6 Penyebab Munculnya Rasa Malas

Penyebab Malas — Lawan yang paling berat adalah diri sendiri. Selain tak tampak oleh mata, terkadang juga tak terasa. Ada banyak sekali sikap buruk kita, tanpa adanya keterbukaan dalam nasehat, manusia tidak dapat memperbaiki dirinya. Ya, seperti cermin yang hanya menampakkan wajah di depan, manusia butuh cermin-cermin lain agar sanggup melihat dirinya secara utuh.

Tak terkecuali dengan sikap malas yang menggerogoti. Malas merupakan bagian dari bencana terkecil dalam lingkup sosial. Walaupun kecil, namun penyakit ini seperti virus- sangat berbahaya. Bila seseorang sudah terbiasa terbelenggu dengan rasa malas, Ia akan rugi dan merugikan orang lain.

Kali ini, penulis akan mengulas mengenai sikap malas. Agar dapat menghilangkan rasa malas dari akar-akarnya, kita harus mengidentifikasi terlebih dahulu sebab musabab rasa malas. Berikut adalah beberapa penjelasan penyebab munculnya rasa malas.

1. Terbiasa Menunda-nunda

Sumber www.travelsort.com
Sumber www.travelsort.com

Kebiasan menunda-nunda adalah kebiasaan yang sering tidak kita sadari. Kebiasaan ini biasanya beranggapan bahwa barangkali masih ada waktu esok, masih lama waktunya, santai dulu sajalah dan lain sebagainya. Orang tipe seperti ini biasanya kurang memiliki kesibukan sehingga kehidupannya hanya digunakan untuk santai.

Kebiasaan menunda-nunda juga bisa terjadi bagi orang merasa serba cukup. Mahasiswa yang masih mendapatkan “beasiswa” dari orang tuanya mungkin saja akan beranggapan bahwa rizki untuk hari esok sudah jelas ada, jadi tidak perlu bergerak.

Berbeda dengan mahasiswa yang hidupnya serba kepepet, mungkin akan lebih berpikir apa yang besok akan dimakan. Jadi bila ada yang kepepet namun masih malas berarti ada masalah hehe.

2. Bersandar kepada Orang Lain

Sumber www.packingmysuitcase.com
Sumber www.packingmysuitcase.com

Kebiasan bersandar juga cukup berpengaruh terhadap lahirnya rasa malas. Anggapan bahwa sudah ada orang lain yang bisa terkadang membuat diri terhanyut. Alhasil lebih memilih diam dan tiduran daripada melakukan hal yang sama.

Kebiasaan seperti ini akan memperlambat perkembangan pengetahuan. Karena kebiasaan diam, seseorang akan malas untuk mencoba bahkan berujung pada ketakutan untuk mencoba. Coba Anda identifikasi orang yang pernah gagal berkali-kali dengan orang yang sama sekali belum pernah gagal. Pasti beda.

3. Malu

Sumber www.centralchristianhuntington.org
Sumber www.centralchristianhuntington.org

Rasa malu bisa jadi menjadi penyebab munculnya rasa malas. Malu di sini dapat berawal dari berbagai faktor. Meskipun banyak faktor yang menyebabkan hadirnya rasa malu, perlu kita kaji ulang kembali masih perlukah malu dalam melakukan hal kebaikan?

Kata pepatah salah seorang Amirul Mukminin Ustman Bin Affan jika orang baik tidak berbuat sesuatu, maka akan banyak orang jahat yang berlaku.

Oleh sebab itu, kiranya tak perlu malu bila melakukan kebaikan-kebaikan. Apalagi dalam hal ini adalah kedisiplinan. Meskipun di tengah-tengah orang yang malas, sebisa mungkin diri kita adalah pembawa arus kebaikan, bukan pengikut kemalasan. Pilihannya hanya ada dua, merubah orang malas menjadi rajin atau ikut-ikutan malas?

4. Tidak Mempunyai Prioritas

Sumber www.alertinvestment.wordpress.com
Sumber www.alertinvestment.wordpress.com

Prioritas itu penting. Ada prioritas berarti ada pilihan. Ada pilihan berarti ada kesibukan. Orang yang malas biasanya tidak tahu mana yang lebih penting untuk dikerjakan terlebih dahulu. Bisa jadi hal-hal kecil seperti ini membuat banyak orang kecewa. Selain terlihat culun, terkadang juga kurang menggunakan akal sehat.

Dari berbagai interaksi, sering orang yang mempunyai prioritas cenderung mengikuti arus teman-temannya. Baik itu yang bermanfaat maupun tidak bermanfaat semua diikuti. Bila sudah seperti ini bisa menyebabkan hal-hal yang penting tidak dikerjakan. Fenomena semacam ini memang sering terjadi dengan dalih tidak enakan dengan teman.

5. Minim Pengetahuan

penyebab malas
Sumber www.idisciple.org

Posisi stagnan membuat seseorang tidak ada niat kemajuan. Hidupnya mengalir dan tanpa target yang jelas. Meskipun ada yang beranggapan bahwa hidup tak perlu mempunyai target, namun sebenarnya mereka bisa disiplin juga melalui proses target.

Suatu saat Anda pasti akan merasakan bahwa bila sudah terbiasa disiplin memang tak perlu memasang target. Disiplin dari kesadaran hati akan membuat seseorang profesional dan tak sadar bahwa sebenarnya ia mempunyai target.

Di situlah pentingnya ilmu, dalam bahasa motivasi menuliskan bahwa untuk mengalahkan Jepang jangan menggunakan cara Jepang, namun gunakanlah cara Indonesia sendiri. Setiap orang mempunyai caranya masing-masing untuk menentukan keberhasilannya.

Bagi orang yang mampu menemukan sendiri solusi menghilangkan rasa malas tentu akan lebih istiqomah. Dan itu tentu saja di dapat dari ilmu dan rajin mencoba untuk tidak malas.

6. Terlalu Banyak Mencari Alasan

penyebab malas
Sumber www.philosophyofbrains.com

Dari kelima point di atas intinya adalah alasan. Banyak orang yang malas selalu mencari alasan. Bila tidak ada alasan, ia bersusah payah untuk mencari alasan sampai ketemu. Seakan-akan hidupnya hanya untuk mencari alasan.

Alasan-alasan yang tidak baik seperti ini perlu dihindari sebab dalam beralasan bisa jadi itu hanya pembelaan semu yang sebenarnya menipu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *