun, kali ini lebih dikonsentrasikan di wilayah Imogiri yang terdapat beberapa makam.

Makam yang dikunjungi antara lain 1) Makam Giriloyo (Sunan Cirebon) 2) Makam Pajimatan (Raja-raja Mataram Islam) 3) Makam Banyusumurup (Pangeran Pekik) dan 4) Makam Seniman.

Letaknya memang agak berjauhan satu sama lain. Namun karena untuk menyingkat waktu, kami memutuskan untuk mengunjungi dua makam terlebih dahulu untuk observasi, yaitu di Makam Sunan Cirebon dan Makam Raja-Raja Imogiri.

Perjalanan dimulai pada jam 08.00 dari Terminal Giwangan setelah sebelumnya kami sepakat untuk bertemu dengan rombongan lainnya jam 07.30.

Kami langsung menuju Imogiri yang berjarak sekitar 18 kilometer dari kota Yogyakarta. Tempat yang pertama kami singgahi adalah Makam Sunan Cirebon atau lebih dikenal dengan nama Makam Giriloyo.

Kami tiba di makam ini jam 08.45. Makam ini letaknya ada di atas bukit. Makam keluarga Sultan Agung terpisah dengan makam Sunan Cirebon sendiri. Terdapat satu masjid tua di bawah bukit dan satu pendopo untuk tempat istirahat pengunjung.

Masjid tua ini konon juga dibangun saat makam ini mulai ditempati sejumlah keluarga kesultananan Mataram Islam. Makamnya sendiri ada 58 nisan di atas bukit dan ada sejumlah pemakaman warga di sebelah tengah bukit.

Selain itu di sebelah selatan makam ada air terjun Sewu Watu. Sesuai namanya, air terjun ini banyak terdapat struktur batu mulai dari yang besar sampai yang kecil.

Oh ya satu lagi, tangganya lumayan banyak. Tidak kalah dengan makam para Raja Mataram Islam Imogiri. Walaupun agak sempit dan sedikit lebih curam.

Makam ini lokasinya ada di desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Kenapa dikatakan sebagai Makam Sunan Cirebon? Karena di sini terdapat makam menantu Sultan Agung, yaitu Kanjeng Sunan Cirebon V yang memiliki nama kecil Abdul Karim.

Menurut juru kunci setempat, secara ruhaniah Sultan Agung Hanyokrokusumo dimakamkan di sini. Ini dibuktikan dengan adanya nisan batu yang menyendiri (sering disebut dengan Sekaran Sapen). Jadi makam di Pajimatan oleh masyarakat setempat disebut sebagai makam lahiriah dari Sultan Agung. Menarik ya?

Setelah kami menghabiskan waktu lebih dari satu jam, kami bergegas menuju makam Raja-Raja Mataram di Imogiri pada jam 09.30. Setelah sampai di sana kami langsung menuju atas bukit. Tangganya lebar namun tetap saja banyak dan tinggi.

Di sini dimakamkan para Raja beserta selir dari masing-masing Sultan. Terdapat tiga kompleks makam yaitu makam Sultan Agung (Mataram Islam), Kasunanan Surakarta (Solo), dan Kasultanan Yogyakarta.

Apabila ingin masuk ke dalam makam ketiganya, harus memakai pakaian adat Jawa baik laki-laki maupun perempuan. Tidak seperti makam Giriloyo yang cenderung bebas tapi sopan.

Di tempat masuk makam kami menemui beberapa pedagang yang menawarkan minuman tradisional yang dinamakan Wedhang Uwuh. Harganya cukup murah sekitar Rp 10.000,- dan rasa jahenya kuat dan disajikan dengan air hangat. Cukup untuk melepas rasa lelah dan panas di siang hari.

Kesimpulannya dua makam tersebut sangat bagus untuk dijadikan wisata religi mengingat aspek sejarah Islam di selatan Jawa sering dikaitkan dengan tokoh-tokoh tersebut. Adat Jawa yang lebih kental ketimbang makam para Wali di Pantai Utara Jawa (Pantura) juga menjadikan makam-makam tersebut menyimpan keunikannya sendiri.

Contoh Perjalanan Wisata Singkat Non Formal

contoh laporan perjalanan wisata makam raja-raja
wisata makam raja-raja

Ziarah Makam di Wilayah Imogiri

Tidak lengkap sebenarnya jika anda berkunjung di Yogyakarta, namun tidak berwisata ziarah di wilayah Imogiri. Ya, kecamatan yang terletak di Kabupaten Bantul, DIY ini menyimpan banyak potensi wisata yang unik dan cocok bagi anda yang suka belajar sejarah.

Ada empat makam besar yang ada di Imogiri. Antara lain Makam Sunan Cirebon (Makam Giriloyo), Makam Raja-raja Imogiri (Makam Pajimatan), Makam Pangeran Pekik (Makam Banyusumurup) serta Makam Seniman Giri Sapto. Namun makam Sunan Cirebon adalah yang paling jarang terdengar, bahkan untuk warga Yogyakarta sendiri.

Makam ini lokasinya ada di dusun Cengkehan, desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Makam ini merupakan makam keluarga Sultan Agung seperti Pangeran Juminah (Paman Sultan Agung), Kanjeng Ratu Mas Hadi (ibunda Sultan Agung), sejumlah Alim Ulama Mataram Islam dan makam menantu Sultan Agung, yaitu Kanjeng Sunan Cirebon V (makamnya terpisah).

Terdapat satu masjid tua di bawah bukit dan satu pendopo untuk tempat istirahat pengunjung. Tangga berundaknya juga banyak, tidak kalah dengan anak tangga di Makam Raja-Raja Imogiri. Selain itu lebih sempit dan agak sedikit curam. Namun justru di sinilah sisi menariknya. Ada sekitar 58 nisan di atas bukit dan ada sejumlah pemakaman warga di sebelah tengah bukit.

Menurut juru kunci setempat, konon secara ruhaniah, Sultan Agung Hanyokrokusumo dimakamkan di sini. Ini dibuktikan dengan adanya nisan batu yang menyendiri (sering disebut dengan Sekaran Sapen). Jadi makam di Pajimatan oleh masyarakat setempat disebut sebagai makam lahiriah dari Sultan Agung. Menarik ya?

Pelajari juga contoh Blog Perjalanan dalam Bahasa Inggris Visit Pare


Cukup mudah bukan membuatnya? Tinggal melihat detail waktu dan perjalanan saja anda bisa menuliskan beberapa catatan penting dan menarik. Bahkan anda bisa membuat artikel non formal secara terpisah dan lebih spesifik.

Hobinya mempelajari kehidupan dan belajar dari kehidupan... Hayoo bingung to??...,., :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *