10 Langkah Cara Membuat Esai dengan Mudah dan Praktis

Cara Membuat Esai — Membuat esai tidak sesulit yang Anda bayangkan. Setiap orang dibekali dengan kemampuan menulis, tinggal bagaimana Anda bisa mengolahnya. Artikel mengenai cara membuat esai di bawah ini akan membantu Anda menulis esai dengan mudah dan praktis.

cara membuat esai
everydayinterviewtips.com

Baca juga mengenai Seluk Beluk Contoh Esai

Ada 10 cara membuat esai agar tulisan Anda terlihat lebih berkualitas dan bagus. Pada dasarnya, sebuah esai terbagi dalam tiga bagian yakni pendahuluan, isi dan penutup.

Pendahuluan berupa paragraf yang memperkenalkan tema yang akan dijelaskan. Isi adalah ide atau gagasan yang coba disampaikan penulis. Adapun penutup adalah paragraf kesimpulan.

Cara Membuat Esai

Berikut 10 cara membuat esai dengan mudah dan praktis :

1. Pilih Tema yang Menarik

Sebelum menulis, pikirkanlah tema apa yang sedang aktual dan menarik untuk diangkat. Bisa ide tema yang diangkat berupa tinjauan umum, atau analisis secara khusus. Jika hanya merupakan tinjauan umum, Anda bisa langsung menuju ke cara berikutnya.

Namun jika yang Anda ingin tuliskan adalah analisis khusus, maka tema Anda harus benar-benar spesifik. Jika tema masih terlalu umum, Anda dapat mempersempit tema. Misalnya jika tema yang ingin Anda angkat mengenai Pendidikan, maka tema itu masih umum.

Jadi secara khususnya, angkat tema Kapitalisme Pendidikan misalnya, maka tema tersebut jauh lebih spesifik.

Setelah Anda yakin akan apa yang Anda tulis, Anda bisa melanjutkan ke cara berikutnya. Bila tema saja belum ditentukan, maka tugas Anda akan jauh lebih berat. Anda juga bisa memilih tema sesuai yang Anda sukai, tergantung apa yang ingin Anda tulis.

2. Tentukan Tujuan Menulis Esai

Setelah menentukan tema, maka selanjutnya tentukan tujuan penulisan esai Anda. Apakah esai Anda bertujuan untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang Anda sampaikan?

Atau menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu, menjelaskan kepada pembaca tentang suatu peristiwa, seseorang, ide, ataukah tempat? Apapun tema  yang Anda pilih, pada intinya adalah harus sesuai dengan tujuan yang Anda maksud.

3. Sampaikan Ide Gagasan Anda

Jika Anda telah menetapkan tujuan esai, maka tulislah beberapa gagasan yang menarik minat Anda. Semakin banyak gagasan yang Anda tulis, maka akan semakin baik esai Anda. Jika Anda mempunyai masalah dalam menemukan dan merumuskan gagasan, coba lihat di sekeliling Anda.

Apakah ada hal-hal yang menarik di sekitar Anda? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan gagasan.

Jangan mengevaluasi gagasan-gagasan tersebut sebelum Anda tuntas untuk menyampaikannya. Anda tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala Anda. Cara ini  dilakukan  sebagai wadah untuk brainstorm.

4. Evaluasi Apa yang Menjadi Gagasan Potensial Anda

Nah, setelah memiliki beberapa gagasan yang layak, pertimbangkan masing-masing gagasan tersebut. Jika tujuannya adalah menjelaskan tema, Anda harus mengerti benar tentang tema yang dimaksud.

Namun jika tujuannya ada unsur persuasif, maka tema tersebut harus benar-benar meyakinkan pembaca. Nah, sebelum meneruskan ke cara berikutnya  lihat sekali lagi bentuk naskah yang Anda tulis, sudah sesuaikah dengan tema yang Anda angkat?

5. Buatlah Kerangkai Esai

Tujuan dari dibuatnya sebuah kerangka adalah bagaimana nantinya Anda meletakkan gagasan-gagasan tentang tema dalam sebuah format yang terstruktur. Siapkan selembar kertas dan mulailah dengan menulis tema di bagian atas.

Tulislah garis besar gagasan  tentang tema yang ingin Anda tuliskan. Jika esai Anda bersifat persuasif, maka berikan argumentasi yang terbaik pada tulisan Anda.

Namun jika esai Anda menjelaskan suatu proses, maka tulislah langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca. Jangan lupa tuliskan fakta atau informasi yang mendukung gagasan utama Anda.

6. Tulislah Daftar Pertanyaan

Jika Anda sudah membuat kerangka tulisan, cara selanjutnya adalah membuat daftar pertanyaan. Buatlh rumusan pertanyaan yang memuat gagasan utama esai. Daftar pertanyaan atau rumusan masalah mencerminkan isi esai dan poin-poin penting yang akan disampaikan oleh penulisnya.

Jika Anda telah selesai menulis daftar pertanyaan atau rumusan masalah lihat kembali rancangan esai yang telah Anda buat. Sudahkah sesuai atau belum?

7. Menulis Isi Esai

Tahap selanjutnya adalah bagian yang paling ditunggu-tunggu dalam sebuah penulisan esai. Anda bisa menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk tema yang telah Anda tentukan.

Setiap ide gagasan penting yang Anda tulis pada rancangan akan menjadi satu paragraf dari isi esai Anda. Masing-masing paragraf memiliki struktur yang seragam. Mulailah dengan menulis ide utama Anda dalam bentuk kalimat.

Nah, pada setiap ide gagasan, tulislah perluasan dari gagasan tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau pembahasan. Alangkah lebih baiknya justru jika Anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.

Setelah menuliskan daftar pertanyaan, Anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.

8. Tulislah Paragraf Pendahuluan

Sebelum masuk ke isi esai, alangkah baiknya jika menulis abstraksi atau pendahuluan esai dengan sebaik mungkin. Mulailah dengan menarik perhatian pembaca. Awali paragraf pendahuluan pendahuluan dengan suatu informasi nyata dan terpercaya.

Tidak perlu memberikan informasi yang perlu benar-benar baru, namun informasi tersebut bisa menjadi gambaran dari sebuah ide gagasan yang Anda sampaikan. Anda bisa mengawali pendahuluan esai Anda dengan sebuah anekdot.

Anekdot adalah suatu cerita yang menggambarkan persoalan yang Anda maksud. Namun tetap berhati-hatilah dalam membuat anekdot, ya!

Meski anekdot ini dirasa efektif untuk membangun rasa penasaran pembaca, Anda harus menggunakannya secara tepat. Bisa juga Anda menggunakan sisipan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa narasumber untuk menyampaikan tema Anda.

Tambahkan satu atau dua kalimat yang dapat mengarahkan pembaca pada pernyataan rumusan masalah Anda. Tutup paragraf dengan pernyataan rumusan pertanyaan.

9. Tulislah Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah Anda tuliskan. Jangan lupa berikan perspektif terakhir kepada pembaca. Tulislah tiga atau empat kalimat penutup, hindari kalimat yang sama sama persis seperti yang ada dalam isi esai.

Tulis kesimpulan yang menggambarkan pendapat dan perasaan Anda tentang tema yang Anda bahas. Anda juga bisa menggunakan anekdot untuk menutup esai.

10. Teliti Kembali Esai Anda

Setelah selesai dengan seluruh cara yang ada, jangan lupa teliti kembali esai Anda. Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebutlah harus bisa dinalar atau masuk akal.

Jangan lupa teliti lagi format penulisan seperti margin, spasi, tanggal dan sebagainya. Anda bisa merevisi esai dengan memperkuat poin yang lemah.

Baca terus kembali esai yang telah Anda tulis tersebut. Adakah yang aneh? Sudahkah masuk akal?  Bila ada yang belum nyambung dan terasa aneh, berikan beberapa kata dan frase untuk menghubungkannya.

Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya. Perhatikan kaedah bahasa atau Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

***

Seperti itulah apa yang bisa kami ulas mengenai cara membuat esai. Jangan pernah mengeluh tidak bisa dan teruslah mencoba!

Tertarik Esai Sastra? Simak selanjutnya di Contoh Esai Sastra

Info Kampus dan Sumber Referensi Kuliah Terlengkap Fanspage Academic Indonesia Group Fb Info Kampus Seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *