Siapakah Bapak Pramuka Indonesia?

62 views
Bapak Pramuka Indonesia
Wikimedia

ACADEMIC INDONESIA — Hayoo, siapakah di antara kalian anggota pramuka yang tidak mengetahui siapa bapak pramuka Indonesia? Wah sebagai angota pramuka jangan sampai kamu tidak mengenali siapa bapak pramuka indonesia yah.

Lalu siapa sih bapak pramuka Indonesia itu? beliau adalah Sri Hamengku Buwono IX. Ada yang sudah mengenal beliau? Kalau belum, mari berkenalan dengan Bapak Pramuka Indonesia ini. Seperti apakah sosok kepribadian Sri Hamengku Buwono IX?

Simak ulasannya di bawah ini.

Bapak Pramuka Indonesia ialah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Selain menjadi Bapak Pramuka Indonesia, HB IX juga menjabat menjadi Sultan atau Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Wakil Presiden Negara Republik Indonesia.

Gelar Bapak Pramuka Indonesia diberikan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX atas jasa beliau dalam gerakan pramuka di Indonesia. Ya, gelar tersebut diberikan mengingat aktivitas Sri Sultan Hamengku Buwono IX di dunia kepramukaan atau kepanduan.

Sebelum nama pramuka ada, zaman dahulu sebelum tahun 1961, pramuka disebut dengan pandu. Pada awal-awal perjalanan Gerakan Pramuka, atas pemikiran dan kebijakan yang diambil Sri Sultan Hamengku Buwono IX Gerakan Pramuka bisa menjadi seperti yang dikenal saat ini.

Oleh sebab itu, sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Gelar Bapak Pramuka Indonesia semakin dikukuhkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada saat Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka Tahun 1988. Munas ini dilaksanakan di Dili, Timor Leste.

Pada tahun 1972 Sri Sultan Hamengku Buwono IX  pernah mendapatkan penghargaan Silver World Award dari Boy Scouts of America.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga menerima “Bronze Wolf Award”. Bronze Wolf Award aalah sebuah penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Penghargaan WOSM adalah penghargaan yang cukup prestise di kalangan dunia. Ada empat tokoh dari Indonesia yang bisa menerima penghargaan ini. Mereka adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1973.

Lalu ada Abdul Aziz Saleh pada tahun 1978, John Beng Kiat Lim pada tahun 1982 dan Letjen TNI (Purn) H.Mashudi pada tahun 1985.

Biografi Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Sri Sultan Hamengku Buwono IX lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912. Nama asli beliau adalah Bendoro Raden Mas Dorodjatun. Nama Hamengkubuwana IX sendiri karena beliau adalah anak ke-sembilan dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah.

Pendidikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX  dimulai dari HIS di Yogyaarta. Lalu berlanjut di MULO, Semarang hingga AMS di Bandung. Pada tahun  1930-an, Sri Sultan Hamengku Buwono IX  melanjutkan kuliah di Rijkuniversiteit atau sekarang bernama Universiteit Leiden, Belanda.

Pada tangal 18 Maret 1940, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta dengan gelar yag sangat panjang. Yakni gelar Ngarsa Dalem Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

Beliau adalah sosok pemimpin yang berani menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, beliau melarang pengiriman warga Indonesia menjadi romusha.

Saat kemerdekaan RI, beliau bersama Paku Alam IX beliau menjadi pemimpin lokal pertama yang mau menggabungkan diri ke Republik Indonesia. Saat agresi Militer Belanda I, beliau pula juga yang mengundang Presiden Soekarno untuk mengungsi dan memerintah Indonesia dari Yogyakarta.  Beliau juga berperan penting dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Sri Sultan Hamengkubuwana IX meninggal di Washington,  Amerika Serikat pada tanggal 2 Oktober 1988 pada umur 76 tahun. Lalu beliau dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri, Bantul, DIY.

Peranan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam Gerakan Pramuka

Sejak usia muda Sri Sultan Hamengku Buwono IX telah aktif dalam organisasi pendidikan kepanduan.  Ketika memasuki tahun 1960-an, beliau telah menjadi Pandu atau pemimpin Pandu.

Lalu pada tahun 1961, ketika berbagai organisasi kepanduan di Indonesia berusaha  disatukan ke dalam satu wadah. Sri Sultan Hamengku Buwono IX  juga memiliki peran penting di dalam pembentukan tersebut.

Saat itu Ir.Soekarno sebagai  Presiden RI berulang kali berkonsultasi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Presiden berkonsultasi mengenai penyatuan organisasi kepanduan serta pendirian Gerakan Pramuka begitu pula pengembangannya.

Hingga pada tanggal 9 Maret 1961, Ir. Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Panitia ini beranggotakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX Tidak lupa Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Profesor Prijono, Dr. Azis Saleh dan Menteri Trasnmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini sangat diperlukan untuk mengesahkan adanya pramuka.

Lalu terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 tahun 1961 pada tanggal 5 April 1961. Keputusan itu menjelaskan tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka. Adapun susunan keanggotaan seperti yang telah disebutkan oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Lalu pada tanggal 11 April tahun 1961, keluar juga Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 yang menetapkan tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota panitia ini sama halnya yang telah ditetapkan sebelumnya dengan penambahan anggota Muljadi dari Menteri Sosial.

Panitia itulah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagai Lampiran keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961. Keputusan itu ditetapkan pada tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1961, digelarlah sebuah pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara. Pelantikan ini diikuti oleh defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.

Pelantikan ini didahului dengan penganugerahan panji-panji gerakan pramuka. Gerakan pramuka ini terjadi pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa inipun disebut dan diperingati sebagai Hari Pramuka.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat sebagai Ketua Kwarnas dn Gerakan Pramuka hingga empat periode berturut-turut. Yakni pada periode  1961-1963, 1963-1967, 1967-1970-1970-1974.

Atas jasa-jasa Sri Sultan Hamengku Buwono IX lah, terselenggara Munas Gerakan Pramuka pada tahun 1988 yang berlangsung di Dili, Timor Leste. Ya, momen Munas itulah sebagai pengukuhan Sri Sultan Hamengku Buwono IX  sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Pengukuhan dan pengangkatan beliau ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 yang berisi tentang pelantikan Bapak Pramuka Indonesia.

Riwayat Pendidikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX :

  1. Taman kanak-kanak atau Frobel School asuhan Juffrouw Willer di Bintaran Kidul
  2. Eeerste Europese Lagere School (1925)
  3. Hogere Burger School (HBS) di Semarang dan Bandung (1931)
  4. Rijkuniversiteit Leiden, jurusan Indologie, atau Ilmu tentang Indonesia kemudian ekonomi.

Nah, seperti itulah sejarah dan profil singkat Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jadilah bangsa yang tidak melupakan sejarah ya. Sebab jasa beliau ini sangat besar di bidang pramuka. Semoga bermanfaat.

Blogger Jogja Ambil Keilmuan Jurnalistik — Hobi Men-SEO-kan Konten— Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta— Gabung dan Dapatkan Berbagai Info Kampus di Komunitas Academic Indonesia Whatsapps di 0812-8307-7972