Beginilah Cara Menghitung IPK yang Tepat

Sekilas Pengertian IPK

Cara Menghitung IPK – Setiap akhir semester, mahasiswa akan memperoleh nilai yang disebut IPK. IPK itu sendiri memiliki kepanjangan Indeks Prestasi Kumulatif.

Perbedaan IP dengan IPK sebenarnya tidak terlalu jauh. IP adalah nilai mahasiswa yang dihitung per semester, bila IPK adalah nilai yang dihitung secara keseluruhan. Bila Anda saat ini berada di semester 4, maka nilai IPK Anda dihitung hanya sampai semester 4.

Nilai IPK semester 4 tentu saja masih bisa berubah. Sebab, di dalam penilaian akhir IPK tentu saja masih berada di semester menjelang wisuda. Biasanya, untuk jenjang S1 terlaksana selama 8 semester dan maksimal 14 semester.

Apakah IPK itu penting?

cara menghitung IP
idntime.com

Penting. Tentu saja penting. Jika tidak penting barangkali tulisan ini tidak hadir. Nah, mengenai pentingnya IPK, IPK sendiri adalah bukti kecerdasan mahasiswa. Selain itu, IPK juga merupakan alat ukur seberapa ilmu pengetahuan yang dikuasai mahasiswa. Itu mengapa nilai mahasiswa disebut sebagai indeks.

Kuliah bertujuan untuk mendapatkan IPK tinggi itu kurang tepat, sebab umumnya mahasiswa yang kuliah namun tujuannya hanya mendapat IPK tinggi ia lupa akan hakikat kuliah sebenarnya, yakni menguasai ilmu.

Mengapa demikian bisa terjadi? Tidak bukan dan tidak salah karena nilai bisa didapatkan melalui apa saja termasuk cara-cara yang kurang tepat. Oleh sebab itu, IPK sebaiknya bukan dijadikan tujuan untuk dalam menjalani aktivitas kuliah. Mahasiswa sebaiknya bertujuan untuk menuntut ilmu sampai benar-benar menguasai sehingga dapat membawa kesejahteraan kedepannya.

Dengan memiliki tujuan ilmu sebagai mutiara yang harus diraih, otomatis IPK  akan tinggi karena dengan menguasai ilmu, Anda akan bisa menyelesaikan tugas-tugas dosen dengan baik. Lebih dari itu, Anda juga bisa mengembangkan keilmuan yang Anda tekuni dengan banyak-banyak praktik, melahirkan karya-karya yang dapat bermanfaat bagi orang banyak. Itulah mahasiswa!

Faktor-faktor yang Mempengaruhi IPK

Tak jarang, obrolan-obrolan mahasiswa saat di kampus asyik saling bertukar informasi terkait IPK. Di antara beberapa mahasiswa, ada yang membicarakan IPK mulai dari perkembangan, nilai-nilai yang terduga, nilai-nilai yang tak terduga sampai menganalisis apa faktor penyebab tinggi rendahnya IPK.

Di antara obrolan hangat tersebut, penulis hanya ingin berbagi mengenai salah satu obrolan yang jarang terlewat yakni faktor-faktor yang menjadi penyebab tinggi rendahnya nilai IPK.

1. Rajin Kuliah

mahasiswa yang rajin
challenge.gov.sg

Percaya atau tidak, rajin memang membawa keberhasilan dalam menentukan berapa nilai IPK mahasiswa. Ya, bila Anda merasa tidak cerdas, IQ-nya kurang tinggi, atau merasa minder dengan kepintaran Anda, mulai sekarang tekadkan bahwa Anda rajin.

Penulis akan memberikan beberapa contoh agar rajin bisa membuat IPK Anda bagus. Pertama yang perlu Anda pelajari adalah rajin dalam mendapatkan informasi.

Barangkali inilah penyebab banyak mahasiswa yang minim mendapatkan nilai IPK. Mahasiswa dan dosen terkadang sering miss komunikasi, bukan itu saja, mahasiswa terkadang juga kurang bertanya bila ada sesuatu yang belum jelas.

Maka dari itu, rajin bertanya, berkomunikasi baik akan meningkatkan pemahaman Anda dalam menjalani aktivitas kuliah. Anda juga bisa menjadi gudang informasi bagi mahasiswa lainnya.

Dengan demikian, apapun informasi yang beredar, sebelumnya sudah dipercayakan kepada Anda dan teman Anda akan merasa bermanfaat sekaligus akan menganggap Anda adalah mahasiswa rajin yang pantas mendapatkan IPK tinggi.

2. Tugas yang Dikerjakan dengan Tepat

kerjakan tugas kuliah dengan tepat
blogtestbagas.blogspot.com

Memang asyik bila berbicara masa-masa kuliah. Keasyikan tersebut sebab di dalamnya terdapat banyak senda gurau yang benar-benar lucu dan membuat perut sakit karena tertawa. Bagiamana tidak, sebab kesalahan komunikasi dan hubungan antar idealisme mewarnai hari-hari.

Salah satu keunikan tersebut salah satunya mengenai tugas. Ya, bagi sebagian dosen, tugas baik pekerjaan rumah (PR) atau tugas di kelas saat ujian memang harus ada. Bagi sebagian dosen, ada yang memberikan tugas hanya untuk menguji keseriusan mahasiswa, ada juga yang dijadikan untuk melatih nalar mahasiswa dan lain sebagainya.

Salah satu contoh yang sering penulis ketahui dari berbagai pengalaman adalah kesalahan nalar. Contohnya bila mahasiswa-mahasiswa sedang ujian, biasanya ada soal;

“Jawablah pertanyaan ini dengan singkat dan padat!”

Bagi sebagian dosen, pertanyaan di atas bukanlah dibuat kebetulan. Ia benar-benar menguji mahasiswanya apakah dapat menjawab soal dengan tepat dan sesuai perintah. Bagi dosen yang menghendaki sesuai perintah, tentu saja jawaban yang panjang akan mendapatkan nilai yang kurang baik.

Begitu sebaliknya, bila Anda menjawab pertanyaan dengan jelas, padat dan singkat, nilai ujian Anda akan baik sebab Anda dapat menjawab soal sesuai kemauan dosen, atau istilah umumnya menjawab soal sesuai pertanyaan.

Nah, bila Anda kuliah pasti Anda akan menemui berbagai karakter dosen, bisa jadi Anda akan dikecoh dengan pertanyaan-pertanyaan yang awalnya berupa cerita panjang namun di akhir, ternyata pertanyaannya tidak “nyambung” sama sekali.

3. Moral

moral mahasiswa di perguruan tinggi
sciencedaily.com

Salah satu hal yang penting bila Anda ingin IPK Anda tinggi adalah moral. Moral adalah perilaku baik yang mengarah kebijaksanaan. Bijaksana dalam bertutur kata, juga bijaksana dalam berperilaku.

Masalah moral ini memang menjadi perhatian sangat besar baik guru, dosen ataupun mereka-mereka yang menamakan sebagai pengajar. Mengapa hal tersebut sangat penting?

Di dalam Islam sendiri, akhlak, moral atau adab menempati urutan pertama dalam keilmuan. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa orang yang ilmunya sedikit namun mempunyai akhlak, itu lebih baik daripada orang yang memiliki banyak ilmu namun tidak berakhlak.

Akhlak itu sendiri dalam menuntut ilmu posisinya sangat penting. Hal ini disebabkan karena akhlak adalah pintunya ilmu pengetahuan. Orang atau mahasiswa yang berakhlak, ia akan cepat menguasai ilmu, begitu pula sebaliknya.

Banyak kisah antara dosen dengan mahasiswa yang memperlihatkan kurang moral mahasiswa menghargai dosen. Contoh, seorang mahasiswa SMS seorang dosen dengan menggunakan kata-kata yang umum dan tanpa pendahuluan (salam).

Selanjutnya, hal yang perlu diperhatikan terkait moral adalah kepekaan. Membahagiakan dosen sebenarnya adalah pekerjaan mulia. Misal contoh-contoh kecil berupa penghargaan watu. Ya, bila Anda kelak kuliah, atau saat ini sedang kuliah, datanglah pertama kali. Tunggulah dosen Anda dan persiapkan segalanya.

Kongkritnya, menghargai dosen juga bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi yang baik, menulis di media massa, berperilaku sopan santun dan lain sebagainya.

Terkait wawasan IPK lainnya, Anda bisa membaca faktor kesepakatan antara dosen dengan mahasiswa di artikel bertajuk Pengertian IPK.

Tujuan Memahami Cara Menghitung IPK

tujuan memahami cara menghitung IPK
idntimes.com

Pernahkah Anda melihat IPK Anda? Apa yang Anda pikirkan? Tentu saja Anda akan merasa bahagia bila melihat nilai Anda baik, begitu sebaliknya.

Setelah Anda melihat, tentu Anda akan tergerak untuk menelisik lebih jauh nilai pernilai mata kuliah Anda. Mulai dari nilai yang tertinggi sampai yang terendah semua menjadi perhatian pandangan Anda.  Untuk memperjelas pengamatan di atas, berikut ini penulis sajikan point-point pentingnya mengetahui bagaimana cara menghitung IPK.

Sebagai Evaluasi Target

Bila Anda mempunyai target yang tinggi, alangkah baiknya bila Anda sering melakukan evaluasi. Salah satu cara evaluasi di dunia kampus yakni dengan melihat nilai IPK.

Jadi begini, bila Anda melihat ada IK yang buruk, alangkah lebih baiknya bila Anda melukan koreksi diri apa yang selama ini kurang. Apakah karena kesalahan sendiri atau kesalahan system?

Bila kesalahan sendiri, Anda perlu segera memperbaikinya dengan lebih giat belajar, rajin dan meningkatkan komunikasi. Namun bila ada faktor lain selain internal, Anda juga perlu melakukan instropeksi salah satunya dengan menganalisis faktor tersebut.

Cara menganalisisnya cukup simple, bila Anda merasa sudah rajin dan semua tugas, absen sudah terpenuhi dengan baik, lebih baiknya Anda mengajak diskusi dengan dosen Anda. Ya, jalinlah keterbukaan dengan pengajar Anda, dengan demikian Anda bisa melakukan instropeksi diri secara langsung.

Ketika ada pihak lain yang memberikan Anda masukan, terima saja sebab tangga itulah yang akan mengantarkan Anda ke arah kedewasaan.

Cara Menghitung IP

Sebelum beranjak bagaimana cara menghitung IP, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu batasan-batasan nilainya. Perlu Anda ketahui bahwa nilai yang digunakan di dunia universitas bukanlah hanya nilai angka.

Di dunia kampus, nilai tersebut penulis sebutkan seperti di bawah ini:

  1. A= 4
  2. B= 3
  3. C= 2
  4. D= 1
  5. E= 0

Di antara angka dan huruf tersebut ada juga nilai denga penambahan penjumlahan dan pengurangan. Adapun penambahan dan pengurangan dibubuhkan point 0,25 sampai 0,5. Misal bila nilai Anda B- maka nilai Anda bisa 2,75 atau 2,50.

Cara Menghitung IP itu sendiri sangat mudah. IP dihitung berdasarkan per semester selama berlangsung perkuliahan. Umumnya, untuk sarjana (S1) terdapat sekitar 144-146 SKS yang ditempuh selama 8 semester atau 3,5 tahun normal.

Sedangkan untuk D3, perkuliahan biasa menghabiskan sekitar 110-120 SKS yang ditempuh sekitar 30-40 SKS. Meskipun berbeda, namun cara menghitungnya sama. Berikut ini cara menghitung IP.

*Prestasi Mahasiswa dalam Satu Semester

  • Pertama, kalikanlah SKS mata kuliah yang Anda ambil dengan bobot setiap nilainya
  • Sehabis itu, jumlahkan semua total SKS yang diambil selama 1 semester.

Cara Menghitung IPK

CARA MENGHITUNG ipk kuliah
maramedia.ro

Mudahkan? Itulah cara sederhana menghitung IP, nah selanjutnya menghitung IPK. IPK adalah nilai yang dihitung dari semua jumlah nilai per semester dibagi berapa semester yang telah diambil.

  • Jumlahkanlah semua nilai Indeks Prestasi (IPK) dari semester 1 sampai semester terakhir yang Anda ambil.
  • Setelah itu, lanjutkan dengan menjumlahkan semua nilai IP tersebut dibagi dengan jumlah IP.

Nilai IP semester 1= 3.50

Nilai IP semester 2= 3.00

Nilai IP semester 3= 3.00

Nilai IP semester 4= 3.50

Nilai IP semester 5= 2.75

Nilai IP semester 6= 2.75

Nilai IP semester 7= 3.50

Nilai IP semester 8= 3.75

IPK= 3.50 + 3.00 + 3.00 + 3.50 + 2.75 + 2.75 + 3.50 + 3.75

Jadi, 22, 25: 8 semester= 27,8 maka nilai IPK-nya 27,81 ( C )

Selain hal di atas, Anda juga bisamenghitung IPK melalui cara berikut ini:

Cara Menghitung IPK

           Jenis Mata Kuliah                            Jumlah SKS                         Nilai                       Mutu

Mata Kuliah Bahasa Indonesia                      2                                              A                             8

Mata Kuliah Bahasa Inggris                           3                                              B                             9

Mata Kuliah Agama                                          2                                              C                             4

Mata Kuliah Matematika                                 1                                              A                             4

Mata Kuliah Psikologi                                      2                                              A                             8

Mata Kuliah Ekonomi                                      1                                              C                             2

 Mata Kuliah Filsafat                                         5                                              A                             20

Mata Kuliah Adab                                             3                                              B                             9

  Mata Kuliah Ilmu Pemerintahan                   3                                              A                             12

Mata Kuliah Ilmu Komunikasi                      2                                              C                             4

Mata Kuliah Ilmu Jurnalistik                         2                                              A                             8

Mata Kuliah Komunikasi Masyarakat          2                                              B                             6

Mata Kuliah Komunikasi Politik                   3                                              A                             6

Mata Kuliah Pengetahuan Alam                   2                                              C                             4

Mata Kuliah Ilmu Humaniora                       3                                              B                             9

Mata Kuliah Ilmu Sosial                                  1                                              B                             8

Mata Kuliah Ilmu Semiotik                           3                                              A                             9

    Total 20 SKS                                          46 SKS                                   3,24                        149

Mutu

Mutu adalah hasil perkalian antara nilai dengan banyaknya SKS. Bila nilainya 4 dengan jumlah 2 SKS maka 4 X 2= 8

MUTU= Banyaknya Nilai x SKS yang diambil

Jika semuanya telah dijumlah, maka sekarang saatnya mudah menghitung IPK.

Total Mutu Dibagi Total SKS= 149/46= 3, 24

So, nilai IPK Anda adalah 3,24 dalam nilai bisa ( B+ )

Demikianlah cara menghitung IPK secara sederhana. Semoga bermanfaat ya!

Manfaat Meraih IPK Tinggi

IPK bukan segalanya, namun IPK adalah bukti keseriusan Anda menjadi mahasiswa. IPK juga penentu nasib, namun dengan IPK tinggi, yakinlah bahwa nasib Anda akan lebih baik. So, mulai dekarang jangan ragu lagi untuk meraih IPK tinggi, berikut point-point manfaatnya;

1. Mudah untuk  Melanjutkan S2

melanjutkan s2 magister
youtube.com

Tak jarang bagi lulusan S1, ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya yakni S2. Bila itu yang Anda rencanakan, saran penulis untuk menarget IPK setinggi-tingginya sebab IPK juga menjadi salah satu syarat untuk bisa melanjutkan S2.

Selain IPK yang cukup tinggi, Anda sebaiknya juga mempersiapkan skill yang lain seperti bahasa asing tempat tujuan untuk melanjutkan kuliah Anda.

2. Berpeluang Besar Mengikuti Event, Training atau Conferensi Nasional Internasional

seminar di universitas perguruan tinggi
commons.wikimedia.org

Selain sebagai syarat untuk melanjutkan S2, IPK juga juga bisa digunakan sebagai syarat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan berkualitas gratis. Anggap saja acara RK Mentee yang diadakan oleh Guru Besar Ekonomi Prof. Rhenald Kasali, Ph. D.

Setiap tahunnya agenda tersebut memilih pemuda dari berbagai daerah untuk mengikuti training selama satu minggi. Di sana para fresh graduate diajak bertemu dengan para tokoh publik baik yang saat menjabat ataupun yang banyak mendirikan usaha dan bisnis dalam skala besar sebut saja Dahlan Iskan, Ahok, dan lain sebagainya.

3. Berpeluang Mendirikan Usaha/Bisnis

kuliah sambil bisnis di kampus
.dedydahlan.com

Bila Anda seorang mahasiswa yang mempunyai IPK tinggi, itu berarti Anda sedang membranding bahwa diri Anda adalah mahasiswa terbaik. Dengan kecerdasan Anda, Anda bisa memulai usaha atau bisnis hal-hal atau keilmuan yang saat ini Anda geluti. Anda bisa membuka usaha jasa tulis menulis, les privat, berjualan atau hal-hal lain yang bermanfaat.

Selebihnya, insyaAllah akan kami paparkan pada kesempatan yang berbeda. Tteaplah di ACADEMIC INDONESIA!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *