5 Hal yang Sebaiknya Mesti Dimiliki Seorang Mahasiwa Sebelum Melangkah ke Jenjang S2

5 Hal yang Sebaiknya Mesti Dimiliki Seorang Mahasiwa Sebelum Melanjutkan S2 – Masa muda tak akan berulang dua kali. Karena masa itu menjadi penentuan berkualitasnya hidup seseorang, masa itu sering disebut-sebut baik di dalam Al Quran maupun dijadikan quotes para pendiri bangsa.

tips melanjutkan s2
students.telkomuniversity.ac.id

Di dalam Islam, telah disebutkan peranan penting seorang pemuda. Kisah-kisah teladan hingga kabar masa depan pun berkaitan dengan masa muda.

Anda juga bisa mengerti bagaimana Cara Menghitung IPK di ACADEMIC INDONESIA

Bisa diambil contoh kisah teladan seorang pemuda yang masuk syurga hanya karena di dalam hatinya tak ada dendam sedikitpun di hatinya. Adapun mengenai kabar masa depan, Rosulullah Saw telah menyebutkan 7 golongan yang dirindu syurga. Golongan itu tidak lain diperuntukkan bagi pemuda.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita mengenal tokoh sebut saja Ir. Soekarno. Beliau dalam gelora orasinya menyebutkan dengan lantang seandainya diberikan 10 pemuda, niscaya dunia akan diguncangkannya.

Karena S2 itu sangat lekat dengan jiwa muda, ada baiknya Anda perhatikan point-point penting yang sebaiknya Anda miliki seperti:

  1. Dosen(Guru) Pribadi

    mahasiswa ada baiknya memerlukan guru spiritual
    sulsel.pojoksatu.id

Setiap diri manusia membutuhkan bimbingan. Di zaman yang serba kompleks seperti ini, tentu pergaulan sangat mempengaruhi gaya hidup seseorang.

Agar Anda tetap berada di rel kebenaran, Anda sebaiknya mencari guru pribadi. Guru pribadi bukan hanya sebagai penasehat di kala ada problem, lebih dari itu Ia juga bisa membantu Anda untuk membentuk jalan impian Anda.

Tidak harus satu, Anda bisa memiliki guru pribadi 2 atau 3 guru pribadi. Guru pribadi tersebut bisa Anda spesifikkan sebagai guru spiritual atau guru pribadi di bidang bisnis atau lainnya.

Bila itu guru spiritual Anda, Anda bisa memastikan bahwa Anda sesuai dengan segala pandangan hidupnya. Bila itu adalah guru pribadi Anda dalam bidang bisnis atau keilmuan, Anda pastikan Ia adalah guru pribadi yang akan memberikan Anda kilauan mutiara-mutiara ilmu yang mungkin akan jarang  Anda temui di kelas.

  1. Wawasan Komunikasi (Bahasa)

    Komunikasi mahasiswa harus diperbaiki
    davedodgson.com

Selain mencari guru pribadi, sebelum melanjutkan S2 Anda juga bisa memperbanyak pengalaman komunikasi Anda. Pengalaman komunikasi bisa Anda mulai dengan menjelajahi berbagai komunitas, lembaga, pergerakan mahasiswa sampai dialog antar agama atau dialog lintas agama.

Dari perjalanan panjang komunikasi di atas, pasti Anda akan menemukan berbagai problem. Problem-problem itulah yang sebaiknya Anda bawa kepada guru pribadi Anda jika Anda tidak menemukan solusinya.

Mengapa wawasan komunikasi menjadi point penting dalam artikel singkat ini? Perlu pembaca ketahui bahwa komunikasi merupakan pilar berdirinya sebuah peradaban, yakni kebudayaan yang didalamnya terdapat orang-orang yang mencintai kebijaksanaan.

Penulis bisa ambilkan salah satu contoh mengenai pentingnya wawasan komunikasi dari lingkup terkecil. Bila Anda perhatikan di sekeliling kampus Anda, tentu Anda pernah memperhatikan beragam gaya komunikasi antara dosen dengan mahasiswa.

Dari berbagai komunikasi itu, kita pasti pernah menyaksikan betapa banyak kesalahpahaman antara dosen dengan mahasiswa. Barangkali karena minimnya wawasan komunikasi budaya sehingga menyebabkan pesan yang disampaikan tidak tersalurkan dengan sempurna.

Banyaknya miss komunikasi menyebabkan ilmu tak tersalurkan dengan sempurna. Sikap saling memahami pun nihil yang akhirnya akan menghambat pembangunan peradaban melalui ilmu pengetahun.

  1. Passion

    passion itu penting untuk studi s2
    davedodgson.com

Salah satu hal yang paling sulit ditemukan mahasiswa zaman ini adalah passion. Sebuah pekerjaan yang bila Anda tak dibayar, Anda pun masih merasa cinta untuk mengerjakannya.

Perlahan, mahasiswa sudah tidak lagi peduli dengan passion. Tak sedikit yang kurang menghargai keberhasilan sebagai sebuah proses. Padahal, pendidikan di perguruan tingi menghendaki spesialis-spesialis keilmuan. Ya, semakin tinggi pendidikan seseorang akan semakin spesifik keilmuan yang digeluti.

Salah satu penyebab mudahnya berubah ialah serangan bertubi-tubi melalui hegemoni media mengenai berbagai cara instan untuk mencapai kesuksesan. Lebih dari itu, berbagai buku atau seminar pun beredar yang judulnya hanya menawarkan cara cepat, cara mudah, cara instan dan lain sebagainya.

Tak jarang mahasiswa yang sudah berada di rel yang benar tiba-tiba banting setir karena tergiur iming-iming cara cepat, cara mudah dan lain sebagainya.

Inilah pentingnya sebuah sikap bernama istiqomah. Karya besar memang tidak bisa dihasilkan bagi mereka yang hanya memikirkan agar cepat berhasil. Karya besar tentu saja membutuhkan proses yang panjang, memperbaiki sedikit demi sedikit hingga lama-lama menjadi bukit. Itulah passion; gembira dalam berkarya.

  1. Bisnis Mandiri

    Mahasiswa dan bisnis
    tribegrow.com

Bila Anda telah berhasil menemukan passion Anda. Penulis rasa hidup Anda akan semakin ringan sebab Anda akan menjalani hidup dengan ketulusan semata.

Namun, sudah waktunya Anda mengemudikan diri Anda untuk menjemput peluang passion Anda. Dengan passion Anda, Anda bukan hanya memperoleh kepuasan, Anda juga akan memperoleh penghasilan.

Tentu saja sebaik-sebaik penghasilan adalah hasil keringat Anda sendiri. Maka dari itu, Anda perlu melepaskan secara perlahan ikatan-ikatan yang selama ini menimbulkan kekhawatiran hidup Anda. Sudah saatnya Anda harus banyak-banyak bersyukur dengan keterbatasan.

Bersegeralah, namun jangan sampai melupakan jasa-jasa orang yang mendukung dan mensupport Anda selama ini. Cukup tadahkan doa dan teruskan amal jariyahnya.

  1. S2

    tips melanjutkan s2 magister
    brilio.net

Setelah Anda berhenti beberapa tahun dari aktivitas akademik. Kini Anda bisa melanjutkannya kembali ke jenjang yang lebih tinggi yakni S2.

Menurut Prof. Rhenal Kasali, Ph. D. salah satu tokoh pakar menegemen dunia, beliau menyarankan kepada lulusan S1 agar berkarya, bekerja atau mencari pengalaman terlebih dahulu 1 sampai 2 tahun.

Dengan bekerja terlebih dahulu, Anda akan terjun dan mengerti peta dari dunia keilmuan yang Anda geluti. Harapannya, Anda bukan hanya menjadi generasi wacana, lebih dari itu Anda juga diharapkan menjadi generasi yang sanggup membawa perubahan sosial yang lebih baik.

Dapatkan juga tips menarik seputar 7 rahasia bagaimana Cara Mendapatkan IPK Tinggi

Founder ACADEMIC INDONESIA — Mahasiswa Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) — Tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta — Follow me @zamhari_jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *