Inilah 5 Cara Membuat Resensi yang Baik dan Benar

Cara Membuat Resensi — Apakah Anda sedang bingung bagaimana cara membuat resensi buku yang baik dan benar? Jangan khawatir, 5 cara di bawah ini akan membantu Anda menulis resensi buku tanpa perlu bingung dan takut kesulitan.

cara membuat resensi buku
http://i.huffpost.com

Baca juga mengenai Contoh Resensi Buku Pengetahuan

Karena terkadang ada beberapa orang yang mengaku kesulitan dalam menyusun informasi apa saja yang harus ada pada resensi buku. Padahal cara membuat resensibuku itu tidak cukup mudah. Asalkan Anda mau mencoba untuk mau berusaha menulis.

Tapi sebelum mengetahui 5 cara membuat resensi yang baik dan benar, alangkah lebih baiknya jika kita mengetaui terlebih dahulu apa sih pengertiadari resensi itu?

Definisi Resensi

Resensi berasal dari bahasa Latin, revidere atau recensere yang berarti melihat kembali, menimbang ataupun menilai. Dalam bahasa Inggris sendiri resensi lebih dikenal dengan review.

Baca juga mengenai Contoh Resensi Buku Pelajaran

Adapun resensi sendiri adalah suatu tulisan yang bertujuan untuk memberikan pertimbangan atau penilaian tentang suatu buku. Pada umumnya buku yang diresensi adalah buku  yang baru diterbitkan. Jadi melalui resensi tersebut, para pembaca bisa mendapatkan suatu informasi penting terhadap layak atau tidaknya suatu buku untuk dibaca.

Nah, setelah mengetahui definisi resensi maka selanjutnya adalah mengetahui cara membuat resensi. Di bawah ini adalah 5 cara membuat resensi yang baik dan benar.

5 Cara Membuat Resensi Buku

Jadi bagi yang belum mengetahui apa saja itu langkah-langkah cara meresensi buku. Di bawah ini adalah langkah atau cara bagaimana meresensi buku.

1. Menentukan Buku yang Akan Diresensi

Cara yang pertama adalah, Anda pertimbangkan buku apa yang akan Anda resensi. Termasuk ke jenis atau genre apakah buku yang akan Anda resensi. Apakah termasuk karya fiksi seperti novel, antologi cerpen, antologi puisi, roman.

Anda juga bisa membaca artikel-artikel sebelumnya seperti Contoh Resensi Novel

Ataukah buku yang kita resensi termasuk ke jenis karya non fiksi seperti sejarah, ilmu pengetahuan atau biografi tokoh. Seseorang yang merensi harus mengetahui masuk ke dalam jenis apa buku yang ia resensi.

2. Mencatat Data atau Informasi Buku yang Akan Diresensi

Catatlah data dan informasi dari buku yang akan Anda resensi. Data informasi yang harus Anda tulis dalam sebuah resensi buku adalah :

Judul Buku :

Pengarang :

Penerbit :

Cetakan :

Tebal buku :

Harga buku :

3. Menuliskan Poin-poin Penting dalam Buku

Langkah yang dirasa cukup sulit adalah ketika sampai pada menulis isi resensi buku. Tulislah poin-poin yang penting menurut Anda. Catat pula kutipan yang dirasa mengesankan, jangan lupa tandai halaman.

Tulis kembali kembali gagasan yang dianggap penting ke dalam karangan singkat yang memiliki satu kesatuan yang integral.

4. Menuliskan Isi Resensi

Selanjutnya adalah menulis isi resensi, pada cara ini adalah bagaimana Anda memberikan komentar dan pandangan terhadap buku yang Anda resensi. Langkah-langkah dalam menuliskan isi resensi adalah :

  • Membuat informasi umum tentang buku yang Anda resensi.
  • Membuat judul resensi buku.
  • Membuat ringkasan buku secara garis besar.
  • Memberikan penilaian terhadap buku yang Anda resensi.
  • Menonjolkan sisi lain dari buku yang Anda resensi.
  • Mengulas manfaat membaca buku tersebut bagi pembaca.
  • Menuliskan kekurangan dan kelebihan yang ada pada buku tersebut.
  • Penilaian dari segi kelengkpan karya, EYD dan sistematika resensi.

5. Menulis Kesimpulan

Cara yang terakhir adalah ungkapkan apa yang Anda peroleh dari buku yang Anda resensi. Beri saran kepada pembaca mengapa mereka harus membaca buku yang Anda resensi dan apa ruginya jika mereka tidak membaca.

Untuk lebih lanjutnya, coba perhatikan contoh resensi buku yang ada di bawah ini :

contoh resensi buku dee lestari
http://cdn.zettamedia.co

Judul Buku : Inteligensi Embung Pagi

Pengarang       : Dewi Lestari

Penerbit           : Bentang

Cetakan           : 1, Februari 2016

Tebal buku     : 724 halaman

 

Kejahatan yang paling mengerikan tidak akan muncul dengan api dan tanduk, tetapi jubah malaikat.

– Inteligensi Embung Pag, hlm.459

Setelah mendapatkan klu terakhir dari sebuah upacara di Lembah Suci Urubamba, Gio memutuskan untuk untuk kembali ke Indonesia. Pertemuannya dengan Dimas dan Reuben bukan semata-mata sebuah peregerakan acak.

Bersama keduanya, Gio berusaha mengungkap identitas di balik Supernova lewat keponakan Dimas yang bernama Toni. Toni alias Mpret tahu, jika ia tidak bisa selamanya bungkam tentang rahasian keberhasilannya meretas situs paling fenomenal itu.

Toni mengatakan jika identitas Supernova sesunggunya dimiliki oleh Ferre yang membuat Dimas dan Reuben terkejut. Mengapa? Sebab Ferre adalah tokoh fiksional mereka yang ternyata mewujud nyata.

Begitu juga dengan Alfa yang rela terbang puluhan jam dari New York ke Jakarta. Ditemani Kell sebagai teman seperjalanan. Laki-laki itu nyatanya bukan sekadar tabib yang menyembuhkan penyakit susah tidurnya. Mellui Kell, Alfa tahu tahu hal yang begitu mengejutkan.

Istlah-istilah aneh yang semakin jelas adanya. Serta melalui berbagai keterhubungan, akhirnya mereka mereka mengerti jika misi hidup mereka  bukan sebuah kehidupan yang penuh tanda tanya, melainkan sudah diatur sedari mula.

Setelah ditunggu selama dua tahun, akhirny Inteligensi Embun Pagi muncul sebagai penutup dari seri Supernova karya Dee Lestari. Ya, Inteligensi Embun Pagi adalah novel seri terakhir dari Supernova yang ditekuni oleh Dewi Lestari selama 15 tahun.

Pada novel Inteligensi Embun Pagi terlihat pembawaan cerita Dee Lestari yang begitu kontras dibandingkan dengan novel seri sebelumnya. Jika pada seri Gelombang masih ada plot perkenalan tokoh Alfa yang berangkat dari Pulau Samosir menuju New York dan alurnya begitu dibuat dramatis.

Maka dalam seri Inteligensi Embun Pagi, Dee Lestari sama sekali tidak menyinggung babak perkenalan. Alih-alih Dee ingin lebih memfokuskan karyanya pada hukum-hukum sains dan metafisika yang mejadi basis pertemuan pertemuan keenam tokohnya.

Pembaca memang merasa ditipu berkali-kali. Tetapi di  yang bersamaan pembaca jadi  dibuat lebih ingin menebak-nebak misteri.

Secara keseluruhan, seri Supernova mampu menggabungkan sains dan roman seperti yang direncanakan Dimas dan Reubeun. Supernova dengan hebatnya dapat menceritakan bagaimana sains dapat hancur dan diputarbalikkan karen cinta. Hingga cintapun pun bisa terjalin karena unsur sains yang dapat dijelaskan secara logika.

Inteligensi Embun Pagi terasa menegangkan secara bertubi-tubi. Namun, pandangan sayangnya Inteligensi Embun Pagi tidak sebagus seperti apa yang dikisahkan dalam seri sebelumnya seperti Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh atau Gelombang.

Di seri sebelumnya, Dee Lestari membuat sebuah latar cerita dengan sangat sederhana. Namun para para tokohnya bisa menciptakan hal yang hebat pada akhir ceritanya. Ya semacam sebuah kejutan mendadak.

Sementara pada Inteligensi Embun Pagi, kisah yang diceritakan lebih kepada siasat perang sehingga semuanya terasa terus menanjak alurnya. Tidak  seperti pada seri-seri Dee Lestari sebelumnya.

***

Ya, mungkin seperti itulah yang bisa kami ulas dari 5 cara membuat resensi buku yang baik dan benar. Selamat mencoba menulis resensi buku.

Baca pula perihal Sinopsis Novel Hujan Tere Liye

 

 

Info Kampus dan Sumber Referensi Kuliah Terlengkap Fanspage Academic Indonesia Group Fb Info Kampus Seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *